Berbagi Suami

Berbagi Suami
Berhasil kah sekarang


__ADS_3

Kita kembali pada Inara dan juga Abian, setelah melihat video itu dan Inara mengirimkannya ke ponsel Abian, Inara menunggu di dalam mobil Abian dulu sebentar dan Abian dia meluruskan semuanya agar tidak menjadi permasalahan saja.


Kenapa Inara tak ikut itu memang rencana dari Abian dan juga Inara agar seolah olah Inara pergi dan percaya pada Livia kalau dia sudah dilecehkan, padahal mah udah tau yang sebenarnya untung aja Inara merekam semuanya, kalau tidak habislah semuanya.


"Lihat tan Abian begitu santainya masuk dan seperti tak terjadi apa apa saja, dia sungguh tak bertanggung jawab tante, tante lihat sendiri kan bagaimana keadaanku yang seperti ini, bajuku sobek, rambutku berantakan, mana mungkin aku melakukannya sendiri, sungguh Abian ini mau menikah tapi masih saja suka menggoda perempuan lain, kenapa harus aku tante padahal aku hanya niat ke kamar kecil saja, untuk membasuh mukaku, tapi dia malah melecehkanku seperti ini, tolong tente tolong aku. Aku tidak mau sampai dilecehan lagi oleh Abian, tolong aku tante jangan sampai itu terjadi kembali "


"Kau jangan menggada ngada terus Livia, lebih baik mamih duduk-duduk, ayo mih bawa Livianua duduk dong, Abi punya sesuatu buat kalian berdua, aku akan tanggung jawab Livia kalau memang aku benar-benar melakukan itu padamu aku akan menikahimu secepatnya dan tak akan menikahi Inara bagaimana "


"Bi apa sih kamu bilang kayak gitu, Mamih gak suka ya kamu itu punya hubungan sama Inara. Kalian mau nikah kamu ngejanjiin ini sama perempuan lain, jangan seperti itu, kamu jangan menyakit Inara, mamih tak akan merestui kalian berdua "


"Mih mamih tenang aja duduk dulu aja, udah cepet duduk Mami bawa dia juga duduk dan aduh beresin rambutnya , aku rasanya kayak beneran sama orang gila aja gitu mih, kayak beneran ngobrol sama orang gila, benerin deh rambutnya jangan kaya gitu ih serem deh "


Abian segera menyalakan tvnya dan menyambungkan ponsel dan tvnya agar bisa melihat dengan jelas kalau memang Livia melakukannya sendiri, bukan dirinya, tadikan dirinya hanya diam saja dan melihat bagaimana Livia melakukannya sendiri.


Saat video itu terputar Livia langsung melongok dan tak percaya ternyata di dalam kamar Abian ada sebuah CCTV , sampai-sampai kelakuannya terlihat, Ibu Abian langsung melepaskan pelukannya dari Livia dan menatapnya dengan tidak suka.


"Tidak tante tidak ini bukan seperti apa yang tante lihat, tidak ini pasti jebakan deh Ini pasti jebakan dari Abian sama Inara biar Abian gak tanggung jawab dan nikahin aku, engga tante engga pasti ini salahfaham tante percayakan sama aku, kalau bukan aku yang lakuin, beneran tante aku sama sekali gak lakuin, tolong percaya sama aku tante tolong tante "


"Itu udah ada buktinya ya Livia, kamu udah bohongin tante udah mau jebak Abian. Untung aja di kamar Abian ada cctv kalau gak Tante akan mempunyai menantu yang tidak tahu diri seperti kamu dan banyak drama sekali. Mami sangat bersyukur Inara yang menjadi menantu Mamih nantinya bukan kamu, dan Abian sudah benar memilih seorang perempuan untuk menjadi istrinya , lebih baik kamu sekarang pergi dari rumah saya dan jangan pernah datang lagi ke sini, karena saya sudah tidak mau melihat drama-drama kamu lagi yang sepertinya ingin menjebak anak saya. Jadi sekarang kamu pergi dari sini"


"Tidak tante tidak jangan seperti itu, ini ini kesalahannya Bian sama Inara, bukan kesalahan aku ini mereka jebak aku Tan supaya Abian gak tanggung jawab, gak aku gak mau pergi dari rumah ini, tolong tante aku gak mau pergi dari sini, ini bukan salah aku tante tolonggg lah percaya sama Livia "


Livia langsung memegang kaki ibunya Abian dan memeluknya dengan erat "udahlah kamu pergi aja Livia dari rumah in, aku juga udah muak tahu sama kamu dan tentang pekerjaan kita, aku putusin aja deh Lebih baik aku rugi daripada hubungan aku sama Inara dipertaruhkan terus nantinya, kita udah gak ada sangkut pautnya lagi ya "


"Gak Bi gak jangan kayak gitu. Aku gak mau kita harus tetap kerjasama, jita gak boleh putus dari kerjasama ini kamu bakal rugi besar nanti, aku gak mau ya, pokoknya kita harus terus melakukan pekerjaan ini bersama, pokoknya aku gak mau, aku gak mau ya Bi, "


"Aku gak peduli aku gak akan peduli meskipun aku nanti rugi besar, yang terpenting hubungan aku sama Inara itu baik-baik aja dan gak ada pengganggunya sama sekali. Lebih baik aku rugi dari pada harus terus-menerus sama kamu , sama kamu terus berhubungan tentang pekerjaan dan hubungan aku hancur gara-gara kamu, udah lebih baik aku mundur saja, aku tak akan mau dan sudi lagi bekerja sama, sama kamu ya "


"Enggak aku bilang aku gak mau, pokoknya aku gak mau Bi, gak mau jangan seperti itu Bii aku gak mau, aku gak akan mau lagi dan gak akan pernah siap untuk tak bekerja sama kamu, "


Abian dan juga maminya sedang mencoba untuk mengusir Livia dengan baik-baik supaya nanti saat dia di jalan bertemu dengan orang lain tidak membuat drama-drama yang aneh lagi, bisa saja kan dia nekat.


Dan melakukan dramanya diluar dan menuduh kalau dirinya ini yang telah melecehkannya, jangan sampai itu terjadi lagi, dirinya sudah sangat lelah dan muak dengan drama drama itu, jadi lebih baik lama membujuknya pergi.


Dari pada nanti langsung mengusirnya dan membuat sesuatu yang aneh lagi, mending begini lah sabar menunggunya sadar, Livia kan memang sedikit gila, entah sedikit entah banyak.

__ADS_1


**


Inara yang masih diluar celingak celingkuk keluar, karena entah kenapa tiba tiba dirinya ingin buang air kecil, Inara keluar dari dalam mobil dan akan pergi kekamar mandi luar, namun rasannya aneh sekali kenapa begitu sepi.


Dimana penjaga rumah, tak ada orang sama sekali, biasannya satpam Abian selalu ada didepan namun tak ada "lebih baik aku masuk lagi kedalam mobil ,ini tak akan benar, pasti ada sesuatu yang terjadi "


Namun saat Inara berbalik malah berhadapan dengan seseorang, orang itu langsung menyuntikan sesuatu pada leher Inara, Inara yang belum siap tak berteriak atau melakukan perlawan.


Inara langsung pingsan dan orang itu langsung membawanya kedalam mobil, sungguh kejadian itu sangat cepat sekali, Inara langsung dibawa entah kemana dan tak ada yang mengetahuinya sama sekali.


Imara diculik dia dibawa jauh dari rumah Abian, dan Abian yang ada didalam rumah sama sekali tak mengetahuinya.


"Akhirnya aku mendapat kan mu juga Inara, kau akan habis di tangan ku sekarang l, semua rasa maluku dan dendam ku akan terbalaskan sekarang, sekarang tak ada Sandi, Abian ataupun Ana di samping mu, jadi aku lebih leluasa untuk membunuhmu dan membawamu pergi jauh dari sini, ternyata lebih gampang ya menculik dirimu saat bersama pacarmu, dia sungguh bodoh menyimpanmu di luar rumah seperti itu dan membuat aku leluasa untuk membawamu pergi'


Orang itu tersenyum senang, dan sesekali melihat kearah Inara dia menjalankan mobilnya dengan cepat kesuatu tempat yang terpencil dan tak akan ada yang tau tentang rumah ini.


Hanya Livia saja yang tau, karena ini memang rencananya Livia, dia yang merencanakannya, bahkan sekarang Livia da dirumah Abian sedang membuat drama yang mungkin akan menghancurkan hubungan Inara dan juga Abian.


**


Livia yang sudah tak bisa menjelaskan apa apa lagi pada Abian dan mamihnya segera keluar dari dalam rumah dan pergi dari sana.


"Inara ada di luar mih, dia menunggu di sana Mamih tahu siapa yang memberikan video ini, ya Inara dia menyimpan sebuah CCTV di kamarku dan dia keluar sengaja hanya untuk membuat aku keluar juga dan memberikan buktinya ini, dia hanya pura-pura saja mih kalau dia marah pada Abian. Sebenarnya dia sedang menunggu di luar di dalam mobil. Ayo kita temui Inara kasihan dia kedinginan sepertinya di sana, jadi ayo kita temui dia "


"Ist mamih sampai takut, mamih kira Inara beneran marah sama kamu loh, mamih udah was was takut hubungan kamu sama Inara hancur gara gara Livia, kalau aja Inara gak padang cctv mungkin udahlah mamih gak bisa bayangin apa yang akan terjadi, ayo kita temui Inara Bi, kasian dia sendirian ayo ayo"


"Iya mih ayo ayo kita temui dia kasian aku juga dengan keadaan Inara, ayo mih "


Mereka berdua segera keluar dan melihat rumah sangat sepi maksudnya bagian luar rumah sangat sepi, tak seperti biasanya "bi kemana penjaga kenapa begitu sepi, tak terjadi apa apa kan "


Abian tak menjawab dia langsung membuka mobil dan tak ada siapa, siapa lalu Abian berlari kepos penjaga dan Abian melihat kalau anak buahnya dan penjaga rumah sudah tergeletak.


"Ada apa ini Bi kenapa, apa ada masalah kenapa ini "


"Mih satpam sama yang lain pingsan kayaknya ada yang udah jebak kita, ini kayaknya Livia yang lakuin dia pasti bikin sesuatu rencana, Inara pun gak ada didalam mobil mih, ini pasti ulah Livia "

__ADS_1


Abian langsung mengubungi Inara dan juga Livia namun tak diangkat, Abian langsung menelfon Sandi namun sama tak diangakat.


"Abi harus cari Inara sekarang. Mamih masuk rumah kunci semua pintu, jangan keluar sama papi diam di rumah, jangan kemana-mana kalau ada yang ngetuk pintu dan gak telepon Mami jangan Mamih Buka pintu Oke. Abian mau pergi cari Inara, mamih masuk sekarang "


"Selalu hubungi mamih kalau ada apa-apa, mamih jadi khawatir banget ini sama Inara. Kenapa tadi kamu harus nyimpen dia di luar di dalam mobil. Kenapa gak di rumah aja kenapa rencana kalian ya ampun malah memudahkan Livia untuk menculik Inara harusnya tak seperti ini"


"Aku juga tidak berfikir kalau Livia akan melakukan hal lebih lagi dari yang tadi l, pokoknya Mami masuk aja ke rumah kalau ada apa-apa Abi akan hubungi Mami secepatnya, pokoknya Mami jangan pernah buka pintu untuk siapapun itu ya pokoknya Abi gak mau mamih buka pintu untuk siapa pun itu, mau kepentingannya apapun jangan buka pintu ya mih "


"Iya Bi mamih janji gak akan buka pintu untuk siapa siapa, kamu hati hati Bi "


"Iya mih "


Abian setelah melihat mamihnya masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya segera pergi dan mencari keberadaan Inara sambil menelfon Sandi.


**


Inara di siram oleh air satu ember dan membuatnya terbangun, kaki dan tangannya sudah diikat "siapa kau " teriak Inara


Penculik itu memakai penutup kepala dan itu membuat Inara susah untuk mengenalinya "masa kau tidak mengingat mantan suamimu yang kau penjarakan itu, kau sudah bermain-main denganku maka kau harus habis di tanganku juga sekarang juga Inara, saat aku mencelakai mobil kalian berdua aku gagal membunuh mu dan sekarang waktunya aku menghabisimu di sini. Jika aku tidak bisa memilikimu lagi maka orang lain pun tidak boleh"


"Ternyata kau yang menculikku Adam, lelaki kurang ajar dan tidak punya kemampuan sedikit pun dan hanya bisa berlindung di ketek ibumu, lepaskan aku sekarang juga, aku tak sudi dikurung seperti ini dan juga mati ditanganku, hidupku masih panjang "


"Ternyata kau sekarang mulai berani ya kata-katamu Mulai kasar seperti Ana kakakmu, kalian memang sebelas dua belas. Tak ada bedanya kalian memang seorang pembunuh dan seorang perempuan gila yang seharusnya lenyap dari dunia ini, kalian tak pantas hidup didunia ini "


"Kami tak pantas hidup di dunia ini, lalu apa kabar denganmu kau lebih tidak pantas hidup di dunia ini. Seharusnya dari dulu aku bukan memenjarakanmu tapi membunuhmu sekalian saja Adam karena aku mampu untuk membunuh mu, aku lebih baik penjara karena telah membunuh mu, dari pada kau masiy hidup dan mengangguku "


Adam maju dan menampar pipi Inara, kembali menambarnya bahkan beberapa kali "ayo kau tampar aku lagi, apakah kemampuan mu hanya segitu, kau dari dulu hanya bisa memukul seorang perempuan, kau hanyalah pengecut Adam, kau pengecut kau pantas mati "


Kembali Adam mempar Inara, darah sudah bercucuran dari bibir Inara dan tanpa Adam sadari, dari tadi Inara sedang membuka tali yang mengikat tangannya.


"Lihat saja Inara aku akan membunuh mu " Adam langsung melenggang pergi, dan itu kesempayan Inara membuka ikat dikakinya.


Dan berhasil, Inara mengambil kayu dan bersembunyi di belakang pintu.


Adam yang melihat Inara tak ada kaget dia langsung akan keluar dari ruangan itu namun Inara memukul kepala Adam sampai berdarah, lalu Inara menerjang Adam sampai tersungkur , Inara langsung mencekik Adam dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Namun namanya juga perempuan kekuatannya tak sama dengan laki laki, Adam membalikan keadaanya sekarang dirinya yang mencekiki Inara. "mati kau Inara matilah kau tak pantas hidup."


Inara memukul mukul tangan Adam namun sama sekali tak membuat cekikan itu melonggar , dirinya sudah tak bisa bernafas sama sekali, pukulan tangannya semakin mengendur dan tak ada lagi tenaga.


__ADS_2