Berbagi Suami

Berbagi Suami
Dua duanya malah begitu


__ADS_3

Saat Ana masuk kedalam rumah benar ada Puja yang duduk didepan rumah Ana sambil memakan cemilan.


"Hai Sean dan Ana, dari mana kalian ini, kenapa tak ajak ajak aku "


"Kau baru saja datang kemari bagaimana kami akan mengajakmu pergi kau sangat nekad ya menyusul pacarmu ke sini, bagaimana kalau sudah menikah "


"Ya kalau aku sudah menikah aku akan terus mengikuti Roger kemanapun dia pergi, aku tidak akan membiarkan dia singgah ke rumah perempuan manapun meskipun itu dirimu"


"Baguslah kau hebat sekali menjaga pacarmu agar tidak direbut orang pertahankan semua itu, agar kau tidak sia-sia menjaga Roger selama ini dan mempertahankannya untuk selalu ada di sampingmu. Meskipun mungkin dia sudah tak mencintaimu nantinya "


"Ayo Sean kita masuk kerumah, kita sudah sangat lelah bermain main diluar sana dan menghabiskan waktu seharian "


"Ayo kak, aku pun sama ingin istirahat tidur dan nanti bermain dengan Arya "


"Hemm ayo syaang "


Ana kembali menuntun tangan Sean masuk, saat mereka masuk rumah berpapasan dengan Roger namun Ana masa bodo dan mengajak Sean terus mengobrol tanpa menghiraukan Roger yang terus saja menatap mereka berdua.


"Apakah tubuhku sebesar ini tidak terlihat oleh mereka, Apakah mereka sudah buta dan tak bisa melihat diriku yang berdiri di depan pintu dan hanya melewatinya saja seperti hantu"


Roger langsung saja berjalan dna duduk disamping Puja dan Puja dengan senang memeluk tangan pacarnya.


**


Ana melihat kearah kamar Sean ternyata dia sudah tertidur, dengan cepat Ana pergi keluar dan masuk ke dalam mobil dirinya tidak membiarkan Jack pulang ke sini, jadi menyetir sendiri.


Jack tidur dikantor dan hanya memantau dari kejauhan, selama Rogee masih ada dirumahnya, jangan sampai Roger tau kalau Jack hanya pacar bohong bohongannya.


Dan sekarang dirinya entah kenapa ingin pergi ke club dan menghabiskan malam disana, menenangkan kepalanya yang pusing sekali, pusing bukan karena sakit pusing karena dua orang penganggu ada disini.


Selama perjalana Ana tak menyadari kalau dirinya di ikuti oleh Roger dan Puja yang ada disampinynya.


"Kita itu mau ke mana sih Sayang katanya mau makan malam di tempat restoran yang mewah"


"Iya kamu diam dulu aja aku lagi cari tempatnya nih diem ya"


"Aku kok kayak kenal deh sama mobil yang di depan apa kamu ngikutin mobil itu ya dari tadi, kok kita beloknya sama terus dia Lurus kita Lurus kita belok kanan ya sama belok kanan juga "


"Kamu pasti salah mobil deh. Enggak kok aku gak ngikutin siapa-siapa. Mungkin aja sama aja tujuannya sama kita berdua udah kamu diam aja jangan banyak ngomong nanti juga kalau udah sampai kamu pasti seneng ada di tempat itu"


"Aku kok jadi makin penasaran ya kamu mau bawa aku kemana kayaknya spesial banget ya, kau pasti mau minta maaf ya sama aku gara-gara ninggalin aku sendirian di rumah, dan tanpa kabar gitu aja "


"Iya kamu bener banget aku tuh nyesel udah ninggalin kamu jadi kamu ikutin aja ya aku ke mana jangan banyak tanya dan nanti saat turun, kamu juga jangan banyak komplain juga oke kalau tempatnya gak sesuai sama apa yang kamu mau"


"Iya sayang aku ini aja udah seneng banget kamu akhirnya balik lagi kayak dulu, baik lagi sama aku banyak kejutan lagi aku gak akan protes kok kemana kamu ajak aku pergi aku pasti suka "


"Ok sayang "


Roger memarkirkan mobilnya agak jauh dari Ana "kita ke club sayang "


"Iya sayang, kamu pasti udah lama gak joget joget deh "


"Bener banget kamu syaang, aku seneng deh kamu bawa aku kesini ayo turun sayang ayo "


Roger mengangguk mengandeng tangan Puja dan masuk kedalam sana sebelumnya tadi sudah memberikan identitas mereka berdua.

__ADS_1


Saat masuk sudah tercium bau minuman dan berbagai wangi wangian lain, Roger celingak celinguk mencari keberadaan Ana, namun taka da dimana Ana sebenarnya.


Sekali lagi Roger mencari Ana dan dia melihat Ana sedang duduk bersama laki laki "kamu lagi cari siapa sih sayang "


"Cari kursi kosong sayang, tapi gak ada "


"Itu di ujung sana ada "


"Aku gak mau di ujung sayang, ayo kesana "


Roger kembali menarik sang pacar dan langsung berhadapan dengan Ana yang sedang minum dengan seorang laki laki "Loh Ana lo ada disini " tanya Puja sambil teriak


Ana mendongakan kepalanya dan melihat mereka berdua"Kenapa kalian ada di sini apa kalian mengikutiku"


"Jangan geer Ana, kami kemari karena Rojer akan meminta maaf padaku karena dia telah meninggalkan ku pergi begitu saja makanya dia mengajak ku kemari "


"Hemm ya ya "


"Kalian bergabunglah disini ayo duduk " ucap laki laki yang ada disamping Ana.


"Baik sekali kau ayo Roger duduk "


Roger dengan senang hati duduk dan berhadapan dengan Ana serta laki laki itu, Puja langsung memesan makanan untuknya dan pacarnya.


Sedangkan Ana sedang bersulang bersama laki laki itu, meminum minuman alkoholnya dengan banyak, bahkan sekarang sudah habis 2 botol bersama laki laki itu.


"Ana ada apa denganmu kenapa kau begitu banyak meminum alkohol ini "


"Memang sudah biasa kan aku seperti ini. Kau ini kenapa sih seperti belum melihatku minum saja"


"Tidak sama sekali bertengkar, aku dengannya tidak bertengkar dia sedang melakukan pekerjaan dan aku menyuruhnya melakukan sesuatu"


"Baiklah baiklah ayo minum kembali "


Saat Ana akan meminum minumannya Roger langsung mereburnya "ada apa dengan mu Roger kenapa kau merebut minuman ku, kembalikan sini sini "


"Tidak kau sudah banyak minum "


"Sayang biarkan saja, dia ingin minum kenapa kau merebutnya biarkan saja, jangan menganggunya "


Ana langsung mengandeng laki laki itu dan membawannya untuk ketengah dan berjoget, bahkan laki laki itu memeluk Ana dari belang, mereka berdua sangat menikmati kebersamaan mereka.


"Aku kekamar mandi dulu Roger "


"Baiklah, "


Roger masih menatap kearah Ana, saat laki laki itu akan melakukan sesuatu yang lebih pada Ana, Roger langsung menarik Ana dan mengusurnya.


"Lepaskan aku, lepaskan aku "


"Kau mabuh, kau sudah sangat parah seharusnya kau tak datang kemari. Ayo kita pulang kau sudah tidak sadar"


"Tidak mau tidak mau kau saja yang pulang aku masih ingin berjoget-joget ini rasanya aku seperti terbang dan pikiranku tenang sekali"


"Tak boleh harus pulang, kau sudah sangat parah, aku tak suka kau begini "

__ADS_1


Roger langsung memangku Ana dan membawannya kedalam mobil, setelah di mobil Ana tak bergerak dia memejamkan kedua bola matanya.


Lalu tiba tiba saja Ana membuka matanya dan menatap Roger, menilik nilik dan meraba wajah Roger " kau siapa, aku tak mengenalmu "


"Aku Roger apakah kau tiba tiba hilang ingatan"


"Tidak mungkin ini Rogee karena Roojer sedang bersenang-senang bersama pacar tercinta nya gak mungkin ini kau"


"Ini aku "


Ana lalu membaringkan kepalanya lagi, mendongak dan memejamkan kedua bola matanya, bibirnya terbuka sedikit, Roger yang melihatnya menjadi tergoda.


Tanpa Aba aba Roger langsung melahap bibir itu, tak ada penolakan sedikit pun dari Ana, malahan dia menikmatinya, dan membiarkan Roger memainkan bibirnya, mungkin karena efek minuman itu, kalau tidak mungkin Ana sudah menolaknya dan memarahi Roger.


**


Puja yang baru saja beres dari kamar mandi dia tak melihat pacarnya duduk di tempat yang tadi, tidak ada sama sekali kosong ke mana pacarnya, Puja yang ketakutan segera meneleponnya namun tidak dijawab sama sekali.


Puja yang binggung langsung keluar namun ditahan oleh pelayan disana "maaf anda harus membayar dulu nona "


"Tunggu sebentar aku harus mencari pacarku, tunggu aku disini "


"Tidak bisa anda harus membayar dulu "


"Ya aku pasti akan membayarnya tapi uangnya ada dipacarku, tas ku pun ada besamanya jadi tolong jangan halangi aku untuk menemui pacarku "


"Tidak bisa Nona "


"Puja kau kenapa"


"Cio tolong bayarkan dulu, aku tadi ke sini bersama Rojer tapi dia malah pergi begitu saja, aku tidak tahu dia ke mana. Apakah dia ke kamar mandi atau kemana aku sedang ingin mencarinya tapi dia tidak membolehkan ku, katanya harus bayar dulu"


Cio mengeluarkan uangnya dan memberikannya pada pelayan itu lalu menarik Puja duduk kembali "sudah kau tenang kalau dia memang ke kamar mandi dan tak berniat meninggalkan mu pasti dia akan kembali lagi kesini "


"Iya tapi aku takut "


"Tenang ada aku, kau tak usah takut, aku disini akan mengantarmu dan juga memberi pelajaran pada laki laki itu bila memang dia tak kembali lagi "


Puja hanya mengangguk saja dan Cio memberikan gelas yang tentunya sudah di isi oleh minuman beralkohol, mereka berdua menikmatinya dengan tenang.


Sekarang fikiran Puja tak tertuju pada Roger lagi, tapi bersenang senang bersama Cio. bahkan Puja membawa Cio ketengah tengah kerumunan dan berjoget disana, memeluk Cio dengan erat dan sesekali mencium leher Cio.


"Kau tahu aku sangat senang sekali aku menikmati semua ini sepertinya lebih senang bila hidup bersamamu dibandingkan dengan Roger "


"Benarkah kau fikir fikir dulu, jangan sampai kau menyesal nantinya tiba-tiba saja kau nanti berubah pikiran saat kau sudah sadar"


"Puaskan aku untuk malam ini Cio, aku sangat ingin di puaskan oleh mu ayo "


Cio tanpa fikiran panjang melahan bibir Puja dan Puja membalasnya dengan liar, rasannya sudah lama dirinya tak melakukan itu.


Cio langsung memangku Puja seperti bayi koala dan masuk kedalam kamar yang memang selalu dirinya pakain untuk bersenang senang, bersama perempuan perempuan nakal disini.


Mereka berdua tak memekirkan apa apa lagi, yang terpenting adalah saling memuaskan satu sama lain.


"Puja kenapa kau tak dari dulu seperti ini, rasannya kau sangat berbeda dan aku menyukainya "

__ADS_1


"Hemm aku pun suka dengan permainan mu, aku suka Cio lebih cepat lagi.


__ADS_2