
Ana masih menunggu keputusan cio. Apakah dia akan membunuh ayahnya atau tidak karena Ana ingin tahu dulu Cio memang benar-benar ingin membunuh ayahnya atau tidak karena ini ayahnya sendiri.
Ana langsung menelpon Cio namun yang mengangkatnya bukan cio malah Puja .
"Ana ada apa kok menelepon Cio"
"Apakah tidak salah seharusnya aku yang bertanya padamu kenapa kau yang mengangkat telepon Cio, bukannya seharusnya kau ada di rumah bersama Roger "
"Aku sedang mengunjungi temanku memangnya salah kalau aku ada di sini, "
"Berikan ponselnya pada Cio "
"Tidak kau bicara saja padaku nanti aku akan sampaikan pada Cio. Kau ingin berbicara apa sih sampai harus kalian berdua yang langsung berbicara "
"Apakah kamu dulu tidak di sekolahkan sampai kau tidak sopan, sampai mengangkat telepon orang lain seperti ini, aku bilang aku ingin berbicara dengan Cio bukan denganmu "
Cio langsung mengambil ponselnya dan melihat yang menelfon ternyata Ana, dengan cepat Cio menjauhi Puja dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam ruangannya, menguncinya dengan rapat agar Puji tidak bisa masuk ke dalamnya.
"Ada apa Ana kamu menelponku "
"Waktumu tinggal 6 jam lagi jadi apa keputusanmu, apakah kau benar-benar ingin membunuh ayahmu sendiri"
"Iya aku ingin membunuhnya jadi aku minta kau bunuh saja dia sekarang"
"Baik kalau itu keputusanmu, aku akan melaksanakannya. Tapi kau jangan menyesal nanti setelah dia meninggal "
"Tidak akan sampai kapanpun aku tidak akan menyesal Ayahku telah tiada "
__ADS_1
"Baiklah aku akan melakukan misiku sekarang 2 jam kemudian Kau boleh pulang dan melihat ayahnya yang sudah tiada di rumah "
"Kau tahu Ayahku ada di rumah "
"Tentu tidak susah melacak ayahmu dia sedang bersama perempuan di sana. Aku akan menuju rumahmu "
"Apakah kau bisa sekalian membunuh perempuannya juga "
"Bayaran menjadi dua kali lipat "
"Baiklah Baiklah aku mengerti kau tenang saja aku membayarmu tiga kali lipat untuk dua nyawa sekaligus "
"Baiklah senang berbisnis dengan Cio "
Ana segera mengganti pakaiannya setelah selesai mengobrol dengan Cio, dia memakai baju warna hitam sepatu hitam semua serba hitam dan memakai topi dan masker juga.
Dia akan menyelinap masuk ke rumah Cio, karena memang di rumah Cio tidak terlalu banyak penjagaan tapi tetap harus waspada, jadi itu akan lebih memudahkannya untuk masuk ke dalam rumah itu.
"Nona apakah kau yakin akan membunuh ayahnya Cio "
"Mau bagaimana lagi Jack ini kemauan anaknya aku hanya melaksanakan tugas, aku dibayar olehnya jadi aku melakukannya kalau aku tidak dibayar dan tidak disuruh aku tidak akan mungkin membunuhnya, jadi kita turuti saja apa maunya aku sudah meyakinkannya apakah dia memang benar-benar ingin membunuh ayahnya, tapi dia sangat yakin ingin ayahnya mati, jadi kita tidak usah memikirkan tentang bagaimana ayahnya Cio yang pasti dia akan mati hari ini"
"Baiklah Nona jika itu memang sudah keputusanmu, kita jalan ke sana dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh Cio padamu "
"Apakah kau ingin ikut masuk juga "
"Tentu aku akan menemanimu masuk Nona aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri "
__ADS_1
"Udah biasa kali aku sendirian kamu ini kadang-kadang nih bikin aku pusing, tapi ya udah deh gak apa-apa kalau kamu pengen ikut masuk dan lihat "
"Ya aku tidak akan ikut campur, aku akan diam melihat nona saja, aku tak akan melakukan apa apa "
Setelah pembicaraan itu hening kembali tak ada pembicaraan lagi. Mereka sibuk dengan kegiatan masing masing.
**
Cio segera keluar dari dalam kamar mandi dan di sana sudah ada Puja yang menunggunya dengan kesal
"Keenapa kau harus masuk ke dalam kamar mandi saat mengangkat telepon dari Ana. Ada apa apakah pembicaraan kalian sangat rahasia sampai aku tidak boleh tahu tentang apa yang kalian bicarakan"
"Tidak juga ini tentang pekerjaan, kau jangan sekali-kali lagi mengangkat teleponku jika ada seseorang yang menelpon. Bagaimana kalau itu klienku nanti. Namaku akan jelek saat mendengar kau yang mengangkatnya dan berkata seperti tadi pada Ana, aku tidak mau kejadian ini terulang lagi , jika kau sampai melakukannya lagi aku tidak tahu hubungan kita akan berlanjut atau tidak "
"Kenapa kau menjadi mengancam padaku, aku hanya mengangkat telepon Ana. Apakah begitu penting Ana di hidupmu sampai-sampai aku tidak boleh mengangkat teleponnya, kalau itu klien mu aku tidak akan seperti itu. Ini Ana yang menelponmu aku tak suka jika dia menelepon tiba-tiba seperti itu"
"Semua orang semua perempuan yang dekat denganku kau selalu tidak suka. Lalu apakah aku boleh tidak suka dengan Roger dan meminta kau putus dengan dia. Apakah kau mau itu jika aku meminta itu, bagaimana apakah kau akan menurutinya tidak kan. Jadi jangan terlalu mengekang ku karena aku hanya selingkuhanmu, bukan pacar yang akan menikahimu aku bisa bebas kan kau saja bebasberpacaran dengan Roger, maka aku juga harus bebas tidak terikat terus menerus dengan mu"
"Tidak bisa begitu kau sudah berjanji kan, akan setia padaku saja lalu sekarang kenapa kau berbicara seperti ini"
"Jangan terlalu ikut campur pokoknya tentang masalah aku0 apalagi tentang masalah aku dan Ana dan pembicaraan apa yang aku bicarakan dengan dia, karena itu kau tidak perlu tahu, kau tidak perlu tahu pekerjaanku apa yang sedang aku lakukan tidak perlu Oke, kau urusi saja Rogermu itu dan tanya dia di mana, kapan makan sedang apa kau tanya saja dia, kau jangan ganggu aku .Aku sedang pusing bisa kau keluar dari ruanganku sekarang dan pulang"
"Aku tak menyangka kau seperti itu Cio kamu mengusir ku dari sini. Aku kesal padamu aku tidak mau berbicara lagi dengan .Aku marah padamu "
Langsung Puja keluar dari dalam ruangan Cio dan berlari ke arah lift, Cio yang melihatnya membiarkan saja pusing rasanya biarkan saja dia pergi dari pada mengejarnya dan membuat dia seperti perempuan spesial.
Tidak dia tidak akan melakukan itu biarkan saja nanti juga baik sendiri, dia juga yang akan memberikan tubuhnya padanya jadi tak usah repot-repot untuk mengejar Puja dia akan sadar sendiri dan akan butuh dirinya.
__ADS_1
"Awas aja Cio aku gak akan maafin kamu aku akan nunggu kamu yang ngejar-ngejar aku, lihat aja aku gak mau dimarah-marahin kayak gini sama kamu dan diduain sama kamu, kenapa aku gak boleh tahu tentang apa yang dia bicarakan dengan Ana nyebelin banget mending pulang aja deh"
Puja segera memberhentikan mobil dan masuk ke dalam mobil taksi yang sudah dirinya hentikan tadi dan memberikan alamat Ana untuk segera pulang dan menemui Roger.