Berbagi Suami

Berbagi Suami
Kenapa begitu jutek


__ADS_3

Ana yang hanya diam dirumah hanya diam saja tak tau harus melakukan apa, ternyata adiknya pergi dan sudah menikah rumahnya begitu sangat sepibiasanya selalu ada tawa adiknya dan dirinya namun sekarang tidak ada, mungkin dirinya akan kesepian lagi dan kata adiknya juga benar harusnya dirinya menikah.


"Kakak kenapa kakak melamun "


Ana melihat kearah anak laki laki itu "Sean kau ada di sini bukannya kau sedang belajar ya besok kan kau akan ada ulangan"


"Aku sudah belajar kakak, dan aku ingin bertemu dengan kakak, sudah lama aku tidak bertemu dengan kakak, sepertinya kakak sedang kesepian, apakah kau kamu menginap di rumahku bersama ayah"


"Bagaimana ya tapi Kakak sangat banyak pekerjaan bukannya kakak menolak. Tapi kakak tidak mau nanti malah mengganggumu dengan kakak yang terus saja bekerja"


"Benarkah kakak, kenapa tidak ada hari selain bekerja, apakah kakak tak bisa menghabiskan waktu kakak dengan ayah dan aku, kenapa tidak ayah saja yang bekerja kakak kan sudah berpacaran dengan ayah seperti dulu tante Puja dia sama sekali tidak bekerja tapi ayah memberi uang padanya"


"Begini ya sayang kakak itu belum resmi menjadi istrinya ayahmu , jadi kakak belum berhak mendapatkan uang ayahmu. Jadi kakak harus bekerja sendiri kakak tidak mungkin meminta pada ayahmu. Sedangkan kakak masih mampu untuk bekerja jadi sebelum kakak menjadi istri ayahmu kakak tidak akan mau meminta uang padanya"


"Lalu kenapa Tante Puja bisa begitu dia selalu meminta uang pada ayah apa-apa kalau membeli sesuatu pasti minta sama ayah, mau beli skin care juga minta ayah, mau beli baju juga minta ayah, mau beli makan juga minta Ayah, terus Kakak kenapa nggak boleh Kakak kan juga sama kayak tante Puja sekarang pacarnya Ayah, berarti Kakak juga bisa minta kayak gitu dong dulu aja Tante Puja nggak pernah tuh pergi-pergi buat kerja tapi dia tuh perginya tuh shopping shopping aja"


"Gini ya sayang yang cerewet nanti suatu saat setelah kamu besar, kamu pasti akan tahu apa yang kakak sebutkan kakak tidak mau menjelaskan semuanya karena nantinya kakak tidak mau kamu salah tanggap tentang tante Puja, jadi suatu saat kamu juga akan mengerti sendiri apa yang kakak katakan"


"Baiklah tapi aku tuh ingin sekali tahu sekarang kenapa harus menunggu aku nanti besar, itu pasti akan lama sekali aku saja sekarang masih kecil masih sekolah dasar. Kapan aku besar Kakak masih lama masih beberapa tahun lagi. Kenapa tidak sekarang saja aku penasaran sekali"


"Tidak bisa sayangku lebih baik seperti ini saja, kau tanya pada ayahmu biar dia yang jawab biar ayahmu yang menjelaskan semuanya, pasti dia bisa menjelaskannya ayo akan aku antar pada ayahmu"


Ana segera mengandeng tangannya dan keluar dari dalam rumah, ternyata Roger sudah ada disana sambil memegang kembang api.


"Ayo Ana pegang "


Ana segera mengambilnya "kemana main kembang api ini kan bukan taun baru "


"Tak apa, aku dan Sean ingin sekali bermain kembang api bersama mu juga "


Ana mengangguk saja dan menatap kearah depan, Sean langsung mendekati ayahnya " Ayah aku ingin bertanya"


"Kau ingin bertanya apa Sean apa yang kau ingin tanyakan, kalau Ayah bisa menjawabnya ayah akan menjawabnya tapi kalau tidak bisa Ayah tidak akan menjawabnya"


"Baiklah aku ingin bertanya tadi aku sih sudah bertanya pada Kakak tapi kakak suruh bertanya pada Ayah , katanya begini kenapa kakak harus bekerja terus sedangkan dia sudah berpacaran dengan ayah, sedangkan dulu tante Puja saat berpacaran dengan ayah dia tidak pernah bekerja dia hanya jalan-jalan saja kenapa ya, kenapa kakak tidak seperti tante Puja apakah ayah tidak mencintai kakak seperti pada tante Puja begitu"


Roger segera melihat kearah Ana namun Ana langsung melihat kearah lain dan malah menyalakan kembali kembang api.


"Begini karena tante Puji tidak bekerja makanya ayah memberikan dia uang tapi kan Kakak Ana dia bekerja dan punya usaha sendiri, adi Kakak Ana itu perempuan mandiri dia tidak mau diberi uang oleh laki-laki sebelum dia menikah dengan laki-laki itu seperti itu, kalau tante Puja kan tidak bekerja lalu dia akan diberi sama siapa Ayah yang memberinya karena orang tua tante Puja sudah menitipkannya pada Ayah, jadi Ayah harus memenuhi semua kebutuhannya begitu apakah kamu mengerti"


"Tapi mengapa begitu kenapa Tante Puja tidak bekerja saja seperti kakak Ana. Kakak Ana juga sama kan perempuan dia juga mampu kan bekerja tapi kenapa Tante Puja tidak mampu untuk bekerja. Kenapa harus tergantung pada ayah dia kan sudah besar seharusnya dia bisa bekerja kan ayah, seperti ayah bekerja Kakak Ana bekerja Kakak Ara pun sama dia bekerja kan waktu sebelum menikah"


Roger mengaruk kepalanya anaknya ini kenapa begitu cerewet kenapa dia terus saja bertanya "Emm bagaimana ya, lebih baik kita main kembang Api saya ya "

__ADS_1


"Aku ingin tahu jawabannya ayah sebelum Ayah menjawab. Aku tidak mau bermain, aku ingin tau dulu jawabannya aayh ayo jawab "


Ana langsung berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Sean " lebih baik kita main saja kalau kau terus bertanya seperti ini kau tidak akan main kembang api, kau itu masih kecil jadi kau tidak boleh tahu jawabannya apa, nanti juga suatu saat kau akan tahu apa jawabannya kakak sudah bilang kan suatu saat kau akan tahu tidak harus tahu sekarang juga "


Sean akhirnya mengganggukan kepalanya dan mengambil kembang api lalu memainkannya bersama Roger dan juga Ana.


Mereka bersenang-senang bertiga mereka seperti keluarga kecil saja dan Ana pun menikmatinya dengan senang, baru pertama kali dirinya bermain kembang api.


Karena saat dirinya kecil tak pernah dirinya memainkan ini saat tahun baru hanya bisa melihat dari atas balkon dan mengagumi kembang api saja.


Tak pernah dirinya bermain karena ayah dan ibunya tidak pernah mengajaknya untuk bermain itu ,apa lagi sekedar melihat bersama-sama itu pun tidak pernah.


Dirinya kecil sangat menderita dengan kehidupannya, memang semuanya tercukupi tapi kasih sayang tidak sama sekali.


Tak ada sedikitpun kasih sayang yang diberikan orang tuanya untuknya, mereka hanya sibuk dengan pekerjaannya dan pekerjaannya saja.


Tak pernah menghiraukan dirinya seorang anak kecil yang kesepian dan hanya Jack yang selalu menemaninya meskipun Jack selalu menemani tetap saja dirinya merasa kesepian, ingin kedua orang tuanya bisa menemaninya juga.


**


Tiba-tiba terdengar suara alarm Abian langsung terbangun dan melihat jam tangannya ini sudah jam 05.00 subuh, dirinya akan memancing agar nanti pagi-pagi ikannya sudah ada dan istrinya bisa memasak.


Abian menyelimuti istrinya sampai ke bahunya, mencium keningnya "Aku tidak akan lama Sayang aku akan memancing untuk nanti kita makan, kau jangan menjerit lagi aku sudah memasangkan lampu banyak untukmu"


Abian langsung pergi kearah pancingannya dan mengambilnya lalu memakai jaket, saat dirinya membuka pintu ternyata masih sangat gelap sekali, padahal sudah jam lima subuh.


Abian segera masuk kembali dan mengunci pintunya lalu menyimpan peralatan memancingnya dan membuka kembali jaket dan celana panjangnya. lalu kembali berbaring di samping istrinya.


"Sayang kenapa aku begitu takut memancing sendirian subuh subuh seperti ini padahal menjelang pagi tapi aku malah takut "


Abian kembali memeluk istrinya dan mencoba untuk tidur kembali, semoga saja dirinya bisa tertidur kembali kan.


**


Abian terbangun tapi di sampingnya sudah tidak ada istrinya dengan cepat Abian segera bangkit dan mencari keberadaan istrinya"Sayang kamu di mana jangan main-main ya sekarang kamu ya mau balas dendam gara-gara kemarin ya. Kamu di mana sayangku, dimana kamu "


Abian terus saja berjalan dan ternyata istrinya sedang ada di dapur dengan semangat Abian segera memeluk istrinya dari belakang, Inara langsung membalikan badannya dan tersenyum pada Abian "aku tidak kemana-mana aku sedang membuatkan sarapan. Memangnya kau tidak mau makan gitu"


"Mau dong sayang "


Setelah mencium bibir istrinya Abian melepaskan pelukannya mengambil kopi yang sudah istrinya buatkan dan menyuruputnya dengan perlahan.


"Manis sayang, seperti dirimu "

__ADS_1


"Gombal kau mas "


Inara mengambil rotinya dan segera menyajikan nya di meja makan " maafkan aku ya hanya bisa menyajikan ini saja karena memang kita kemarin tidak membawa apa-apa kemari dan membawa roti saja. Sepertinya kita harus berbelanja Bi, tapi belanja ke mana di sini susah banget kita kan ini di daerah terpencil yang hanya Villa ini aja sendiri yang di hutan ini terus kita belanja ke mana"


"Tidak apa-apa sayang nanti kita coba cari ya di sini supermarket terdekat tapi sepertinya aku melihat ada seperti grosir gitu di depan sana nanti kita berjalan ke sana ya . Sambil mengelilingi tempat ini. Siapa tahu kita dapat kenalan di sini dan bisa berbincang-bincang gitu"


"Baiklah Bi nanti setelah kita sarapan kita pergi ya karena kita juga butuh bahan makanan, tidak mungkin memancing ikan terus, mau setiap hari makan ikan gitu, kita juga di sini cukup lama jadi kita harus berbelanja kebutuhan rumah tangga"


"Iya sayang nanti kita belanja sudah ayo makan dulu sarapannya "


Inara hanya menganggukan kepalanya saja dan memakan roti panganggangnya, dirinya tak memikirkan kembali tentang semalam yang tiba tiba saja mati lampu.


Sekarang sudah tak takut dan hanya was was saja itu aja sih, semoga saja tak terjadi apa apa ya, semoga saja baik baik saja semuanya .


**


Abian dan juga Inara yang sudah sarapan segera berjalan ke arah tempat yang aAbian katakan tadi , tadinya mau memakai mobil tapi rasanya lebih baik berjalan kaki saja agar lebih tahu sekeliling tempat ini, dan juga sambil olahraga saja.


"Kenapa sih Bi kamu pilih tempat sepi kayak gini, kenapa kita nggak liburan di tempat yang rame gitu banyak orang kan kalau ada apa-apa kita bisa minta bantuan sama mereka, kalau sepi kayak gini kita mau minta bantuan sama siapa coba"


"Aku kan pengen habisin waktu berdua sama kamu dan nggak mau ada yang ganggu makanya aku sewa villa ini dan tempatnya juga enak-enak aja ,apa lagi ada danau kita bisa mancing kita bisa main perahu dan yang lain-lain, emangnya jenapa sih sayang harus banyak orang banget, kamu tenang aja pasti nggak akan terjadi apa-apa di sini, pasti baik-baik aja kok, kamu hanya perlu tenang saja "


"Ya takutnya gitu ada sesuatu kan ini benar-benar cuman kita berdua aja nih yang di sini kan ya, aku takutnya tuh ada orang jahat kesasar atau orang kabur gitu dari kantor polisi dan lari ke sini , lalu kita enggak tahu karena kita terlalu sibuk menghabiskan waktu berdua Bi "


"Pikiran kamu tuh kejauhan sayang semua itu tidak akan terjadi, itu enggak akan ada yang kabur dari kantor polisi penjahat yang kabur nggak akan ada pokoknya kamu tenang saja denganku . Kau akan baik-baik saja"


"Baiklah aku percaya padamu aku bersamamu, aku pasti akan baik-baik saja kau bisa menjaga aku dengan baik kan jadi aku percaya deh sama kamu , aku hanya percaya sama kamu aja Bi "


"Gitu dong kamu harus percaya sama aku bukannya kayak gitu takut pokoknya semuanya akan baik baik saja syaang, aku akan menjamin semua itu"


Mereka akhirnya sampai juga di tempat yang Abian katakan, mereka langsung masuk ke dalam namun penjaganya begitu tak ramah saat mereka masuk dia tidak menyapa atau ya sekedar tersenyum saja tidak.


Dia hanya diam saja dan melihat Abian dan Inara dengan mata yang sinis, Abian dan Inara segera membeli barang-barang yang memang mereka butuhkan sekalian banyak dari pada di nanti-nanti akan balik lagi ke sini kan capek.


Saat ke kasir pun orang itu tidak sama sekali berbicara, setelah menyebutkan berapa totalnya langsung tak berkata apa-apa lagi.


Abian dan Inara menjadi aneh ada apa dengan tempat ini. Kenapa dia begitu jutek memangnya ada apa dengan mereka berdua setelah keluar Inara segera menoel suaminya .


"Kok kayak gini ya di sini Bi pada jutek orangnya dia enggak ramah banget, kayaknya kita harus cepet-cepat pulang deh kita di sini satu minggu aja ya, jangan lama lama Bi aku takut"


"Kenapa harus satu minggu kita kan udah jadwalkan di sini mau 1 bulan penuh loh, kok tiba-tiba jadi satu minggu sih"


"Aku pengen satu minggu aja porasat aku nggak enak banget. Aku takutnya terjadi apa-apa Bi, aku tahu kamu bisa jaga aku tapi lebih baik kita ke kota aja pulang lebih baik banyak orang dari pada terpencil kayak gini ,dan hanya kita berdua aja "

__ADS_1


"Ya udah deh kalau kamu maunya kayak gitu satu minggu kita di sini dan kita langsung pulang, aku akan menuruti kemauan mu sayang "


Inara tesenyum saja dan kembali berjalan.


__ADS_2