
Ana yang melihat keberadaan Jack segera mengejarnya dan menepuk bahunya "nona "
"Jangan panggil aku Nona bila disini bagaimana bila aya dengar, kau mau kemana "
"Aku ingin cari makan Ana, kau tau Roger terus saja bertanya tentang hubungan kita, makannya lebih baik aku pergi dan cari makan, dari pada aku diitrogasi terus disana "
"Baiklah ayo kita beli makan juga untuk Ara, aku akan ikut dengan mu, aku pun malas bila berbicara dengan Roger ayo ayo"
"Ya ayo Ana "
Mereka berdua segera pergi keluar dari rumah sakit dan menghilang mencari makanan yang enak.
**
Roger masuk kedalam kamar dan menatap Inara yang duduk diam menunggui Sean.
"Kalian sangat mirip sekali, bahkan tadi saat kalian datang aku tak bisa membedakan Ana atau pun kau "
"Iya kau benar, kami memang tak bisa dibedakan, namun kau bisa membedakannya dari sorot mata kami. Ana lebih tajam dan kau tau kalau bicara Ana lebih pedas dan selalu to the point, kau bisa membedakannya dari itu "
"Dan ya kau harus tau, Ana sebenarnya tak suka dengan anak kecil, dengan Sean entah kenapa dia sangat suka, aku juga waktu dia cerita kalau dia khawatir dengan seorang anak kecil aku kaget, karena yang aku tahu dia sama sekali tak mau disentuh sama anak kecil ataupun berbicara dengan mereka saking tak suka dengan anak kecil, tapi Sean bisa merubah semuanya aku senang dia bisa menyukai anak kecil, jadi saat dia nanti menikah takkan ada lagi keraguan atau takut mempunyai anak"
"Begitu ya, Sean juga pertama melihat Ana dia langsung suka dan selalu tidur bersama Ana, bahkan Sean ingin Ana menjadi ibunya "
"Begitu ya, tapi Ana tak akan mau denganmu "
"Kenapa "
"Karena Ana tidak mau merebut pacar orang lain, kan Ana juga udah punya Jack kan mana mungkin dia akan menikah denganmu, dia hidupnya berprinsip "
"Kalau aku misalnya tak punya pacar apa Ana mau "
"Emm mungkin saja mau, tapi mendapatkan hati Ana sangat sulit dan akan banyak sekali rintangannya "
"Aku akan menaklukannya "
"Ingat sebentar lagi kau akan menikah. Jangan sampai kau menyakiti hati calon istrimu, perempuan itu bisa memaafkan namun tidak bisa melupakan begitu saja mereka akan mengingat terus apa kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupnya, jadi kau harus hati-hati mungkin hari ini kau mencintai Ana tapi bisa saja nanti kau mencintai calon istrimu lagi, jadi teguhkan hatimu pada satu perempuan jangan sampai bercabang seperti itu karena di mana pun tak ada perempuan yang mau diduakan, aku tahu kamu mencintai Ana"
"Kau benar, entahlah sekarang bagaimana dengan hatiku ini, rasannya sangat membingungkan tapi aku akan berusaha melakukan apa yang kau katakan tadi "
"Baiklah bagus, jangan sampai menyakiti kekasihmu demi perempuan lain, karena itu sangat menyakitkan, perempuan hatinya lembut dan sekali disakiti tak akan bisa sembuh dengan cepat, akan terus berbekas dan bisa saja dia jadi trauma dengan laki laki"
"Iya aku akan mencobannya, benar katamu kau dan Ana dalam berbicara sangat berbeda, apakah kau sudah menikah "
"Aku sudah menikah dan aku akan menikah untuk kedua kalinya, jadi aku tau apa yang dirasakan Puja pacarmu, jadi tolong berhati hatilah dengan perasaan, "
__ADS_1
"Maaf seharusnya aku tak bertanya itu padamu "
"Tak apa aku tak masalah, itu hanya masalu, dan kau jangan sampai melakukan apa yang pernah dulu suami ku lakukan padaku "
"Baik aku akan mencobannya dan melakukan apa yang kau katakan sebisa yang aku bisa "
Roger mengangguk dan Puja muncul dengan jidat yang bengkak lalu memeluk Roger "kau kenapa Puja "
"Aku terjatuh, lihat jidatku berdarah, "
"Kenapa tak langsung minta pada dokter untuk di obati "
"Ayo dengan mu "
"Baiklah ayo, Inara aku tinggal sebentar "
"Baiklah "
Roger melepaskan pelukan Puja dan menuntunnya untuk segera diobati, "Puja apakah kau benar jatuh, bau mu beda dari biasannya"
"Emm aku malu bicaranya "
"Memangnya kenapa sampai kau malu "
"Aku jatuh kedalam keloset dan ya kepalaku terbentur begitu ceritanya "
Ana yang melihat Roger dan Puja segera merangkul Jack dengan mesra " eh kalian mau kemana " tanya Ana dengan ramah
"Mau obatin Puja " jawab Roger dengan ketus
"Ohh begitu ya, yaudah ya duluan, ayo sayang aku udah laper banget kita makan dulu aja, sambil nunggu Puja di obati, makannya puja kalau apa apa itu hati hati "
Ana pergi masih dengan memegang erat tangan Jack.
Ini semua ulahmu Ana, kau seolah olah tak melakukan apa apa saja, awas kau
"Puja kenapa kau malah melamun, ayo cepat kita obati dulu "
"Ohh ya ayo ayo kita kedalam Roger temani aku "
"Ya ayo aku temani. "
**
"Ara ayo makan dulu, Sean juga masih tidur kan "
__ADS_1
"Iya dia masih tidur "
"Apakah kalian tidak akan melepaskan tangan kalian itu atau akan terus bergandengan seperti itu kita kan mau makan"
Ana segera melepaskannya dan dengan cepat menyajikan makanan itu dan menarik adiknya duduk disebelahnya dan makan bersama sama.
"Kalian cocok kok, kalau mau jadi beneran juga gak apa apa loh, kaliam udah cocok buat nikah "
"Ara kau bicara apa, Jack dia sudah ku anggap seperti soudaraku jadi tak akan mungkin ayo cepat kau makan jangan banyak bicara "
Jack jadi malu sendiri, dia makan agak jauh dari Ana, entahlah kenapa malah jadi baper seperti ini, sadar sadar Jack Ana adalah atasan mu jadi tidak akan mungkin kau bisa bersamannya ini hanya pura pura, jangan sampai kau malah terbawa suasana sadarlah ini hanya sebuah kepura puraan .
Roger dan Puja tak lama kemudian masuk kedalam ruangan "kenapa kau Ana dan Jack duduk berjahan seperti itu bukannya kalian pasangan kan " celetuk Roger.
"Kenapa memangnya ini cuma makan jadi tak harus berdekatan, kami bukan kau dan Puja yang selalu menempel dimana pun ada kesempatan, "
"Pedas sekali mulut mu Ana, "
"Itu hanya hal biasa, jangan ganggu aku yang sedang makan, aku tak suka diganggu dan berbicara saat makan jadi diam lah, kalau tidak kalian keluar dari ruangan ini, karena kami tak membutuhkan kalian berdua disini "
"Sean anak ku, jadi aku harus ada disini "
"Ya aku tau, tapi kau tak terlalu penting, sudahlah jangan mengangguku, aku sedang makan apa kau ingin lihat bagaimana nasi terbang "
"Ana sudah makan makan kau jangan marah marah terus "
Ana yang menurut pada adiknya segera makan kembali tanpa menghiraukan orang yang ada didepannnya ini.
**
Dirumah Ana, Abian hanya melamun saja didalam kamar Inara sendirian "sayangku Inara kau kapan pulang, kenapa tak ada kabar sedikit pun, aku ingin menelfon mu takutnya malah nanti Ana marah kembali dan tak merestui hubungan kita ini "
"Baru juga aku ditinggalkan beberapa jam olehmu tapi aku sudah kangen aja Inara, kamu dimana aku menunggumu, "
"Den "
"Eh iya bi kenapa "
"Mau makan apa den biar bibi masakin "
"Nanti aja deh bi, lagi pengen gini dulu aja, nanti kalau mau apa apa, saya bicara sama bibi ya "
"Yaudah den, bibi permisi dulu "
"Iya bi "
__ADS_1
Kembali Abian melamun dan melihat kearah kaca, melihat pemandangan anak buah Ana yang sedang berjaga, banyak sekali, apakah harus sebanyak ini, rumahnya saja tak seperti ini.