Berbagi Suami

Berbagi Suami
Memastikan


__ADS_3

"Ana "


"Kenapa Roger, ada apa kau tiba tiba masuk kedalam ruang kerjaku "


"Sepertinya aku akan pindah rumah ke sini, apakah boleh nanti kita bertetangga supaya Sean juga lebih dekat denganmu dan kita tidak jauh kembali'


"Apakah kau yakin bukannya kau akan tinggal di rumah tengah-tengah laut itu dan menghabiskan waktumu di sana. Lalu kenapa sekarang kau berubah pikiran dan ingin tinggal di sebelah rumahku. Apakah kau tadi kejedot"


"Tidak, tidak sama sekali kejedot ataupun kenapa-napa aku hanya ingin saja pindah ke sini sepertinya lebih enak tinggal di sini"


"Ya itu terserah kau. Kau yang punya uang dan kau yang akan membelinya bukan aku jadi kau tak usah berbicara padaku akan pindah rumah ke sini ataupun tidak, karena aku sama sekali tak peduli kau akan tinggal di manapun itu"


"Kenapa kau begitu kasar padahal aku ingin dihibur olehmu aku sedang galau"


" Kau laki-laki tua galau. Emangnya ada apa, apa ada yang terjadi pada Puja dan teman lamanya itu sampai kau menjadi galau dan ingin pindah rumah ke sini "


"Mungkin saja, apakah kau percaya kalau Puja selingkuh dari ku, apakah aku perlu bertemu dengan teman lamanya seperti yang aku pernah ucapkan pada Puja, apakah aku harus melaksanakannya"


"Terserah "


"Aku meminta saran pada mu Ana "


"Ya sudah agar kau yakin kalau Puja itu tidak selingkuh kau temui saja teman lamanya itu, siapa tahu kau hanya menebak-nebak saja agar hatimu lebih tenang kau bertemulah dengan dia"


"Baiklah aku akan bertemu saja dengan dia. Aku ingin memastikan apakah benar bekas di leher Puja itu memang ulah laki-laki lain atau teman dekatnya itu. Aku tidak tahu kan temannya itu perempuan atau laki-laki"


Ana langsung memberhentikan pekerjaannya dan menatap Roger " Jadi selama ini kau tak tahu siapa teman Puja laki-laki atau perempuan kau tidak tahu, pacar macam apa kau ini tidak tahu teman masa kecil pacarmu sendiri, seharusnya kau itu menjadi pacar yang baik selidiki dulu siapa teman masa kecilnya Puja, jangan tiba-tiba saja kau membebaskan dia untuk pergi dengan siapa saja, mungkin rasa cintamu tidak sebesar saat kau mencintai istrimu dulu, tapi sekarang dia yang ada di sampingmu seharusnya kau melakukan apa yang dulu pernah kau lakukan pada istrimu"


"Iya aku yang salah seharusnya aku tidak melakukan itu tapi mau bagaimana lagi. Apakah sekarang waktunya tidak telat untuk aku menyelidiki semuanya"


"Semuanya tidak telat kau hanya perlu mencari tahu dan mencari kebenaran mereka sebenarnya ada hubungan apa"


"Baiklah aku akan mengajak Puja pergi untuk menemui teman kecilnya itu, terimakasih sarannya "


Setelah Roger pergi Ana menghembuskan nafasnya " Maafkan aku Roger tidak mengatakan yang sesungguhnya, aku ingin kau melihatnya langsung dan tidak tahu dari ku, aku tidak mau kau malah menjadi salah sangka dan malah mengatai aku pembohong jadi lebih baik kau buktikan saja sendiri bagaimana pacarmu itu di sini bermain-main api dengan mu, "


**


Roger sudah ada dikamar lagi memeluk Puja yang sedang memaikan ponselnya. "ada apa dengan mu Roger bukannya kau sudah mengataiku pelacur dan perempuan murahan lalu apa kau tiba tiba saja begini "


"Maafkan aku, aku tadi sedikit marah padamu, ayo kita bertemu dengan teman lama mu, aku ingin menemuinya bagaimana apakah kau siap"


"Apakah harus sekarang "


"Tentu aku ingin mengenalnya dan ingin tahu, kalian sedekat apa sih, aku juga ingin berteman dengannya bagaimana apakah kau mau "


"Baiklah aku akan menelpon dia dulu .Tapi kau jangan marah jika tiba-tiba dia datang"


"Baiklah aku tak akan marah, ayo sekarang bersiap lah "


"Baiklah "


Puja segera masuk kedalam kamar mandi sambil membawa ponselnya dia akan mengirim pesan pada Cio.


Cio.


Cio apakah kau bisa sekaranhmg bertemu dengan ku dan Roger, katanya dia ingin bertemu dengan mu dan mengenalmu juga bagaimana apakah kau bisa


Puja menunggu balasan dari Cio tapi tiba tiba Cio malah menelfonya. "kenapa kau malah menelfonku "


"Jadi pacarmu itu ingin menemuiku apakah aku harus mengatakan semuanya kepada dia kalau kita sudah selingkuh"

__ADS_1


"Apakah kau sudah gila Cio, kau ingin menghancurkan hidupku dia saja sudah curiga karena kau sudah membuat tanda di Leherku, aku sudah bilang kan jangan sampai ada bekasnya kenapa kau malah meninggalkan di dekat yang paling terlihat olehnya. Pokoknya kau hanya perlu mengatakan kalau kau teman kecilku itu saja, tidak usah membahas tentang perselingkuhan kita di depannya kau ini sungguh menyebalkan"


"Baiklah baiklah sayang aku akan mengatakan apa yang kau suruh jadi kapan kita akan bertemu jam berapa dan di restoran mana"


"Kita bertemu sebentar lagi jam 07.00 malam saja di restoran yang pernah kita datangi jangan telat kau datang ke sana"


"Baiklah baiklah sayang aku akan kesana dan tepat waktu datang jam 07.00 ke sana tunggu aku ya sayang"


Puja langsung mematikan ponselnya dan langsung membuka pakainnya untuk segera membersihkan badannya.


Saat dia menghadap kecermin, sangat banyak bercak merah tanda tanda yang ditinggalkan Cio "sialan kau Cio, apakah kau ingin menjebak ku, sampai sampai kau melakukan ini, sungguh kau menyebalkan sekali Cio, aku akan memarahimu nanti awas saja "


**


Inara dna juga Abian yang sudah lelah berjalan jalan akhirnya sekarang mereka pulang, menuju rumah Inara tentunnya "apakah kau senang sayang, hari ini kita sudah menghabiskan waktu hampir 24 jam "


"Aku senang Bi tapi aku tidak senang kalau tiba-tiba ada Livia yang datang mengganggu kita, kapan sih dia akan sadar dan tidak mengganggu hubungan kita ini, apakah dia tidak lelah melakukan itu terus-menerus, aku saja yang melihatnya sangat lelah apalagi sekarang kalian kan melakukan kerjasama akan makin banyak kan waktu kalian berdua di kantor,"


"Aku pun tidak tahu sampai kapan dia akan berhenti, ditambah lagi sekarang dengan Adam yang sudah keluar dari kantor polisi kita harus menguatkan hati kita supaya kuat dengan godaan mereka berdua. Aku tidak akan mungkin tergoda oleh Livia tapi kau juga jangan sampai tergoda dengan rayuan yang diberikan oleh Adam dia adalah laki-laki licik sama seperti Livia"


"Aku tidak akan pernah tergoda lagi oleh laki-laki itu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah karena aku sudah merasakan bagaimana hidup dengan dia dan aku sudah tahu sifat sikap dia seperti apa, jadi aku tidak akan mungkin mau bersama dia kembali dan mengulang kembali kesalahan yang dulu pernah aku lakukan tidak akan"


"Iya sayang aku percaya denganmu kita berjuang sama-sama ya supaya kita tidak tergoda oleh dua makhluk itu0 kita harus bisa mempertahankan hubungan kita sampai menikah dan jangan sampai kita melakukan kesalahan. Karena godaan mereka berdua"


"Iya Bi "


Inara menyandarkan kepalanya di bahu Bian yang sedang menyetir. Entahlah dia tak tahu apa yang Adam lakukan bersama Livia untuk memisahkan dirinya dan juga Abian, tapi semoga saja nanti mereka berdua bisa menghadapinya dan bisa menggagalkan semua rencana yang mereka punya meskipun akan sulit karena dua orang licik bersatu.


Inara hanya bisa pasrah dan hanya bisa berjuang nanti yang menentukannya hanyalah Allah, semoga saja dirinya dan Abian bahagia dan Livia serta Adam bisa sadar tidak melakukan itu kembali pada hubungan mereka tidak mencoba untuk memisahkan mereka berdua lagi.


"Sayang kenapa apakah kau lelah apakah kau sakit "


"Tidak aku tidak sakit .Aku hanya ingin bersandar di bahumu rasanya menyenangkan dan sangat empuk "


"Ya begitulah Abi rasanya aku ingin cepat-cepat tidur"


"Baiklah kau tidur saja nanti aku akan membawamu ke tempat tidurm, pasti aku akan memindahkanmu tanpa membangunkan mu sedikit pun "


Inara menganggukan kepalanya dan memejamkan kedua bola matanya, Abian menatap sekilas lalu kembali kembali fokus menyetir.


Memilikimu adalah sebuah anugerah dan dicintaimu adalah sebuah kebahagiaan bagiku Inara dan aku bersyukur bisa bersamamu untuk hari ini dan untuk nanti selamanya. Aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk pergi dari hidupku.


Aku akan menjagamu Inara sampai aku tak mampu untuk menjagamu, namun dengan sekuat tenaga aku akan selalu ada untukmu dan aku tidak akan pernah percaya pada orang lain selain dirimu saja.


Saat ada seseorang yang akan menjatuhkan mu atau membuat kita berpisah aku akan selalu bersama-sama sampai kapanpun tak akan ada yang mampu memisahkan kita berdua,kita akan selalu bersama-sama sampai kapanpun, aku mencintai mu Inara.


Tak terasa mereka sudah sampai Abian keluar dengan perlahan dan langsung membuka pintu sebelah lalu megangkat Inara untuk masuk kedalam.


Dan mereka berpapasan dengan Roger dan Puja yang akan pergi, "kenapa Inara " tanya Roger


"Tidak dia baik baik saja dia tertidur "


"Baiklah kukira kenapa "


Puja langsung saja menarik tangan Roger untuk segera pergi, pacarnya ini terlalu banyak bicara dan akan membuat mereka telat saja untuk bertemu Cio.


Saat Abian akan masuk dia malah bertemu dengan Ana, kakak garangnya Inara "ada apa dengan adiku kenapa dia sampai di pangku oleh mu "


"Dia tertidur dia baik baik saja tenang saja "


"Baiklah segera kau baringkan dan pulang lah "

__ADS_1


Abian langsung membaringkan tubuh Inara, setelah Ana tadi membukakan pintu kamarnya , saat Abian akan mengecup kening Inara, bibirnya sudah ditahan oleh Ana.


"Sudahlah kau pulang jangan ada aksi cium kening segala, udah sana pulang pulang, jangan lebay, udah sana pulang udah malem kalain belum muhrim jadi gak boleh kamu cium cium kening Inara ayo sana "


"Galak banget dah, udah pamit pulang kakak ipar cerewet "


"Yaudah sana pulang aja gak ada yang larang "


Abian dengan kesal segera pergi keluar dari kamar Inara dengan wajah kesalnya "awas saja kau Ana saat aku sudah menikah aku pun akan melakukan itu.


**


Roger tak berbicara sedikit pun pada Puja, Puja langsung memukul tangan Roger.


"Aww ada apa dengan mu ini, tiba tiba saja memukul tanganku "


"Aku hanya ingin bertanya padamu, kenapa kau tak pernah melakukan apa yang Abian lakukan pada Inara, saat aku tertidur di dalam mobil kau tak pernah memang ku dan memindahkanku ke kamar kau malah membangunkanku dan membiarkan aku berjalan sendiri begitu saja "


"Aku bukan Abian kami berdua berbeda laki-laki itu tak sama semuanya, jadi kau harus memakluminya saja jika ingin mencari yang seperti Abian maka carilah , aku tidak akan keberatan sama sekali, tapi kau harus memutuskan hubunganmu denganku dulu baru kau boleh mencari seseorang yang sama dengan Abian, karena aku tidak mau diselingkuhi oleh siapapun itu termasuk dirimu .Aku sangat benci dengan perempuan yang selingkuh"


"Tapi kan dengan sikapmu yang dingin seperti ini bisa saja perempuan itu selingkuh, karena perempuan itu lebih suka laki-laki yang romantis perhatian dan selalu banyak kejutan tidak sepertimu yang dingin seperti itu"


"Jadi apakah kau selingkuh di belakangku, apakah kau ingin mengungkapkan kalau diri mu selingkuh"


"Tidak mungkin lah aku selingkuh darimu, kau ini kalau berbicara suka ada ada saja, meskipun kau cuek aku tidak mungkin melakukan itu aku setia pada satu laki-laki saja, dan aku memang sungguh-sungguh ingin bersamamu Jadi kau tak usah berpikiran ke sana ya"


"Baiklah aku akan mencoba untuk berpikir begitu, aku akan berpikir kalau kau memang tidak benar-benar selingkuh dengan teman masa kecilmu, karena aku curiga dengan tanda merahmu yang begitu pekat di lehermu, aku sampai sekarang masih tak habis pikir semut bisa menggigitmu sampai semerah itu dan sampai sekarang tak hilang-hilang"


" Apakah kau masih ingin mempermasalahkan itu kenapa sih itu terus itu terus. Apakah kau sudah mulai tak percaya denganku. Sudahlah kau buktikan saja nanti saat kami ada di sana dan kau lihat apakah dia perhatian padaku seperti seorang kekasih atau tidak kau lihat saja "


"Baiklah baiklah aku akan melihatnya "


"Serah "


**


"Pak saya harus apa nanti disini saat ada teman bapak itu "


"Kau berpura pura saja menjadi pacarku tenang saja tak usah tegang, kau hanya perlu rileks dan seperti biasa biasa saja ya "


"Apakah mereka tak akan curiga pak "


"Tentu tak akan, jadi kau tenang saja ya, aku akan membayar mu lebih nanti, gajihmu akan aku bayar 2 kali lipat kalau kau mengerjakan tugas ini dengan baik "


"Baiklah pak, saya akan berusaha dengan sebisa saya "


Cio mengangguk dan membenarkan rambut asistenya Nana, "kau harus terlihat cantik dan rapih, seperti ini cantik aku suka "


Nana yang malu menundukan kepalanya menyembunyikan mukannya yang sepertinya sudah seperti tomat karena diperlakukan seperti itu oleh bosnya.


"Angkat dagu mu Nana aku tak suka kau menunduk seperti itu "


Nana melakukannya dia menatap Cio, Cio mengusap pipi Nana yang tiba tiba saja memerah "apakah kau malu "


"Tidak pak, aku hanya emm_ "


"Cio "


Cio segera mendongakan kepalanya ternyata itu Puja dan juga Roger.


"Apakah kami tak menganggu kalian " ucap Roger.

__ADS_1


"Tentu tidak mari duduk, ayo kalian berdua duduk aku sudah memesan makanan, ayo silahkan duduk "


Mereka berdua segera duduk dan saling berhadapan.


__ADS_2