Berbagi Suami

Berbagi Suami
Akhirnya ketemu


__ADS_3

Inara langsung keluar dari dalam rumah dan menghampiri Abian yang sudah menunggunya diluar rumah.


"Gimana kamu udah siapkan ketemu sama calon mertua "


"Udah dong Bi, udah yu kita pergi sekarang nanti mamih sama papih nunggu loh "


"Yaudah yu kita pergi, ayo ayo kita pergi, kamu udah bilangkan sama Ana kalau kamu mau pergi "


"Udah kok, dia juga udah ngebolihin kok,"


"Yaudha deh kalau gitu bagus sayang, yu kita lets go pergi kerumah aku "


Inara mengangguk dan Bian segera membukakan pintu mobil untuk Inara, Inara langsung masuk di susul oleh Bian yang langsung tancap gas pergi kerumahnya.


**


Ana yang melihat Roger masih melamun diam di taman segera menghampirinya, memegang tangannya, Roger langsung mengalihkan pandangannya pada Ana.


"Sampai sekarang Puja belum ditemuin aku harus gimana Ana. Apakah aku harus mencari juga keberadaan Puja di sana. Apakah aku harus berenang dan mencari dia ke bawah dasar supaya aku bisa tenang dan minta maaf sama dia kalau aja aku gak ngikutin dia mungkin semua ini gak mungkin pernah terjadi kan"


"Kamu ngikutin Puja kenapa "


"Karena aku mempunyai perasaan kalau Puja punya hubungan spesial dengan Cio, karena perlakuan Puja yang terlalu posesif pada Cio dan seperti pada seorang kekasih saja makanya aku mengikutinya dan ingin membuktikan apa yang aku rasakan apakah benar dia selingkuh atau hanya perasaan ku saja, apakah kau tai sesuatu tentang mereka "


Ana langsung mengalihkan pandangannya dan melihat kearah lain, jangan sampai dirinya membuat hubungan orang lain hancur jangan pernah dirinya membongkar apa yang dirinya tau, yang boleh bicara hanya Puja atau Cio.


"Ana kenapa kau malah diam apakah kau tau sesuatu yang aku tak tau, coba kau katakan padaku "


"Mungkin iya aku tahu sesuatu tapi aku tidak akan berbicara sebelum Puja atau Cio sendiri yang berbicara . Aku tidak mau merusak hubungan kalian berdua yang sedang terjalin sekarang , aku tidak mau seolah-olah aku memang sengaja melakukan itu. Jadi kau tanyakan saja pada Cio sekarang orangnya masih ada kan, dia masih hidup dan bisa berbicara langsung padamu. Aku tidak mau ikut campur"

__ADS_1


"Jadi benae firasatku ini, jadi benar mereka ada hubungan yang aku tak tau, jadi benarkan "


"Entahlah aku tak tau, aku sudah bilang kau tanyakan saja pada orang yang bersangkutan aku tak mau membuat kau marah pada Puja karena aku, aku tidak mau, lebih baik nanti setelah Cio baik baik saja kau tanyakan pada dia, lebih baik kau sekarang makan dan jangan terus memikirkan Puja, nanti juga kalau sudah ada info pasti akan diberi tahu "


"Baiklah aku akan menanyakannya pada Cio nanti. Apakah polisi sudah ada yang menghubungimu dan memberitahu kabar terkini atau sesuatu yang penting gitu tentang pencarian Puja hari ini, karena belum ada seorang pun yang menghubungiku, siapa tau padamu ada "


"Tidak ada mungkin kalau ada informasi sesuatu tentang Puja aku sudah memberitahunya padamu, tidak diam seperti ini tenang saja aku akan memberitahumu jika ada info tapi memang aku tidak mendapatkannya, bukannya para polisi hanya menyimpan nomormu saja tidak denganku jadi semuanya pasti padamu saja, dia memberitahunya bukan padaku kau yang sabar saja karena mencari seseorang yang hilang atau hanyut seperti itu agak sulit, jadi kau harus selalu sabar jangan terburu buru "


"Benar juga, tapi aku begitu khawatit pada Puja bagaimana keadaan dia sekarang bagaimana keadaannya, aku sungguh tak bisa diam seperti ini terus, aku tak bisa hanya diam melamun dan menunggu kabar seperti ini, aku juga ingin mencarinya dan ingin cepat cepat melihat Puja seperti sedia kala"


"Ku bilang sabar kau ini ya sulit sekali diberi tahu, ayo kita kesana pergi apakah kau mau aku temana ke lokasi pencarian "


"Benarkah kau mau menemaniku "


"Ya aku akan menemani mu, mari "


**


"Inara akhirnya mamih bisa ketemu lagi sama kamu, gimana ath kamu teh kabarnya "


Inara langsung membalas pelukan ibunya Bian "aku alhamdullilah baik, mamih gimana disana betah gak "


"Alhamdullilah atuh yah, gak sama sekali, mamih teh kangen nasi padang, jengkol dan yang lain lainnya disana mah susah, tapi untungnya mamih sekaranh udah pulang ah, "


Mereka berdua segera melepaskan pelukannya dan ibunya Abian langsung membawa Inara masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan sang anak.


"Selalu saja aku ditinggalkan begitu saja, mamih tuh ya dasar gak pernah inget anak "


Abian langsung mengikuti dua perempuan yang paling penting di hidupnya itu dan duduk disamping sang kekasih.

__ADS_1


"Mamih sebenernya sama papih tuh mau kerumah Nara, mau ketemu Ana, pengen nentuin tanggal dan segala macemnya tapi kayaknya waktunya lagi gak pas ya "


"Iya mih, lagi ada kabar duka di keluarga kita mih, Roger temennya Ana itu pacarnya Puja belum ditemuin jadi Ana malah sibuk ngurus ngurus itu dulu "


"Yaudah deh setelah beres semuanya mamih sama papih bakal main kesana kerumah , kan lebih cepat lebih baik, mamih udah gak sabar pengen punya mantu dan juga Abian biar ada temennya juga, biar dia ada yang ngurus gak luntang lantung gak bener "


"Mihh Abian gak luntang lantung, Abian kerja kok ih mamih mah suka melebih lebihkan deh kalau apa apa teh, Abian gak gitu "


"Udah kamu mah diem Bi, biarin mamih yang bicara jangan ikut nibrung pamali, mending kamu masak sana, jangan disini terus ganggu tau, mamih sama Inara lagi cerita cerita nih, mending kamu masak buat makan siang udah udah sana cepetan jangan diam aja "


"Gak kebalik ya mih, seharusnya mamih yang masak kenapa jadi Abian, kalau makamannya gak enak jangan nyalahin Abi loh "


"Mamih teh yakin kamu pasti bisa, kamu pasti enak kalau masak, mamih kan pernah coba "


"Yaudah kalau gitu Abi masak awas ya harus di makan "


"Iya iya Abi sana mamih mau ngobrol sama Inara sana sana jangan ganggu ah, mamih gak mau diganggy nih "


Abian langsung pergi kedapur dengan senyum menyeringai, entah apa yang akan Abian lakukan, entahlah tak tau.


"Kami gimana Nara kerja sama Abian apakah nyaman "


"Alhamdullilah nyaman mih, dia baik kok "


"Kalau gak baik kamu marahin aja, kadang dia nyebelin "


"Iya bener mih emang suka nyebelin tau "


Mereka berdua langsung saja mode ngibah, mengibahkan segala hal di belakang Abian yang sedang memasak itu, entah memasak apa gak tau

__ADS_1


__ADS_2