
Roger yang baru bangun melihat kearah sampingnya, dia baru ingat kalau pacarnya tak ada disini " Ya ampun kenapa aku sampai lupa kalau Puja masih ada di club itu sekarang bagaimana keadaan dia , apakah dia tak akan tersesat pulang, tapi dia tak ada disampingku pasti dia belum pulang, pasti dia tersesat "
Roger langsunf mengambil ponselnya dan menghubungi Puja namun tak diangat juga, kembali Roger menghubungi Puja, dan tak lama kemudian diangkat juga oleh Puja.
"Kau dimana Puja "
"Kau yang dari mana Roger kenapa kau meninggalkan aku di sini sendirian. Apa kau lupa telah membawaku kemari"
"Maafkan aku Puja, maaf aku kemarin mabuk dan tiba-tiba saja masuk ke dalam mobilku tanpa ingat aku telah membawamu. Maafkan aku sekarang kau di mana aku akan menjemputmu ke sana"
"Aku masih ada di club masih di tempat yang sama menunggumu sampai pagi seperti ini. Apakah kau tidak kasihan aku disini kelelahan menunggumu. Kau sungguh jahat Rojer meninggalkan aku begitu saja pasti di pikiranmu hanyalah Ana dan Ana saja "
"Tidak sayang aku akan menjemputmu sekarang "
"Baiklah aku akan menunggumu agak cepat "
"Baiklah tunggu aku sayang, "
Roger segera memakai pakaiannya asal mencuci wajahnya dan pergi begitu saja.
Sedangkan disana Puja masih menunggai Cio, sekarang dirinya yang akan memuaskan Cio, mereka sudah berpindah kembali ketempat tidur.
"Kau akan pergi Puja "
"Ya aku akan pergi tapi tenang saja aku akan menuntas kan dulu ini, kau tak usah khawatir "
"Apakah kita bisa melakukan ini lagi "
"Apakah kau ketagihan dengan ku Cio, "
"Begitulah "
"Baiklah kapan pun kau mau, aku akan melayani mu, asal kau jangan menyuruhku untuk selalu putus dari Roger "
__ADS_1
"Ya baiklah baiklah "
Akhirnya Cio mendapatkan parter *** yang dia cari, yang bisa memuaskannya dan dirinya puaskan ,ternyata teman lamanya yang bisa melakukan itu.
**
Anna yang melihat Roger pergi begitu saja dia hanya bisa tersenyum pasti Roger akan menyusul Puja yang dia tinggalkan begitu saja, pagi-pagi sekali mobilnya sudah dibawa oleh anak buahnya.
Kenapa dirinya bisa tahu kalau Puja di tinggalkan karena anak buahnya melaporkan itu semua dan dia juga tahu kalau Puja sedang bersama Cio, namun dia tak mau ikut campur masalah orang lain biarkan saja waktu yang menjawab semuanya.
"Sean apakah kau ingin ikut bersama kakak lagi bekerja"
"Tidak Kakak aku di rumah saja bermain bersama Arya. Kakak bekerjalah dengan semangat aku akan menunggu Kakak sampai pulang di sini, aku tidak akan ke mana-mana kami hanya akan berkeliling di sekitar rumah kakak yang besar ini"
"Baiklah jika ada apa-apa selalu hubungi kakak, mungkin Kakak hari ini takkan lama dan takkan pulang sore seperti kemarin"
"Baiklah kakak aku sangat senang sekali aku menunggumu dadah kakak hati-hati di jalan"
Ana melambaikan tangannya dan mejalankan mobilnya kearah kantornya dan juga melihat keadaan Jack yang ada disana menjadi penunggu kantor.
**
"Kau tidur di mana Puja"
"Mana mungkin aku bisa tidur aku sama sekali tak tidur menunggumu disini, kau saja aku telfon tak di angkat kemana sih kau sebenarnya dan pulang bersama siapa kau sebenarnya apakah kau bersama Ana semalam"
"Maafkan aku ayo kita pulang kau jangan mengajakku bertengkar di luar seperti ini. Apa kau tidak malu, sudah ayo pulang aku juga Lelah ingin melanjutkan tidurku"
"Yah aku pun sama ingin tidur lelah sekali rasanya badanku sakit semuanya. Menunggu kau di sini untung saja ada yang baik membayarkan makanan kita kalau tidak aku sudah disuruh cuci piring di sini"
Roger sampai melupakan itu " mana orang yang menolongmu aku akan mengganti uangnya"
"Tidak ada lah dia sudah pulang mana mau orang itu menungguku di sini semalaman. Apa kau sudah gila, kau tak memberiku sedikitpun uang aku pun kalau mau pulang harus membayar dengan apa aku tak tahu jalannya di mana rumah Ana "
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tiba-tiba tahu rumah Ana di mana"
"Ya karena ada teman yang mengantarku ke sana dia mengenal Anna dan adiknya makanya aku bisa sampai di sana karena kau sama sekali tak mau ngangkat teleponku saking tak ingin diganggunya"
Puja langsung pergi kearah mobil dan masuk meninggalkan Roger sendirian.
Tak jauh dari sana Cio bernafas lega akhirnya Puja ada yang menjemputnya, dirinya langsung pergi setelah melihat Puja masuk ke dalam mobil.
**
Inara yang sudah siap akan makan siang segera keluar dari ruangannya, namun tiba-tiba saja langkahnya dihadang oleh Abian.
"Sayang dengarkan dulu aku. Aku ingin menjelaskan semuanya kau jangan begini tolong jangan menjauhiku"
Namun Inara tak menjawabnya dia langsung saja melambaikan tangannya pada temannya dan pergi begitu saja meninggalkan Abian sendirian di sana.
"Kenapa menjadi rumit seperti ini padahal aku ingin mengakhiri semuanya dengan Livia maksudnya agar dia tak mengganggu hubungan ku dan Inara lagi, sial sial kenapa menjadi sangat rumit sekali, sepertinya aku salah telah melakukan itu, seharusnya aku tak melakukan itu "
Abian langsung menyusul ke mana pacarnya pergi, ya ke mana lagi kalau bukan ke kantin, tak ada tempat lain lagi selain itu.
Setelah ada di dalam kantin Abian membawa makanannya duduk tak jauh dari Inara dia mengawasi apa yang Inara lakukan.
" Bos kenapa kau dan Inara duduk berpisah apakah ada masalah" tanya Jon dan duduk disamping bosnya
"Sedang ada masalah kecil hanya kesalah pahaman saja"
"Jangan menunda-nunda masalah Lebih baik kau bicarakan dengan Inara jangan sampai nanti ada yang mengompori di antara kalian berdua dan membuat hubungan kalian tak tentu arah bos "
"Ya aku maunya begitu berbicara berdua dengan Inara tapi sangat sulit apalagi Inara sekarang dijaga dengan ketat oleh bodyguard nya. Aku harus bisa berbicara dengannya tapi aku juga harus memberikan dia kesempatan untuk berpikir dahulu Sekarang dia sedang emosi padaku jadi aku akan mendiamkannya dulu saja"
"Baiklah bos tapi jangan lama-lama ya nanti ada pengganggu kita tidak tahu dengan sifat dan sikap orang bisa saja dia benci dengan hubungan kalian berdua dan mengompori Nara untuk tak memafkan mu "
"Iya kau benar sepertinya kau sangat ahli dalam masalah seperti ini"
__ADS_1
"Iya karena aku pernah mengalami ini dan kehilangan orang yang aku cintai tapi aku tidak menyesal Tuhan telah menggantikannya dengan Rani yang bisa menerima kekurangan dan kelebihanku"