Berbagi Suami

Berbagi Suami
Akhirnya datang jugaa


__ADS_3

Singkat cerita hari ini sudah pagi hari dan Inara yang baru bangun melihat Bi fani dan pelayan pelayan yang lain sibuk seperti ada acara aja ya.


Mereka belanja sayuran bahkan banyak lagi tiba-tiba kakaknya datang dan mendorongnya masuk ke dalam kamarnya, memberikannya sebuah gaun cantik dan menyimpannya di tempat tidur lengkap dengan sepatu dan perhiasannya.


"Ada apa ini Ana kenapa kau tiba-tiba menyimpan pakaian dan printilan-perintilan yang lainnya, akan da acara apa nih. Kayaknya akan ada acara besar ya Ana apa tuh"


Ana memegang pipi sang adik dan tersenyum senang "lebih baik sekarang kamu ke klinik kecantikan dan melakukan perawatan dulu ya nanti Sandi akan mengantarmu ke sana ya, ayo segeralah bersiap aku sudah menyiapkan semuanya"


"Memangnya akan ada acara apa Ana sampai-sampai aku harus perawatan, aku kan sudah sering melakukan perawatan lalu sekarang ada acara bahagia apa"


"Sudah kau turuti apa kata kakakmu ini saja, cepat bersiaplah pasti akan lama dan pulang sore nanti sebelum pergi ke sana kau sarapan dulu ya, aku sudah menyiapkan di mana kau akan melakukan treatment kau tinggal datang saja bersama Sandi ke sana ya"


"Jelaskan dulu padaku apa yang terjadi Ana, jangan membuatku makin penasaran saja apa yang terjadi ayo katakan padaku"sambil memegang tangan sang kakak yang masih ada di pipinya.


Ana menggenggam tangan Inara dan kembali tersenyum " pokoknya kamu turutin apa aja kata aku. kamu gak usah tahu akan ada acara apa dan yang lainnya pokoknya kamu sekarang pergi sama Sandi ya, jangan lupa bawa pakaian ini juga biar sekalian kamu didandanin di sana juga ya, nanti aku datangin deh orang yang buat dandanin kamu sekalian di sana kita sewa satu hari ini buat kamu aja perawatan buat kamu aja dan khusus buat kamu aja, nanti juga ada yang nata rambutnya pokoknya kamu akan seharian di sana oke sama Sandi, tenang aja dia akan tunggu kamu ayo cepet mandi sambil mendorong sang adik masuk kedalam kamar mandi"


Dengan senyum yang masih merekah Ana keluar dari kamar dan malah bertemu dengan Roger yang sudah lama tak dirinya temui, ya karena dirinya yang menyuruh seluruh penjaganya untuk tak memasukan Roger kerumahnya dengan sembarangan.


"Sepertinya kau sedang senang Ana ada apa jni, apakah hari ini akan ada acara sampai kau tersenyum senyum senang seperti ini dan juga sangat banyak orang disini ada apa ini, kok aku tidak diundang Ana, padahal aku bisa bantu bantu loh"

__ADS_1


Ana mendelikan matanya " itu bukan urusanmu dan kau tidak usah tahu apa yang akan terjadi di sini, sudah kau jangan menganggu kami semua sedang sibu sekali, sudah sudah kau pulang saja kerumah mu cepat "


"Padahal kau cantik saat tersenyum seperti tadi senyum lepas yang sangat manis, kenapa kau tidak tersenyum lagi saat melihatku. Ayo tersenyum lagi aku sangat suka dengan senyummu, ada apa ada acara apa sih sebenarnya sampai-sampai membuatmu senang seperti ini" Roger malah mengalihkam pembicaraannya


Ana langsung menarik Roger " kau diam ya jangan sampai Inara tahu sekarang hari lamarannya. Meskipun tidak undang-undang hanya keluarga saja tapi pokoknya ini adalah hari bahagia adikku, ya makanya kami sedang bahagia dan sebentar lagi adikku akan menikah makanya aku bahagia seperti ini, sudah ya kau puaskan jangan ganggu aku lagi ok "


"Lalu kau kapan akan menikah masa iya adik mu saja yang bahagia lalu dirimu bagaimana masa tak bahagia "


"Aku sudah bahagia dan kau tanya aku kapan aku sudah bilang kan, sampai kapanpun aku tidak akan menikah sudah kan kalau kau tidak ada lagi keperluan di rumah ini lebih baik kau pulang saja kau mengganggu, ayo cepat pulang jagan membuat masalah disini"


"Baiklah baiklah aku akan pulang tapi boleh kan aku ikut acara ini ya untuk mendampingimu aku tidak macam-macam beneran, boleh yah boleh "


"Siap Ana "


Ana langsung pergi meninggalkan Roger yang masih hormat pada Ana, lalu Roger tersenyum senang dan dia tiba tiba mendapatkan ide " lihat saja apa yang aku akan lakukan Ana. Pasti akan sangat membuat orang kaget"


**


Malam hari pun tiba Inara sudah siap dengan dandanan yang begitu cantik dan manis, tadi sudah pulang dari tempat yang anak sewa itu, untuk mendandani saja dan perawatannya saja.

__ADS_1


Sekarang dirinya masih ada di dalam kamar melihat wajahnya yang ya cantik tidak seperti biasanya yang polos, tanpa adanya polesan namun sekarang berbeda sekali seperti bukan dirinya saja.


"Sebenarnya Ana mengadakan acara apa sih, sampai-sampai aku harus berdandan seperti ini, apakah ada acara bisnis atau acara apa ya kok aku makin penasaran ya dan terus Abian dari tadi aku telepon dia gak angkat-angkat ke mana sih dia, padahal aku pengen banget bicara sama dia ke mana ya dia, apa dia baik baik aja ya "


Inara mengambil gambar sang anak dan mengusapnya " nak kira-kira calon suami Ibu ke mana ya, kok ditelepon gak diangkat-angkat ya menghilang tiba-tiba kayak gitu ya, suka aneh deh sama laki-laki, suka menghilang tiba tiba dan nanti datang tiba tiba lagi aneh kan "


Tiba-tiba pintu terbuka dan Ana datang tersenyum senang pada Inara "ayo keluar tamunya udah datang kamu pasti senang deh lihatnya, ayo Nara kita keluar "


"Siapa sih Ana tamunya bikin penasaran gini sih, apakah orangnya begitu penting sampai sampai aku harus berdandan seperti ini, yang pasti itu bukan tamuku kan pasti tamu mu yakan "


"Udah ayo kamu ikut aja keluar, nanti juga kamu senang kok waktu lihat orangnya, ayo cepet mereka sudah dateng "


Ana segera menuntun tangan adiknya dan keluar dari kamarnya dan saat sudah ada di ruang tamu Inara langsung tersenyum di hadapannya ada orang tua Abian dan juga Abian yang dari tadi dirinya hubungi namun tidak sama sekali bisa dihubungi.


Inara langsung menyalin Mami dan Papinya Bian satu persatu sedangkan Abian hanya bengong melihat Inara yang sangat berbeda dari biasanya, ya memang sehari-hari dia cantik tapi ini lebih dan sangat cantik sekali.


Sampai sampai dirinya tak berkedip melihat kecantikan calon istrinya.


"Bi kedip nanti matanya keluar loh" bisik mamihnya

__ADS_1


Abian langsung sadar dan mengdipkan matanya lalu mengusap tengkuknya karena malu, ya ampun kenapa bisatak terkontrol seperti ini ya dirinya ini.


__ADS_2