
"Ana, kamu ini " Inara segera menangkap tubuh Ana yang tumbang, yang tertembak ternyata Ana, dia membalikan badan saat melihat Adam menembakan pistolnga ke arah Inara.
Adam segera digiring oleh 2 polisi sekaligus dan langsung di seret di ikuti oleh ayah dan ibunya.
"Tolong tolong bawa Ana kerumah sakit "
Bian dengan gesit segera memangku Ana dan membawanya masuk kedalam mobil, dengan Inara yang duduk dibelakang menjaga tubuh Ana agar tak terjatuh.
Selama perjalan Inara tak bisa memberhentikan tangisnya "Nara kau tenang ya jangan menangis "
"Iya Bian tapi aku takut, Ana kenapa-napa "
"Pokoknya kamu yang tenang aja ya "
Inara hanya bisa menganggukan kepalanya saja. Melihat Ana tak sadarkan diri tiba tiba dirinya takut kehilangan Ana.
**
Adam sekarang sedang duduk sambil tangan diborgol dan ayah ibunya berhadapan dengan Adam
"Apakah kau gila tadi menembak Inara, kau akan lebih lama lagi Dam dipenjara ini " ucap ayahnya Adam
__ADS_1
"Aku marah yah dengan Inara. dengan kepetusannya yang malah mempenjarakan aku"
"Bagus Dam, kamu gak usah menyesal yang tadi bagus banget, kemana Iva, kenapa dia gak dateng dia kan istri kamu, masa iya dia diam aja dirumah "
"Dia penipu penipu, dia bawa harta aku surat surat penting, pokoknya semuanya Iva bawa, gak ada yang tersisa, sekarang tinggal rumah aja. Tolong ibu sama ayah jual rumah itu aku gak mau dipenjara tolong tebus aku yah bu"
"Apa, kenapa kamu bisa ketipu kaya gitu apa kamu gak selidikin dulu waktu deket sama Iva hah, terus gimana dengan cucu ibu Dam, ngejual rumah gak segampang kaya ngejual kacang Dam, kenapa kamu gal pinjem uang aja sama bos kamu" jawab ibunya.
"Aku dipecat bu, aku korupsi dan aku dipecat dengan tidak hormat serta tidak diberi uang pesangon sedikit pun, gilakan bu dan ibu tau aku tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dimana pun itu, ini terjadi karena Inara, ibu tau bos ku menyukai Inara dan hasilnya seperti ini "
"Yang dikandung oleh Iva bukan anakku dan aku yang sebenarnya mandul bu bukan Inara, aku selama ini ternyata tak bisa memberikan anak untuk istriku "
"Lalu uang korupsinya kau gunakan untuk apa Adam, kau saja pada ibu menjadi jarang memberikan uang, kemanakan uangmu, apa kau korupsi untuk Inara, kemana semua uangamu"
"Aku gunakan untuk membiyayai Shinta dan juga kebutuhannya yang lain bu "
"Dasar kau bodoh, sudah ditinggal istri, sudah ditipu oleh Iva dan sekarang kau kehilangan pekerjaan karena perempuan lagi, sungguh kau anak paling bodoh di dunia ini, menyesal ibu telah melahirkan anak yang bodoh " marah ibunya.
Setelah mengatakan itu ayah dan ibunya Adam segera pergi meninggalkan anaknya sendirian.
**
__ADS_1
Sedangkan dilain tempat Iva sedang menjual rumah Adam yang selama ini dia tinggalin.
"Baik deal ya pak, sekarang rumah inu mikik bapak " ucap Iva sambil memberikan kunci rumahnya dan juga surat suratnya.
"Lalu untuk pakaiannya bagaimana bu yang didalam "
"Buang saja pak, saya menjual semua dengan barang-barangnyakan. Jadi semua sudah milik bapak, saya bersama suami saya pamit " ucap Iva.
"Baik mba "
Tak lama setelah Iva pergi dengan Dave datang kedua orang tua Adam dan langsung masuk begitu saja
"Eh ibu ngapain tiba-tiba masuk rumah saya "
"Ini rumah anak saya pak. Kenapa bapak mengaku-ngaku "
"Saya sudah membelinya bu. Jadi sekarang ini rumah saya "
"Mana buktinya "
Tiba tiba datang polisi yang menodongkan pistol "angkat tangan jangan bergerak "
__ADS_1
Akhirnya ketiga orang itu mengangkat tangan celingak celiguk karena binggung tiba tiba ada pilisi