Berbagi Suami

Berbagi Suami
Tak bisa bertindak


__ADS_3

Cio sudah sampai dirumah Livia, dia langsung masuk dan disambut dengan bi San dan kebetulan sekali Adam dan juga ibunya keluar dari dalam kamarnya.


"Ehh ada Cio dann "


"Nana " ucapa Cio


"Ada perlu apa ya kalian kemari, oh iya ayo duduk duduk dong, bi San bikin minuman ya "ucap Adam


Cio tanpa di suruh pun langsung duduk bersama Nana juga, "tak usah kau suruh aku pun akan duduk karena ini rumah temanku Livia, jadi kau hanyalah penumpang disini, jadi mau apa kau dirumah Livia, kenapa kau menempatinya, jelas jelas ini bukan rumah kalian "


"Waw badu juga datang sudah berbicara seperti itu, kau baru temannya kan bukan suaminya, jadi tak usah sok berkuasa deh, kamu juga cuman teman "


"Lalu kau apa pembantunya Livia kan, Livia tak pernah memberikan rumah ini pada siapa pun, Livia tak akan mungkin melakukan itu, apa lagi perusahannya, dia tak akan memberikannya pada orang asing seperti mu yang dia selamatkan dari penjara "


"Jadi apa mau mu sebenarnya hah datang kesini dan berbicara seperti itu, aku ini bukan pembantunya aku adalah rekan kerjanya, jadi kau tak usah asal bicara "


"Aku ingin bukti, bukti kalau benar Livia membolehkan kalian tinggal disini dan juga ada tandatangan Livia dan juga cap tangannya"


"Ribet sekali kau tanyakan saja pada orangnya, jangan mempersulit kami, kami ini sudah di beri izin oleh Livia, sebelum Livia melakukan aksinya dia datang kerumah sakit dan berkata kalau kami sekeluarga boleh menempati rumahnya dan juga boleh perusahaan aku yany handle kalau dia tak ada "


"Aku tak percaya "


"Baiklah bu, tolong ambilkan surat yang telah Livia tulis "


Ibu Adam langsung pergi meninggalkan ruang tamu, sedangkan Adam dengan angkuh menatap Cio. Tak lama kemudian ibunya Adam kembali dan memberikan suratnya, dna Cio langsung membawannya dan melihay tulisan itu adalah tulisan Livia bagaimana bisa coba.


"Pasti kalian menirunya kan "


"Sudah ada bukti mau apa lagi, aku sudah memberikan buktikan jadi lebih baik kalian pergi saja dari sini, aku sudah memberikan bukti jangan menganggu ketentraman keluarga ku Cio, karena aku pun tidak menganggu keluargamu, jadi lebih baik kau enyah dari sini "


"Baiklah namun suatu saat aku akan mengusir mu lihat saja aku akan mengusir kalian satu keluarga, "


Cio langsung pergi sambil membawa Nana, namun saat keluar bi San langsung menyegat Cio.


"Ada apa Bi "


"Ada yang perlu bibi katakan tuan "

__ADS_1


"Tentang apa "


"Tentang tuan besar "


"Kenapa, apa benar dugaan saya kalau Livi yang membunuh om juga, yang membunuh ayahnya "


Bi San mengangguk dan tak bisa menatap Cio, dia sungguh tak sanggup sebenarnya mengatakan ini, tapi dirinya tak bisa menyimpan terus menerus rahasia besar ini.


"Lalu kenapa Bibi waktu itu berbohong. Kenapa tidak jujur sama Cio bilang semuanya kalau Livia yang lakuin. Kenapa Bibi diem aja dan mau maunya aja dituduh sama Livia kalau kalau bibi yang udah tusuk om kenapa bi "


"Saya diancam oleh Nona Livia jadi saya tidak bisa berbicara pada Tuan Cio dan tentang warisan yang sudah tuan besar berikan pada Tuan Cio sebenarnya tidak diganti nama dan beralih pada Nona Livia yang menggantinya adalah Nona Livia sendiri dan juga pengacara Tuan besar mereka bekerja sama untuk mengganti semuanya"


"Apa kenapa Livia sampai sebegitunya, Ya sudahlah aku tidak akan ikut campur lagi tentang harta Livia lebih baik dia merasakan bagaimana kehilangan semua hartanya gara-gara kebodohan dia melepaskan orang jahat itu dari kantor polisi. Bibi tidak usah ikut campur ikuti saja alur permainan mereka dan Bibi selalu ingat apa yang selalu mereka lakukan"


"Baik kalau menurut Tuan Cio itu akan lebih baik saya akan mengikuti apa yang Tuan Cio lakukan karena saya tidak punya berhak apapun untuk melakukan apapun itu, tapi apakah Tuan Cio tahu di mana sekarang Nona Livia"


Cio mengelengkan kepalanya, dia tak akan memberitahu siapa pun dimana Livia " Aku tidak tahu Bi. Ini juga kan masih dicari tentang Livia dia entah kabur ke mana. Aku pun tidak tahu Bibi jangan memikirkan apa-apa lagi, lebih baik Bibi istirahat aja ya pokoknya kalau di ancam -ancam lagi sama Livia atau sama keluarga ini bibi jangan takut seharusnya bibi itu bicara dari awal kalau tahu Livia emang udah bunuh Om aku bisa laporin dia kepolis bi "


"Saya tidak berani untuk berbicara pada siapapun karena saya tidak mau Nona Livia kenapa-napa , memang dia jahat memang dia punya kekurangan. Tapi saya menyayanginya saya sudah mengurusnya dari kecil jadi saya tidak mungkin berbicara pada orang lain kalau Nona Livia pembunuhnya, baru sekarang saya berbicara pada Tuan Cio karena saya merasa bersalah dengan Tuann besar menyimpan rahasia besar ini bahwa sebenarnya anaknya sendirilah yang telah membunuhnya, hanya demi harta dia marah karna tuan besar telah memberikan hartanya pada tuan Cio "


"Baik tuan hati hati "


Cio segera masuk kedalam mobil di ikuti oleh Nana yang hanya diam dan tak mau berbicara apa apa.


**


"Hebat juga rencana ibu dengan meniru tulisan Livia dan akhirnya si Cio itu percaya kan. Untung aja kita udah siapin bi San itu pasti bakal bilang sama Cio kalau kita ada di sini. Untung aja ibu udah siap siap dan kita bisa diam disini selamanya karena Adam yakin kalau Livia tidak akan kembali lagi kesini, kerumah ini lagi "


"Iya dong kita kan harus was-was sebelum ada yang datang ke rumah ini, karena kan kita ini merebut harta orang lain dengan gratis pasti bakal banyak yang mau pasti itu ya si Cio itu juga mau makanya grecep waktu bi San telepon dia, kalau kita ada di sini makanya kalau punya otak tuh kita harus dipakai dengan baik, jangan sampai otak kita tuh karatan gara-gara gak suka mikir meskipun Ibu udah tua tapi ide Ibu tuh selalu banyak"


"Iya iya Adam tahu ibu tuh pinter pokoknya the best banget deh. Jadi kita mau apain tuh bi San biar dia gak banyak omong sama orang lain tuh dia orangnya Bu lihat dia datang kan masuk ke dalam rumah"


Ibu Adam segera berjalan kearah bi San dan langsung menariknya, lalu mendorong bi San sampai tersungkur.


"Apa maksudmu berbicara pada Cio kalau kita tinggal di sini. Apakah kau tidak rela kalau kami tinggal di sini dan maunya kau yang tinggal di sini hah maunya keluargamu yang tinggal di sini begitu itu yang kau mau, itu sudah wewenang dari Livia dia yang sudah memberikan kita hak untuk tinggal di sini lalu apa hak Bibi untuk melarang kita untuk tinggal di sini dan menelpon orang lain untuk memberitahu pada kita kalau ini bukan hak kita"


Bi San mengusap kakinya dan juga tangannya yang sakit, " bukan begitu tapi ini adalah rumah tuan besar. Jadi kalian semua tidak berhak untuk tinggal di sini meskipun Nona Livia yang memberikan hak tapi kan Nona Livia sedang tidak ada, saya tidak mungkin memasukkan orang asing begitu saja ke dalam rumah ini, saya sudah lama bekerja di sini sejak nona Livia dalam kandungan, makanya saya tidak mau harta Nona Livia dipakai yang tidak-tidak kalian kan bukan keluarganya, jadi saya tidak bisa memberikan harta ini begitu saja pada orang asing saya harus memberitahu Tuan Cio karena Tuan Cio adalah orang kepercayaan Tuan besar" .

__ADS_1


"Mana Tuan besarmu mana dia sudah mati kan, jadi tidak ada urusan lagi Cio dengan rumah ini sekarang pemiliknya adalah Livia tunggal dia saja. Berarti dia kan yang menentukan dia sudah menentukan kalau keluarga kami boleh tinggal di sini. Jadi kau tidak boleh protes dan berbicara pada siapa pun lagi tentang hak kami tinggal di sini. Kau itu hanya seorang pembantu di sini bukan pemilik Rumah ini atau istri Tuan besarmu itu ,jadi jangan macam-macam kami tidak akan segan-segan melukaimu"


Bi San segera bangun dan pergi keluar dari hadapan Adam dan juga ibunya Adam, " lihat Adam lihat pembantu itu pergi begitu saja saat ibu sedang berbicara, kenapa coba dia tidak sopan sekali kita harus memberi pelajaran pada dia agar patuh pada kita dan tidak melunjak seperti itu"


"Tenang saja bu suatu saat kita bisa melakukan sesuatu pada bi San, sekarang baru awal kita harus menunjukkan kalau kita ini baik padanya jangan langsung menyiksanya atau melukainya, kita lihat saja apa yang dia akan lakukan dan akan mengadu pada siapa lagi dia selain Cio, kita lihat permainannya dia hanya sendiri sedangkan kita berdua Bu , jadi tenang saja tak usah risau dan tidak usah marah-marah karena dia tidak patuh dengan kita, ini baru juga kita datang ke sini nanti setelah 1 bulan 2 bulan dia akan patuh pada kita dan tak akan pernah melunjak lagi"


"Baiklah baiklah ibu akan Ikuti apa kata-katamu, tapi Ibu sudah kesel dengan dia rasanya Ibu pengen cabik-cabik tuh mukanya yang sok alim dan sok polos padahal udah tua, tapi kelakuannya Itu menyebalkan sekali telepon-telepon orang di belakang kita kalau aja Ibu gak punya rencana itu mungkin kita udah habis dan diusir sekarang juga dari rumah ini"


"Iya iya udah yu kita istirahat bu ayo ayo udah ya udah yu ayo"


***


Bi San menutup pintunya dan membuka sebuah kotak, foto masa kecil Livia dia mengusapnya dengan sayang, dia sangat menyayangin nonanya ini, dari kecil hanya dirinya yang mengurus nonanya ini, sedangkan sang nyonya sakit namun syukutnya tak lama kemudian dia sembuh.


" Kenapa Nona yang polos baik ceria sekarang malah menjadi seorang pembunuh. Kenapa Nona kenapa menjadi seperti ini, Tuan besar tidak pernah mengajarkanmu hal seperti ini, tidak pernah mengajarkanmu untuk membunuh orang lain atau dendam atau merebut hak orang lain, tapi kenapa kau menjadi seperti ini tuan dan nyonya mengurusmu dengan kasih sayang yang sangat melimpah tapi kenapa pada akhirnya kau menjadi seperti ini"


"Aku tak pernah menyangka kau akan tumbuh menjadi perempuan yang sangat berbahaya dan juga sulit untuk ditaklukan kembali. Kenapa menjadi seperti ini, kenapa kenapa dan kenapa "


Bi San mengusap foto itu dan memeluknya sambil menangis, menyayangkan tindakannya nonanya, semenjak mengenal Adam nonanya lebih parah lagi, makin semena mena dan makin seenaknya saja.


"Sekarang aku tidak tahu kau di mana nona, di sini di rumahmu ada orang asing yang telah kau keluarkan dari kantor polisi dan malah menganggap semua harta ini adalah miliknya, dengan kau yang menulis surat wasiat kalau mereka boleh tinggal di rumah ini menguasai perusahaan"


"Apakah kau tidak sayang dengan semua apa yang telah Tuan besar capai dan berikan padamu, tapi pada akhirnya orang lain lah yang memegang kuasa semuanya. Bukan dirimu bukan kau anaknya seharusnya kau tidak melakukan itu dengan menusuk Nona Ara dan membuat kau menjadi buronan dan dicari-cari oleh semua orang dan juga polisi "


"Seharusnya kau tidak mengenal Tuan Adam dari awal aku sudah mengetahui kalau dia bukan laki-laki yang baik untuk kau ajak kerjasama, ataupun melakukan kejahatan lainnya dari awal aku tidak setuju kau akan melakukan kejahatan dengan laki-laki itu "


"Aku tidak mau kau melakukan kejahatan. Aku ingin kembali melihat dirimu menjadi Nona Livia yang baik hati penyayang dermawan dan tak pernah menyakiti orang sedikitpun, bahkan saat kecil menyakiti hewan kau tak bisa, lalu sekarang kau berani menusuk orang lain dan membunuh ayahmu sendiri, kenapa apa sebenarnya yang merasuki dirimu Nona Livia "


Bi San mencium foto itu dan mengembalikannya kedalam kotak besar yang semuanya adalah foto nona Livia, semuanya tak ada yang lain, foto dari kecil sampai besar.


"Segeralah pulang Nona jangan bersembunyi seperti ini. Aku tidak tenang jika kau tidak ada, semisalnya kalau kau memang harus dihukum aku pasti akan terus menunggumu sampai kau keluar dari sana"


"Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan terus ada disampingmu, kau jangan sampai meninggalkan aku meninggalkan orang yang telah mengurus mu dari kecil, aku tak akan sanggup bila melihatmu pergi dariku meskipun kau tak pernah menganggapku ada "


"Kau hanya menganggapku seorang pembantu saja tapi aku sama sekali tidak sakit hati, meskipun kau kasar padaku semena-mena tapi aku menyayangimu Nona Livia. Aku menyayangimu seperti aku menyayangi anak-anakku yang lain"


Bi San langsung memejamkan bola matanya, dia harus tidur, dirinya harus segera tidur jangan seperti ini, karena nanti pagi pasti dirinya akan disibukan dengan orang asing yang ada dirumah ini, pasti mereka akan mau dilayani seperti raya dan juga ratu, mereka akan semena mena dan juga seenaknya.

__ADS_1


__ADS_2