Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ana pergi


__ADS_3

Ana sudah ada dirumah Inara dia akan pergi jauh dari sini, bahkan dirinya sudah bilang pada sang adik kalau suaminya selingkuh, dirinya sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang dilewati sedikit pun.


"Kenapa apa yang pernah kurasakan malah kau rasakan juga Ana, kenapa nasib kita sama"


"Shutt sudah tak apa aku baik-baik saja. Mungkin ini memang sudah takdir kita dan kau sekarang sudah bahagia dengan Abian. Aku sangat senang kau bisa mendapatkan suami yang memang benar-benar bisa menjagamu dan hanya setia padamu saja, kau jangan memikirkan aku, aku baik-baik saja dan aku akan pergi dari sini bersama Sean dan juga Zea jika suatu saat nanti datang Roger kemari kau jangan pernah beritahu aku pergi ke mana, aku akan hanya memberitahumu saja, aku ke sini hanya untuk berpamitan kepadamu dan juga Abian aku tidak bisa lama-lama di sini aku harus segera pergi sekarang aku tidak mau bertemu dengan Roger"


"Kenapa harus pergi Ana kenapa, Apakah kau akan meninggalkanku kenapa harus pergi kita bisa hadapi semuanya sama-sama, kita bisa hadapi Roger sama-sama kamu jangan kayak gini"

__ADS_1


"Gak bisa, aku nggak bisa gitu aja diam di sini, sedangkan kamu kayak gini "


"Aku gak bisa aku harus tenangin dikiran aku dan juga hati aku, kalau aku ada disini aku bisa bunuh Roger, aku nggak mau sampai bunuh Ayah anak-anak aku nggak mau lakuin itu, jadi kamu tenang saja aku pasti akan selalu menghubungi kamu dan aku juga akan memberitahu alamatku nanti, tapi aku harus sekarang pergi bersama Jack. Sekarang kau di sini baik-baik ya nanti saat melahirkan aku pasti akan datang dan menemanimu aku janji itu"


Ana segera bangkit dan berjalan ke arah luar rumah memang anak-anaknya sudah ada di dalam mobil bersama Jack, dirinya hanya ingin berbicara dengan adiknya saja.


"Aku titip Inara Abian jangan sampai kau laku kan hal yang sama dengan Roger dan jangan pernah menghianati Inara seperti apa yang pernah Adam lakukan Aku tidak akan menerima itu dan aku tidak akan mentoleransi semua itu, aku titip dia padamu kami sudah tidak mempunyai orang tua jadi aku hanya bisa menitipkan adikku kepadamu saja, jika suatu saat aku tidak bisa menemaninya"

__ADS_1


"Kau bisa tenang Ana aku pasti akan menjaga adikmu kau hati-hati bila ada apa-apa selalu hubungi kami, kami pasti akan selalu ada untukmu dan juga anak-anakmu jangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar"


"Baik tenang saja aku pasti akan menghubungi kalian pokoknya aku titip adikku jangan kau apa-apa kan dia, jaga dia seperti kamu menjaga ibumu sendiri"


Setelah mengatakan itu Ana langsung memeluk adiknya dan tak lama kemudian dia langsung berjalan ke arah mobil sedangkan Inara terus saja menangis sambil memeluk suaminya.


Dirinya sungguh sangat sakit hati mendengar Ana kembarannya sendiri disakiti oleh laki-laki bahkan dikhianati seperti apa yang pernah dirinya rasakan dahulu.

__ADS_1


Tapi Ana dengan tegarnya dia sama sekali tidak menangis dan dia tegar sekali tidak seperti dirinya yang hanya bisa diam dan meratapi semua nasibnya karena terlalu takut oleh Adam.


__ADS_2