
Ana yang akan pergi kerja tiba tiba ditarik oleh Roger "ada apa sih Roger "
"Ini penting banget kamu harus ikut aku ke rumah, pokoknya kamu harus ikut aku kerumah "
"Apa dulu alasannya tiba-tiba aku ikut ke rumah kamu nggak penting banget sih apa sih yang terjadi sebenarnya, apa bilang yang jelas jangan tiba tiba kamu bawa bawa aku kesana "
"Sean, Sean "
"Kenapa sama Sean apa yang terjadi sama Sean dia baik baik aja kan, kamu jangan buat aku panik "
"Yaudah ayo makannya ikut aku dulu "
Ana dengan khawatir segera berlari dan mengikuti Roger, bahkan lebih dulu dari Roger Ana berlari dan saat masuk kedalam kamar Sean, Sean sedang tertidur sambil menyelimuti dirinya.
"Kamu kenapa Sean, kamu kenapa "
"Kakak akhirnya Kakak kemari juga aku sakit kakak"
"Kamu sakit yaudah ayo kedokter aja ya. kita periksa takutnya malah parah lagi "
"Gak mau ada yang mau aku bicarain sama kakak dan aku mau minta sesuatu sama kakak tapi kakak harus turutin apa kemauan aku "
"Iya akan kakak turuti apa yang kamu mau, apa yang kamu mau, coba katakan pada kakak sekarang apa itu "
"Aku ingin kakak bersama ayah bisa bersama-sama. Ya maksudku menjadi orang tuaku kakak menjadi Ibuku. Apakah kakak mau menjadi Ibuku untuk selamanya"
Ana melepaskan gengaman tangan Sean berdiri dan menatap Roger namun Roger mengalihkan pandangannya " apa tidak ada permintaan yang lain, selain itu kakak pasti akan menurutinya. Apakah kau tidak punya permintaan selain itu"
"Apakah permintaan itu terlalu berat. Apakah kakak tidak mau menjadi Ibuku karena aku nakal. Karena aku tidak bisa diatur atau karena aku memang tak pantas punya Ibu kak. Kenapa Kakak tidak mau menjadi Ibuku. Kenapa kakak tidak mau menikah dengan ayahku. Apakah Ayahku tidak pantas menjadi suami kakak"
"Bukan begitu kakak hanya tidak pantas menjadi ibumu, kakak bukan perempuan baik-baik jadi tidak akan pantas menjadi seorang ibu dan ayahmu pun masih berhubungan dengan Puja, mana mungkin Kakak bisa menggantikan posisi Puja "
Sean menundukan kepalanya "tapi aku hanya ingin berama kakak saja, aku ingin kakak menjadi ibuku, ya sudah jika kakak tak mau tak masalah aku tak akan memaksa aku tak akan minum obat, kakak saja tak mau kan jadi ibuku "
"Bukan begitu kau harus minum obat, segeralah minum obat sekarang bukannya kakak tidak mau jadi ibumu, kau bisa menganggap kakak sebagai ibumu tapi kakak tidak bisa menikah dengan ayahmu"
"Kenapa kenapa memangnya kenapa ada apa dengan ayah, kenapa kakak tante Puja tak akan kembali lagi dia tak ada, kenapa kakak tak mau dengan ayah, ayah baik dia baik kakak"
"Minumlah obat mu sekarang jangan merajuk terus ini juga demi kesehatan mu "
Ana langsung keluar dari kamar Sean dan Roger mengikuti Ana lalu menghadangnya " Apakah kau tega melakukan itu pada Sean. Dia sangat berharap kau menjadi ibunya kenapa kau begitu, dia sangat berharap dan ingin kau menjadi ibunya"
"Memangnya menjadi ibu rumah tangga itu gampang. Memangnya menjadi istri itu gampang. Memangnya menikah dengan orang yang aku tidak cinta itu gampang, tiba-tiba saja aku menikah denganmu tanpa ada cinta sedikitpun, itu tidak akan mungkin bahagia kita juga tidak akan saling mengerti nantinya, pasti akan banyak selisihnya "
"Kenapa kau begitu. Aku mencintaimu pelan-pelan kau juga pasti akan mencintaiku Ana. Kenapa begitu sulit Ana mendapatkan mu, aku hanya memintamu untuk jadi ibunya saja menikah denganku. Aku janji tidak akan pernah menyakitimu. Aku tidak akan melakukan apa yang pernah orang tuamu lakukan, beri kesempatan aku dan kasihani anakku juga dia butuh kasih sayang seorang ibu, dan dia hanya ingin dirimu saja yang menjadi ibunya"
__ADS_1
"Kalau sampai aku tidak mencintaimu bagaimana, kau pun jika tidak dibalas cintanya pasti lama-lama akan bosan padaku, dan tidak akan mau lagi denganku jadi menurutmu bagaimana apakah kau akan menerima itu semua"
"Tidak aku tidak akan bosan, aku berjanji aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak akan pernah bosan denganmu Ana, aku janji aku akan membuat dirimu mencintaiku untuk selamanya dan sampai kapanpun aku tidak akan menghianatimu atau menduakanmu, aku berjanji padamu sungguh percayalah padaku "
"Lalu ketika Puja datang misalnya dia hidup dan ketemu lalu menemuimu apa yang akan kau lakukan, kau akan kembali padanya atau setia padaku saja "
"Yang pasti aku akan setia padamu. Aku tidak akan terkecoh oleh Puja jika nanti kita sudah menikah aku hanya akan bersamamu saja, tidak dengan yang lain, aku janji padamu Ana aku berjanji aku tidak akan melakukan itu aku akan mencintaimu selamanya "
"Mencintaiku apakah janjimu itu bisa ku pegang semuanya, tapi aku tidak janji akan mencintaimu karena hatiku sudah tertutup untuk siapapun itu. Aku tidak bisa gegabah membuka hati untuk laki-laki manapun, dan jika nanti suatu saat kita sudah menikah aku tidak mau memberikan keperawanan kepadamu, bagaimana karena aku belum mencintaimu, setelah aku benar benar mencintaimu maka akan aku berikan semuanya "
"Aku akan menunggu hari itu, aku akan menunggu saat kau mencintaiku dan kau siap untuk melepas semua yang kau miliki , aku siap menunggu semuanya Ana, sampai kapanpun aku siap menunggunya, aku janji padamu aku tidak akan pernah ingkar janji padamu, untuk apa aku berbohong padamu"
Ana mengingat kembali pembicaranya bersama adiknya, kalau adiknya ingin sekali melihat dirinya menikah dan sepertinya ini saatnya dirinya membuat adiknya bahagia, melihat dirinya menikah meskipun tanpa cinta sedikit pun.
"Baiklah kita jalani saja semuanya aku melakukan ini hanya untuk Sean dan juga Inara yang ingin melihat aku menikah, hanya demi mereka bukan karena aku mencintai mu Roger "
Roger mengangkat kepalanya dia sangat senang sekali dengan jawaban dari Ana " ya sudah ayo kita masuk dan beritahu Sean semua ini, pasti dia akan senang saat mendengarnya ayo cepat Ana "
Ana mengangguk dan masuk lagi ke kamar Sean " Ayo sekarang kau minum obatnya Sean aku sudah menentukan kalau aku akan menjadi Ibumu dan akan menikah dengan ayahmu"
"Benarkah kau tidak berbohong kan kakak kau akan menjadi ibuku kan, benarkan kakak kau akan menjadi bagian dari hidup ku, kakak tidak berbohongkan agar aku minum obat saja, kakak berkata jujurkan padaku tak bohong "
"Ya aku akan menjadi ibumu, kita akan bersama sama, kita akan selalu bersama, aku tidak sama sekali berbohong "
Sean berdiri dan memeluk Ana dengan senang, lalu mencium pipi Ana dengan gemas "makasih ya kakak. aku senang sekali kakak akan menjadi ibuku. Aku senang sekali kakak, pokoknya hari ini adalah hari paling menyenangkan untuk ku kakak "
"Ayah ayo peluk ayo peluk "
Roger langsung masuk kedalam pelukan mereka, sudahlah mereka seperti satu keluarga yang bahagia.
**
"Bagus nak akhirnya Kak Ana mu mau dengan ayah. Untung saja Ayah kepikiran kan tentang ide ini, jadi kita bisa bersama sama dengan kak Ana "
"Memangnya kakak tidak akan marah yah, kita pura-pura seperti ini, tadi aku pura-pura sakit dan minum obat di hadapan Kakak. Bagaimana kalau kakak marah padaku nanti kalau mengetahui semua ini, sandiwara yang ayah buat, agar bisa bersama kakak, apakah kakak tak akan marah ayah saat mengetahui ini semua "
"Tentu saja tidak ini juga kan demi kebaikanmu. Bukannya kau ingin membuat Kak Ana menjadi ibumu maka inilah caranya, inilah cara terbaik untuk membujuk kak Ana itu agar menjadi istri ayah dan juga Ibu dari dirimu "
Sean menganggukan kepalanya dan duduk di pangkuan sang ayah "Iya aku senang tapi aku juga masih ragu. Apakah kakak benar-benar ingin menjadi Ibuku. Bagaimana kalau tiba-tiba kakak membatalkan semuanya dan tidak mau dengan ayah karena ayah ini menyebalkan"
"Tadi kakak sudah bilang kalau dia mau menjadi istri ayah, dan juga Ibu darimu jadi kau tenang saja semuanya sudah beres dan terkendali, tak akan ada yang terjadi semuanya akan baik baik saja, bukannya kau kan sangat ingin membuat kak Ana menjadi ibu mu, maka inilah jalannya Sean, kalau tidak seperti ini kapan lagi kak Ana akan sulit"
" iya ayah iya ayah aku mengerti "
Roger tersenyum senang kenapa nggak dari dulu dirinya melakukan ini, melakukan sandiwara agar Ana menjadi miliknya, pasti Ana akan luluh dengan anaknya dan benar saja kan dia langsung luluh dan mau menerimanya menjadi suaminya.
__ADS_1
Meskipun masih ragu dan masih tak menerima dirinya, tapi yang terpenting Ana sudah menjadi miliknya dan tak akan dirinya lepaskan sampai kapanpun. Ana akan jadi miliknya dan tak akan ada yang bisa mengganggunya siapapun itu tidak akan bisa.
Sepertinya dirinya harus mempercepat pernikahannya bersama Ana agar Ana tidak bisa lari kemana-mana lagi, dan hanya terikat pada dirinya saja, siapa tahu kan ada laki-laki lagi yang sedang mendekati Ana.
Kalau ia bagaimana hancur dong semuanya, semoga saja Puja tidak kembali dan memang sudah meninggal agar dirinya tidak terbebani nanti oleh kedatangan Puja yang tiba-tiba.
"Ya udah papih mau ke kantor dulu kamu di rumah nggak apa-apa kan sendiri atau mau sama Arya aja di rumah Kakak, biasanya kan kalian berdua main"
"Kan aku pura-puranya sakit lalu kenapa tiba-tiba aku main Ayah, kalau kakak tahu nanti dia marah loh dan nggak jadi nikah sama ayah, aku di rumah aja ayah pergi aja ke kantor aku nggak papah kok di sini sendirian, lagian kan rumahnya dekat juga sama rumah kakak. Aku juga mau kerjain PR aja karena gara-gara Ayah aku nggak masuk sekolah kan"
"Ya udah kamu hati-hati ya di rumah kalau ada apa-apa biasa telpon Ayah"
"Iya ayah pasti "
Sean turun dari pangkuan sang ayah dan pergi ke kamarnya. Sedangkan Roger dia pergi keluar rumah dan akan pergi ke kantor dengan hati yang senang dan bahagia.
Akhirnya dirinya bisa mendapatkan apa yang ingin dirinya dapatkan, tanpa harus capek-capek lagi mengejarnya kan ya meskipun harus mengerjakannya lagi agar dia mencintainya.
***
Ana selama di kantor hanya diam saja dia masih bingung dengan keputusannya yang mengambil akan menikah dengan Roger, apa keputusan ini akan baik atau akan buruk karena firasatnya mengatakan kalau semua ini tidak akan baik-baik saja.
"Nona ada apa denganmu saya membawakan berkas untukmu tapi kau dari tadi melamun saja ada apa, saat aku memanggil manggilmu kau hanya diam saja "
"Oh iya Jack maaf aku sedang melamun berkas apa ini. Apa yang perlu aku lakukan "
"Silakan Nona tanda tangan dulu di sini. Ada apa sebenarnya apa yang Nona pikirkan sampai-sampai Nona dari tadi terus saja melamun"
"Aku sedang bingung Jack tadi Sean memintaku untuk menjadi ibunya untuk menikah dengan Roger dan aku menerimanya begitu saja. Apakah menurutmu itu keputusan yang baik untukku, atau malah menjadi sebuah masalah untuk ku "
"Kau akan menikah dengannya, dengan Roger Nona. Apa kau yakin akan menikah dengan laki-laki itu, sedangkan dia masih punya status hubungan dengan Puja, ya meskipun Puja sekarang sudah pergi belum ketemu dan kita tidak tau dia masih hidup atau sudah mati, Nona yakin akan menikah dengan laki-laki itu bagaimana kalau nanti tiba-tiba Puja kembali lagi ke sini"
"Ya aku juga tidak tahu aku harus gimana Jack aku pusing, aku harus lakuin apa sedangkan aku udah terima masa aku tiba-tiba aja batalin nanti yang ada Sean malah marah sama aku, aku nggak bisa buat hati anak kecil itu sakit karena aku udah terlanjur sayang sama dia Jack "
"Tapi bukannya saya ingin melarang Nona atau bagaimana saya tidak terlalu suka dengan Roger, dan menurut saya Roger bukanlah laki-laki yang baik untuk Nona, tapi kembali lagi pada pendirian Nona sendiri, jika memang Nona sudah yakin kalau Roger bisa membahagiakan nona Saya tidak masalah"
"Ya itu yang saya khawatirkan saya bingung. Saya sudah mengambil keputusan itu dengan begitu cepat tanpa memikirkan dulu akibatnya apa yang akan terjadi"
"Lebih baik nona pikirkan saja dulu dari pada nanti menyesal pada akhirnya, jika nanti diajak menikah oleh Roger menurutku lebih baik Nona menolak dulu jangan sampai Nona mau terlebih dahulu yakinkan dulu hati Nona apakah Nona yakin ingin menikah dengan Roger"
"Tapi aku sudah berjanji pada Sean akan menikah dengan Roger dengan ayahnya bagaimana aku tidak bisa menolak permintaan anak kecil itu"
Jack mengusap rambut nonanya lalu tersenyum pada Ana. " saya akan mendukung setiap pilihan nona, saya tidak bisa memberikan solusi lagi jika nona saja sulit untuk memilih, nona jangan memikirkan perasaan orang lain dulu, namun fikirkan dulu perasaan nona sendiri bagaimana "
"Saya permisi dulu keluar nona, "
__ADS_1
Ana mengangguk saja dan kembali melamun memikirkan semua itu, namun entahlah mana yang harus dirinya utamakan dirinya sendiri atau orang lain, pusing harus memilih yang mana.