
Roger yang sedang tidur di ruang tamu terbangunkan oleh asap yang mengepul dengan cepat Roger pergi kearah belakang dan melihat Ana yang sedang berdiri disana.
"Ana sedang apa aku disini pagi pagi buta"
"Sedang membakar sampah "
"Sampah, bukannya itu orang yang kau bakar "
"Ya sudah kalau kau sudah tau tak usah bertanya padaku "
Ana kembali fokus kembali melihat mayat mayat yang sedang dirinya bakar.
"Kenapa kau tiba tiba bisa ada didalam kamar Sean "
"Akan aku ceritakan "
Flasback.
Ana yang baru pulang melihat kesekitar yang gelap gulita dan tak ada penjagaan satu pun "kemana mereka ini "
Ana yang takut terjadi sesuatu dengan Sean segera masuk ke dalam rumah, namun dia malah melihat bi Jumi dan yang lainnya sedang di tali diikat bersama-sama.
Ana yang akan masuk tak jadi masuk, ia lalu terpikirkan satu ide bukannya di dekat kamar Sean itu ada tangga kecil, siapa tahu kan dia bisa naik ke sana.
Dengan terbirit-birit Ana berlari ke sana dan benar untung saja masih ada tangga kecil itu. Ana menaikinya dan membuka jendela kamar Sean engan cara membobol nya.
Untungnya bisa juga , kamar ini juga sama gelap "Sean Sean Kau di mana ini kakak"
Tiba-tiba saja Sean keluar dari dalam lemari dan memeluk Ana dengan erat " kakak aku takut sepertinya di luar ada penjahat, Ayah tidak membolehkan aku keluar dan dia menyuruhku untuk di sini saja diam di dalam lemari "
" Penjahat baiklah sebentar "Ana memindahkan kursi belajar Sean dan mencoba mencari celah untuk membolongi atap kamar Sean dengan pisau yang dia bawa, memang sulir dan membuat tangannya terluka.
Namun utungnya berhasil dan dapat "ayo cepat kemari pegang tangan Kakak"
Sean yang percaya segera memegang tangan Ana, Ana mengangkat Sean dan memasukkannya ke dalam sana. "Sean kau mundur dan kakak akan naik "
Anna menyimpan kursinya ke tempat semula lalu melompat-lompat untuk menggapai kayu di sana dan hap kena Ana naik dengan tertatih-tatih dan akhirnya bisa masuk juga berbarengan dengan orang yang mencari Sean tadi.
__ADS_1
flasback of
"Ya begitu ceritanya, apakah kau mengerti "
"Tentu aku mengerti Terima kasih kau telah menyelamatkan nyawa anak ku, mungkin saja jika kau tidak ada anakku sudah tiada hari ini. Terima kasih ternyata aku kalah oleh perempuan kau lebih hebat dari ku belajar di mana kau seperti ini"
"Aku tidak belajar dari mana-mana hanya keberanian lah yang aku punya itu saja cukup, Tidak usah berterima kasih padaku Aku menyayangi Sean jadi tanpa Kau minta pun aku akan tetap menyelamatkan dia mungkin saja kalau dia sudah tahu kalau aku seorang pembunuh dia takkan mau lagi dekat denganku. Tapi itu tak masalah untukku yang terpenting dia selamat dan bisa hidup"
"Tidak akan Sean tidak akan mungkin Bisa membencimu kau percaya dia sangat mencintaimu dan menyayangimu lebih dari dia menyayangi ayahnya sendiri, padahal kalian berdua baru ketemu tapi Sean sudah sayang padamu Ana. Jadi kau jangan takut kalau Sean akan menjauhimu atau akan membencimu Karena semua itu tidak akan terjadi"
"Semoga saja ucapanmu benar Sean bisa menerima aku dengan kekuranganku yang sangat banyak "
"Pasti bisa dia anak baik tenang Ana, jangan ragu pada Sean "
Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengintip mereka berdua mendengar semua ucapan mereka.
Sungguh tak menyangka kalau orang yang menurutnya baik ternyata seorang pembunuh.
Orang itu segera berlari kekamar Sean dan akan memberitahu tentang apa saja yang dia dengar tadi.
"Tuan kecil bangun tuan kecil "
"Bibi ingin berbicara sesuatu ayo bangun tuan kecil "
Sean segera bagun dan menatap bi Jumi dengan masih mata yang mengantuk " tadi Bi Jumi dengarr kalau nona Ana itu pembunuh, tuan kecil jangan sampai dekat lagi sama nona Ana dia sangat berbahaya, Bibi tidak mau tuan kecil celaka"
"Kenapa Bibi berkata seperti itu seharusnya bibi jangan bilang seperti itu tentang kakak, Bibi jahat "
"Bibi berkata jujur Bibi tidak berbohong, pokoknya tuan kecil jangan percaya lagi ya sama Nona Ana orang jahat, ingat ya jangan percaya lagi pada nona Ana "
"Ekhemm "
"Eh nona Ana saya permisi "
Bi Jumi segera menutup pintunya dan Ana segera menghampiri Sean " apakah kakak mendengar semuanya kata-kata tentang bi Jumi "
"Tentu kakak mendengarnya "
__ADS_1
"Apakah yang dikatakan bingung itu semuanya benar"
"Benar Kakak adalah pembunuh bayaran, mungkin hari ini kau sudah membenci Kakak jadi lebih baik Kakak sekarang pergi Terima kasih sudah membuat Kakak selalu senang ada di dekatmu"
Sean langsung memeluk Ana dan mengelengkan kepalanya " tidak Kakak jangan pergi kemana-mana aku tidak peduli mau Kakak seorang pembunuh, mau kakak seorang penjahat aku akan tetap menerima kakak, kakak sudah aku anggap seperti Ibuku Jadi Kakak jangan pergi kemana-mana ya, aku sangat senang berada di samping Kakak, aku tak peduli siapa kakak apapun kakak aku tidak peduli yang terpenting aku ingin Kakak selalu ada disampingku"
Ana yang terharu memeluk Sean, ternyata meskipun Sean masih anak kecil tapi fikirannya sangat dewasa dia mau menerima dirinya yang seorang pembunuh sungguh tak dipercaya olehnya.
**
Ana dan Sean turun kebawah dengan senyum yang merekah, sedangkan bi Jumi hanya bisa menundukan kepalannya saja, malu jika melihat waja Ana ,gara gaga kejadian tadi.
"Tuan kecil mau makan apa "
"Tidak bi bekalnya saja "
Ana segera mengambil bekalnya dan sebelum pergi Ana membisikan sesuatu "jangan macam macam padaku, dan jangan berani berani kembali menghasut Lucas, jika sampi itu terjadi nyawamu taruhannya, kau sudah tau kan siapa aku, jadi jangan macam macam dan oh ya lain kali jangan biasakan menguping pembicaraan orang lain tak baik bi nanti telinga bibi bisa keluar darah loh "
"Kakak ayo "
"Ayo kita pergi Sean, nanti kita makan ditaman sekolah ya "
"Iya ayo kak aku sudah tak sabar ingin segera memakannya. "
Roger yang melihatnya hanya tersenyum saja, rasanya senang sekali melihat anaknya ceria tak seperti biasannya.
"Sepertinya kau sangan senang sekali melihat mereka "
"Tentu aku sangat senang melihat Sean bahagia dan ceria "
"Lalu kau tak suka bila aku yany ada disana "
"Suka makannya kau jangan mengurung saja dikamar akrablah bersama Sean yang menjadi musuh terus menerus apa tak lelah"
"Ya sudah kalau begitu kau saja menikah dengan Ana biar kau bisa melihat terus menerus bagaimana senangnya Sean "
"Baiklah kalau kau mau aku menikah dengan Ana aku akan melamarnya "
__ADS_1
"Rogerrr "
"Apaaa "