Berbagi Suami

Berbagi Suami
Penolakan dan kesakitan


__ADS_3

"Em maaf Bi, aku belum bisa, aku gak bisa, aku masih takut buat ngejalanin semuanya aku masih trauma atas apa yang Adam lakuin sama aku, aku minta maaf sama kamu, kasih aku waktu buat mulihin hati aku, biar aku bisa menjalaninya tanpa bayang bayang Adam"


"Aku kan dengan Adam berbeda, apakah kau tak bisa mempercayaiku, aku tak akan menyakitimu Nara , aku tak akan melakukan hal yang Adam lakukan padamu, percayalah padaku, kami laki laki berbeda jadi kamu jangan sama samakan kami, apakah selama ini masih kurang aku memberikan semua perhatianku hanya padamu, "


"Ya aku tau, aku tau Bi, tapi aku belum siap buat ngejalin hubungan lagi. Lebih baik kamu cari perempuan yang memang mau dan bisa menjalin hubungan sama kamu, aku udah bilangkan kalau aku akan lama memulihkan hati aku, aku udah bilang sama kamu semuanya, jika memang kamu gak bisa tunggu aku lebih baik kamu cari yang lain aja , makasih buat semua yang udah kamu lakuin buat aku, makasih buat jalan jalannya dan makasih untuk semuanya aku permisi "


Nara langsung keluar dari dalam mobil meninggalka Bian sendirian, sungguh Nara masih takut untuk menjalin hubungan bersama Bian, Adam juga sama dulu seperti ini mendekatinya secara baik baik dan akhirnya apa, Adam melakukan hal yang tak pernah dirinya fikirkan, sedangkan Bian adalah orang kaya, orang terpadang jadi di tak mampu jika harus menjalin kasih dengannya


Nara segera masuk kamar dan menguncinya Jack yang melihat nona nya kembali segera menyuruh anak buah yang lain untuk menjaga di depan pintu kamarnya takut nanti malah kabur lagi.


Bian yang masih didalam mobil memukul mukul setirnya dan menahan amarahnya yang sudah memuncak tak karuan.


"Kenapa kenapa gak bisa, aku berniat baik ingin menikah dengannya, kenapa dia tak mempercayai cintaku, apakah selama ini kurang perhatian yang aku berikan, apakah semuanya kurang. Aku mencintainya dan tak akan pernah menyakitinya. Tapi dia masih saja tak percaya, sial sial semuanya berjalan dengan kacau, kacau semuanya kacau "


Dengan amarah yang masih mengunung dikepalanya Bian melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya, untuk bisa menenangkan hatinya yang sudah kacau..


**


Ana sekarang sedang mengintai rumah asistennya dan kebetulan sekali didalam sana ada pacarnya Zainab, sekarang dirinya sedang memotong kabel listrik dan rumah pun menjadi gelap.


Dan saat Ana akan masuk ternyata pintu rumah tak dikunci sama sekali. Terbuka dengan mudah. Dan itu sangat menguntungkan sekali untuknya jadi tak usah susah susah untuk membobol pintunya atau manjat manjatkan.


"Ya ampun Zainab apakah kau tak membayar listrik sampai mati begini lampunya " tegur pacarnya..


"Tidak aku membayarnya kau ini bicara suka asal asalan saja, mungkin saja sedang mati lampu"


"Lalu bagaimana ini, kita sedang memindahkan dokumen dokumen penting perusahaan tempat kerjamu, kekantorku, jadi bagaimaan ini gelap gulita seperti ini "


"Sabar sabar pasti sebentar lagi akan menyala, kau ini bawel sekali "


Ana yang ada dipojokan mendengarnya, lalu berjalan kearah mereka dan Zainab yang menyadarinya berdiri dan menajamkan penglihatannya.


"Siapa disana "


"Ada siapa Zainab "


"Entahlah aku seperti melihat seseorang disana, apakah kau melihatnya "


"Tidak tidak ada kok, kamu menghayal mungkin, sudah aku akan mengecek dahulu kabelnya, takutnya ada yang putus atau apa, kau disinilah jangan takut"


"Baiklah baiklah, jangan lama, "


Setelah pacarnya pergi, Ana sudah menyiapkan tembakan anti biusnya dan ditembakan kearah Zainab dan tertembak juga Zainab, berbarengan dengan lampu yang menyala.


Ana dengan santai berjalan keruang tamu dan berhadapan langsung dengan pacarnya Zainab "


"Kau Irianakan, ada apakah kau kesini, ada masalah apa kau"


Tanpa menjawab terlebih dahulu ucapan laki laki itu, Ana menembakan anti bius itu keleher laki laki itu, sampai dia sempoyongan dan terjatuh.


Dengan susah payah Ana menarik laki laki itu dan menududukannya bersama Zainab dan mengikat mereka berdua.


Setelah itu Ana mengambil semua dokumen perusahannya, dia mengecek semuanya ruangan yang ada dirumah zainab dan benar banyak fotocopy fotocopy dokumen penting miliknya, dengan kesal Ana membawanya dan pergi kembali ketempat dua orang tadi.


Duduk berhadapan dengan mereka berdua, dan sebelumnya dia mengambil jus dan meminumnya dihadapan mereka.

__ADS_1


Tak lama Zainab sadar, Ana hanya tersenyum saja sedangkan Zainab ketakutan dengan senyum yang diberikan Ana.


"Jadi bagaimana Zainab apakah kau senang mengambil semua data perusahaanku, apakah kau senang berkhianat padaku, sungguh aku senang kau bersukarela menjadi korbanku selanjutnya, ya meskipun tak dibayar aku tak masalah. Kau ini bodoh mau saja di bodohi oleh pacarmu ini"


"Maaf nona, anda berbicara apa, saya sungguh tak mengerti yang anda ucapkan"


"Jangan pura pura tidak tahu dengan semuanya, aku sudah menemukan semua dokumen yang hilang dan bocor ada padamu, permainanmu tidak rapih Zainab"


Pacar Zainab tiba tiba bangun dan melihat kesekelilingnya "ada apa ini, kenapa aku di ikat"


"Berisik kau " dor dor Ana menembak kepala laki laki itu sebanyak dua kali.


"Akh nona apa yang kau lakukan "


"Inilah balasannya orang yang telah bermain main denganku dan berani mencuri sesuatu dariku "


Tanpa fikir panjang Ana mengeluarkan korek api dan membakar sedikit baju Zainab dan membiatkannya terbakar.


"Tolong jangan lakukan ini nona jangan, saya minta maaf padamu"


Namun Ana tak menghiraukannya, terus saja membakar apa yang mudah terkena api, tanpa memikirkan teriakan Zainab, membiarkannya saja dan Zainab hanya bisa berteriak teriak kesakitan dan Ana segera mengambil minyak tanah.


Menyiramkannya ketubuh Zainab dan terbakar sudah tubuh itu dengan api yang sangat besar. Ana membakar Zainab hidup hidup.


Ana segera keluar dan dihadapannya ada orang, ya itu anak buahnya "kau bereskan semuanya, jangan sampai ada sidik jariku, buat semuanya seolah olah pacarnya yang membunuhnya dan dia bunuh diri setelah melakukan itu."


"Siap nona"


Ana segera masuk kedalam mobil meninggalkan rumah itu tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.


**


"Kamu kenapa Abi, kok mukannya kuset banget "


"Aku ditolak sama Nara mih, dia gak mau jadi istrinya Abi, dia masih takut katanya "


"Kamu kan tau Nara baru aja bercerai, dan suaminya yang dulu itu main tangan, selingkuh dan itu sangat menyakitkan, pasti itu membuat dia trauma dan tak bisa membuka hati dengan cepat, kamu harus sabar jika ingin bersama Nara Bi, berjuanglah sedit lagi ya"


"Entahlah mih, Abi pusing Abi mau kekamar dulu, rasannya memikirkan itu semua kepalaku ingin pecah"


Mamih Bian hanya bisa mengelengkan kepalannya dan masuk kedalam kamarnya.


**


"Nona, nona Ara sudah pulang dia ada dikamarnya " ucap Jack memberitahu Ana


"Baiklah "


Ana segera pergi kekamar Inara namun terkunci, dengan pelan pelan Ana mengetuk pintunya dan dibuka juga oleh Inara. Inara wajahnya sampai kaget melihat Ana yang masuk kedalam kamarnya dan duduk ditempat tidur.


Dengan memberanikan diri Inara duduk di meja rias, cukup jauh dari Ana.


"Jadi apa yang kau ingin tau tentangku, apa yang harus aku ceritakan padamu" Tanya Ana langsung pada intinya.


"Aku hanya ingin bertanya kenapa kau melakukan itu pada orang lain dan kenapa kau memakan daging manusia itu kau ini kenapa Ana, itu gak baik"

__ADS_1


"Kau ingin tau masalalu ku sampai aku bisa melakukan itu semua , sampai aku menjadi sangat sadis"


Inara hanya mengangguk saja dan Ana segera berdiri dan menatap jendela membelakangi Inara.


"Dulu saat kau hilang mom dan Dad hanya fokus mencarimu, mencari keberadaanmu sampai aku terabaikan, aku sama sekali tak di hiraukan, yang ada dalam fikir mom dan dad hanya bagaimana cara menemukanmu, kau tau bahkan aku sekolah sama sekali tak pernah diantar oleh mereka dua, aku hanya di urus sama bibi dan bibi, temanku hanya malam yang sunyi "


"Bahkan mon dan dad selalu bertengkar dihadapanku, tak memperdulikan aku yang ada dihadapannya melihat pertengaran mereka, mom yang setres dan ingin melakukan bunuh diri karena kehilangan kamu Ara, dia hanya memikirkan mu saja "


"Bahkan semua adegan itu sudah terekam baik dalam kepalaku, sampai aku menjadi anak yang pendiam bahkan aku tak bisa berbaur dengan yang lain Ara gak bisa. Sampai suatu ketika entah kenapa aku sangat menyukai melukai hewan dan mengumpulkan bangkai bangkai hewan yang mati. Rasanya sangat menyenangkan sekali "


"Aku selalu memotongnya, lalu mengawetkannya dan kau tau anjing pertama yang di berikan oleh dad aku membunuh dia dan mencicipi darahnya, ternyata tak buruk, aku menyukainya dan lama kelamaan hasratku makin bertambah. Aku menjadi menyukai melukai orang lain, itu sesuatu yang baru untuk ku,"


Ana segera berbalik menatap Inara dan duduk kembali di tempat tidur.


"Orang yang pertama aku bunuh adalah temanku, karena dia sudah berani menyukai lalaki laki yang aku sukai, kau tau kita naik keatas loteng dan dia bercerita banyak padaku, aku yang marah mendorongnya sampai mati dan untungnya aku bisa memainkan drama yang baik untuk menutupi semua kesalahanku, dan orang orang percaya mereka percaya "


"Mom dan dad tidak mengetahui tentang aku yang mempunyai kelainan, mereka hanya memberikanku fasilitas tanpa memberikan kasih sayang sedikit pun, mereka sibuk, sibuk bekerja dan mencarimu tanpa menegok kebelakang kalau ada aku, anak yang lainnya yang butuh kasih sayang "


"Aku sama seperti anak yang lain ingin diperhatikan, ingin diantarkan sekolah, ingin melihat mereka tak bertengkar tapi apa daya aku tak bisa mendapatkan itu semua, aku sendiri Ara, aku sendiri tanpa ada orang yang menyayangiku, itu sungguh menyakitkan dan membuat aku menjadi seorang yang seperti ini"


"Bahkan saat mom dan dad kecelakaan mati, aku tak merasakan apa apa, aku bahkan tak sedih ditinggalkan oleh mereka berdua, aku merasa biasa biasa saja, malahan ya gak peduli, toh mereka hidup atau mati sama saja kan, tapi tetap aku pun mecarimu Ara, karena aku berharap dengan adanya kamu, kamu bisa mengerti aku dan bisa menemani kesendirian ku ini, aku ingin adanya kamu bisa menemaniku dan tidak meninggalkan ku , aku tak mau kesepian lagi aku ingin bahagia seperti orang lain, bahagia dengan keluarga"


Nara yang mendengar semua cerita dari Ana, hanya bisa menangis ternyata hidup soudara kembarannya sangat menyedihkan dan sangat menyakitkan.


"Maafkan aku Ana, yang sudah berfikir untuk meninggalkanmu aku, aku waktu itu belum bisa menerima semuanya karena aku tak menyangka semua itu akan terjadi, aku sungguh minta maaf padamu, aku janji aku janji tak akan meninggalkan mu lagi, aku akan ada untuk mu selalu, maafkan aku maaf Ana "


"Tak apa Ara, aku tau itu akan sulit kamu terima, awalnya aku ingin berbicara langsung saat awal bertemu denganmu tapi aku berfikir kembali, kalau kau tak akan mungkin bisa menerima aku yang seperti ini, ada yang perlu kau ketahui kembali aku seorang pembunuh bayaran, karena aku tak bisa menahan hasratku untuk membunuh jadi lebih baik aku menjadi pembunuh bayaran saja dari pada membunuh orang sia sia lebih baik jadi pembunuh bayarankan aku dapat uang"


"Apakah semua itu bisa disembuhkan Ana "


"Entahlah aku tak tau, tapi aku sudah nyaman dengan kehidupanku ini, jadi kau tak usah khawatir aku tak akan mungkin melukaimu, meski alasanku menderita karena mon dan dad yang mencari mu, tapi aku tak menyalahkan mu sama sekali "


"Aku hanya menyayangkan saja sikap mom dan dad yang tak adil denganku dan fokus padamu, aku tak akan pernah melukaimu Ara. Aku menyayangimu, kau keluargaku satu satunya "


Ara dengan perlahan lahan memeluk Ana dan mereka akhirnya menangis bersama sama, Ara mencoba menerima semua yang ada pada diri Ana. Karena akan sulit merubah semua yang sudah Ana lakukan apalagi ini sudah dari kecil, mana mungkin dirinya bisa merubah segalanya.


Jack yang memang dari tadi disana, mendengar semuanya hanya bisa tersenyum senang, akhirnya para nonanya bisa berdamai dan saling menerima satu sam lain, tanpa ada perpecahan kembali,


Setelah melihat semuanya terkendali Jack pergi meninggalkan kakak beradik itu berdua.


Mereka berdua segera melepakan pelukan itu dan saling berhadapan.


"Maaf aku pergi bersama Bian ke paris "


"Ya aku mengetahui semuanya, aku tau kau dimana dengan siapa, aku tak menyukai kau bersama laki laki itu, dia adalah seorang play boy dan penikmat wanita, aku sudah mengecek semua masa lalunya makannya aku tak menyukainya."


"Tapi selama aku mengenal dia, dia tak pernah membawa satu orang pun perempuan Ana, dia baik kok, tapi tadia mau lamar aku "


"Terus kamu gimana, apa kamu terima dia "


"Engga aku belum siap, aku belum siap buka hati kembali, aku belum siap dia sakiti lagi, aku ingin memulihkan dahulu hatiku, aku tak ingin terburu buru seperti dulu dan pada akhirnya sama sekali tak baik kan, aku menderita "


"Baguslah jadi aku tak perlu cape cape menjauhkanmu dari laki laki itu "


Ana segera pergi meninggalkan Inara sendirian, dan menutup pintunya dengan perlahan

__ADS_1


"Jadi Ana ingin memisahkan ku dengan Bian, apakah aku akan bisa, tapi aku sudah menolaknya, apa Bian masih sama atau akan berbeda ya padaku "


__ADS_2