Berbagi Suami

Berbagi Suami
Mengantar kesekolah


__ADS_3

Ana yang sudah terbangun segera pergi kekamar mandi dan bersiap siap hari ini dirinya akan mengantar sekolah Sean, dan disini juga sudah ada pakaian yanng sepertinya Roger sudah mempersiapkannya, seperti biasannya sebuah gaun.


"Dia ini sudah aku bilangkan, aku tak memakai gaun tapi tetap saja di beri pakaian seperti ini, suka ada ada deh, tapi yaudah kali ya pakai aja lah "


Ana bersiap dan berdandan seadannya saja seperti biasannya "Sean Sean ayo bangun sekarang sudah waktunya sekolah "


"Emm 5 menit lagi ya "


"Katannya ingin cepat cepat pergi kesekolah lihat aku, sudah siap siapa untuk mengantar mu sekolah "


Sean yang baru ingat segera bangun dan menatap Ana "oke kak sebentar ya tunggu aku "


"Apa perli aku bantu "


"Tidak kak aku akan mandi sendiri, aku sudah besar kak, tunggu ya "


"Ok ok "


Ana akhirnya diam menunggu sambil melihat pekerja rumah ini yang sibuk di kebun.


Tak lama kemudian Sean datang dan menghampiri Ana "ayo aku sudah siap kak "


"Kau sudah mempersiapkan buku sekolah untuk hari ini "


"Sudah kak, aku sudah mempersiapkan semuanya lengkap malahan "


"Baiklah anak pintar ayo kita sarapan dulu agar saat sampai sekolah kau lebih bersemangat "


"Ayo kakak, ayo "


Mereka berdua turun dengan riang, disana sudah ada Roger dan juga Puja yang sepertinya baru bangun, dengan Puja yang memakai pakaian tidur pendek, Ana yang melihatnya hanya bisa mendelik saja.


Duduk berhadapan dengan dua orang ini "ayah lihat lihat, aku akan diantar sekolah oleh ibuku lihat bagaimana aku, "


"Apakah ayah boleh ikut mengantarkan kalian kesekolah "


"Tidak usah ayah hari ini cukup dengan kakak saja, aku akan pergi bersama kakak , ayah disini saja bersama tante Puja dia pasti akan terus menerus menghubungi ayah, jadi lebih baik ayah bersamanya saja "


"Sean jika kau ingin diantar oleh ayahmu tak apa tante tidak akan melarang, tante juga akan ikut nanti, tante akan bersiap terlebiu dahulu bagaimana "


"Tidak usah tante Puja, aku akan pergi bersama kakak, kalau menunggu dulu tante akan lama, lebih baik tante tak usah ikut saja "


Puja yang kesal segera pergi namun tiba tiba Sean kembali berbicara "tante "


"Ya Sean apakah kau ingin mengajaku juga "


"Bukam tante, tante apakah tidak masuk angin memakai pakaian seperti itu setiap hari, lebih baik seperti kakak lihat cantik jangan terlalu pendek, kata guru agama ku kalau memakai pakaian pendek itu tidak boleh aurat kakak terlihat nanti kakak mau masuk neraka "


Puja langsung melihat kearah Roger dan mendelik tak suka, lalu masuk kedalam kamar begitu saja "Sean jangan seperti itu ya, kamu kan tau tanten Puja memang seperti itu "


"Ayah itu memang seharusnya kita mengigatkan, sudah ah ayo kakak kita pergi sekolah saja "


"Ayo lets go kita pergi "


Mereka berdua segera pergi tadi sudah pamitan pada Roger dan Roger saat melihat anaknya bersama Ana pergi segera masuk kamar dan melihat Puja yang membelakanginya.


"Sayang kau kenapa, ada apa jangan marah, kau tau sendirikan kalau Sean itu cerewet "


"Lalu apakah perlu mengomentari pakaianku, rasannya tidak perlu Roger, kalu lihat Ana sepertinya dia sangat senang saat Sean menegurku "


"Hah kurasa Ana hanya diam saja, dia tak bicara sama sekali "


"Tetap saja kau tidak lihat memang dari tatapan dia yang mengejek, aku tidak suka cepat kau antarkan perempuan itu pulang kerumahnya, aku sudah sangat muak sekali "


"Iya aku akan mengantarkannya kalau Sean mengizinkan "


"Kenapa harus seizin Sean yang ada perempuan itu tak akan pulang dan malah menjadi istrimu, apakah kau tidak lihat Sean begitu sayang pada kakaknya kakak Ana, apa apa perempuan itu kau tak lihat hah "


"Iya iya aku lihat sudah jangan marah marah terus kau ini, aku tidak akan menikah dengan siapa pun jadi kau tenang ya, aku tak akan menikah dengan Ana, aku hanya akan menikah dengan mu saja "


"Baiklah akan aku pegang kata katamu, akan aku simpan dan jangan sampai kau ingkar padaku Roger "


"Ya aku tak akan ingkar padamu, tenang saja aku akan menikahimu "


"Baiklah aku mencintaimu "ucap Puja dengan manja memeluk Roger


**

__ADS_1


"Kakak pasti teman teman ku akan heran aku diantar siapa kesekolah, tapi aku senang sekali akhirnya bisa diantar oleh kakak, setiap hari aku hanya diantar pak supir sama bi Jumi aja"


"Wahh benarkah, apakah teman mu akan kaget melihat kakak "


"Tentu saja ,karena wajah kakak mirip dengan ibuku "


"Mana saja yang mirip dengan ibunya Sean "


"Emm mata kakak, matanya seperti ibuku besar namun mengemaskan sekali, aku sebenarnya tak pernah melihat ibu, aku hanya melihatnya di foto saja kak, kenapa ibuku pergi meninggalkan ku, tanpa tau dia punya anak kakak "


"Dengar Sean sayang, tuhan lebih menyayangi ibumu, jadi dia mengambilnya dan tuhan tau kalau Sean anak yang baik dan pintar, pasti akan bisa tanpa ibu, kau tau diatas sana ibumu bangga pada Sean yang mandiri dan sangat baik, dia selalu mengawasimu diatas sana "


"Kalau tuhan begitu sayang pada ibu, apakah dia tak sayang pada Sean juga kenapa dia tidak membawa Sean juga untuk ada bersamanya "


"Karena tuhan ingin melihat Sean disini menjaga ayah Sean, kalau tidak ada Sean ayah Roger bersama siapa "


"Bersama tante Puja saja kakak "


"Tante itu tak punya hubungan darah dengan ayah, mana mungkin bisa menjaga ayah sebaik Sean "


"Oh begitu ya kak, baiklah aku akan menjaga ayah dengan sangat baik dan menjaga kakak juga, yang akan menjadi ibuku, apakah kakak mau menjadi ibuku untuk selamanya "


"Tentu tapi kakak tidak bisa bersama ayah Roger "


"Kenapa kak, kenapa "


"Kan ada tante Puja, kakak tak mau menjadi pelakor sayang "


"Apa itu pelakor kak "


"Orang ketiga sayang, "


"Hemm gitu ya, aku tidak mengerti kakak, lihat lihat kita sudah sampai disekolah "


Sean keluar dengan semangat, membuka pintu sebelah dan menarik Ana keluar, lalu membawa Ana kedalam sekolah, bahkan Sean memperkenalkan Ana pada setiap teman yang dia jumpai.


"Bu ibu guru "


"Hai Sean "


"Ibu lihat, aku sekarang membawa ibuku, ayo ibu berkenalan dulu dengan ibuku "


"Oh hy bu saya Iriana salam kenal ya "


Guru matematika itu mengernyitkan dahinya saat mendengar nama ibunya Sean, bukannya nama ibunay Sean adalah Bella.


"Sean kau pergi kekelas, aku akan menunggumu ditaman sana "


"Baiklah aku masuk dulu ya "


Sean mengambil tangan Ana dan menyaliminya tak lupa Ana mencium pipi Sean dan langsung berhadapan kembali dengan bu Susan.


"Jadi apakah ada yang ingin bu Susan tanyakan pada saya, sepertinya bu Susan sedang kebingungan"


"Begini bu maaf setau saya ibu nua Sean itu adalah ibu Bella beliau sudah lama tiada "


"Iya saya tau, saya teman ayahnay tapi Sean sangat menyukai saya dan ingin saya menjadi ibunya, biarkan saja bu Susan saya sangat tau kalau Sean memang butuh kasih sayang seorang ibu, jika dia berbicara lagi pada ibu lebih baik ibu iyakan saja kalau saya memang ibunya "


"Baiklah bu saya senang, karena saya kasian pada Sean dia sekalu cerita sama saya, kalau ayahnya selalu membawa perempuan kerumahnya dan dia sangat tidak menyukai itu, dan dia juga bilang bu selalu mendengar suara suara aneh "


"Suara aneh bu Susan "


"Iya katanya dia selalu mendengar suara aneh dari dalam kamar ayahnya, memang Sean dengan saya memang dekat bu, jadi saya hanya ingin memberitahu ibu agar ibu menegur ayahnya ya bu saat nanti bertemu "


"Baik bu siap saya akan menegurnya dengan keras "


"Ya sudah saya permisi dulu ya bu mau mengajar selamat tinggal "


"Ya selamat tinggal bu "


Ana segera pergi kearah taman,, dasar Roger kurang ajar apa kan kataku pasti Sean akan mendengarnya awas saja akan dia habisi laki laki itu kalau perlu .


Ana yang sudah duduk ditaman membuka ponselnya saat pertama yang dirinya lihat adalah foto sang adik, dengan senang Ana segera mengbmhubungi Inara dan diangkat.


"Hallo Ana, apakah ini benar kau " ucap disebrang sana


"Iya ini aku Ara, apakah kau disana baik baik saja, aku sudah sangat ingin berjumpa dengan mu "

__ADS_1


"Aku baik baik saja Ana, kau akan pulang kapan kenapa begitu lama kau pulang, apakah kau tak ingin bertemu denganku sampai tak mau pulang dan betah disana "


"Aku akan pulang Ara, tapi aku sedang dirumah temanku dan aku sekarang sedang ada disekolahan anaknya, aku mengantar sekolah anaknya Araz bagaimana aku hebatkan "


"Hah anak kecil bukannya kau tak menyuaki anak kecil ya Ana, lalu sejak kapan kau menyukainnya "


"Sejak kemarin Ara, entah kenapa aku sangat menyukai anak itu, dia sangat baik periang dan gampang sekali diatur tak sama sekali membantah saat diberi tau, dan sangat mengemaskan, nanti aku akan membawannya kesana saat pulang "


"Kapan kau pulang Ana, baiklah aku akan menunggu kalian berdua "


"Entahlah Ara aku harus membuat Sean melepaskan ku untuk pulang, mungkin beberapa hari lagi aku pulang, bagaiman hubungan mu dengan Abian apakah kalian akan menikah "


"Kenapa kau bisa tau Ana, apakah kau menelfon dulu Abian sebelum aku "


"Tentu saja tidak aku menebak saja apakah kau akan menikah dengan laki laki bajingan itu "


"Ana dia bukan laki laki bajingan dia baik, kenapa kau berkata seperti itu, jangan katakan itu lagi ok "


"Baiklah baiklah yang udah jadi budak Cinta, jadi kapan kalian akan menikah "


"Aku ingin kau pulang dulu dan meminta restu darimu, lalu kalau aku melangkahimu apakah itu tidak apa apa Ana, apakah kau tak keberatan kalau aku dulu yang menilah mendahului mu "


"Tentu saja aku tak masalah, kau kan sudah ada jodohnya jadi lebih baik kau menikah terlebih dahulu jangan menunda nunda hal baik ya, aku tau Abian sangat mencintaimu jadi dia tidak mungkin akan menghianatimu, aku tidak akan mencoba untuk menjauhkan kalian berdua lagi "


"Apakah kau kefikiran sampai sana Ana, kenapa kau ingin memisahkan ku dan Abian, ada apa "


"Karena dulu tak menyukainnya dan aku juga tau dia bukan laki laki baik kau tau itu, reputasinya sangat jelek dan aku pernah lihat dia dengan Livia di club makannya aku tak suka dengannya namun dengan seiringnya waktu saat aku akan pergi dan aku binggung harus menitipkan mu pada siapa, akhirnya aku meminta Abian saja untuk menjagamu "


"Oh seperti itu, baiklah jika kau sudah percaya pada Abian syukurlah aku senang Ana, jadi aku tak akan segan lagi membawa Abian kerumah "


"Iya iya kau sepuasnya membawa dia kerumah dan aku tak akan meralangmu membawannya kerumah dan kau harus selalu hati hati dengan Livia, dia sangat jahat sekali ingat itu jangan sampai kau terkecoh dengan dia dan sepertinya dia akan melakukan cara licik lainnya jadi kau harus selalu hati hati "


"Baiklah Ana aku akan selalu hati hati, kau disana baik baik ya cepat pulang jangan lama lama "


"Iya Ara, kau bekerja kembali ya. Aku akan segera pulang kesana."


Panggilan terputus dan Inara sangat senang sekali akhirnya kakaknya ada menghubunginya sudah lama kan mereka berdua tak berbicara seperti ini.


Abian yang baru masuk kedalam ruangan Inara heran, kenapa Inara senyum senyum sendiri seperti itu.


"Ada apa denganmu sayang, kenapa ada apa "


"Aku senang sekali Bian, Ana sudah menghubungiku dan dia baik baik saja "


"Syurlah kalau dia baik baik saja, lalu bagaimana apakah dia mau didahului olehmu saat menikah "


"Tentu dia tak masalah Abi "


"Yess akhirnya kawin kawin tidur ada yang nemenin kawin kawin" teriak Abian.


"Abi berisik kamu ini ya kenapa teriak teriak kaya gitu "


"Habisnya aku seneng Nara akhirnya kita bisa bersama sama , akhirnya kakak kamu yang galak luluh juga kan sama aku "


"Iya iya luluh, galakan siap sama aku "


"Galakan Ana, udah yu mendingan kita sekarang fitting baju nikah kita "


"Lah kan belum tau amu dibutik mana "


"Udah tenang aja aku udah siapin semaunya Nara, ayo ayo kita pergi dan fitting baju "


Abian yang tak sabaran membawa Inara tanpa mendengarkan Jon yang akan berbicara padanya dirinya hanya fokus kedepan tanpa mau mendengarkan siapa pun, dasar kan menyebalkan kalau mempunyai bos kaya gini.


Abian membukakan pintu untuk Inara dan dirinya segera masuk dan tanpa mereka sadari ada yang mengikuti mereka berdua dari belakang entah siapa.


"Pelan pelan Bi "


"Iya sayang ini jiga pelan pelan kok, aku udah gak sabar nih pengen cobain pakaiannya dan segera menikah dengan kamu "


"Kamu ya sabar sabar kan kita harus tunggu mamih dan juga papih yang belum pulang"


"Oh iya ya aku lupa, nanti deh aku tunggu dulu mereka semoga aja gak lama ya "


"Iya doain aja semoga mereka selalu sehat dan pulang dengan selamat dari sana ya Abi "


Abian mengangguk dan kembali fokus menyetir mobil sedangkan orang yang dibelakangnya kewalahan mengejar mobil Abian yang terlalu kencang jannya.

__ADS_1


"Emang gak bisa pelan pelan apa jalannya sasah banget sih ngejarnya, "


__ADS_2