
Ana Jack Roger dan juga Puja sudah ada di rumah duka. Ana melihat sudah banyak orang yang membacakan Yasin dan juga Cio yang sedang menangis di samping Nana, Ana segera menghampiri Cio dan mengusap bahunya tiba-tiba saja Cio langsung memeluk Ana.
"Ternyata dramamu bagus sekali ya kau menangis seolah-olah kau memang kehilangan ayahmu, kau sepertinya pantas diberikan piala atas akting mu yang memukau, sampai orang orang tak tau jika kau dalang dari semua ini"bisik Ana
"Kalau aku tidak menangis dan aku malah tersenyum kegirangan, dengan keadaan berduka seperti ini yang ada mereka akan membunuhku dan mencurigaiku, lebih baik begini saja menangis, meski rasanya aku tidak mau menangis Ingin sekali aku lompat-lompat dan pergi liburan karena aku sudah tidak punya beban hidup lagi kalau hebat, sungguh hebat, bahkan kau membunuh pelacurnya juga, yang sudah menghabiskan uang ayahku, " bisik Cio juga
Tiba-tiba saja pelukan mereka dilepaskan oleh Puja, Puja memelototi Ana dan mengusap air mata Cio, baru saja Puja akan berbicara tangannya sudah ditarik Roger pacar menyebalkannya itu. Entah mau apa dia, tiba tiba saja seperti ini padanya biasannya kan acuh tak acuh.
"Puja ada apa denganmu kenapa kau begitu kasar pada Ana dan Cio biarkan dia, Cio sedang merasa kehilangan keenapa kau tiba-tiba saja melepaskan pelukan mereka, kau begitu kasar dan tak punya perasaan Puja, kau sungguh tidak tau situasi "marah Roger
"Ada apa sih Roger kenapa kau tiba-tiba menarik ku keluar rumah, apa peduli mu, kenapa kau tiba tiba saja peduli, kau takut Ana mu itu kesakitan karena aku memisahkan pelukannya bersama Cio, apakah iya kau khawatir dengan keadaan perempuan itu kan"
"Kau jangan membuat malu ,ini tuh sedang berduka cita kau jangan membuat masalah ,kenapa kau sangat takut Cio berpelukan dengan Ana dia sedang sedih. Biarkan dia menenangkan dirinya dan menumpahkan kesedihannya pada Ana, mereka kan teman dekat sudah kau ini jangan membuat aku malu di sini, di sini banyak orang bukan keluarga kita atau tetangga kita, kita sedang di kota orang lain bukan di kota kita kenapa kau begitu kasar pada orang lain, ini bukan karena aku takut Ana terluka tapi sikap mu itu sungguh membuatku malu"
"Jangan kau hiraukan aku .Aku ingin masuk lagi, jika kau malu maka kau pulang saja jangan ada didekatku, gampang kan jadi kau tak akan malu dengan kelakuan ku ini, pergilah pulang sana dan tidurlah dirumah"
Puja langsung masuk meninggalkan roger di luar, sedangkan Roger masih menatap kepergian Puja yang kembali menghampiri Cio dan memeluknya.
"Sepertinya ada sesuatu yang harus aku selidiki di antara Puja dan Cio, sepertinya mereka mempunyai hubungan spesial sampai-sampai saat Cio memeluk Ana, Puja sangat marah aku harus menyelidikinya sendirian tanpa bantuan siapapun, aku ingin tau hubungan apa yang sedang mereka jalani, siapa tau itu bisa menguntungkan ku "
Roger langsung masuk dan masih melihat Puja sedang memeluk Cio, mereka seperti pasangan kekasih saja, cocok dan memang sangat cocok serasi pokoknya, sedangkan Ana bersama Nana entah sedang mengobrolkan apa, Roger langsung duduk di dekat Abian dan tersenyum padanya.
"Abian kau sudah berapa lama mengenal Cio, laki laki itu "tanya Roger tiba-tiba
"Aku mengenal Cio saat masih kuliah, ya mungkin saat kuliah entah SMA aku sudah lupa karena kami sudah cukup lama berteman memangnya ada apa, kenapa tiba tiba kau bertanya tentang Cio "
"Apakah kau pernah melihat Puja dan Cio bertemu sebelumnya, aku hanya ingin tau seberapa dekat kau bersama Cio"
"Tidak aku baru mengetahuinya kalau Cio mempunyai teman dekat perempuan selain Ana dan juga Livia, aku kira dia hanya berteman baik dengan Ana dan Livi saja, ternyata masih ada yaitu Puja, tapi aku tidak terlalu mengenal Puja karena kan kami juga tidak pernah mengobrol dan dia juga Cio tidak pernah mengenalkan Puja sebelumnya padaku "
"Apakah kau pernah melihat mereka jalan berdua setelah Puja ke sini, ya mungkin tidak segaja kau melihat mereka berjalan jalan berdua "
"Tidak sih aku tidak pernah melihat mereka berjalan berdua karena dia sekarang jadi jarang pergi ke kantorku, biasanya dia setiap hari ajak aku makan siang, tapi sekarang tidak dia sepertinya pergi bersama asisten barunya Nana, "
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu terima kasih ya atas infonya, kau sangat membantuku "
"Memangnya kau sebelumnya tidak tahu kalau Puja mempunyai teman laki-laki di sini di daerah sini, apakah kalian tidak pernah saling bercerita tentang masa lalu kalian berdua "
"Aku tidak pernah mengorek-ngorek tentang cerita Puja sebelumnya, tapi aku merasa ada sesuatu diantara mereka, mereka seperti sepasang kekasih tapi aku juga tidak mungkin menuduh mereka dengan tanpa bukti sedikit pun, sedangkan Cio berpacaran dengan Nana, aku tak mau membuat hubungan mereka jadi kacau gara gara aku yang tiba tiba menuduh tanpa bukti "
"Sejak kapan Cio berpacaran dengan Nana. Setahuku dia tidak mempunyai pacar dan tidak berhubungan dengan Nana, Nana itu asistennya yang aku tahu sih, tapi aku juga tidak tahu mungkin saja Cio menyukai Nana sekarang dan mereka berdua pacaran, karena dia sekarang tak banyak bercerita padaku. Oh ya tapi dia pernah bilang kalau dia sudah mempunyai pacar ya mungkin Nana pacarnya, makannya dia jadi jarang mengunjungiku "
"Begitu ya "
"Iya begitulah, itu yang aku tahu, karena aku tak mau terlalu ikut camput tentang kehidupan teman ku, jika ingin menyelidiki pacarmu Puja ubah sikapmu menjadi lebih baik pada dia, siapa tahu dengan cara itu kau bisa melihat atau mengetahui apakah Puja mempunyai hubungan dengan Cio atau tidak, karena aku sendiri yang melihat perlakuan Puja pada Cio saat tadi dia berpelukan dengan Ana, sungguh seperti seorang kekasih yang cemburu saat melihat pacarnya berpelukan dengan perempuan lain, dan sekarang kau lihat malah dia yang memeluk Cio "
"Tapi aku tidak mau ya, kalau kau malah berpikiran kalau kata-kataku itu memang nyata. Aku tidak mau hubungan kau dengan Puja malah jadi berantakan karena kata-kataku yang itu. Ingat jika ingin menyelidiki pacarmu yang teliti ya jangan sampai ketahuan karena perempuan itu pintar dan bisa membolak balikan fakta "
"Iya aku akan berhati hati, aku tak mungkin gegabah langsung berbicara dengan Puja tanpa bukti nanti setelah ada bukti aku akan membeberkan semuanya pada Puja dan juga Cio, kau di sini bersama Inara apakah dari tadi kalian di sini "
"Iya aku bersama Ara di sini soalnya tadi saat aku sedang bersama Nara di kantor Cio menelpon ku, memberitahu kalau Ayahnya meninggal makanya kami tadi langsung kemari dan Inara langsung menghubungi kakaknya untuk segera pergi ke sini, karena dia tahu kan kakaknya itu teman baik Cio dari dulu"
"Rasanya Cio banyak sekali ya teman dekatnya, kukira hanya satu saja tapi cukup banyak mungkin saja diluar sana lebih banyak lagi ya teman perempuan Cio, selain yang aku lihat sekarang "
"Baguslah jangan sampai kau menyakiti perempuan itu , jaga dia selamanya jangan sampai kau malah nanti pada akhirnya akan menyesal, karena sudah membuat dia sakit hati olehmu, mungkin masa lalu mu jelek dan tidak patut untuk ditiru, namun masa depanmu harus lebih baik dari masa lalumu. Lebih baik satu perempuan dari pada banyak perempuan dan akan menimbulkan banyak masalah, kau tahu sendiri kan bagaimana tabiat seorang perempuan yang serakah dan hanya ingin menang sendiri "
"Ya begitulah makanya aku berubah apa lagi orang tuaku kan sudah tua dan ingin cepat-cepat menimang cucu, aku tidak mungkin menjadi Abian yang dulu terus-menerus dan membuat orang tuaku kecewa dengan kelakuanku Ini , selagi masih ada kenapa aku tidak membahagiakan mereka berdua dengan merubah semua sikapmu yang dulu dengan yang sekarang"
Rojer langsung menepuk-nepuk bahu Abian dan menata Puja yang duduk di sebelah Cio. Dia masih betah disana dan malah sedang mengusap ngusap tangan Cio.
Lihat saja Puja aku akan membongkar topengmu, kau bukan perempuan yang pantas dijadikan ibu, kau sungguh membuatku kesal, untung saja aku belum menikahimu.
**
Setelah pembacaan Yasin dan juga selesai dimandikan bahkan sekarang sudah dikafani, sekarang tinggal dikebumikam saja mereka semua langsung masuk ke dalam mobil dan Cio serta Nana dia masuk ke dalam mobil ambulans untuk menemani ayahnya Cio yang sudah tiada.
Sedangkan Puja yang tadinya ini sekali bersama Cio di mobil itu ditarik oleh Roger dan didudukkan di mobilnya sendiri, "Apakah kau tidak bisa diam bersama ku, sebenarnya siapa sih pacarmu Puja aku atau Cio, kalian seperti perangko nempel terus menerus dan tak bisa di lepaskan "
__ADS_1
"Bisa tidak kau sedikit saja melonggarkan aku, Cio adalah temanku dia teman masa kecilku wajar aku ingin bersamanya, wajar aku ingin menemaninya di sana. Ini untuk terakhir kalinya aku melihat ayah Cio. Kenapa kau angat egois Roger, kau sangat egois dan ingin menang sendiri"
"Aku bukannya egois hanya tidak suka saja dengan sikapmu yang begitu kasar pada Ana, seolah-olah kau sangat ingin berada di samping Cio seperti seorang pacar saja kalian ini "
"Entahlah terserah kau saja, jangan membuat aku marah di sini kita sedang berduka. Jadi kau jangan terlalu banyak bertanya padaku, aku tak suka dan aku sedang bersedih dasar kau tak mempunyai perasaan laki laki egois kau "
Kembali hening tak ada lagi pembicaraan, mereka sudah ada di peristirahatan terakhir ayah Cio. Memang dekat tak jauh dari rumah mereka, maksudnya rumah Cio
Langsung saja ayah Cio dimasukan kedalam bumi, Cio terus saja menangis memeluk Nana, Nana hanya bisa pasrah tak bisa menolak karena ini bosnya, masa iya harus menolak. Tak mungkin kan dirinya mendorong bosnya begitu saja yang ada dirinya akan dipecat
Namun lagi-lagi Puja membuat ulah dia melepaskan pelukan itu dan memegang tangan Cio dengan erat agar tak terlepas dari genggamannya.
"Cio kau yang sabar ya jangan menangis begini. Aku tahu ini sangat berat untukmu tapi kau harus sabar ini memang sudah saatnya ayah mu pergi meninggalkanmu, aku tau ini menyakitkan aku pernah ada di posisi mu, yang sabar ya Cio "
Cio tak berbicara apa-apa ,dia hanya terus saja menangis dia juga kesal dengan sikap Puja yang seolah-olah membuktikan pada Roger kalau mereka punya hubungan. Bagaimana ini kalau Roger sampai tahu yang sebenarnya, habiskan dirinya bukan Puja yang habis tapi dirinya.
Cio langsung melepaskan pegangan tangannya dari Puja dan kembali memeluk Nana, "Nana mamafkan aku yang terus saja memelukmu dari tadi. Sungguh aku tak bisa menahan tubuhku sendiri aku sangat sedih dan aku sungguh sangat kehilangan ayahku, kau tak apa kan dengan sikapmu yang seperti ini "
"Tidak apa-apa pak, saya mengerti anda sedang bersedih. Saya tidak akan mempermasalahkan tentang ini, saya mengerti dengan keadaan bapak tapi sepertinya Puja sangat marah dengan saya "
"Jangan hiraukan dia, biarkan dia seperti itu, aku sungguh tak nyaman dengan sikapnya yany seperti itu, jadi lindungi aju darinya "
Puja yang kesal langsung pergi dari hadapan mereka berdua dan kembali pada Roger, Roger hanya diam dan membisu tak mau lagi berbicara dengan Puja.
Sudah terlihat kan kalau mereka berdua sepertinya ada hubungan di belakang dirinya dan juga Nana, pasti mereka berdua telah berpacaran selama Puja pergi dan tak pulang waktu itu ke rumah Ana.
Mungkin saja dia menginap di rumah Cio tapi kan memang benar kata Cio, Puja menginap di rumahnya bersama Nana tapi dirinya tak percaya, mana mungkin Nana menginap di rumah laki-laki.
Lihat saja dia itu wanita baik-baik, bukan seperti Puja wanita yang tidak punya harga diri sama sekali, dirinya sudah sangat salah karena mempertahankan perempuan seperti Puja. Haruskah dirinya membatalkan semua pernikahannya.
Tapi bagaimana dengan janji pada ayah Puja yang telah dirinya tabrak waktu itu, janji itu telah mengikat dirinya untuk selalu bersama dengan Puja, bahkan mungkin akan sampai mati.
Hidup bersama perempuan licik seperti Puja dan tak cukup dengan dirinya saja, entahlah kenapa dulu harus mau dengan perjanjian itu, pernjajian untuk menikahi Puja, kenapa tak dirinya kasih uang saja sih.
__ADS_1
Tau ah kesal sudah lag jangan memikirkan itu dulu, yang terpenting sekarang adalah cepat cepat pulang dari sini dan tidur dirumah, dan tak memikirkan semua masalah yang ada dalam hidupnya ini, sungguh masalahnya banyak sekali.