Berbagi Suami

Berbagi Suami
Marahkan


__ADS_3

Inara langsung menyelip dan ada ditengah tengah lalu menatap Abian " Sayang kenapa sih bicaranya harus dekat-dekat kayak gitu emangnya sempit ya ruangan ini " sambil sedikit mendorong perempuan itu.


"Nara udah keluar aja tinggalin tante kenalin dong Ini anaknya tante dia suka-suka bantu tante di sini namanya Aira"


Dalam hati Nara mengira kalau ini adalah pelayan disini, ternyata ini anak dari pemiliknya " Oh begitu ya halo Aira aku calon istrinya Abian udah kenal lama ya sama Bian sampai bisa sedekat itu "


Aira menjabat tangan Inara juga dan langsung melepaskannya "gak baru kenala sekarang "


"Oh gitu ya kirain udah kenal lama soalnya deket banget gitu ya sampai ngobrol dekatan banget, kayak yang ya ampun kurang pendengaran gitu ya sorry"


Inara langsuny melangkah menjauhi mereka berdua "?Tan aku ambil yang ini aja ya, kalau untuk kebayanya nanti biar mami aja yang pilih, kalau untuk gaun malamnya aku pilih yang ini aja cantik kok. Ya udah aku pulang dulu ya tan makasih buat gaun-gaunnya dan udah luangin waktu buat aku dan Abian"


"Iya sayang sama sama, nanti akan tante pasin lagi ya gaunnya sama badan kamu "


"Iya tan "


Inara langsung masuk keruang ganti pakaian saat Abian akan masuk tiba tiba saja ditahan "belum sah Bi, kamu ganti di yang satu lagi, nanti tante bilangin nih sama mamih kamu, kalau kamu mau masuk ruang ganti Nara, sabar ya nak sebentar lagi kan sah "


"Heheeh iya tan "


Abian langsung masuk kedalam ruangan yang satunya lagi dan cepat cepat menganti pakaian, pasti marah nih Naraz ist gara gara perempuan itu, padahal kan dirinya sudah menghindar tapi tetep aja mepet mepet.


Saat Abian sudah keluar dan melihat kearah pintu ruang ganti Inara tak ada "tan kemana ya Nara "


"Dia tadi udah keluar duluan katanya lagi buru buru dan dan dia bilang dia udah bilang sama kamu "


"Ohh iya tante aku pulang bayy "


"Hati hati "


**

__ADS_1


Inara yang kesal dengan pacarnya malah pulang sendiri bahkan dirinya sekarang sedang berjalan kaki, entah mau kemana tujuannya, pokoknya menyebalkan sekali calon suaminya ini, rasannya pengen jewer telingannya.


"Sayaanggg "


Inara melihat kebelakang ternyata Abian sedang mengejarnya, namun Inara sama sekali tak peduli dirinya terus saja berjalan, dan masuk kedalam kedai es krim.


"Sayangg dengerin aku dulu "


"Mas es krim rasa coklatnya 1 ya, yang jumbo ya "


"Siap kak tunggu sebentar ya "


Inara mengangguk dan segera duduk menunggu pesannya "syaang bicara dong, kenapa kamu tadi tinggalin aku. Aku cari kamu loh Itu cuma salah paham, aku sama sekali gak deketin dia kok, dia yang mepet-mampet terus dan deketin aku, aku sama sekali nggak deketin dia, beneran aku sumpah sayang buat apa aku bohong sama kamu" .


Inara masih tak merespon malah membolak balikan menu dan melihat kearah luar jendela, namun tiba tiba es krimnya datang "makasih mas "


"Sama sama kak "


Inara langsung memakan es krimnya dengan sendok yang mengunduk, Bian yang melihatnya sampai gilu.


Inara langsung menatap calon suaminya dan menyimpan sendoknya sampai meja berbunyi, orang orang disana langsung menatap kearah meja itu dan Bian menyatukan tangannya untuk meminta maaf.


"Kenapa nggak sampai pelukan aja hampir deket kan sebentar lagi pelukan tuh deket amat bicara, pasangin dasi aja lama banget sampai aku ganti baju yang kedua kalinya"


"Aku udah ngehindar beneran aku udah bilang aku bisa pakai dasi sendiri, tapi dia maksa maksa buat aku dipasangin ?sama dia, aku nggak macem-macem kok sayang, beneran nggak macam-macam kok kamu marahnya sama aku sih aku nggak salah kamu cemburu ya"


"Apaan sih engga aku sama sekali gak cemburu kok "


"Ahh bohong pasti kamu cemburu kan " sambil menoel dagu Inara


"Gak aku gak cemburu, ya nggak suka aja lihatnya kamu kan udah mau nikah sama aku, tapi masih dekat-dekat aja sama cewek kayak gitu .Emang kamu mau kalau aku misalnya deket-deket sama cowok lain kayak gitu, sedekat Itu nggak kan"

__ADS_1


"Iya iya sayang aku tahu kamu cemburu. Aku tahu kamu cemburu tahu banget, kamu tuh lagi cemburu sama aku, aku nggak lakuin apa-apa sayang hati aku hanya untuk kamu tenang oke"


"Aku bilang aku nggak cemburu ya Bi, aku cuman nggak suka aja kalau kamu emang mau nikah sama aku ya kamu harus tahu, kamu nggak boleh dekat-dekat lagi sama cewek lain, kalau mau ngobrol ya jangan dekat kayak gitu juga kali, emangnya harus kayak itu gitu bicara kan bisa agak jauhan"


"Iya iya aku minta maaf jangan marah-marah terus dong sayang aku juga tadi udah menghindar kok cuma ceweknya aja kayak gitu maaf ya sayang ya"


Inara menghembuskan nafasnya dan mengganggukan kepalanya "tapi nanti-nanti nggak boleh kayak gitu lagi ya , kamu ingat udah punya pasangan kalau udah punya pasangan itu nggak boleh kayak gitu nggak baik tahu nggak sih jelek tahu nggak"


"Iya sayang Iya aku ngerti 5uapin dong aku juga mau es krimnya"


"Buka mulutnya dong kalau mau disuapin"


"Beneran sayang kamu mau suapin aku "


"Iya makanya buka mulutnya"


Inara mengambil banyak banyak eskrimnya dan menyuapkannya pada calon suaminya, saat Bian akan memuntahkannya Inara mengelengkan kepalanya.


"Nggak boleh dimuntahin katanya tadi mau disuapin kok mau dikeluarin lagi sih es krimnya, kamu harus telen sampai habis kalau nggak habis aku marah lagi nih sama kamu. Kamu mau aku marah lagi kayak tadi kamu mau aku diemin"


Abian menggelengkan kepalanya giginya sudah ngilu dengan dingin es krim ini, namun bagaimana lagi kalau sampai dirinya memuntahkannya marah lagi harus dibujuk lagi kan.


"Kamu keterlaluan Sayang ini dingin banget"


"Rasain makannya jangan nakal"


"Aku nggak nakal ya sayang itu bukan aku yang salah kok"


"Udah diam sekarang kamu makan lagi es krimnya yah habisin. Aku mau kamu habisin ini terlalu besar buat aku"


"Ya terus kenapa kamu pesennya yang besar kalau nggak bisa habisin "

__ADS_1


"Aku lagi marah sama kamu, kamu tahu kan kalau perempuan itu lagi kesel, lagi marah, lagi galau ya biasanya ngelampiasinnya sama makanan aku pesen yang paling gede ya cuma biar aku puas aja "


"Iya iya sayangg iya aku bantuin ya "


__ADS_2