Berbagi Suami

Berbagi Suami
Mengigau ketakutan


__ADS_3

Inara kembali masuk dalam mimpi itu, mimpi bertemu dengan anak kecil itu, namun etah siapa tiba tiba saja ada yang membawa pisau dan akan menusuknya.


"Tolong tidak tolong jangan tolong "


Ternyata sampai terbawa kedunia nyata, Inara berteriak teriak dan Abian yang sedang tertidur langsung berlari dan mendekati kekasihnya.


"Syaang sayang tidak apa apa tidak apa sayang tidak "


"Tolong tolong jangan tusuk saya tolong jangan jangan "


Tangan Inara seperti sedang menghalangi agar orang itu tak mendekatinya, Abian segera memeluk Inara "tidak sayang, tidak, aku disini aku disini bersama mu, kau tak akan kemana nama disini ada aku "


Inara mengeleng gelengkan kepalanya dan langsung tenang dan tak lagi mengigau, bahkan anak buah Ana yang menunggu diluar sampai masuk.


"Ada apa tuan "


"Tidak ada dia hanya bermimpi saja, dia baik baik saja "


"Baiklah tuan "


Mereka segera keluar lagi sedangkan Abian langsung duduk disamping sang kekasih dan mengengam tangannya dengan sangat erat.


"Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dan akhirnya kau malam jadi seperti ini trauma, kau tahu Livia dia sudah ketemu tapi aku tidak mampu untuk melakukan apa-apa, aku kasihan dengan keadaannya dan Ana juga sudah menusuk perutnya aku tak bisa menyakitinya "


"Aku kesal aku marah dengan dia karena sudah berani melukaimu, tapi aku juga kasihan dengan dirinya yang sekarang ada di tangan Ana dan tidak tahu akan terjadi apa dengannya, aku tidak mau bisa melukainya aku tidak bisa melukai siapa-siapa"


"Saat aku masuk ruangan Ana, entahlah aku tidak bisa berkata apa-apa, aku ingin marah aku ingin memukulnya , tapi aku tak bisa kalau harus memukul seorang perempuan, aku tidak bisa sayang jadi naafkan aku, aku tak bisa melakukan itu pada Livia atau pada perempuan lainnya "


"Aku sebenarnya ingin balas dendam dan ingin melakukan apa yang telah dia lakukan pada mu tapi sangat sulit saat melihat wajah dia yang memelas dan seperti meminta pertolongan karena perutnya juga tertusuk oleh Ana aku malah makin iba dengan keadannya "


"Jika kau melihatnya juga pasti kau akan kasihan dengannya sayang sama seperti aku, sungguh keadaannya sangat memprihatinkan sekali dengan keadaan yang seperti itu"

__ADS_1


Abian segera naik ketempat tidur dan membaringkan tubuhnya, dirinya akan menjaga Inara, dia akan memeluknya supaya Inara tak kenapa napa, supaya kalau dia mengigau lagi ada dirinya yang memeluknya.


**


Cio sudah sampai didepan rumah Nana, dia masih melihat Nana tertidur, dengan cepat Cio keluar da mengangkatnya dan mengetuk pintu rumah Nana, dan tak lama kemudian pintu dibuka.


"Ada apa dengan Nana apa dia baik baik saja "


"Nana baik-baik saja tante cuman dia ketiduran dan maaf Nana juga basah kuyup tadi gak sengaja jatuh sama saya , maaf ya Tante saya bawa pulang anak tante jam segini"


"Iya gak apa-apa Cio yang penting sama kamu aja, terus itu kenapa hidung kamu kok kayak bekas berdarah gitu ya. Kenapa apa ada yang terjadi di jalan atau sesuatu gitu sampai hidung kamu berdarah kayak gitu"


"Emm engga tante ini gak kenapa napa, "


"Emm gitu ya, tante aja kali ya yang udah salah liat, yaudah ya tolong bawa Nana kekamarnya, memang nih Nana ini kalau udah tidur kayak kebo "


"Ohh iya tante "


Mereka berdua segera masuk, ternyata kamar Nana ada dilantai dua, saat masuk kamar Cio kaget perempuan tomboi ini menyukai warna pink semua yang ada didalam kamarnya warna pink tak ada warna lain.


"Yaudah tante saya pulang dulu, sekali lagi saya minta maaf ya tante "


"Iya hati hati yah, udah kamu jangan minta maaf terus, yang ada tante seneng akhrinya anak tante ini ada juga laki laki yang bisa ajak dia jalan jalan dan pergi, Nana itu sulit banget kalau diajak keluar sama lawan jenis"


"Mungkin dia malu tante "


"Iya kali yah, yaudah tante anterin ya sampai depan "


"Iya tante "


Mereka segera turun dan Cio langsung berpamitan lagi dan masuk kedalam mobil, lalu pergi dari rumah Nana, " berarti gue dong laki-laki pertama yang udah cium dia, yang udah pegang dia, gak percaya deh ada perempuan yang tahan gak pacaran atau main-main gitu sama laki-laki, hebat juga tuh anak "

__ADS_1


"Berarti dia perempuan baik-baik hanya sifatnya saja yang hampir sama dengan Ana, tapi dia baik juga sih gak kayak Ana barbar banget gitu kan, sedikit menarik lah, ya sedikit menarik untuk didekati "


"Eh tapi jangan-jangan nanti kalau Ana marah bisa berabe , bisa-bisa gue dipenggal sama dia gara-gara mainin Nana udah ah gak usah deh mending cari perempuan lain aja kan banyak perempuan yang kayak dia mungkin itu pun ya kan "


**


"Nara Nara Nara " Abian langsung bangun dan melihat kesampingnya dan ternyata Inara tak ada.


Namun saat melihat kearah kursi dirinya malah melihat sang kekasih sedang memakan kentang goreng, sosis dan ayam goreng bahkan banyak lagi.


Abian segera bangkit dan mengambil ayam goreng yang sedang dimakan oleh Inara.


"Bii"


"John kenapa kamu membawakan ini semua makanan yang berminyak untuk Inara. Kenapa kamu membawa makanan ini"


"Ya ampun Bos orang sakit juga perlu dong makanan kayak gini, dia juga pengen makan yang enak-enak gak apa-apa lah bos sekali-kali"


"Gak boleh sayang kamu tuh harusnya makan bubur bukannya makan ini, udah aku mau beli bubur dulu buat kamu. Kamu ini ya malah makanan berminyak-minyak kayak gini. Kamu masih sakit nanti kalau kamu udah sehat kan aku gak akan melarang kok kamu boleh makan semuanya, aku pergi dulu beli bubur awas kamu jangan makan ini lagi "


Abian langsung saja pergi meninggalkan sang kekasih, namun Inara malah kembali lagi duduk dan menyantap makanan yang sudah Jonathan belikan.


"Ayo makannya yang cepet Nara sebelum bos balik lagi dan larang larang lagi "


"Yaudah ayo bantuin makannya, jangan bicara terus Jo, "


"Iya iya "


Mereka berdua segera menghabiskan makan itu dengan cepat, sebelum Abian datang lagi dan marah marah.


Jon datang pagi pagi sekali, dan kebetulan sekali Inara sudah bangun, saat Jon menawarkan makan ini Inara langsung mau dan akhirnya seperti ini lah, dan sedangkan Abian dia masih tertidur dan itu dimanfaatkan oleh Inara untuk makan ini, makanan yang enak ini meskipun berminya.

__ADS_1


Akhirnya makanannya habis juga, Jon segera membereskannya dan membuangnya ketempat sampah "untung aja kan bos belum dateng kan "


Inara hanya mengangguk saja dan memegang perutnya yang sudah kekenyangan..


__ADS_2