
Nana yang sudah siap dengan pakaian kerjanya dan perintilan perintilan lainnya segera keluar dari kamar, lalu berjalan kearah Cio menunggunya.
Namun saat Nana melihatnya Cio masih sedang tertidur, Nana langsung berjongkok dan menatap Cio dengan intens.
"Bapak itu sebenarnya tampan, tampan banget malahan tapi bapak beneran suka gaj sih sana aku atau cuma main-main aja gitu mau coba-coba sama aku. Aku tuh ya sebenarnya nggak mau sama laki-laki yang terlalu ganteng takutnya itu banyak yang suka, emang bener kan bapak itu banyak yang suka jadi aku nggak mau cemburu cemburuan sama perempuan lain "
Nana langsung bangkit dan akan pergi namun tiba tiba tangannya dipegang Nana yang kaget segera melihat kearah Cio, namun masih tertidur namun tangannya masih di pegang.
Nana mencoba untuk melepaskan tangannya dari gengaman Cio namun sulit sekali, pegangannya begitu kuat, Nana makin takut "ya ampun ini kenapa, kenapa gak bisa dilepasin, tolong ih ini kenapa, mamah tolong mamah tolong "
Namun ibunya tidak datang datang, dengan cepat Nana langsung mengigit tangan Cio.
"Ahhhhh sakitt "
__ADS_1
Nana langsung kabur meninggalkan Cio sendirian, sedangkan Cio sendiri mengusap ngusap tangannya yang sakit" Nana ya sakit banget nih tangan awas aja, nanti dibalas nangis lagi "
Sebenarnya Cio sudah terbangun saat Nana berjongkok dan juga berbicara sendiri itu dirinya sudah bangun namun pura pura tertidur.
Sedangkan Nana sendiri yany akan pergi kekamar malah bertabrakan dengan mamahnya.
"Mamah tuh mau kemana sih, lari lari kayak gini "
"Tadi mamah denger ada yang teriak diruang tamu, apa mungkin pak Cio, takutnya dia kenapa napa gitu, "
"Ok deh kamu bangunin ya pak bos, kita makan sekarang "
"Sama mamah aja deh aku mau dandan dulu "
__ADS_1
"Apaan dandan kamu udah dandan kayak gini, udah cepetan kamu sekarang panggil bos kamu, jangan banyak alesan ya Nana, mamah minta tolong sama kamu buat susul bos kamu, deket kok gak makan waktu cepet ya Nana jangan banyak alesan "
Ibunya langsung meninggalkan Nana, sedangkan Nana sendiri binggung dan ya sudahlah dari pada nanti ibunya marah marah lagi kan.
Nana dengan perlahan langsung menghampiri Cio yang sedang memegang tangannya.
"Pak ayo kita sarapan dulu, mamah tadi yang nyuruh "
Setelah mengatakan itu Nana ingin pergi namun lagi lagi tangannya dipegang "bagaimana dengan yang kemarin "
"Pak memikirkan itu saya harus beberapa bulan tak mungkin 1 hari atau dua hari kalau memang bapak tak bisa menunggu lebih baik cari saja yang lain saja, karena saya harus mempertimbangkan semuanya dengan baik baik, tidak bisa dengan gegabah seperti itu, jadi bapak fikir fikir dulu mau menunggu atau mencari lagi, tapi menurut saya ya lebih baik mencari lagi "
Nana langsung melepaskan pegangan tangan Cio dan berjalan lebih masuk lagi "beneran deh ini paling sulit kata dia tadi gue ganteng tapi kenyataannya apa malah dia mikir mikir dulu, pusing ah jadinya harus kayak gimana buat dapetin hati dia "
__ADS_1
Cio langsung berjalan kearah ruang makan, dirinya sudah tau semua seluk beluk rumah ini, jadi tak ya tinggal jalan saja kesana tak usah dituntun oleh orang rumah.