
Mereka semua segera duduk dan Abian masih saja menatap Inara, "Udah dong Bi " bisik mamihnya kembali
Abian langsung menundukan kepalanya karena untuk kedua kalinya dirinya ketahuan.
"Baiklah kita mulai saja, malam Ana, Ara kedatangan keluarga papih kemari untuk menentukan tentang pernikahan Inara dan juga anak om Abian, apakah Inara berkenan menikah dengan anak om yang banyak kekurangannya ini "
Inara langsung mendongakan kepalanya dan menatap Abian lalu menganggukan kepalanya "Inara bersedia pih "
"Alhamdullilah " teriak ibunya Abian sampai sampai mereka yang ada disana kaget.
Mereka langsung melanjutkan perbincangan mereka dengan serius dan tanggal, bulan sudah ditentukan dan kedua belah pihak juga sudah setuju.
Mereka langsung saja menyantap makanan yang sudah Ana dan yang lain sediakan semuanya sedang hening tiba tiba saja.
"Maaf saya telat "
Roger langsung menyalami ibu dan ayahnya Abian " maaf ya om tante Bian saya telat, perkenalkan saya calon suaminya Ana Roger"
Ana langsung memelototkan matanya pada Roger namun Roger hanya tersenyum saja " Oh iya kenapa kita tidak langsung kan saja pernikahannya sama sama "
"Tidak-tidak Tante ini Roger emang suka kayak gitu kita cuma temen aja kok gak lebih"
__ADS_1
"Maaf ya Tan biasa lah dia malu-malu dikit gitu sebenarnya kita ya ada hubungan cuman malu aja tan, biasa suka kayak gitu maaf ya Ana itu kadang-kadang suka kayak gitu gak mau mengakui hubungan kita jadi apakah saya boleh bergabung"
"Tentu boleh dong sini duduk Roger kita makan sama-sama ya ayo"
Rojer langsung mengangguk dan duduk di samping Ana, Ana yang kesel menginjak kaki Roger dengan sekuat tenaga namun Roger menahannya dan tersenyum lalu mengambil makanan untuknya.
***
"Jadi kau tak ada kabar itu gara-gara sedang mempersiapkan sesuatu yang disembunyikan padaku"
Abian menganggukan kepalanya, dia dan Inara sekarang sedang ada di taman belakang ya mereka memisahkan diri dari keluarganya yang masih mengobrol Ana dan juga kedua orang tua Abian dan juga Roger tentunya.
"Ya seneng dong Bi, tapi aku masih sedih atas kehilangan anak kita kalau aja dia ada pasti akan lebih lengkap kebahagiaan kita ini"
"Kata siapa kebagian kita gak lengkap, lengkap kok anak kita kah selalu ada di dalam hati kita, jadi kamu gak boleh sedih dia akan selalu ada di hati kita, jadi gak usah kayak gitu ya. dia pasti senang lihat orang tuanya juga senang kita doakan aja yang terbaik buat dia. Semoga dia baik-baik aja di sana dan menjadi anak yang baik mungkin karena kesalahan kita waktu itu ya Ini hukumannya dari Allah dan kita jangan sampai melakukan itu lagi sebelum menikah"
"Iya Bi mungkin ini adalah hukuman buat kita, kita udah ngelakuin zina, hina banget ya kita sampai lakuin kayak gitu bisa-bisanya ya"
"Ini salah aku bukan salah kamu"
"Sama aja kita berdua salah gak ada yang bener, kita salah karena kalau salah satunya gak mau semua itu gak akan terjadi kok Bi "
__ADS_1
Abian menganggukan kepalanya dan memeluk sebelah tangannya Inara, sedangkan Inara hanya diam tak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua, hanya saling menatap dan begitulah masih menyesalkan tentang kelakuan mereka berdua yang seperti itu.
**
Semua orang sudah pulang bahkan Inara juga sudah tidur Ana yang baru selesai mengganti pakaian langsung masuk ke ruangan Livia dia masih terjaga dan menatap Ana dengan wajah tidak sukanya.
"Kau belum tidur sudah malam ini, oh ya aku kemari ingin menceritakan sesuatu padamu, pasti kau akan sangat suka dengan ceritaku ini, kau tahu pernikahan Inara dan Abian akan segera dilaksanakan, ya bulan sekarang sih kami semua sedang menyiapkannya bahkan tadi keluarga Abian datang ke sini. Bagaimana apakah kau senang mendengar itu semua ya ampun aku senang banget tahu gak sih adik aku Inara akhirnya bisa menikah juga dengan laki-laki pilihannya, dengan laki-laki yang juga mencintainya dan gak ada pengganggu lagi mungkin cuma Adam sih ada tapi dia gak akan sedih lah kayak kamu"
"Aku pastikan pernikahan adikmu dan juga Abian calon suamiku itu tidak akan bertahan lama, jadi kau jangan senang terlebih dahulu mungkin saja adikmu akan diselingkuhi oleh Abian kau tahu kan Abian itu seperti apa, dia itu bukan laki-laki setia dan tidak cukup dengan satu perempuan"
"Begitu ya lalu kau kenapa mau, kalau sudah tahu Abian bukan laki-laki baik dan tidak bisa hidup dengan satu perempuan saja. Lalu kenapa kau mengejarnya seperti orang gila apakah kau mau dipermainkan olehnya begitu dan aku pastikan Abian tidak akan pernah menghianati adikku sedikitpun, dan tidak akan selingkuh sampai kapanpun selagi aku masih hidup"
Livia diam lalu mendongakan kepalanya dan menatap Ana " lebih baik kau pergi saja jika ingin memberikan kabar buruk ini padaku, aku tidak mau dengar apapun lagi darimu sudah cukup aku tidak mau dengan lagi, kau pergi saja aku ingin sendiri aku ingin menenangkan diriku kau pergi saja dari sini"
"Kau mau nangis ya. Ya ampun jangan dong gak ada tisu aku gak siapin tisu di sini, jadi jangan nangis ya kalau ada waktu dan pernikahannya udah selesai aku datang ke sini lagi deh buat lihatin fotonya sama kamu, biar kamu tahu sebahagia apa mereka berdua tanpa ada kamu tanpa ada pengganggu seperti kamu ya. Nanti aku kasih fotonya sama kamu semuanya bahkan foto bulan madunya seperti yang pernah aku bilang sama kamu itu loh"
"Pergi Ana sudah kubilang pergi jangan di sini, aku tidak mau berbicara denganmu pergi sudah aku bilang pergi jangan ganggu aku, aku ingin sendiri apa kau tidak mengerti ya apa kata-kata ku tak cukup, pergi dari sini aku tidak mau diganggu oleh siapapun"
"Baiklah baiklah aku akan pergi nikmati hidupmu yang sangat memprihatinkan ini bye"
Ana langsung menutup pintunya dan meninggalkan Livia sendirian lagi, tak lupa dia mematikan lampunya untuk memberikan kesan makin mellow untuk Livia yang sedang galau.
__ADS_1