Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ragu sekali


__ADS_3

Abian yang sudah sampai rumah dengan Inara segera turun dan disambut oleh Ana dengan wajah khawatir Ana, Ana langsung memeluk sang adik dan memeriksa apakah ada yang luka di tubuh adiknya "kau baik-baik saja kan kau tidak apa-apa kan. Sebenarnya kalian tuh pergi ke mana ya sudah masuk dulu jelaskan semuanya di dalam rumah"


Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah dan Abian mendudukan sang istri dekat kakaknya Anna masih memeriksa keadaan Inara takut-takut ada yang luka"aku baik-baik saja Ana semuanya baik-baik saja"


"Baiklah aku sangat khawatir dengan keadaanmu ke mana kalian pergi ke villa mana. Aku tidak tahu tujuan kalian ke mana waktu itu kalian hanya bilang akan pergi ke villa tanpa memberitahu alamat lengkapnya di mana"


Dengan takut-takut Abian segera menjelaskan semuanya pada Ana"kami berdua pergi ke villa yang ada di hutan yang waktu itu pernah Inara lihatkan padamu yang ada danaunya itu, dan kau melarang kami untuk datang ke sana tapi kami datang ke sana dan benar di sana ada seorang laki-laki yang berbadan tinggi besar seperti apa yang kau katakan"


"Sudah aku bilang kan cari tempat lain kenapa kalian bandel dan masuk ke sana, aku sudah bilang kan tempat itu tuh bukan tempat aman, di sana tuh berbahaya sudah tidak ada orang berbahaya lagi di sana. Kenapa kalian ngotot pergi ke sana apa sebenarnya yang kalian cari, kalian ingin nyawa kalian melayang. Iya kalian ingin mati dengan cepat setelah menikah kalian ingin mati begitu"


"Tidak kami berdua tidak ingin mati Ana, kami berdua sama sekali tak mau mati, kami masih ingin hidup, hanya kami tertarik saja dengan pemandangannya dan juga ratingnya sangat bagus Ana, makanya kami datang ke sana kami tidak percaya dengan kata-katamu kami minta maaf karena tidak percaya dengan apa yang kau bilang" ucap Abian kembali.


"Maka itu adalah akibatnya karena kalian tidak mau mendengarkan apa kata-kataku, terima saja untung saja kalian masih selamat kalau kalian sampai mati bagaimana aku mencarinya tidak tahu kalian di mana Pokoknya jika kalian ingin pergi ke mana-mana bilang padaku terlebih dahulu agar aku tahu di mana tempat kalian berada jangan main pergi-pergi aja berdua kayak gitu"


"Iya Ana maafkan kami berdua kami tak akan melakukan itu kembali, maafkan kami "


"Yasudah kalian masuk saja kekamar dan beristirahat "


Abi dan Inara akhirnya mengangguk saja masuk ke dalam kamar mereka tidak mau sampai dimarahi lagi oleh Ana lagi, Inara langsung memegang tangan Abian "kamu nggak marah kan dimarah-marahin kayak gitu sama Ana, kamu nggak akan pulang kan karena Ana udah marah-marah sama kamu"


"Kenapa aku harus pulang sayang, aku baik-baik aja aku nggak sama sekali sakit hati kenapa aku harus sakit hati, anakan marahin kita karena kita nggak dengerin apa kata-kata dia, kalau aja waktu itu kita dengerin kata kata Ana kita nggak akan mungkin kayak gini kan, Untung aja kita selamatkan kita nggak apa-apa. Pokoknya kita nanti harus dengerin kata-kata Ana nih. Jangan sampai kejadian lagi kayak gini sayang"


"Syukur deh kalau kamu nggak marah aku takutnya kamu marah selalu dimarahin terus sama anak"


"Gak akan sayang aku gak akan pernah marah kok, aku tau Ana sayang sama kita makan kayak gini "


Abian mendekati Inara, makin mendekatinya "sayang yang tadi gagal kita bikin disini lagi aja ya "


Abian langsung mengecup telinga Inara dan beralih kebibir Inara, dan akhirnya mereka bulan madu dirumah lagi, karena bulan madu mereka gagal total.


**


Cio masih belum menurunkan Nana dari dalam mobil, dirinya sengaja pulang dengan Nana ada yang ingin dia katakan " sampai kapan pak saya akan ada disini, saya harus masuk kedalam rumah "


"Saya ingin berbicara sesuatu padamu dan kamu harus mendengarkan semua kata-kata saya"


"Apa Bapak ingin bilang apa. Biasanya juga langsung bilang nggak biasanya nih bilang dulu kayak gini, biasanya langsung ceplas-ceplos bilang sama saya sekarang kok jadi bilang ada apa nih pak masalah besar emang sampai-sampai harus kayak gini"

__ADS_1


Cio membalikkan badan Nana untuk menghadap padanya dan memegang tangan Nana " Kamu mau nggak jadi pacar saya"


Nana masih diam dan menatap kearah Cio lalu tertawa terbahak bahak " Bapak ini kalau ngelucu emang bener-bener lucu tiba-tiba bilang sama saya mau nggak jadi pacar Bapak, Bapak mau bikin lelucon apa lagi sih sampai-sampai harus pura-pura bilang kayak gini sama saya .Ada apa sih Pak sebenarnya bapak lagi latihan ya buat nembak seseorang"


"Enggak saya beneran, saya beneran nyatain perasaan saya sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar saya, kamu mau kan jadi teman hidup saya, kalau kamu nggak percaya kamu bisa tanya sama Ana kalau saya memang bener-bener suka sama kamu dia tahu semuanya"


Nana melepaskan tangan Cio dan membenarkan kembali duduknya "lebih baik Bapak pikir-pikir dulu aja jangan tiba-tiba nyatain perasaannya sama saya, kalau misalnya tiba-tiba Bapak berubah pikiran dan masih tertarik sama cewek-cewek di luar sana gimana, saya nggak mau Pak sampai diduain atau bapak malah cari-cari cewek lain mendingan pikirin dulu aja semuanya Pak, saya nggak mau nanti dimainin sama Bapak saya udah tahu reportasi bapak itu gimana"


Kembali Cio memegang tangan Nan "saya akan berubah saya akan berubah untuk diri saya sendiri dan untuk kamu jugax saya janji nggak akan kayak gitu lagi beneran saya janji sama kamu, saya nggak akan khianatin kamu atau cari cewek-cewek lain di luaran sana. Beneran saya nggak akan lakuin itu kamu hanya perlu percaya sama saya "


Nana kembali melepaskan pegangan Cio namun kali ini Cio tidak melepaskannya " Mungkin saya akan memikirkan dulu semuanya Pakz karena saya belum percaya sepenuhnya dengan apa kata-kata Bapak, boleh bapak buka pintunya saya ingin pulang saya ingin istirahat sekarang. Saya tidak bisa menjawab semuanya sekarang karena saya harus memikirkan semuanya dulu, saya harus memikirkan mental saya nanti jika suatu saat berhubungan dengan pak Cio, dan satu lagi maaf saya gak ada hati sama pak Cio "


"Cinta bisa datang kapan saja kau nanti juga bisa mencintaiku kenapa harus nenunggu kau jatuh cinta dulu baru kau menerima ku, aku berjanji akan berubah dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku aku janji itu dan aku tidak akan pernah menyakitimu"


"Bisa tolong bapak buka pintunya saya ingin keluar"


Cio langsung melepaskan tangan Nana dan membuka pintu mobilnya, Nana langsung saja pergi meninggalkan Cio dan Cio tersenyum miring saja "saat aku benar-benar mencintai seorang perempuan tapi dia tidak percaya kalau aku memang mencintainya, karena reputasiku yang suka mempermainkan perempuan"


**


"Sayang nanti kalau kita punya anak kamu maunya apa"


"Boleh juga sayang kayaknya seru juga ya punya anak kembar nanti kita urus berdua terus kalau rewel satu rewel dua-duanya pasti seru deh kayaknya kita sibuk banget seharian ngurus mereka"


"Iya Bi pasti seru banget deh Semoga aja aku hamil anak kembar ya doain aja apa yang kita pengen terkabul bener nggak sih Bi "


"Iya sayang Amin semoga aja apa yang kita inginkan terlaksana ya, berarti kita harus sering-sering lakuinnya nih biar anak kita benar-benar kembar sayang, kamu juga harus kuat jangan loyo ya"


"Itu mah ayahnya aja yang pengen terus-menerus bukan karena pengen bikin anak dua, ayahnya itu mah yang terus ketagihan dan pengen"


"Kamu tahu aja apa yang aku mau sayang, ya nggak papa dong kita kan udah sah kamu juga udah jadi istri aku jadi sah-sah aja kan kita nggak dosa lakuin itu, bener nggak sayang jadi kamu harus mau kalau aku lagi pengen karena perempuan itu nggak boleh nolak apa yang diinginkan suami nanti kamu dosa loh"


"Ya nggak apa-apa sih kalau nggak sering tapi ini maunya setiap hari, gimana coba yang ada sakit Bi kamu enak aku sakit"


Abian hanya tersenyum saja dan makin mempererat pelukannya pada sang istri namun tiba tiba ponsel Abian berdering, Abian segera mengambil ponselnya "Cio nelfon tunggu ya sayang "


Abian langsung mengangkatnya "ada apa Cio "

__ADS_1


"Lo sekarang di mana Abian lo masih bulan madu"


"Enggak gue udah pulang ada di rumah Ana emangnya kenapa"


"Bagus deh gue lagi di perjalanan mau ke rumah Ana cepetan pakai baju gue mau bicara sama lo"


Abian langsung celingak celinguk mencari kamera siapa tahu Cio menyimpan kamera di sini." Kenapa lo bisa tahu apa lo simpan kamera di sini, lo mata-matain kita berdua ya"


"Buat apa gue mata-matain kalian nggak ada gunanya, gue tahu gimana pengantin baru pasti kalian tuh lagi telanjang telanjang udah cepat pakai baju gue sebentar lagi ini nyampe , gue nggak mau tahu ya kalau lu belum ada di ruang tamu gue dobrak tu pintu "


Sambungan langsung dimatikan oleh Cio " gila nih anak tiba-tiba nelpon terus matiin, sayang Cio mau ke sini katanya mau ngobrol nggak apa-apa kan aku mau ngobrol sama Cio nggak akan aneh-aneh kok"


"Ya udah kamu mandi dulu ya sebelum ngobrol sama Cio"


"Siap syaang "


Abian langsung bangkit dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Inara dia tertidur lagi karena memang sangat mengantuk sekali capek badannya sangat sakit-sakit sekali.


**


Nana yang sedang makan tidak berselera sama sekali mamahnya yang melihat segera menepuk tangan Nana "kamu itu kalau makan jangan dimainin kayak gitu. Ada apa sih cerita sama mamah sebenarnya ada apa tadi kan pulang dianterin sama Pak Cio ya. Apa kalian berantem lagi iya kalian berantem "


Nana menggelengkan kepalanya"aku sama sekali nggak berantem sama Pak Cio Mamah, aku baik-baik saja kok "


"Tapi nggak biasanya Mama tahu kamu itu biasanya tuh cerewet banget, dan yah kalau makan tuh nggak bisa diem tapi sekarang tuh tiba-tiba diam aja, cerita sama Mama ada apa. Siapa tahu mama bisa bantu ya meskipun Mama nggak akan bisa bantu sepenuhnya, tapi setidaknya Mamah bisa kasih kamu nasihat"


"Tapi mama jangan kaget ya"


"Iya gak akan ada apa coba bicara sama mamah "


"Pak Cio tadi nyatain perasaannya sama Nana, terus Nana nggak kasih jawaban karena Nana nggak punya perasaan sedikit pun sama Pak Cio, Nana cuman anggap pak Cio itu sebagai Bos Nana dan juga teman ngobrol aja sih tapi Nana juga nggak mau sama Pak Cio. Takutnya nanti Nana malah dimainin deh sama dia"


"Ini beneran kan pak Cio nyatain perasaannya sama kamu. Kenapa kamu nggak terima aja itu tuh bagus banget dia tuh ganteng tahu nggak sih, kamu harusnya terima dia kenapa kamu tolak sayang , nggak akan ada lagi yang kayak gitu limited edition tuh yang kayak gitu Nana kamu mah dikasih kesempatan malah nolak "


"Iya sih limited edition ganteng tapi Nana nggak suka sama Pak Cio dari awal Nana akrab sama Pak Cio Nana tuh udah janji sama hati Nana jangan sampai Nana suka sama pak Cio karena kalau Nana suka sama Pak cio yang ada nanti Nana bakal sakit hati, Pak cio itu bukan laki-laki yang setia pokoknya Nana nggak mau deh kalau mamah mau ya udah sama mama aja pacarannya"


"Pokoknya kamu pikirin dulu aja ya semuanya Nana, jangan ambil keputusan gitu aja ini tuh kesempatan satu-satunya loh, laki-laki Itu bisa berubah loh kalau dia emang bener-bener suka sama perempuan itu, dia bakal berubah seutuhnya meskipun dia dulu buaya kalau udah takut sama satu perempuan mereka nggak akan kayak gitu lagi. Beneran deh mamah tuh punya pengalaman juga yang kayak gitu jadi percaya sama mama"

__ADS_1


"Tau ah Mama kok kasih nasehatnya malah kayak gitu sih, nanti aja deh gimana nanti aja Nana mau pikirin dulu semuanya, Nana nggak mau tiba-tiba terima pak Cio, Nana udah tahu dia tuh gimana Nana nggak mau terjebak sama Pak cio nanti kalau tiba-tiba Nana udah suka sama Pak cio tiba-tiba pak Cio tinggalin Nana gimana. Emang mama mau anak mamah ditinggalin gitu aja sama laki-laki. Enggak kan jadi Nana harus pikirin dulu semuanya mama juga jangan gegabah tiba-tiba nanti pas dia datang ke sini diterima sama Mama, kalau gitu caranya Mama aja yang pacaran sama pak Cio, Nana nggak mau Nana harus cinta dulu sama Pak Cio baru nanti bisa terima"


"Kapan itu akan terjadi coba "


__ADS_2