Berbagi Suami

Berbagi Suami
Tak sadar


__ADS_3

Ana sekarang sedang menyuntikan sesuatu pada tangan para penjaga dirumah Roger, jika sampai berkhianat tangan mereka bisa meledak, dan mereka menerimannya.


"Sudah sekarang kalian kembalilah ke kamar kalian masing-masing dan untuk yang hari berjaga, berjagalah dengan baik jangan sampai kita kecolongan lagi, seperti kemarin aku tidak mau sampai ada kekacauan lagi di rumah ini " ucap Roger


"Siap tuann "


Mereka semua pergi dan menyisakan Ana dan juga Roger saja "kau juga segera istirahat Ana ini sudah malam "


"Ya sebentar lagi, apakah kau yakin tidak akan memaafkan pacarmu itu ,kau lihat dia sangat ke kesakitan dan membutuhkanmu. Apakah kau tega membiarkannya sendirian seperti itu. Coba kau dekati dia dan Berbicaralah baik-baik. Kasihan dia sendirian dari tadi di dalam kamar "


"Sudahlah aku memang ingin memberikan dia pelajaran agar dia sadar kalau apa yang dia lakukan itu tidak baik. Agar suatu saat dia tidak akan melakukannya lagi. Aku sudah muak dengan kelakuannya kalau saja aku tidak berjanji pada ayahnya untuk menikahinya mungkin aku tidak akan menikahinya dan mengusirnya dari sini sekarang juga"


"Kenapa kau sampai membuat janji dengan ayahnya bukannya kau mencintainya "


"Yah memang aku mencintainya tapi tak seperti aku yang mencinta istriku terdahulu, aku berjanji menikahi dia karena ayahnya tertabrak oleh ku, jadi aku harus bertanggung jawab "


"Jadi rasa cintamu pada Puja dan istrimu sangat berbeda sampai-sampai rasa empati mu tidak ada, padahal kau mencintainya mungkin Iya aku tahu tak besar pada istrimu tapi setidaknya kau peduli lah padannya "


"Yah sangat berbeda mungkin aku mencintainya karena tubuhnya jika pada istriku aku mencintai seluruhnya hatinya hidupnya semuanya aku mencintai apa yang ada pada istriku"


"Makanya dari itu seharusnya kau tidak boleh mencintai tubuhnya saja, dia seorang perempuan dia punya hati tak ada satu pun orang perempuan yang mau dicintai karena hanya tubuhnya saj,a mereka juga ingin dicintai seperti apa yang didapatkan oleh istrimu , bukannya aku ingin ikut campur tapi setidaknya kau harus lebih menerima Puja memang istrimu tidak bisa tergantikan oleh siapapun tapi dia sudah tiada sekarang dan yang ada adalah Puja. Bukannya kau ingin mempunyai Ibu sambung untuk Sean karena kau pikir Sean akan membutuhkan ibu dan tak akan mungkin seperti ini terus"


" Kenapa kau tahu apakah kau menguping saat aku berbicara pada Sean waktu itu saat dia tertidur"


" Yah karena kau tidak mengecek apakah aku sudah tidur atau belum kau tiba-tiba saja berbicara seperti itu saat ada orang asing di rumahmu dan tidur bersama anak mu. Seharusnya lebih hati-hati lagi kalau ingin berbicara jadi aku tidak mengupingkan, kau sendiri yang berbicara aku tidak salah kan"


"Baiklah kau tidak menguping, aku yang salah sudahlah sudah tahu ini tak usah ada yang ditutup-tutupi lagi, memang aku ingin mencari ibu untuk Sean agar dia tidak kesepian dan ada yang menemaninya, tapi aku ragu apakah Puja bisa karena sekarang saja dia tidak dekat dengan Sean sama sekali tidak dekat. Bagaimana mau jadi ibu sambungnya sedangkan mereka saja tidak ada kecocokan satu sama lain"


"Ya mungkin saja nanti Saat kalian sudah menikah Puja dan Sean akan menjadi dekat tak ada yang tahu mungkin untuk sekarang mereka berjauh-jauhan tapi nanti mereka akan dekat dan akan menjadi seperti ibu dan anak sesungguhnya"


" Bagaimana kalau aku menikahimu saja sepertinya Sean lebih nyaman dengan mu "


" Yang benar saja kau akan menikahi seorang pembunuh kau akan menjadikan seorang pembunuh ini ibu dari anak mu, apa kau gila. Apakah kau tak takut aku bisa saja membunuh anakmu, ini kau ini kalau bicara selalu saja tak di pikirkan terlebih dahulu"


"Aku tahu kau seorang pembunuh tapi aku tahu kau orang baik bahkan Sean saja tahu kau baik dan menerimamu apa adanya. Aku tahu Sean sudah tahu kau seorang pembunuh tapi dia masih menyayangimu kan, mungkin reputasimu jelek tapi hatimu tidak kita tidak bisa menilai seseorang dari pekerjaannya saja jika Sean ingin kau menjadi ibunya aku akan menerima mu "


"Yah da bisa menerima aku, mungkin aku bisa menerima Sean menjadi anakku tapi tidak dengan dirimu, karena aku tidak ingin dicintai karena tubuhku saja. Aku ingin mencari laki-laki yang memang tulus mencintaiku apa adanya tidak karena melihat tubuhku saja atau karena melihat aku orang yang berada, aku ingin seseorang yang tulus padaku mungkin aku sudah kehilangan orang itu sekarang dan akan sulit untuk mencari kembali laki-laki yang sama seperti apa yang aku inginkan. Leo telah menghancurkan semuanya dia menghancurkan apa yang seharusnya menjadi milikku "


" Bukannya kau bersama Zahir baru bertemu Kenapa kau sudah yakin kalau dia laki-laki baik untuk mu "


" Ternyata kau bisa menebak siapa orangnya mungkin aku terlalu Naif Karena tiba-tiba saja mencintai seseorang yang baru aku kenal, tapi memang apa adanya Aku mencintai Zahir Sampai detik ini aku suka dengan kesederhanaannya dan kejujurannya hanya dia yang mampu membuat aku seperti ini dan bisa membuka hatiku untuk seorang laki-laki , Tak tau sampai kapan lagi aku belum bisa membuka hatiku untuk laki-laki lagi "


"Memang menyenangkan saat kita mencintai seseorang pada saat pandangan pertama Dan aku sekarang merasakannya dan aku baru sadar itu tapi aku akan sulit mendapatkannya "

__ADS_1


" Jadi kau sekarang akan berpaling dari Puja . Apa kau tidak salah kan kau mencintainya ingin menjadikan istrinya dan bertanggung jawab atas tindakanmu waktu itu pada ayahnya, lalu sekarang kau mencintai perempuan lain Bagaimana dengan Puja Apakah kau tidak berpikir ke sana"


"Aku juga tidak tau, tidak ada yang tahu kan cinta datang secara tiba-tiba seperti kau mencintai Zahir secara tiba-tiba kan sama sepertiku sekarang aku mencintainya dengan semua apa yang dia punya kebaikannya dan dia adalah perempuan yang aku cari selama ini"


"Pikirkanlah kembali mungkin saja itu hanya cinta sesaat, disampingmu ada Puja jangan sampai kamu membuat dia sakit hati mungkin sekarang kau belum mencintai dia sedalam yang pernah kau rasakan pada istrimu, tapi aku yakin suatu saat kau akan merasakan itu pula pada Puja, sudahlah aku ingin tidur capek berbicara terus denganmu dari tadi tidak ada habisnya"


Ana segera melenggang pergi dari hadapan Roger, " Ana Apakah kau tidak sadar orang yang aku maksud adalah dirimu kau ini seorang pembunuh tapi kau polos juga yah masalah hati, aku kira kau akan merasa yang aku sebutkan adalah dirimu tapi kau sama sekali tak mengerti benarkan kataku akan sulit mengejarmu"


**


Puja dengan susah payah ingin pergi ke kamar mandi saat dia akan jatuh tiba-tiba saja ada yang memegang tangannya, Puja mendongakkan kepalanya ternyata itu Ana.


"Ada apa Ana kenapa kau kemari sudah jangan bantu aku, aku bisa sendiri tanpa bantuanmu aku pun bisa pergi ke kamar mandi sendiri aku tak butuh"


"Kalau kau tak butuh mungkin kau tak akan jatuh tadi Kalau aku tak mau memegang mu mungkin kau akan jatuh Jangan merasa sungkan padaku aku akan membantumu sebisa ku"


"Tidak usah Ana aku sudah bilang aku tidak mau dibantu, Aku tidak mau berhutang Budi denganmu nantinya dan malah kau akan menagih nya lebih baik kau pergilah jangan ganggu aku Aku bisa sendiri"


"Tenang aku tidak akan meminta hutang Budi mu, aku tulus membantumu, tanpa ada embel embel balas budi, ayo celat sebelum kau pipis disini bagaimana aku tak mau membersihkannya, itu sangat menjijikan "


Ana memapahnya ke dalam kamar mandi dan menunggunya di luar, beberapa saat Puja sudah keluar kembali dan Ana kembali memapahnya, kembali untuk duduk di tempat tidur.


Setelah semuanya selesai Ana segera pergi namun tiba-tiba saja Puja memegang tangannya" Ana apakah semua kata-katamu benar kalau kau tidak akan merebut Roger dariku"


" Baiklah kalau begitu aku lega kau tidak akan merebut Roger dari ku, aku hanya takut kehilangan saja"


"Kalau kau takut kehilangannya maka kau sayangi pula anaknya jangan kau sayangi ayahnya saja"


Ana bergegas pergi menutup pintu dan meninggalkan kembali Puja sendirian.


**


Cio sudah sangat mabuk, dia keluar dari club sendirian tanpa ada yang membatunya, memanggil manggil nama Inara "Inara aku mencintai mu kenapa kau meninggalkan aku dan lebih memilih Abian ,apa kekurangan ku, aku dan Abian samaaaa "


Inara dan Abian yang mau pulang kerumah dari kejauhan melihat Cio yang berjalan jalan tak tentu arah.


"Bi bukannya itu Cio ya kenapa dia sempoyongan seperti itu apa yang terjadi"


"Oh jya benar itu Cio sebentar "


Abian memberhentikan mobilnya dan memapah Cio untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


" Hei Abian akhirnya kita ketemu aku sungguh kecewa denganmu kau mencintai perempuan yang aku juga cintai. Kenapa harus seperti itu dari dulu kenapa, aku mencintainya Abian Aku mencintai Nara tapi kau merebut lagi dariku dulu saja saat kuliah kau juga seperti itu merebut Cinta dari ku lalu sekarang lagi kau merebut Inara dariku "

__ADS_1


Abi yang tak memperdulikan celotehan dari Cio, dia memasukkannya ke jok belakang dan kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya untuk pulang.


" Ada apa dengan cio Kenapa dia berjalan-jalan di jalan seperti itu"


"Dia mabuk sayang dan dia tadi juga mengatakan kalau aku telah merebutmu dari dia, dia mungkin di sini untuk menenangkan hatinya dari dulu juga seperti ini, aku selalu saja mencintai perempuan yang sama dengan dirinya aku juga tidak bisa menyangka akan seperti ini"


Inara hanya bisa diam saja, sedangkan Cio terus saja berceloteh tak henti hentinya, memangil manggil nama Inara lalu Inara menengok kebelakang, masih mengigau namun matanya terpejam.


Mereka sampai didepan loby apartemen Abian, Abian memapahnya dengan Inara yang dibelakang mengikuti mereka berdua.


Saat sudah sampai didalam apartemen, Inara langsung membukakan pintu kamar "ayo bi biarkan dia istirahat "


Abian mengangguk membaringkan tubunya dan membuka sepatunya.


"Abian Kenapa Kau Jahat kenapa seperti ini, Bisakah kamu memberikan Inara padaku jangan seperti ini aku mencintainya aku berjanji padamu aku akan menjaganya Aku tak akan menyakitinya tolong aku tak bisa hidup tanpa dia"


"Apa yang kau inginkan akan aku beri asalkan Inara menjadi milikku Abian tolong aku jangan mempersulit hidupku terus aku sudah pusing dengan hidupku dan sekarang lebih pusing lagi"


Masih saja Cio mengigau, Abian menepuk bahu Cio " Maafkan aku Cio aku tidak bisa melepaskan Inara untukmu karena aku sudah mengejarnya dari dulu dan aku tidak mungkin melepaskannya begitu saja, mungkin aku egois tapi aku juga mencintainya dan aku takkan mungkin bisa melepaskannya Sampai kapan pun , sama seperti dirumu "


Inara yang melihat dari celah pintu dia merasa bersalah semua ini gara-gara dirinya persahabatan mereka kacau karena dirinya.


Seharusnya dirinya tak hadir diantara mereka berdua seharusnya dirinya tak pernah ada untuk mereka berdua, kenapa masalah ini menjadi serumit ini.


Apakah dia harus mundur dan tak kembali pada Abian ataupun Cio, tapi dia sudah setengah jalan bersama Abian mana mungkin akan tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya tapi bagaimana dengan persahabatan mereka berdua.


**


Ana tiba tiba tiba saja kefikiran tentang kata kata yang terlontar dari Roger tadi kalau dias sedang mencintai seseorang, kenapa jadi penasan siapa yang dimasud Roger.


"Apakah aku yang dimaksud Roger. Tapi mana mungkin sih Roger suka sama aku wajah aja pas-pasan, masa iya suka sama aku. ini nih kebanyakan ikut cambur hidup orang lain jadi gini nih kefikiran terus kan jadinya "


Ana mencoba memukul mukul pipinya agar dirinya sadar dan tak memikirkan pacar orang lain, saat dirinya akan memukul kembali pipinya tangannya ditahan.


" Kakak kenapa memukul muka sendiri apakah banyak nyamuk di kamarku ini sampai-sampai kakak Terus saja tak bisa diam tangannya"


"Sean kau bangun, tidak kakak baik baik saja, kakak hanya sedang mengeringkan wajah kakak, kenapa bangun "


"Aku tadi mendengar suara kakak yang berbicara tapi aku tak tahu apa yang kakak bicarakan dan tiba-tiba saja Kakak memukul-mukul pipi Kakak sendiri, aku kan jadi khawatir yang melihatnya makanya aku bangun jangan seperti itu nanti aku Panggil Ayah"


"Jangan Sayang jangan jangan panggil ayah ayo cepat tidur lagi tidur lagi Sayang ayo Kakak tidak apa-apa tadi kakak hanya mengerinhkan wajah saja jadi di pukul pukul, sudah kakak pun tak bicara apa-apa kau tidak mendengarnya kan ayo kita tidur kakak peluk aku peluk"


Ana bernafas lega untung aja anaknya tak mendengar apa apa, kalau sampai terjadi habis lah dirinya ini.

__ADS_1


Sean dengan patuh masuk kedalam pelukan Ana dan Ana dengan cepat pula memeluknya. mencoba untuk tidur dan semoga Roger menghilang dari kepalanya, besok pagi tak boleh memikirkannya lagi tak boleh sampai terjadi.


__ADS_2