Berbagi Suami

Berbagi Suami
Datangnnya anak kecil itu, siapa dia


__ADS_3

Abian yang baru saja pulang segera masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Cio dia sudah berpamitan dari tadi untuk segera pulang ke rumahnya karena ini sudah jam 02.00 dini hari, saat dirinya membuka pintu sang Ibu masih terjaga dan menatapnya dengan sangat khawatir.


"Abi kamu ke mana aja kenapa Mami telepon kamu gak angkat-angkat. Mami khawatir banget dan kata Ana kamu udah pulang tadi Mami coba hubungi Anna dan dia mengatakan itu. Mami gak bisa tidur kalau kamu belum pulang"


Abian segera mendekati Ibunya dan membawanya untuk segera duduk dan menundukkan kepalanya " Abian masih tidak percaya kalau Abian sudah mempunyai anak dan malah ditinggalkan secepat ini, seharusnya dia bisa hidup dan ada bersama Abian dan Inara tapi gara-gara Livia dia pergi ninggalin kita berdua mih "


ibunya Abian segera mengusap kepala sang anak "kamu harus Ridho ini sudah kehendak gusti Allah, kamu tidak bisa mengkehendaki apa yang sudah ditakdirkan oleh gusti Allah kamu harus Ridho dengan apa yang telah gusti Allah lakukan. Jangan menyalahkan orang lain ini sudah takdir anakmu untuk tak bisa hidup dengan kalian berdua, tapi kalian harus selalu doakan dia supaya dia selalu bahagia di sana, dia pasti akan menunggu kalian di sana"


Abian hanya mengangguk saja dan mengusap air matanya lalu berpelukan dengan sang ibu mencurahkan semua kesedihannya hari ini dan seterusnya.


***


Sedangkan Inara dia yang sedang tertidur berpimpi ada disebuah taman bunga yang lebat dan banyak sekali bunga bungan yang sudah bermekaran.


Inara berjalan, mengitari bunga bunga itu sambil tersenyum senang, namun didepannya ada seorang anak kecil, laki laki dan wajahnya sangat mirip dengan Abian.


Inara yang penarasan segera menghampirinya dan berjongkok didepan anak itu "hai kau tampam sekali, kau disini bersama siapa "


"Aku disini sendirian dan sekarang ibu ku datang "


"Mana sayang aku tak melihat siapa siapa lagi "

__ADS_1


Anak itu menunjuk dada Inara dan tersenyum "kau adalah ibuku, aku Senang bisa bertemu dengan ibu. Bagaimana apakah tempat ini sangat indah Bu"


Inara yang masih binggung tak bisa menjawab apa apa, dia hanya diam saja dan tak tau harus berbicara apa namun ada satu yang ingin dirinya tanyakan.


"Aku ibumu tapi aku belum mempunyai anak .Apakah ibumu bermuka mirip sepertiku"


"Tidak kau memang ibuku. Kau adalah Ibuku tak ada lagi selain dirimu .Kau ibuku dan selamanya akan menjadi ibuku, mungkin aku tidak ada bersamamu di duniamu namun aku akan selalu menunggumu di sini Ibu"


Inara masih saja binggung tak bisa menjawab kembali, masih mencerna apa yang anak ini katakan.


"Suatu saat kau akan tahu dan mengerti kenapa aku berbicara seperti ini, yang terpenting kau sudah tahu aku adalah anakmu dan kau adalah ibuku. Aku sangat mencintaimu Ibu"


Anak kecil itu mencium kening Inara, sampai sampai Inara meneteskan air matanya, saat anak kecil itu akan pergi, Inara segera memegang tangan anak kecil itu memeluknya dan mencium keningnnya, mamun perlahan lahan anak itu menghilang dan Inara hanya memeluk angin saja..


"Kenapa Nara ada apa, kenapa kau tiba tiba saja bangun dengan keringat yang membanjiri mu "


"Aku bermimpi ada seorang anak kecil yang menghampiriku dan dia berkata kalau aku ibunya. Dia memiliki wajah seperti Abian mereka seperti kembar tapi aku tidak tahu itu siapa"


Ana yang akan meneteskan air matanya segera berpura pura kelilipan " mungkin itu hanya bunga Tidur saja, mungkin kau ingin cepat-cepat menikah dengan Abian dan mempunyai anak makanya kau bermimpi seperti itu, makanya kalau tidur itu berdoa dulu jangan main tidur-tidur aja kan jadinya mimpi kayak gini"


"Tapi rasanya itu seperti nyata Ana, aku bisa memeluknya aku bisa menyentuhnya dan dia bisa berbicara padaku itu seperti bukan mimpi Ana, aku bertemu dengannya di sebuah taman bunga yang cantik sekali. Awalnya aku kira dia sedang tersesat mencari ibunya tapi dia menunjuk diriku kalau aku ibunya"

__ADS_1


Ana tersenyum, lalu bangkit "aku kekamar mandi dulu, " Ana segera masuk kedalam kamar mandi dan menutupnya cukup keras.


Sampai sampai Inara kaget, Inara langsung membuka ponselnya dan melihat waktu yang menunjukan pukul 02:00 "Sekarang Abian sedang apa ya, kenapa dia tak ada disinu menungguiku, tadi dia ada namun saat aku bangun tak ada "


Inara segera berbaring lagi namun kedua bola matanya belum tertutup dirinya masih memikirkan tentang anak kecil itu, anak kecil yang datang pada mimpinya, sangat tampan seperti sang kekasih.


**


Sedangkan Ana yang ada dikamar mandi segera menyakan keran lalu menangis, dirinya tak tega dengan keadaan sang adik, apa lagi sekarang dirinya menyembunyikan rahasia yang sangat besar dari Inara.


"Maafkan aku Ara bukannya aku tidak mau memberitahumu tapi ini demi kebaikanmu demi kesehatanmu, setelah kau benar-benar pulih aku akan memberitahu semuanya memberitahu kalau kau mempunyai seorang anak namun dia tidak selamat gara-gara kecelakaan itu"


"Aku berjanji akan menangkap perempuan itu dan memberikan pembalasan yang sangat keji untuk dia, aku tidak akan pernah melepaskan dia, dia akan tetap ada dalam penjara nantinya seumur hidup bahkan jika perlu aku ingin dia dihukum mati saja, aku tidak akan membiarkan dia keluar dengan tebusan apapun dan oleh siapapun itu "


Ana segera membasuh wajahnya dan menyiapkan dirinya untuk menghadapi sang adik, saat dirinya keluar sang adik sudah tertidur kembali.


Ana segera menghampirinya dan mengusap kepala sang adik " suatu saat kau akan tahu siapa Anak kecil itu namun sekarang kau tidak boleh tahu, kau akan tahu sendiri siapa yang datang ke dalam mimpimu itu"


"Kau pasti akan senang dan akan sedih pula namun kesedihanmu akan terbalaskan dengan Livia yang pastinya akan tertangkap oleh ku dan aku tidak akan pernah melepaskannya aku berjanji itu padamu "


Ana segera beralih kesofa yang ada di pojok dan diam disana, dan tanpa Livia sadari sang adik tidak tertidur dia masih bangun, dia mendengar semua kata kata itu.

__ADS_1


Apa maksud dari perkataan Ana, sepertinya mereka telah menyembunyikan sesuatu dari ku, aku harus mengungkap apa yang terjadi dengan ku sebenarnya setelah tertusuk itu, apa ada sesuatu lagi yang terjadi setelah itu, aku harus mengetahuinya, aku harus tau semuanya.


Aku yakin ada hal penting dan hatiku mengatakan benar ada yang sedang mereka sembunyikan dari ku, hal yang besar sampai sampai aku tak boleh tau.


__ADS_2