Berbagi Suami

Berbagi Suami
Babak belur


__ADS_3

"Kamu kenapa Nara, kok ini memar-memar kaya gini, apa bos yang lakuin ini. Biar aku hajar tu laki-laki " ucap Rani dengan marah.


"Tidak Rani bukan dia bukan "


"Lalu siapa, apakah suami mu atau siapa "


"Tidak aku jatuh Rani "


"Gak mungkin jatuh, ayo keruangan kita dulu ceritakan padaku. Aku akan bantu kamu ayo cepat Nara "


Segera Rani memapah Nara untuk pergi keruangannya sambil menutupi wajah Nara. Takut ada yang melihat Nara kasihankan, dan nanti malah jadi omongan yang lain.


"Kamu duduk ya ayo ceritakan sama aku semuanya aku bantu kamu "


"Iya ini perlakuan suamiku Rani, dia itu kasar. Apakah kau bisa membantuku untuk bercerai dengannya. Aku sudah muak dan tak mau harus di injek-injek seperti ini terus "


"Boleh ceritakan semuanya Nara, agar lebih gampang saja. Aku akan membantu mu. Aku mempunyai kenalan pengacara. Nanti kita temui dia dan kita urus semuanya ya tenang saja. Aku akan selalu ada disisimu "


"Baiklah, Adam dia berubah saat menikah lagi dengan istri barunya. Bahkan dulu saat kami menikah orang tunya tak merestui kami dan membiarkan Adam menikah lagi. Lalu dia menjadi kasar padaku Rani "


"Baiklah sekarang kita harus mengumpulkan buktinya dahulu, aku akan foto kamu ya untuk bukti nanti di pengadilan biar tak dipersulit. Lalu apa kamu mempunyai bukti lainnya "


"Emm tidak Rani, tapi aku tau siapa yang mempunyai bukti tentang semua ini. Aku akan mencoba untuk memintanya "

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Nanti setelah semuanya Ada kita datangin kekantornya. Tenang biar aku yang izin pada bos. Aku tak menyangka wanita secantik kamu di selingkuhi seperti ini bahkan sampai menikah "


"Ya mungkin sudah takdir ku Rani. Terimakasih Rani, aku sudah tak mau diperlakukan semena-mena seperti ini. Aku ingin cerai tak apa aku tak mendapatkan apa-apa yang penting aku bisa bercerai dengan dia saja itu sudah cukup "


"Tapi untuk biayanya bagaimana Rani "lanjut Nara.


"Tenang kamu gak usah fikirin itu, aku akan bantu semuanya. Yang terpenting kamu terlepas dari laki-laki bajingan itu"


"Padahal kamu baru mengenalku tapi kamu sudah baik sama aku "


"Kan kamu udah aku anggap seperti sodaraku sendiri jadi kamu gak usah sungkan lagi ya sama aku. Pokoknya aku akan selalu ada untuk kamu "


Inara yang terharu segera memeluk Rani. Sungguh beruntung dirinya bertemu dengan Rani orang baik yang mau membantunya dengan percuma seperti ini.


**


Adam sekarang sedang diperjalanan pulang selepas mengantar Shinta pulang. Dari kejauhan Adam sudah melihat preman-preman berbadan kekar namun dia tak menghiraukannya sama sekali.


Namun tiba-tiba salah satu preman menghadang mobil Adam, "keluar kau, keluar " ucap preman itu sambil menggedor kaca mobil Adam.


Adam yang binggung engan keluar hanya diam didalam mobil, namun datang teman preman itu dan menggedor kaca depan mobil Adam.


"Keluar kau jika tak keluar akan aku hancurkan kaca mobilmu "

__ADS_1


Adam yang tak mau mobilnya dihancurkan segera keluar "ada apa ini, aku tak punya masalah dengan kalian "


"Sini kau" tarik preman yang pertama.


Lalu memegang kerah Adam sampai wajah mereka berdua berhadapan. Bahkan sekarang preman-preman itu sudah ada 4 orang.


Mereka semua mengepung Adam. Lalu preman yang kedua langsung meninju perut Adam. Segera preman-preman yang lain menghajarnya juga. Namun tidak dengan salah satu preman yang pertama kali memberhentikan Adam.


Dia memfidio dan memfotonya untuk bukti pada bosnya. Kalau mereka sudah menghajar orang itu.


"Sudah,sudah ayo kita pergi " ucap preman pertama saat sudah melihat Adam yang sudah tak berdaya.


Mereka semua segera mengedarai motornya pergi meninggalkan Adam sendirian.


Adam yang sudah lemah berusaha untuk segera masuk kedalam mobilnya dengan tertatih-tatih memegang pingiran mobilnya masuk dan menyenderkan tubuhnya.


Saat melihat barang-barangnya semuanya utuh tak ada yang hilang satu pun, lalu apa maunya preman-preman itu. Dirinya tak pernah membuat masalah dengan orang mana pun.


Adam segera mengaca dan benar wajahnya babak belur, belum lagi tubuhnya sama sakit. Terutama perutnya.


"Siapa sebenarnya mereka itu, berani sekali menghajarku " tanya Adam pada dirinya sendiri.


Setelah sedikit kuat Adam segera mengendari mobilnya dengan pelan-pelan saja takut nanti terjadi apa-apa jaga-jaga sajakan.

__ADS_1


__ADS_2