
Inara yang sudah siap dengan pakaian kantornya yang entah siapa yang menyiapkannya segera pergi kekamar Abian, untuk mengajaknya turun kebawah, Inara segera mengetuk pintunya tok tok tok "Bi kamu udah bangunkan "
Namun tak ada sahutan, Inara yang yakin kalau Abian belum bangun segera membuka pintu, namun sangat gelap sekali, saat Inara akan menyalakan lampu malah ada sesuatu yang menimpa dirinya, dan dia tangannya juga tak sengaja menyalakan lampu.
Ternyata yang menimpa badannya adalah Abian, mereka saling tatap, Abian hanya memakai handuk saja, Inara yang tersadar terlebih dahulu segera mendorong Abian dan berdiri membenarkan pakaiannya.
"Aku kira kau belum bangun, cepat ya Bi aku tunggu dibawah kita berangkat kerja "
Saat Inara akan menutup pintu Abian menahannya dan menarik tangan Inara untuk masuk kembali "apa Bi, aku tunggu diluar aja"
"Engga apa apa, kamu masuk aja, aku pakai pakaian didalam kamar mandi saja, kamu tunggu disini "
Akhirnya Inara menganggukan kepalanya sedangkan Abian masuk kedalam kamar mandi, Inara menelusi kamar itu, melihat lihat koleksi mobil mobilan Abian yang banyak dan tertata sangat rapih.
"Apakah kau mau sayang "
Inara yang kaget segera membalikan badannya dan melihat Abian sudah rapih "gak aku gak mau kok cuma lagi lihat-lihat aja koleksi mainan kamu ini, kamu beli emang dari kecil atau baru baru sekarang gitu "
"Emm itu aku dari kecil mamih suka beliin aku mainan, dan sampai sekarang aku malah menyukainnya dan melengkapi semuanya, kalau kamu ada yang suka ambil aja sayang "
"Engga ah, ayo kita berangkat Bi "
Mereka berdua segera turun kebawah dan berpapasan dengan sang mamih "ayo kalian sarapan dulu "
"Engga mih, Abi sama Inara mau langsung berangkat soalnya ada metting penting, gak apa apa yah "
"Ist padahal mamih udah masak "
__ADS_1
"Maaf mihh "
Abian langsung menarik tangan Inara "mih Nara pergi dulu "
"Iya hati hati sayang, awas kalau Abian macem macem timpuk aja pake tas "
Inara mengacungakan jempolnya dan Abian segera membukakan pintu dan membantu Inara masuk lalu melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah.
"Emang kita ada meeting ya Bi kok aku gak tahu sih"
"Hehehehe gak ada sayang aku cuman pengen berduaan aja sama kamu nanti kita sarapan di kantor ya "
"Ist kamu ini gimana sih, mamih udah masak lo gimana sih kamu ini, gak hargain mamih banget kita ini berduan bisa kapan aja kali, banyak waktu kita "
"Kata siapa waktu kita akan habis dengan pekerjaan dan sibuk dengan pekerjaan masing masing, mamih gak akan marah sayang "
"Maaf sayamg, aku cuman mau berduan sama kamu aja "
Inara tak menjawab dan melihat kearah luar saja, menyebalkan sekali pacarnya ini, sungguh menyebalkan rasannya pengen mengetok kepalanya saja.
**
Ana yang masih kefikiran tentang pertanyaan Sean segera keluar dari kamar dan mencoba untuk melupakannya dulu, namun saat Ana akan berbelok ke dapur malah berpapasan dengan Roger.
Ana berjalan kearah kanan Roger pun sama, Ana kekiri Roger sama "awas Roger aku mau lewat "
Roger langsung memberi jalan, namun baru juga Ana melangkah beberapa langkah Roger sudah berkata " kalau misalnya dulu aku belum punya Puja aku belum sama-sama Puja kamu mau nerima aku yang udah punya anak kayak gini"
__ADS_1
Ana menghembuskan nafas "itu semua tak akan terjadi kamu sudah memiliki Puja dan kita tak bisa berandai andai "
"Aku hanya ingin tau saja, apakah kau akan mau denganku, kalau aku tak punya Puja dan hanya seorang duda saja, aku ingin tau jawaban mu "
"Mungkin aku akan mempertimbangkannya, tapi dari dulu aku sudah tak berniat untuk menikah jadi mau kau punya Puja atau pun tidak keputusanku tetap sama, aku tidak akan pernah menikah jadi kau jangan terlalu berharap besar padak, jika kau suatu saat tidak bersama Puja "
"Lalu jika teman lelakimu yang dari malaysia itu yang kau selamatkan masih hidup apakah kau akan memilih dia"
"Dia punya nama, namanya Zahir, Sudah aku bilang aku tidak akan pernah menikah, memang aku menyukai Zahir memang aku mengaguminya, tapi belum tentu aku mau menikah dengannya, jadi lebih baik kau menjauhiku saja dari pada akhirnya kau malah seperti kemarin mabuk-mabukan dan sakit hati karena Puja menyelingkuhimu. Aku tidak mau sampai itu terjadi, jadi lebih baik kamu menjauhiku dari sekarang dari pada sakit hati di akhir lebih baik sekarang "
"Aku tidak akan pernah mundur untuk mendapatkanmu, jika nanti harus sakit hati aku akan menerimanya dan aku pastikan kau akan mencabut kata-katamu yang tidak akan pernah menikahi itu dan aku janji akan menikahimu setelah mayat Puja ketemu atau sosok Puja ketemu "
"Jika Puja tak ditemukan "
"Tetap aku akan menikahimu jadi kau tenang saja, aku tidak akan terpengaruh oleh Puja jika nanti aku sudah menikah denganmu dan Puja kembali muncul aku tidak akan menghiraukannya"
"Hati-hati dengan ucapanmu Roger, jangan sampai kau menyesal telah mengatakan itu, kita tidak akan tahu nanti jika kau jika aku mau menikah denganmu tiba-tiba datang Puja muncul. Kau pasti akan menepati janji mu untuk menikahinya. Karena aku tahu kau laki-laki plin-plan dan tak bisa memilih "
"Aku pastikan itu tak akan terjadi, aku sudah sakit hati oleh Puja jadi aku tidak akan pernah mungkin bisa kembali lagi padanya, kau tenang saja aku tidak mungkin menghianatimu jika kau memang mau menikah dan siap menerimaku, Aku akan segera menikahimu "
"Aku tidak percaya dengan kata-katamu sebelum ada bukti. Sudah aku bilang aku tidak akan menikah kau ini keras kepala sekali, kau cari saja perempuan yang memang ingin kau nikahi jangan aku, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah siap untuk menikah dan berumah tangga, aku bukanlah perempuan yang siap untuk menerima segalanya jadi lebih baik kau cari saja perempuan lain banyak di luar sana yang menginginkanmu"
"Akan aku pastikan kau akan menikah denganku, jadi kau pegang kata kataku, aku akan menikahimu dan sampai kapan pun aku akan menunggumu, hanya kau yang akan menjadi istriku, kau seorang tidak dengan orang lain "
"Terserah aku saja yang pasti aku sudah memberitahumu, jadi jika suatu saat aku menolak mu, kau jangan sakit hati dan menyalahkan ku, aku tak akan tanggung jawab atas hal apapun yang terjadi nanti, karena aku pun akan memastikan aky tak akan menikah "
Ana langsung melengos meninggalkan Roger yang keras kepala itu, memaksa dirinya untuk menikah dengannya emang nikah itu gampang tapi menjalaninya yang sulit
__ADS_1