Berbagi Suami

Berbagi Suami
Menyesali semuanya


__ADS_3

"Ihh kenapa sih malah kesini, kenapa malah parkir kepantai coba, kita ini mau kerja bukannya mau main Bi, ayo cepatan ah belokin lagi "


"Gak mau, ayo turun cepet turun sayang, kalau kamu masih marah aku gak mau ah ajak kamu kekantor "


"Bi jangan main main kerjaan kitu banyak banget loh ih, jangan main main ayo cepetan kita pulang kekantor "


Namun Abian langsuny keluar dari dalam mobil lalu menarik pacarnya untuk segera keluar, sebelumnya Abian sudah membuka sepatu dan juga membuka sepatu sang pacar lalu menariknya untuk menikmati angin pagi disini yang sangat sejuk.


"Bi udah ayo kita pulang ke kantor, udah ih ngapain sih malah ke pantai kita itu banyak banget kerjanya ya, jangan habiskan waktu deh Bi, kamu gak tau aja kan kita banyak meeting hari ini kasihan lo Jo ngehendel terus kerjaan kita"


Inara menarik jas Abian malah membuat mereka terjatuh dan berbaring di pasir "sayang aku pengen habisin waktu sama kamu, jadi kita seneng seneng aja ya, hari ini kita seneng seneng "


Inara menatap sang kekasih lalu memegang tangannya "waktu adalah uang Bi, jadi kita jangan nyia nyian pekerjaan yu kita kerja "


"Sayangg aku banyak uang, kau tenang saja uang ku tak akan habis aku tak kerja sehari atau satu minggu pun "


"Sombong sekali jangan gitu Bi jika Allah mendengarnya dan tiba-tiba saja kau mengalami sesuatu musibah yang menghabiskan uang mu bagaimana, hati-hatilah dengan kata-katamu itu jangan sembarangan kalau bicara "


"Hehehe maafkan aku sayang, maafkan aku, aku hanya bercanda ayo berdiri "


Abian membantu Inara bangkit dan mengajaknya untuk main air namun tiba tiba saja turun hujan yang sangat lebat, Inara sudah menarik tangan sang kekasih namun Abian hanya diam saja dan membuatnya ikut tak bergerak juga.


"Ayo Bi kita berteduh, ayo hujannya makin deras ayo Bi "


Namun Abian hanya diam saja menarik Inara sampai Inara jatuh kepelukannya, "Bii " rengek Inara


"Sekali kali sayang kita main ujan ujanan, "

__ADS_1


Abian kembali menarik pacarnya dan bermain air sambil hujan hujanan, tampa mengiraukan cuaca atau orang yang melihatnya, mereka hanya asik sendiri saja sampai merasa dunia memang milik mereka berdua saja, dan tak ada siapa siapa lagi.


**


"Terimakasih Nana kau sudah mau mengurusku dan juga mengantarkan aku kerumah ku juga, tenang aku akan memberikan gajih lebih Nana "


"Sama-sama Pak, tidak usah memikirkan tentang gajiku dulu yang penting Bapak sehat dulu dan bisa kembali bekerja . Apakah bapak baik-baik saja kalau aku meninggalkan bapak di rumah sendirian. Ya maksudku takutnya Bapak membutuhkan sesuatu aku tidak ada apa akan baik-baik saja "


"Apakah bisa saat kita sedang berdua kau memanggil ku Cio saja jangan Bapak, rasanya terlalu tua aku ini masih muda sama seperti Ana aku masih muda dan aku belum tua sampai kau harus selalu memanggilku Bapak di setiap tempat , kalau sedang berdua bisa tidak kau tak usah memanggil itu rasanya sangat aku seperti tua sekali gitu, bahkan aku belum mempunyai anak dan istri "


"Hemm seperti itu ya, tapi apakah akan terlihat sopan "


"Kan hanya berdua Nana hanya kita berdua kalau kita sedang berdua kau panggil aku Cio, ini permintaan atasan lo "


"Baiklah Cio, apakah kau tidak apa-apa bila aku meninggalkanmu di rumah sendirian, takutnya kau membutuhkan apa-apa gitu "


"Nah begitu bagus, tidak apa-apa lebih baik kau pulang saja nanti kan ada bibi yang datang ke rumah, dia akan mengurus ku selama kau tidak ada, kau pulang saja kasihan ibu mu pasti menunggumu, keluargamu pasti menunggumu juga, aku baik-baik saja lihat aku sudah bisa berjalan dan semuanya ya seperti ini saja, aku tinggal menyehatkan badan ku dan bekas bekas memar itu saja tak ada serius "


"Baiklah terimakasih atas semuanya "


Nana mengangguk dan segera pergi dari rumah Cio, lalu setelah Nana pergi hanya ada kehiningan " ternyata tidak ada ayah rasanya sangat sepi, aku sekarang baru menyesal setelah ayah tak ada ,orang tuaku satu-satunya malah aku habisi sekarang rasanya sangat sepi sekali rumah ini, ayah maafkan Cio yang telah membuat dirimu harus mati terlebih dahulu sebelum waktunya, Cio sekarang sadar keberadaan ayah ternyata sama pentingnya seperti keberadaan ibu "


Cio mengambil foto keluarnya dan tersenyum melihatnya, "Huff andai saja ayah tak menyakiti ibu, mungkin semuanya akan baik-baik saja dan tak akan seperti ini, ayah kenapa menghianati ibu apa kekurangan ibu sebenarnya, ibu sangat sayang pada ayah apapun yang ayah inginkan selalu ibu turuti, tapi kenapa satu yang ibu minta hanya kesetiaan ayah, ayah tak bisa melakukan itu kenapa yah kenapa ayah membuat kita berdua menjadi sengsara dan melihat bahwa ayah memang bukan sosok yang harus ditiru oleh ku, namun aku sekarang malah menjadi sosok seperti mu "


Cio menghembuskan nafasnya menyimpan foto itu dan membaringkan badannya, menikmati kesendiriannya, hanya sendiri tak ada siapa siapa.


Berarti benar kata ibunya jangan menunda nunda pernikahan kalau sudah ada calonnya menikah saja, tapi karena dirinya yang dulu sangat membenci seorang perempuan jadi seperti ini.

__ADS_1


Andai saja dirinya waktu itu tak menyelingkuhi pacarnya mungkin tak akan seperti ini, mungkin saja dirinya sudah menikah dengan pacarnya itu.


**


"Ini sayang minum dulu susu coklatnya "


"Makasih Bi "


Akhirnya mereka menyewa kamar yang ada didekat pantai, karena memang sudah kedinginan sekali, sudah tak kuat sekali.


Abian segera menghampiri kekasihnya dan memeluknya "bagaimana sayang apa masih dingin "


"Emm sudah tidak karena dipeluk kamu "


"Hemm masa sih sayang "


"Iya bener Bi karena pelukan kamu itu buat badan aku hangat banget tau gak sih, rasannya gak mau deh lepasin pelukannya "


"Yey ah ikutin kata kata aku, "


"Hahaha gak apa apa dong, biar mirip kayak kamu gitu, tapi bener Bi aku ngomong emang pelukan kamu tuh anget, aku beruntung punya calon suami kayak kamu pokoknya beruntung banget"


"Jadi baper deh sayang di puji kayak gini "


"Jangan baper sayang nanti sakit loh kalau jatoh "


Abian langsung melepaskan pelukannya, dan menatap sang kekasih "emang kamu mau tinghalin aku sampai aku jatuh "

__ADS_1


"Gak akan dong sayang Abi, mana mungkin aku tinggalin kamu "


Sekarang giliran Inara yang memeluk Abian, dan Abian yang dipeluk malah senyum senyum saja dipeluk oleh kekasihnya dan ini kali pertamanya Inara tak malu malu untuk memeluknya.


__ADS_2