Berbagi Suami

Berbagi Suami
Adam melihat semuanya


__ADS_3

Adam yang sudah sadarkan diri dan masih ada di rumah sakit dia melihat Inara dan juga Abian menikah, karena ya sampai disiarkan pernikahan mereka mau bagaimana lagi Ana adalah pengusaha yang sangat dikagumi dan Abian juga sama dia adalah pengusaha muda yang begitu sukses, pernikahan mereka sampai disiarkan di mana-mana.


"Kenapa kau malah menonton Inara. Apa gunanya pindahkan jangan menonton ini, ayo cepat Adam "


Tanpa banyak bicara Adam langsung mengantinya dengan saluran lain, namun tetap saja semuanya menayangkan pernikah Abian.


Adam hanya tersenyum dan menyimpan remot tv itu disampingnya " lihat Bu mereka begitu bahagia ya, kalau saja Adam yang ada di posisi itu pasti Adam akan sangat bahagia bisa menikah kembali dengan Inara, ya meskipun tidak semewah itu tapi setidaknya Adam bisa kembali lagi pada perempuan yang memang Adam cintai "


Ibu Adam segeda mengambil remot itu dan mematikan tvnya " apa yang kau katakan Adam kau ini melantur saja, baru juga sadar dari komamu tapi kau sudah kepikiran ingin menikah dengan Inara lagi, dia itu bukan perempuan baik-baik lihat saja nanti juga 1 tahun 2 tahun atau 3 tahun dia akan bercerai lagi dengan suaminya yang kedua, karena tidak akan ada yang pernah mau menikah dengan perempuan yang tidak bisa punya anak. Kamu ini bagaimana sih berharap ingin kembali lagi dengan orang yang pastinya tidak akan memberikan keturunan"


"Sudah aku bilang Bu, kalau Inara bisa memberikan keturunan. Namun aku yang di sini yang bermasalah bukan Inara aku yang bermasalah Bu. Kenapa Ibu tidak bisa menerima kalau aku yang sebenarnya tidak bisa mempunyai keturunan. Seharusnya aku dulu bersyukur ada perempuan yang menerima aku dengan keadaanku yang seperti itu dan masih mau bisa bertahan denganku, tapi aku malah mengecewakannya Bu. Jadi sekarang dia malah menikah dengan laki-laki lain kan, aku sungguh menyesal telah melepaskan Inara dan membuatnya sakit hati"


"Emangnya dengan kau menyesal semua itu akan kembali Inara akan kembali pada pelukanmu, tidak kan Ibu sudah bilang kau baik-baik saja di keluarga kita tidak pernah ada yang mandul. Kau ini jangan merendah seolah-olah kau memang yang salah ini adalah salah Inara. Mungkin saja dia membuat laporan palsu untuk membuat bahwa dia memang sehat-sehat saja, sedangkan kau yang mandul agar dia dipertahankan terus-menerus olehmu, kau ini baru sadar, rasanya otakmu tertukar deh dengan orang lain makanya seperti ini"


Adam haya tersenyum saja mengambil remot dari tangan ibunya dan kembali menyalakan tv itu dan menonton kembali pernikahan Inara yang begitu mewah dan begitu bahagia.


"Sudah matikan ibu tak mau melihatnya Adam "


"Jika Ibu tidak mau melihatnya ibu keluar saja, Adam ingin melihat pernikahan ini, Adam ingin melihat Inara yang tersenyum bahagia di pernikahan ini, baru kali ini Adam melihat kembali Inara tersenyum dengan sangat lepas dan bahagia sekali. Ibu lebih baik keluar saja jangan merecoki Adam terus, Adam ingin melihat Inara sepuas-puasnya. tolong ibu keluar saja dari ruangan Adam tolong bu jangan disinu jika hanya ingin merecoki ku saja "

__ADS_1


"Kau ini yah memang sudah di racuni oleh Inara, kau sungguh sudah tergoda lagi oleh Inara, seharusnya aku dari awal melarang mu untuk ketemu dengan Inara "


Ibu Adam langsung keluar dan meninggalkan Adam sendirian, sedangkan Adam kembali fokus melihat wajah Inara, tiba tiba saja ada yang masuk ternyata seorang dokter.


"Malam pak, bagaimana keadannya apakah sudah baik "


"Beginilah sus "


"Baiklah pak ayo minum obatnya agar cepat sembuh "


Adam mengambil obat obatan itu dan meminumnya " Bapak juga lagi lihat siaran langsung ini ya, beruntungnya perempuannya bisa dapat laki-laki setampan sebaiknya itu dan juga sekaya itu "


"Bukan perempuannya yang beruntung tapi laki-lakinya yang beruntung bisa mendapatkan Inara perempuan baik hati dan sangat Anggun itu, dia tidak pernah mengeluh jika melakukan apa-apa dia selalu hormat pada suaminya dia akan menjadi istri paling baik paling nurut dan tak akan mengecewakan suaminya "


"Tentu aku sangat mengenal perempuan itu, bahkan sebelum laki-laki itu ada aku sudah mengenalnya, sangat dekat dan aku tahu semua tentang dirinya aku tahu tentang bagaimana dirinya yang sangat baik dan sangat polos sekali "


"Hemm begitu ya pak baiklah saya permisi dulu "


"Baiklah terimakasih "

__ADS_1


"Sama sama pak "


Adam kembali melihat siaran itu, dan tersenyum melihat Inara, namun hatinya begitu sakit melihat itu semua melihat Inara bahagia dengan laki-laki lain, bukan dengan dirinya.


Kenapa dirinya dulu harus melakukan kesalahan yang membuat Inara pergi dari sampingnya, kenapa dirinya melakukan itu kalau saja itu tidak terjadi Inara akan ada di sini bersamaannya.


Tidak di samping laki-laki lain, dan tak akan pernah menikah lagi dengan laki-laki lain. Kenapa takdir malah mempermainkannya saat dirinya sudah tak berharap untuk mendapatkan Inara lagi, sekarang dirinya malah berharap besar untuk mendapatkan Inara.


Kenapa dunia ini malah mempermainkannya mempermainkan hatinya, kenapa dulu dirinya bisa berselingkuh dan membuat Inara sakit hati dan membuat mereka akhirnya berpisah dengan cara yang tidak baik-baik.


Dan pada akhirnya tidak bisa kembali lagi kan untuk menjalin rumah tangga yang seperti dulu yang mereka sudah damba dambakan.


Hanya karena mengikuti kata-kata ibunya saja, hatinya hancur berkeping-keping tak ada yang tersisa sedikit pun dari rumah tangganya.


Bahkan hati Inara pun tidak ada tersisa untuknya, tak ada yang Inara berikan padanya sedikitpun sekarang Inara akan bahagia dengan laki-laki lain.


Dengan pilihannya kembali dengan laki-laki yang lebih mapan lebih segalanya darinya, dan pasti akan lebih membahagiakannya lagi.


Kalau saja mungkin dirinya tidak mengikuti kata-kata ibunya semua ini tidak akan terjadi, kalau saja dirinya pergi pindah jauh bersama Inara dan mencoba untuk hidup tanpa ibunya tanpa recokan Ibunya dan tanpa nasehat-nasehat ibunya yang membuat otaknya teracuni oleh kata-kata jahat ibunya mungkin semuanya tidak akan terjadi.

__ADS_1


Dirinya akan bahagia dengan Inara meskipun tanpa seorang anak , seorang anak bisa saja kita mengambilnya dari Panti Asuhan karena mereka sama saja mereka adalah titipan dari Tuhan, dan mereka bisa mengurus anak itu bersama-sama tidak usah lahir langsung dari rahim Inara kan yang terpenting mereka bahagia dengan kehidupannya.


Tapi semua itu sudah terlanjur semuanya sudah tidak akan bisa kembali lagi, Inara sudah bahagia dengan laki-laki lain dan dirinya tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Inara lagi sampai kapanpun itu.


__ADS_2