Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ketemu dan tak tau


__ADS_3

Pagi pagi sekali Inara dan juga Abian sudah tak ada dirumah, sedangkan Ana yang baru kelaur dikagetkan dengan Roger yang membawa tas ransel besar sekali, dan banyak lagi dia membawa barang barangnya.


"Mau apa ke sini bawa tas gede bukannya kemarin malam udah mau putusin ya nggak akan ada hubungan apa apa lagi sama aku, lalu kenapa sekarang tiba tiba kesini bawa tas gede mau kabur atau gimana "


"Kata siapa nggak kok aku nggak putusin hubungan apa-apa sama kamu, katanya kamu mau coba sayang sama aku, makannya aku sekarang aja kamu jalan jalan biar kamu juga lebih bisa mengenal aku, dan nanti setelah kita menikah akan ada cinta, gak canggung kan ayo kita pergi sekarang "


"Nggak lagi pengen pergi kemana mana, mau di rumah aja nggak mau jalan-jalan ke mana-mana, cape tau gak aku mau istirahat seharian aku kerja, aku pengen tiduran aja ah "


"Ayo lah kali kali, katanya pengen lebih deket dan kamu juga bisa buka hati buat aku, ini aku bawa bunga mawar merah buat kamu diterima ya, aku itu belinya jauh loh" sambil mengasongkannya pada Ana


Dengan malas malasan Ana mengambilnya "dan ini juga tas ransel buat kamu, ayo kita pergi sekarang, aku sudah menyiapkan semuanya jadi kamu gak usah repot repot "


"Mau kemana sih sebenernya, kenapa harus bawa tas gede kayak gini, emangnya kita amu kabur apa "


"Udah ayo ikut dulu aja, kamu pasti akan suka sama tempatnya, aku aja waktu itu baru pertama kali datang kesana suka, apa lagi kamu "


Roger membuka pintu mobilnya dan langsung memaksa Ana untuk segera masuk, dan menutup kembali pintunya langsung pergi.


"Pokoknya jangan ke tempat aneh-aneh ya, kalau kamu sampai bawa aku ke tempat aneh-aneh, aku pulang aja sendiri gak akan jadi nikah sama kamu dan batalin semuanya tanpa lihat siapa siapa lagi "


"Enggak tenang aja aku nggak akan mungkin bawa kamu ke tempat yang aneh-aneh, emangnya tempat yang aneh aneh itu gimana sih menerut kamu, aku janji gak akan bawa bawa kamu ketempat aneh aneh itu "

__ADS_1


"Awas aja kalo bohong, ya kamu pikir aja gimana tempat aneh itu"


"Gak akan aneh kok, tempatnya bagus banget, kamu tenang aja serahin semuanya sama aku ya, tenang rileks aja aku gak akan macem macem kok "


"Hemm "


**


Sedangkan Inara dan Abi yang sedang ada di pemakaman sang anak mereka sedang membacakan surat yasin agar anaknya tenang, seperti janji mereka kemarin, ya meski Inara masih takut untuk keluar namun Abian menyakinkan Inara kalau semuanya akan baik baik saja.


Setelah membaca yasin selesai Inara menaburkan bunga dan juga air ketanah pemakaman sang anak " Mama sama Ayah mau nikah, kamu doain yang terbaik buat kita ya, kamu di sana baik-baik jangan nakal, Mama sama Ayah pasti nggak akan pernah lupain kamu dan akan terus nengokin kamu ke sini, kamu baik-baik ya ingat kita berdua selalu sayang sama kamu"


"Iya bener nak Ayah sama Mama pasti akan sangat merindukan kamu, dan tidak akan pernah melupakan kamu sampai kapanpun, kamu di sana tenang-tenang aja. Oh ya sayang kita belum kasih dia nama nih menurut kamu namanya yang cocok apa ya"


Abian segera memapah Inara dan mereka pergi dari makam sang anak, hari ini Nara akan kontrol ke rumah sakit untuk membuka gips-nya ini. Tangannya sudah sembuh total.


"Bi aku kok masih kepikirannya sama Adam, apa kemarin Ana nggak apa-apain dia , bukannya aku peduli cuman ya aku takut kalau Ana sampai apa-apa Adam, semoga aja nggak ya "


"Aku juga nggak tahu sayang, doain aja semoga Ana gak lakuin apa apa sama dia,kita berpikir positif aja deh siapa tahu Ana cuman masukin Adam kepenjara aja, aku juga kemarin gak sempet buat tanya sama Ana, karena emang bener bener gak kefikiran sayang "


"Ya udah deh, udah sampai ya, yaudah ayo turun "

__ADS_1


Mereka segera berjalan ke dalam rumah sakit dan Inara tak sengaja berpapasan dengan ayahnya Adam "ayah ayah di sini, ayah gak apa apa kan ada dirumah sakit, ayah baik baik aja kan "


"Inara gimana keadaan kamu baik-baik aja kan, sudah lama lo kita nggak ketemu ini calon suami kamu, ayah baik baik aja kok, ayah gak apa apa "


"Iya ayah ini Abi calon suami Inara "Abian segera memperkenalkan dirinya pada ayahnya adam "kenapa ayah ada dirumah sakit, emang siapa yang sakit apakah ibu yang sakit yah, "


"Engga ibu baik baik aja, ada keluarga ayah yang lagi sakit emm gimana ya bicarannya, ayah juga gak tau ini kenapa bisa terjadi sama__"


Belum juga ayah Adam mengatakannya, ibunya Adam sudah datang dan jutek pada Inara "ngapain sih ayah bicara sama perempuan ini, udah cepet ke sana jangan lama lama bicara sama perempuan ini nanti kena sial loh ayah, ayo cepet cepet ayah ngapain coba ah "


"Ibu kok bicarannya kayak gitu sih, Inara itu gak apa apa, kenapa ibu bicarannya kasar banget, Inara baik loh bu "


"Udah ayo ayah kenapa sih malah di sini, udah ayo ah jangan terus layani dia, nanti yang ada kita kena sial kayak Adam ayo yah takut "


Abian yang melihat kelakuan ibunya Adam hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja, ada ya ibu maksudnya orang tua yang kelakuannya kayak gitu, menyebalkan "Udah yu sayang jangan difikirin mending kita keruangan dokter aja "


"Iya Bi ayo kita kesana"


Mereka segera berjalan ke ruang dokter Inara masih memikirkan tentang kata-kata ayahnya Adam, sebenarnya siapa yang sakit.


Apakah Adam yang sakit, apa gara gara Ana, siapa tau Ana melakukan sesuatu kan pada Adam kemarin malam, tapi semoga saja Ana tak melakukan apa apa.

__ADS_1


Kalau sampai iya Ana melakukan sesuatu pasti akan habislah, Ana pasti akan dicaci maki oleh ibunya Adam, dan akan ada pertengaran perang dunia ke 3 antara Ana dan juga ibunya Adam bisa gawatkan kalau udah kayak gitu jangan sampai deh.


Semoga aja yang sakit bukan Adam tapi keluarga yang lain saja, ya semoga saja.


__ADS_2