Berbagi Suami

Berbagi Suami
Jangan main main


__ADS_3

Jack sekarang sudah ada dikantor polisi, dia bahkan berpapasan dengan Livia namun Livia tak tau dirinya siapa, sekarang Jack sudah ada dihadapan Sandi.


"Jadi apa yang kau mau tuan "


"Nona punya misi lagi untuk mu "


"Adam lagi "


"Iya "


"Tapi dia akan keluar dari sini "


"Ya aku tau dan kau juga akan keluar dari sini "


"Hah yang benar tuan saya akan keluar juga dari sini, ini benerkan tuan tidak main main "


"Ya saya berkata yang sebenarnya nona puas dengan pekerjaanmu dan dia ingin kau dilepaskan dari sini, tapi ada syaratnya "


"Apa itu tuan apa syaratnya, saya akan melakukannya "


"Kau harus selalu mengagalkan apa yanga Adam lakukan dia adalah mantan istri adik nona, dan dia ingin menghancurkan kembali adik nona, jadi misi mu adalah selalu membuat Adam gagal dan menjaga adik nona "


"Baik saya akan melaksananya tuan "


"Baiklah jika kau sudah setuju, tapi kami tidak mau sampai ada penghianat bila kau sampai berkhianat taruhannya adalah nyawamu sendiri dan nona sendiri yang akan menghabisi mu "


"Baik tuan saya akan selalu mengabdi pada nona anda, berkat nona anda saya bisa memberikan uang pada istri saya yang menunggu disana ,terimasih "


"Baiklah segeralah kau masuk kesel dan aku akan mengurus semuanya dengan cepat, dan kau tinggal menunggu kebebasan mu, tenang saja semuanya akan lancar dan kau akan keluar saat Adam keluar juga "


"Baik tuan saya permisi "


Dengan senang Sandi masuk kembali keselnya, dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya akhirnya dirinya bisa keluar juga sudah lama dirinya didalam sini sudah hampir 10 taun, dan sebentar lagi akan keluar.


Dan Jack dia pergi dan tak sengaja menubruk Livia, Livia yang kesal langsung memegang tangan Jack.


"Kau kalau jalan hati hati dimana matamu, apakah kau tak punya mata sampai seenaknya menabrak ku seperti itu "


"Saya tidak sengaja maafkan saya "

__ADS_1


"Hey tidak bisa seperti itu, aku belum selesai berbicara dan kau sudah main main pergi saja, kau ini sebenarnya laki laki apa hah "


"Menurut mu, "


"Kau berani padaku hah, ingin ku apakan kau sampai berani padaku, akan aku cekik kau "


"Silahkan kau cekik aku, kita kan sedang dikantor polisi biar sekalian kan, kamu tertangkap dan saya tak usah repot repot melaporkan mu karena kau membunuhku di kantor polisi bagaimana "


Livia segera melepaskan cekalannya "awas saja aku akan membalasnya, aku akan tau wajahmu dan aku akan mengigat terus menerus wajah mu itu, jadi jangan senang dulu aku melepaskan mu, aku akan menghabisi mu, lihat saja aku tak akan segan segan untuk melakuaknnya awas kau "


"Silahkan nona aku tidak akan takut dengan ancaman receh mu, jadi silahkan kau mencanmku sesukamu aku tak akan takut sana sekali "


Setelah mengatakan itu Jack pergi meninggalkan Livia yang dari tadi mengerutu tak penting biarkan saja dia begitu nanti juga berhenti sendiri, kalau dia punya malu itu pun kan.


**


Puja keluar dari kamarnya dan duduk disebelah Roger "ini makan puja, kue buatan Sean dan juga Ana, ayo makan rasannya enak sekali "


"Tidak aku tidak berminat memakannya "


"Tapi Sean sudah membuatnya ayo makan "


"Ada apa " tanya Ana dengan khawatir.


"Kau ingin membalas yang tadi aku lakukan hah, apa kau membetikan kue ini garam "


"Tidak aku tak memberikannya sini biar aku coba "


Ana menguncahnnya dan baik baik saja "tidak kok manis enak, sepertinya kau sakit Puja segeralah kau pergi kerumah sakit dan cek lidahmu, takutnya kau nanti tak bisa membedakan rasa apapun ih takut "


"Sayang coba aku cicipi asin coba "


Roger mengambil sedikit dan memakannya tidak ada apa apa, manis dan enak "tidak kok ini enak puja, ada apa dengan mu, apakah kau ingin aku memarahi anaku kembali "


"Tidak memang tadi yang aku makan asin sekali, kau ini kenapa sih jadi menyalahkan aku, setelah ada perempuan ini kau selalu saja menyalahkan aku, sungguh menyebalkan aku marah lagi padamu Roger "


Kembali Puja masuk kekamar di susul Roger dan Ana juga Sean terkikik melihat Puja yang marah.


"Wah ide kakak bangus banget dan kakak tau, tante puja akan makan yang sebelah mana dulu, hebat hebat deh "

__ADS_1


"Tos dilu dong "


"Tosss "


Ana dan Sean malah tertawa terbahak bahak dan itu terdengar sampai atas, sampai Puja dan Roger mendengarnya.


"Kau lihat, kau lihat anak mu dan perempuan itu sudah menjebak ku, dia memberikanku garam lihat apakah aku masih menyalahkan aku "


"Kau berbicara jangan kemana saja, siapa tau mereka tertawa karena sedang menonto tv kau jangan selalu menyangku pautkannya dengan Sean dan juga Ana, sudah "


"Tuhkan kembali kau membelannya aku tak suka dan tak akan pernah suka aku kesal padamu, kesalll aku ingin sekali menjambak rambut Ana "


Puja dengan cepat keluar dan Roger tak bisa mencegahnya karena Puja tiba tiba saja berlari dan akan menjabak rambut Ana namun Ana menangkat tangan itu, bahkan dia memegangnya dengan erat.


"Lepaskan tangan ku Ana lepaskan ini sakit Ana lepaskan "


"Sakit ya, lalu kau mau apa berlari dari sana dan mengacungkan tanganmu apakah kau ingin menjambakku "


"Ana lepaskan " perintah Roger.


Namun Ana tak suka diperintah dirinya tak ingin diperintah, hanya dirinya saja yang boleh memerintah, "tidak "


Ana membawa tangan itu kebawah lalu memelintirnya, "aa sakit tolong Roger tolong ini sakit tolong "


"Diam disana Roger " perintah Ana "ini urusanku dan puja dan Sean masuklah kekamar kakak akan menyusul "


Sean dengan patuh segera naik dan masuk kedalam kamarnya, "lepaskan Ana lepaskan apakah kau gila Ana, lepaskan aku, lepaskan kau gila Ana, kau sungguh gila lepaskan aku "


Sebelum melepaskannya Ana memelintirnya sampai truk suara tulang yang patahhh "akhhhhhh "


Ana yang sudah puas melepaskannya "aku masih menghargai Roger kalau tidak tanganmu sudah patah, jangan macam macam denganku atau pun dengan Sean , lihat saja aku akan melakukan hal yang lebih kalau kau macam macam padaku, aku tidak akan main main lihat saja "


Ana pergi meninggalkan Puja yang kesakitan sedangkan Roger langsung membawa pacarnya kerumah sakit.


"Aku sudah bilangkan jangan macam macam dengan Ana, akhirnya seperti ini kan , kau sih tak pernah mendengar apa yang aku bicarakan, jadi rasakan lah "


"Kau malah menceramahiku, ayo cepat lah bawa aku kerumah sakit aku sudah tak kuat, bisa bisa aku pingsan ini cepat cepatttt aku tak kuat "


"Bersabarlah jangan berteriak terus kalau tidak aku buang kau dijalan "

__ADS_1


__ADS_2