Berbagi Suami

Berbagi Suami
Sudah disetujui


__ADS_3

Inara yang baru sampai kelantai atas segera mengetuk pintu ruangan atasannya, namun sama sekali tak di buka, saat Inara berbalik Bian ada dihadapannya.


"Kamu kok ada diluar harusnya udah masuk dong dari tadi, kenapa baru dateng"


"Iya tadi aku ngobrol dulu sama bawahanku Nara "


"Oh baiklah, ini kunci mobilmu, aku masuk dulu ya ingat perjanjian kita "


"Iya iya aku ingat cantik, jika ada yang mengancam padamu beritahu aku "


"Maksudnya Bian, mengancam apa maksud mu "


"Engga udah gih kerja "


"Baiklah "


Segera Inara pergi keruangannya dan disana ada Rani yang duduk sambil bermain ponselnya.


"Nara nanti saat makan siang kita pergi ya menemui pengacara itu "


"Iya ayo aku sudah tidak sabar Rani "


"Iya iya Nara semoga saja lancar ya "


"Iya amin Rani "


Sedangkan dirumah Adam terus saja berteriak-teriak pada Iva meminya itu meminta itu.


"Adam apakah kau bisa mengambilnya sendiri saja, aku lelah tau aku sedang mengandung, kaki ku sudah sakit dan bengkak bengkak "


"Aku sedang sakit harusnya kau layani aku, seperti dulu Nara melayaniku juga"


"Tapi ini keadaannya berbeda Adam aku sedang mengandung, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kandungan ku ini apakah kau akan tanggung jawab "

__ADS_1


"Masa bodo, pokoknya kau harus mengurusku "


"Dasar gila, makannya tuhan memberikan seorang anak karena sikap seperti ini, kau hubungi saja pacarmu dan suruh urus kau disini, aku akan istirahat saja lelah sekali aku dijadikan babu oleh mu. Mandirilah kau ini jangan tergantung pada orang lain, karena sebentar lagi kau akan hidup sendirian" Iva segera pergi sebelum emosinya keluar dan nanti dirinya bisa saja menghabisi Adam ditempat.


"Ternyata cuman Inara yang bisa mengurusku dengan baik, kau kenapa harus bekerja Nara, aku disini kesakitan , seharusnya kau ada sisi ku sekarang bukannya disana bekerja "


**


Inara sekarang dan Rani sedang menuju ruangan pengacara itu, segera Rani menghampiri sekertarisnya.


"Siang mba, saya mau bertemu dengan nona Iriana "


"Siang mba, apa sudah membuat janji dengan ibu"


"Sudah mba "


"Baik ayo silahkan masuk "sambil mengetuk pintu lalu membukakannya.


"Ahhh Ranii akhirnya kamu datang "teriak Iriana bangkit dan langsung memeluk Rani.


Inara tersenyum lalu mengulurkan tangannya dan Iriana pun melakukan yang sama "Aku Inara "


"Aku Iriana, nama kita sama ya, dan wajah kita berdua pula kenapa sangat mirip, emm maksudku memang mirip"


"Benarkah, menurutku kau lebih cantik nona Iriana. Aku sama sekali berbeda dengamu "


"Lohh iya ya, kenapa aku baru sadar kalau kalian mirip gini, apa kalian kembar yang terpisah " Heran Rani.


"Sudahlah mari kita duduk dulu saja ya " ucap Iriana


Segera mereka bertiga duduk "baiklah Inara aku sudah mendengar ceritanya dari Rani dan juga semua tanda buktinya pula sudah ada ditanganku, apakah aku boleh mendengar lebih terperinci darimu "


"Baiklah nona Iriana, aku sudah menikah dengan Adam sekitar 5 taunan, namun 2 taun dia menghianatiku, dia selingkung dengan Iva sampai mereka berdua menikah, dan aku harus menerima semua itu. Awalnya dia tak pernah main tangan padaku namun lambat laun dia kasar dan menyiksaku setiap aku membantahnya dan membuat kesalahan dan ibu mertuaku juga tak merestui pernikahan kami. Sekarang Adam melakukan hal yang sama kembali padaku dia selingkuh lagi dengan teman lamaku Shinta, jadi aku sekarang memutuskan untuk menceraikan dia, dan mempidanakan dia juga, apa nona bisa membantu saya untuk bisa terlepas dari Adam "

__ADS_1


"Baiklah saya dengan senang hati akan membantumu Inara, aku akan membantumu lepas dari orang terkutuk itu, dan menjebloskan pula dia ke sell, kamu jangan khawatir kamu percaya dengan saya semua bukti yang kamu berikan sudah cukup kuat untuk nanti dipengadilan. Jadi tak perlu ada yang kamu fikirkan lagi"


"Baiklah terimakasih atas bantuannya nona Iriana saya sangat senang sekali"


"Sama-sama, kau bisa memanggilku Ana saja "


"Baiklah Ana "


"Aku akan mengerjakannya dengan cepat, kau akan segera lepas dengan dia, aku akan mengurus ngurus semuanya sekarang, nanti aku akan menghubungimu lagi "


"Baiklah terimakasih Ana, aku dan Inara pulang dulu kekantor ya takut nanti bos besar mencari kami"


"Baiklah kalian hati-hati ya dijalannya, oh ya apa boleh aku berbicara sebentar dengan Rani berdua maaf "


"Baik tak apa Ana, aku tunggu diluar saja" Inara segera melangkah keluar dan duduk di depan menunggu Ana dan juga Rani yang sedang mengobrol.


"Ada apa Ana, sampai kau ingin berbicara berdua denganmu"


"Aku merasa tak asing dengan Inara, apalagi paras kami yang sama. Apa kau bisa membantuku untuk memberikan data Inara padaku, kalau tidak aku minta rambut Inara "


"Untuk apa Ana semua itu"


"Kau taukan adik ku hilang dulu, dia menghilang begitu saja dan aku tak percaya bahwa adiku Inara telah hilang meninggalkan kami semua, aku sekarang sudah tak punya siapa-siapa mom and dad sudah pergi ke surga. Aku harus menuntaskan pencarian mereka atas kehilangan adiku Inara. Kau lihat wajah dan nama pun sama dengan adiku, aku yakin dia adalah kembaranku yang telah diculik itu "


"Bagaimana kalau dia bukan adikmu "


"Tapi aku yakin dia adalah adiku, hatiku mengatakan bahwa dia adalah memang adiku, jadi tolong aku ya "


"Baiklah, ternyata kau tadi langsung setuju karena alasan itu ya, biasanya kau akan banyak tanya"


"Iya aku sangat ingin membantu dia, sungguh kurang ajar laki-laki itu, kalau aku yang ada di posisi Nara sudah ku bunuh laki-laki itu "


"Janganlah kau seperti itu, baiklah aku pergi dulu ya kasian Inara diluar"

__ADS_1


"Baiklah hati hati "


Rani segera keluar dan mengajak Inara untuk pulang kekantor.


__ADS_2