Berbagi Suami

Berbagi Suami
Biarkan saja siapa yang akan kalah


__ADS_3

Roger masih saja menunggu kedatangan Ana, tiba-tiba saja ada mobil masuk dan itu ternyata Ana dan juga Cio, Roger segera mendekati Ana dan melihat ke arah Cio dan tanpa aba-aba Roger langsung menonjok Cio.


Cio yang tidak terima balik menonjok Roger, mereka pada akhirnya berantem dan Anna hanya diam saja akan sampai kapan mereka berantem kalau gini terus tidak ada yang mengalah, Ana mengambil kursi dan duduk Jack langsung mendekati Ana "Apakah tidak akan dipisahkan nona"


"Biarkan saja sampai mereka puas aku tidak akan melerai mereka berdua. Biarkan saja kau juga jangan ikut campur"


"Baik nona "


Ana masih diam saja melihat mereka berdua, tiba-tiba Inara keluar dan juga Abaian, yang akan keluar "kenapa mereka berantem seperti ini ada apa Ana kenapa kau tak memisahkannya"


"Sudah biarkan saja terserah mereka, mau berhenti bertengkar atau tidak, nanti juga kalau mereka cape sendiri akan berhenti, kau mau pergikan dengan Abian maka sekarang segeralah pergi "


Ana segera berdiri dan memeluk adiknya dengan sayang "aku pergi ya Ana, kau dirumah hati hati "


"Pasti aku akan hati-hati yang ada kau yang harus hati-hati di sana Inara, karena tidak ada aku di sana dan kau Abian jaga adiku dengan baik"


"Baiklah pasti Ana aku akan menjaga istriku kau tenang saja kami berangkat "


Ana langsung melepaskan pelukannya pada sang adik dan mengantarkannya sampai kedepan, setelah adiknya pergi bersama suaminya. Ana kembali duduk dan melihat mereka yang masih bertengkar.


Namun Roger langsung memberhentikan pukulannya dan duduk Cio pun sama langsung duduk " jadi bagaimana apakah kalian berdua sudah puas berantemnya apakah akan dilanjutkan lagi, kalau masih kuat silakan lanjutkan aku akan menjadi wasit kalian"


Cio dan Roger menggelengkan kepalanya dengan kompak mereka tidak mau lagi berantem, tanpa alasan mereka langsung berkelahi seperti ini kan.


"Kau Roger apa maksudnya mengajakku berantem tiba-tiba saat aku datang apa masalahmu denganku. Apakah aku telah membuat masalah denganmu sampai-sampai seperti itu"


"Kau telah membawa Ana lalu pulang jam segini, kau membawa Ana kemana "


"Kami hanya diam di rumah kok. Tenang saja aku dan Ana tidak mungkin melakukan apa-apa, kau tidak usah takut kehilangan Ana , kau harus pikirkan kalau Puja belum ketemu siapa tahu dia masih hidup jangan gegabah kau menjalani hubungan dengan perempuan lain sebelum Puja ketemu "

__ADS_1


"Masa bodoh dia sudah berselingkuh dariku, untuk apa aku mempertahankan perempuan tukang selingkuh setelah aku menemukan dia berselingkuh denganmu, maka aku sudah memutuskan dia, aku tidak akan kembali lagi padanya jadi tidak masalah kalaupun nanti dia kembali tidak akan mempengaruhiku untuk melepaskan Ana "


Ana yang mendengarkan kata-kata Roger menganggapny seperti angin berlalu, langsung saja pergi masuk ke dalam rumah dirinya ingin istirahat kembali.


Kepalanya masih pusing karena kemarin meminum alkohol cukup banyak. Biarkanlah dua laki-laki ini berbicara dan menjadi teman mereka kan pernah menjalin hubungan dengan satu perempuan ya semoga saja sekarang akur.


"Awas saja kalau kau tiba-tiba datang Puja kau malah kembali lagi padanya karena sebuah janji yang telah kau ucapkan pada ayahnya Puja. Janji itu harus selalu ditepati jangan sampai kau mengingkari janji itu, kau sudah janji akan menikahi Puja pada ayahnya maka kau harus melakukan perjanjian itu, ingat itu kau harus melakukan perjanjian itu"


"Iya aku tahu dan aku yakin Puja tidak mungkin masih hidup. Dia pasti sudah mati kau tenang saja apakah kau begitu sangat menginginkan Puja kembali lagi. Iya kau sangat ingin dia kembali ya karena kau kesepian tidak ada Puja yang menghangatkan ranjangmu"


"Tidak juga yang ada kau, kau kan hanya butuh tubuhnya saja kau hanya memakainya saja dasar laki-laki buaya kau"


"Kau juga sama laki laki buaya "


"Iya aku tau kalau aku laki laki buaya, memangnya dirumu yang tidak mengakui, aku mengaku aku laki laki buaya "


"Dan aku bangga " tanya Roger


Cio langsung pergi dan meninggalkam Roger sendirian, Cio ingin pulang karena wajahnya sudah sakit gara gara ditonjok bertubi tubi seperti ini.


**


"Bi sebenarnya ada apa ya Cio sama Roger kok bisa berantem kayak gitu apa merebutin Puja " sambil menyuapi suaminya yang belum makan


"Sepertinya tidak mungkin karena Ana semalam tidak pulang"


"Kenapa kau tahu kalau Ana kemarin pergi dari rumah Memangnya dia berbicara padamu ya"


Abian menelan dahulu makanannya "tidak sayang aku tadi hanya mendengar saat melewati Ana Roger dan Cio yang sedang berbicara kalau Ana katanya bersama Cio semalam ya gitu deh pokoknya saat aku tadi mau ke bi Fani kamu kan suruh aku buat ke bi Fani dan aku gak sengaja denger"

__ADS_1


"Gitu ya emang Ana nginep di rumah Cio mau apa dia ginip dirumah Cio coba "


"Aku gak tau sayang, aku gak tau apa alasannya udahlah mungkin Ana pengen nginep dirumah Cio ada kerjaan mungkin mereka "


Inara mengangguk saja dan kembali menyuapi suaminya, suaminya ini ya tadi bukannya makan malah terus saja menatapnya jadi akhirnya kayak ginikan, makan di mobil.


**


Adam yang sedang ditaman sendirian karena bosan didalam kamar terus hanya diam sambil melihat orang orang yang sedang mengobrol dengan orang tersayangnya sedangkan dirinya hanya sendirian saja.


"Aku kapa akan bisa seperti itu, kapan aku bisa bahagia seperti mereka, aku sangat ingin bahagia seperti mereka"


"Kalau kau ingin bahagia kau harus bisa melupakan Inara dan menjalani hidupmu kembali dengan membuka lembaran baru, sekarang Inara sudah bahagia dengan laki-laki lain dan kau juga harus bisa melupakannya dan merelakannya, karena semua itu kesalahanmu kau yang telah melepaskan Inara dan membuat dia pergi dari sampingmu"


"Ayah kau ada di sini, aku akan mencoba untuk melupakan Inara tapi itu sangat sulit sekali ayah, aku tidak bisa tiba-tiba saja melupakannya karena kenanganku bersamanya sangat banyak sekali, aku terlalu mencintainya dan aku terlalu berat untuk bisa melupakannya, aku tidak bisa secepat itu untuk bisa melupakan Inara dia terlalu berarti untukku aku baru sadar sekarang bahwa dia ternyata memang berarti untukku"


"Ayah tidak menyuruhmu untuk melupakan Inara sekaligus. Ayah hanya ingin kau bisa melupakannya dengan cara perlahan dan mengiklaskan kalau Inara sudah bahagia dengan laki-laki lain, kau jangan ganggu lagi hubungan mereka berdua atau kau jangan buat masalah lagi dengan mereka lebih baik kau cari saja kebahagiaanmu sendiri, dari pada sekarang kau mengejar Inara yang jelas-jelas tidak akan pernah kau dapatkan kembali Inara sudah mempunyai suami sekarang"


"Iya Ayah aku tahu aku tahu Inara sekarang sudah mempunyai suami, dia sudah memilih laki-laki itu yang pernah hadir dulu saat di rumah tangga kita, aku tahu akan aku coba untuk melupakan Inara dengan perlahan tapi kalau aku tidak bisa melupakannya bagaimana Ayah, apa yang aku harus lakukan "


Ayah Abian segera duduk disamping sang anak dan menatap kearah depan " kau tahu dulu ayah pernah ada di posisimu Ayah sangat mencintai perempuan itu. Tapi karena kebodohan ayah yang tergoda oleh ibumu akhirnya ayah menikah dengan ibumu, makin lama Ayah sadar ternyata perempuan yang benar-benar ayah cintai adalah dia, namun Ayah tidak bisa kembali lagi untuk bersama perempuan itu, Ayah sudah mengecewakannya jadi ayah bertahan dengan Ibumu dan mencoba mencintai Ibumu dan kau jika tidak bisa melupakannya kau coba untuk membuka hati dengan perempuan lain. Siapa tahu dia bisa membantumu untuk melupakan Inara"


Adam hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja semoga saja dirinya bisa seperti ayahnya, mencintai perempuan lain dan melupakan Inara untuk selamanya.


Karena tidak mungkin kan kalau dirinya harus terus-menerus mengejar Inara tanpa harapan satupun karena dirinya yakin Inara sangat mencintai laki-laki itu.


Dirinya sangat jauh dengan Abian, dirinya sangat sadar sekali dirinya begitu jauh sekali dengan Abian mungkin Abian dulu memang laki-laki nakal.


Tapi dia bisa berubah untuk perempuan yang dia cintai dan untuk dirinya sendiri, tapi dirinya dari laki-laki baik-baik tapi bisa tergoda oleh perempuan lain dan berselingkuh dan juga gampang terhasut oleh ibunya.

__ADS_1


Dirinya terlalu lemah dan terlalu gampang untuk di provokator oleh siapapun termasuk oleh ibunya sendiri, karena ibunya yang sangat membenci Nara jadi rumah tangganya pun hancur karena keegoisan dirinya sendiri dan juga karena kebodohannya.


__ADS_2