Berbagi Suami

Berbagi Suami
Bulan madu yang menakutkan


__ADS_3

Abian yang tidak mau membuat istrinya kepikiran akhirnya membawanya untuk memancing sambil berjalan-jalan menggunakan perahu yang sudah disediakan di sana, dan untungnya Inara sekarang sudah mulai tersenyum dan melupakan tentang kejadian di tempat tadi yang penjaga tokonya sangat jutek dan tidak ramah pada mereka "Apakah kau mau berenang sayang"


Inara mencelupkan tangannya " sepertinya tidak Bi airnya begitu dingin aku tidak mau, kau juga jangan masuk aku tidak mau kau nanti sakit tiba-tiba jangan aneh-aneh yang lebih baik kita memancing saja seperti awal kau mengajak ku "


"Baiklah sayang baiklah aku akan menuruti apa kemauan, "


Mereka terus saja melaju ke arah hutan lebih dalam lagi dan pepohonan makin menghalangi sinar matahari" Abi kamu ini gimana sih kita tuh bulan madu tapi serasa lagi di tempat horor tahu nggak gelap-gelap kayak gini. Mending kita putar balik aja deh udah deh sampai sini aja kita mancingnya di tempat tadi aja yang nggak gelap kayak gini"


"Enggak deh sayang kita terus aja kesana aku masih penasaran di ujung sana akan ada apa"


"Bi jangan macam macam deh, kamu mau nanti terjadi apa apa ya, udah ayo puter balik aja Bi jangan aneh aneh deh ayi kita puter balik aja "


Namun Abian tidak mendengarkan istrinya dia terus saja melajukan perahu itu menuju tempat yang dia inginkan, sama sekali tak menghiraukan rengekan sang istri.


Saat mereka sampai di ujung ternyata banyak tulang, Inara menatap suaminya dan tanpa banyak bicara suaminya membalikan perahunya, dari kejauhan mereka melihat ada seorang laki laki bertubuh besar memegang sesuatu.


Inara yang ketakutan tak berbicara apa apa dia hanya diam saja bersama sang suami yang juga saling diam, setelah agak jauh dari sana Inara langsung menghembuskan nafasnya.


"Apa kata aku juga Bi, kamu tuh jangan macam-macam lihat kan tadi ada orang besar yang kayaknya lagi pegang alat tajam deh kita harus cepat pulang sekarang"


"Nggak deh aku nggak mau pulang sekarang sayang, kita harus tetap di sini buat apa kita bulan madu kalau cepet-cepet pulang"


"Kita bisa bulan madu di tempat lain aku mau pulang aku nggak mau di tempat ini. Kamu nggak lihat orang itu dia bawa alat kayak gitu. gimana kalau dia bunuh kita terus di sana juga banyak tulang, itu tulang apa nggak mungkin kan tulang manusia yang menghambat air untuk mengalir ke arah sana"


"Ya aku tau sayang, aku tau aku mengerti sayangku, mungkin saja dia penduduk di sini yang memang sedang menebang pohon atau apalah kita positif saja"


"Aku nggak bisa positif aku mau pulang. Kalau kamu emang gak mau pulang ya udah aku bisa telepon Ana buat jemput aku ke sini, aku nggak mau ada ditempat ini lagi, kamu tahu sendiri kan tadi orang yang ada di tempat kita beli makanan aja aneh, apa lagi ini kita ketemu orang yang besar banget dan membawa alat kayak gitu, itu tuh lebih serem lagi aku nggak mau di sini lagi aku mau pulang aja aku nggak akan ikut kamu aku mau pulang aja pokoknya aku mau pulang "


" Ya udah kita pulang kita pulang sekarang kita pulang sekarang kamu tenang ya kita pulang sekarang"


Inara segera turun dari perahu mereka sudah sampai tanpa banyak bicara lagi Nara berlari ke arah rumah dan mengemasi semua barang-barangnya.

__ADS_1


Sedangkan Abian dia bingung ada apa sebenarnya dengan istrinya ini kenapa begitu buru-buru saat melihat laki-laki besar itu.


Abian mengunci dulu pintunya dan membantu istrinya untuk mengemas barang, sedang mereka sibuk membereskan barang tiba-tiba saja ada yang memukul pintunya seperti menggunakan palu besar.


Abian dan Inara kembali saling tatap Abi yang segera membawa istrinya untuk mengumpat tak lupa dia membawa kunci mobilnya barang-barangnya biarkan saja yang terpenting nyawa mereka yang selamat.


Pintu terus saja dibuka dengan paksa, Inara sudah sangat ketakutan, takut orang itu bisa masuk, mereka langsung naik kelantai dua, dan mengumpat disana.


"Benarkan apa kata ku Bi di sini itu tidak aman, Sudah aku bilang kan tadi kita jangan meneruskannya ke sana mungkin kalau kita nggak ke sana kita nggak akan ketemu orang itu, dan dia nggak nyusul ke rumah kita gimana sekarang mau keluar" bisik Nara sambil ketakutan


Mereka masih mendengar pintu yang dibuka secara paksa "Ya maafkan aku sayang maaf kalau kita tidak sampai ujung kita juga tidak akan tau kalau ada orang jahat "bisik Abian juga.


Tiba tiba suara orang itu tak ada lagi, suara pintu yang dibuka paksa itu, saat Abian akan keluar Inara langsung menahannya, dirinya tak membolehkan suaminya keluar.


Karena Inara dibalik pintu melihat ada bayangan seseorang, Inara segera menunjuk kearah bawah, dan Abian langsung melihatnya.


Abian makin menarik istrinya kedalam dan orang itu kembali mengedor gedor pintu mengunakan palu besar yang sepertinya dia bawa. Mereka masuk kedalam lemari dan makin masuk, ternyata didalam lemari itu ada sebuah ruangan.


"Kita berjalan saja sayang, semoga saja kita dapat jalan keluar ya "


Inara mengangguk dan memegang erat tangan suaminya, saat mendengar suara ada yang berjalan Abian langsung membawa istrinya berlari, Inara yang ketakutan hanya bisa ikut berlari saja.


Dirinya tidak mau sampai tertangka, ada sebuah pintu dan ternyata itu pintu keluar mereka makin mempercepat langkah dan masuk kedalam mobil.


Sedangkan Abi yang akan menyalakan mesin mobilnya sangat susah sekali mobilnya tiba-tiba saja mogok tak bisa dinyalakan sedangkan orang tinggi besar itu sudah dekat menghampiri mereka.


Benar saja dia membawa palu besar " Bi kamu jangan hiraukan laki-laki itu kamu fokus aja fokus melihat menyalakan mobil itu fokus Bi fokus"


Tiba tiba saja kaca belakang di pukul dan mobil pun menyala dan Abian langsung melajukan mobilnya dengan cepat, Inara yang tadi berteriak langsunt melihat kearah belakang, orang itu melihat Inara dan Abian dari kejauhan dengan kampaknya.


"Bi aku takut apakah kita akan baik baik saja, apakah kita akan selamat Bi "

__ADS_1


"Kau harus yakin sayang kita akan pulang dengan selamat "


Abian makin mempercepat laju mobilnya, saat ada orang yang akan menuju kesana ya sebuah mobil Abian memberhentikan mobilnya.


"Kenapa Bi kau memberhentikan mobilnya ada apa"


"Ada orang yang akan menuju sana aku harus memberitahunya"


Orang yang ada dimobil itu berhenti dan membuka jendelanya seorang perempuan dan laki laki sepertinya mereka pasangan seperti mereka.


"Ada apa kau tak memberi kami jalan "


"Aku hanya ingin memberitahu kalian berdua Jangan pergi ke sana. Pasti kalian akan pergi ke villa kan"


"Iya memangnya ada apa kenapa kau melarang kami untuk pergi ke villa. Emangnya ada apa disana jangan menakut nakuti kami "


"Pokoknya di sana ada orang jahat , jangan sampai pergi ke sana aku hanya ingin memberitahu kalian saja tolong kalian putar balik mobil kalian dan pulang saja "


"Enak saja kami jauh-jauh pergi ke sini lalu tiba-tiba putar balik karena hanya kau berbicara kalau di sana ada orang jahat, kau mungkin orang jahatnya. Awas berikan kami jalan kami ingin pergi ke sana ke villa itu jangan membuat kami pulang lagi hanya karena kata-katamu cepat Awas jangan halangi jalan kami "


"Baiklah aku sudah memberitahu kalian jadi kalian jangan menyesal"


Abian segera memberikan jalan dan langsung melajukan kembali mobilnya dengan cepat, Abian juga langsung menutup jendela, namun jendela belakang mereka bolong.


"Bi bagaimana dengan mereka nantinya apa mereka akan baik baik saja "


"Sudah jangab hiraukan mereka yang terpenting kita sudah memberitahunya, kita pulang ya sayang, maafkan aku sudah tak percaya akan kata katamu "


"Tak apa Bi "


Abian langsung kembali fokus menjalankan mobilnya, dirinya ingin cepat cepat sampai dijalan raya, takut takut orang tinggi besar itu muncul tiba tiba dari semak semak.

__ADS_1


__ADS_2