
Roger melihat kearah sampingnya, dia melihat Ana yang tertidur dengan nyenyak "Ana apakah aku bisa memiliki mu "
Roger segera memangku Ana dan membawannya kedalam, saat akan memasukan Ana kedalam kamarnya tak sengaja berpapasan dengan Inara yang sepertinya terbangun.
"Ada apa dengan Ana "
"Dia terlalu banyak minum "
Roger langsung membawannya kedalam kamar di ikuti oleh Inara, "Baiklah terimakasih Roger, aku akan mengurus Ana "
"Baiklah "
Setelah Roger pergi Inara langsung menganti pakain Ana dan menunggu sampai kakaknya sadar.
Inara terus saja mengusap rambut Ana dengan perlahan tak lama Ana membuka bola matanya dan terduduk menatap adiknya yang sedang menatapnya pula.
"Ara aku tadi bermimpi "
"Bermimpi apa Ana apakah sangat menakutkan"
"Yah sangat menakutkan aku dicium oleh Roger apakah sangat menakutkan itu "
"Kalau itu bukan hal yang menakutkan tapi ka suka kan, aku tahu kau mencintainya jangan menyembunyikan apa-apa diriku Karena aku sudah tau "
"Hemm ya aku memang mencintainya tapi kau tahu sendiri kan dia sudah mempunyai pacar mana mungkin aku merebut pacar orang lain . Aku tidak mau itu terjadi jadi lebih baik aku memendamnya sendiri dari pada aku harus merusak hubungan mereka berdua"
"Ya kau benar lalu bagaimana denganmu apakah kau tak merasa sakit hati mereka selalu bersama dan tidur bersama"
"Untuk apa aku merasa sakit hati, aku hanya mencintainya tak berminat untuk memilikinya jadi itu bukan masalah besar untukku yang terpenting tak ada yang tahu kalau aku mencintainya, selain diri mu karena aku tidak mau masalah ini makin besar makin besar dan malah menghancurkan hubungan mereka berdua yang sudah terjalin lama "
"Baiklah ini sudah jam 03.00 pagi apakah kau akan melanjutkan tidurmu atau tidak akan"
"Sepertinya aku tidak akan bisa tidur lagi kau saja, segeralah pergi ke kamarmu kau kan nanti pagi kerja aku akan menyelesaikan pekerjaanku agar nanti saat siang hari aku tidak begitu sibuk dan ada waktu luang sebentar "
"Apakah kau ingin aku mengundurkan diri dari perusahaan Abian dan membantumu untuk mengurus perusahaan orang tua kita, aku akan melakukannya jika kau mau, aku tak akan menolaknya"
"Jangan lakukan itu jika kau sudah nyaman bekerja di sana kau jangan keluar, aku masih bisa dan masih sanggup untuk mengurus semuanya ada Jack yang membantuku dan anak buahku yang lain. Jadi kau tak usah khawatir aku baik-baik saja aku sekarang sedang mengurus sebuah kasus jadi sedikit banyak kerjaan"
"Baiklah jika suatu saat kau memintanya aku akan mau dan keluar dari perusahaan Abian"
"Tapi mungkin nanti tak bisa karena kau nanti sudah menikah dan berbeda lagi semua urusanmu sudah ditanggung oleh Abian dan tidak mungkin Abian membiarkanmu bekerja"
"Mana mungkin pasti dia membolehkan aku bekerja, meskipun nanti aku sudah menikah, aku tidak akan pernah melupakanmu dan melupakan semua kenangan kita berdua , aku akan selalu ada untukmu"
"Iyaa aku tahu kok pasti kau akan selalu ada di sampingmu sekarang tidurlah "
"Baiklah Ana aku akan tidur lebih dahulu kau jangan lupa jaga kesehatanmu. Jangan terus-menerus kau fokus dengan pekerjaanmu tapi kesehatanmu dibiarkan begitu saja"
"Iya Ara iya kau tenang saja aku pasti akan baik baik saja "
Inara mengangguk dan keluar dari kamar itu, untuk segera melanjutkan tidurnya kembali, semoga saja bisa tidur.
__ADS_1
**
Inara sudah ada dikantor dia membawa sekotak bekal untuk pacarnya, kasian dia pasti belum sarapan, namun saat Inara membuka pintu dia malah melihat Abian dan Livia sedang berpelukan dan Livia yang akan mencium Abian.
"Ups ada Inara maafkan kamu ya Inara "
Abian langsung melepaskan pelukan itu dan mengejar Inara, namun Sandi langsung menghalanginya "jangan ganggu nona, jika ingin menjelaskan nanti saja, biarkan dia sendirian dulu "
"Tapi ini salah Faham kalau tidak dikejar dia akan makin marah padaku "
"Iya tapi biarkan dulu Nona untuk berpikir dan menenangkan dirinya kau urus saja perempuan itu dan selesaikan masalahmu dengan perempuan itu , setelah semuanya selesai baru kejarlah nona, jangan mengejarnya jika kau masih Kekeh mengejar Nona Aku akan melaporkannya pada Nona Ana kalau kau menghianati nona Ara"
"Jangan lakukan itu, Ini hanya salah paham kau jangan membuat Ana makin membenci padaku"
"Baiklah jika kau ingin itu maka kau diam dan turuti apa kata-kataku , jangan ganggu Nona untuk sekarang biarkan dia menenangkan dirinya dahulu dan biarkan dia mengambil keputusan sendiri dan kau pikirkan bagaimana caranya membuat nona percaya lagi padamu. Jika ingin melakukan sesuatu atau rencana kau harus berbicara dulu jangan gegabah seperti ini "
Sandi langsung pergi melengos meninggalkan Abian, mengejar nonanya yang pergi sudah jauh dari penglihatannya.
"Abi maafkan aku karena permintaanku kalian malag bertengkar dan Inara salah paham"
"Sudah jangan memegang ku pergi dari sini"
"Tapi urusan kita belum selesai"
"Aku bilang kau pergi aku tidak mau diganggu oleh siapapun"
Abian menutup pintunya dan menguncinya dari dalam tak membiarkan siapa pun masuk kedalam ruangan ini, semua cuma salah paham bagaimana menjelaskannya pada Inara.
**
Inara memakan sarapan yang akan dirinya berikan pada Abian dirinya sama sekali tidak menangis cuman kecewa saja Abian bisa melakukan itu bersama Livia di belakangnya, apa yang mereka lakukan coba berpelukan seperti ini di pagi buta.
"Kenapa kau diam di taman sepertinya sedang bersedih"
Inara mengalihkan pandangannya ternyata itu Adam " Kenapa memangnya aku tidak boleh diam di sini dan makan disini emangnya ini taman punyamu"
" Wow makin garang aja kamu ya makin menantang buat aku ngejar kamu lagi "
"Tapi aku gak akan pernah mau sama kamu jadi mending kamu jauh-jauh aja dari aku ,aku udah bilang ini berapa kali sama kamu . Aku tahu kamu deketin aku bukan karena ingin mendapatkan aku lagi tapi kamu ingin balas dendam kan"
"Kenapa pikiranmu seperti itu Inara aku tidak ada pikiran untuk membalaskan apapun padamu .Aku hanya ingin memperbaiki rumah tangga kita yang sempat hancur karena aku yang sudah melakukan kesalahan yang fatal padamu"
"Rumah tangga kita sampai kapanpun tidak akan pernah bisa diperbaiki, kita sudah bercerai dan kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, jadi kau jangan berharap lebih karena aku tidak akan mau mengulangi pernikahan yang pernah kita lalui karena hasilnya pasti akan sama tak akan berbeda dari sebelumnya"
"Jika kau mau memberiku kesempatan kedua aku akan mengubah semuanya. Bahkan aku takkan mengulangi apa yang sudah aku lakukan aku berjanji padamu Jika kau mau kembali padaku"
"Aku sudah memberikanmu beberapa kesempatan dulu, lalu untuk apa aku memberi kesempatan lagi padamu karena aku tidak percaya dengan ucapanmu kau hanyalah laki-laki b******* dan tidak bisa menepati janjinya"
Inara langsung saja pergi dari sana bahkan bekal nya tak dia bawa dibiarkannya begitu saja.
Saat Adam akan membawannya dan membuat Abian marah pada Inara, bekal itu sudah diambil oleh Sandi.
__ADS_1
"Kau tak boleh memegang barang nona,"
"Dasar kau pengganggu lihat saja aku akan mendapatkan Inara kembali dan kau akan menjadi bawahanku, saat itu terjadi aku akan menginjak-injakmu lihat saja aku akan mengabulkan kata-kataku itu Sandi "
"Aku akan menunggu hari itu, hari yang tidak mungkin terjadi karena nona bukanlah orang bodoh yang mau menikah kembali dengan mantan suaminya yang pengecut dan tidak tahu diri ini"
Sandi kembali pergi untuk menyusul nonanya yang masuk kedalam kantor kembali.
"Awas saja kau Sandi, kau begitu angkuh, sampai sampai aku muak mendengar kata katamu "
**
Puja yang terganggu dengan sinar matahari membuka kedua bola matanya dan disampingnya ada laki-laki yang memeluknya dari belakang, Puja langsung membalikkan badannya dan melihat kearah Cio.
"Kau sudah bangun Puja "
"Hemm aku sudah bangun, apakah kita sudah melakukan hubungan intim "
"Iya apakah kau menyesal "
"Sama sekali tidak Cio, aku tak menyesal "
Puja memeluk Cio kembali dengan erat "jadi apakah sekarang kau berubah pikiran untuk memutuskan pacarmu"
"Tidak ada sekalipun dalam pikiranku untuk melepaskan Roger dalam genggamanku, aku tidak akan mungkin melepaskannya Cio"
"Jadi yang semalam bukan apa-apa"
"Tidak aku baru ingat kejadian semalam, aku menyukainya dan aku juga tidak mau melepaskan mu, aku suka dengan sentuhan mu "
Cio melepaskan pelukan Puja, berjalan kearah kamar mandi tanpa memerdulikan tubuhnya yang tak memakai apa apa, masuk kedalam kamar mandi dan menyalakan syower untuk menguyur dirinya.
Namun dia merasakan dari belakang ada yang memeluknya, Puja mendorong Cio untuk menempel kearah tembok, lalu meraba raba tubuh Cio.
Sampai sampai burung Cio kembali bangun "ternyata sangat cepat membuat tongkatmu bangun Cio, aku suka "
Sekarang Cio membalikan keadaan Puja yang menyandar kearah tembok dan tampa pemanasan dulu Cio langsung memasukannya, mengangkat salah satu kaki Puja agar dirinya lebih leluasa.
"Lepaskan dia lepaskan laki laki itu Puja, maka aku akan selalu memuaskan mu dan akan mencitaimu lebih dari laki laki itu "
Namun Puja tak menjawabnnya dia terlalu menikmati apa yang diberikan oleh Cio, "Puja jawab aku "
"Aku tak bisa Cio "
Cio langsung melepaskan penyatuan mereka dan membuat Puja langsung membuka kedua bola matanya "Cio "
"Aku tak mau sebelum kau memutuskannya dulu, baru aku akan melanjutkannya "
"Cio itu terlalu lama, aku ingin sekarang ayo puaskan aku terlebih dahulu, baru aku akan mejawab semuanya ayo Cio jangan buat aku begini "
Cio yang merasa kasian dengan Puja yang gelisah segera menghampirinya dan kembali memasukan tongkatnya dan kembali memuaskan Puja yang sudah lama tak melakukan hal seperti ini dengan Roger.
__ADS_1