
Sedangkan Abian pusing galau karena tak bisa menghubungi pacarnya "kenapa malah jadi rumit seperti ini, padahal aku ingin menjelaskannya, kenapa Inara sama sekali tak mau mendengarnya, padahal kejadiannnya tidak seperti apa yang Inara Lihat "
"Apa yang harus aku lakukan coba, apa perlu aku bersujud dikakinya, kenapa sangat sulit untuk membuatnya mengerti dan mendengarkan aku dulu "
Abian membaringkan tubuhnya dan mengigat kembali tentang kejadian tadi.
Flasback on
"Apakah tidak terlalu pagi kau datang ke kantorku Livia "
"Aku terlalu pagi, tidak lah aku kemari memang ingin makan bersamamu makanya aku sengaja datang pagi-pagi dan membawa kan mu bekal "
" Kurasa aku tak membutuhkannya jadi lebih baik kau makan nya dengan yang lain saja karena aku sedang menunggu Nara"
"Selalu saja penolakan, kenapa sih cuman makan aja kamu tuh nolak terus, Aku pengen bilang sesuatu sama kamu"
"Mau bilang apa "
"Sekali aja peluk aku Bi, peluk aku dengan tulus dan setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi, aku tidak akan mengejarmu lagi aku janji tak akan lagi datang pagi-pagi kemari, kita akan bekerja layaknya rekan kerja saja aku tak akan mengganggu hubunganmu dengan Inara lagi "
"Apakah kau gila mau minta sebuah pelukan pada pacar orang lain, bagaimana kalau Inara datang dan malah jadi salah paham aku tidak mau"
"Sekali saja Bi, aku tidak akan pernah memintanya padamu lagi, dan aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi. Aku janji aku tidak berbohong untuk yang satu ini. Aku hanya ingin dipeluk saja itu saja kau tahu kan aku sudah kehilangan Ayahku makanya aku merasa sangat kesepian hidup bersama bi San berdua saja"
" Baiklah tapi kau tepati janjimu peluk hanya sebentar dan tak terlalu lama dan setelah itu kau pergi dari sini dan jangan ganggu hubunganku bersama Inara lagi, jadilah rekan kerja yang baik lupakan tentang pelukan kita dan tak ada lagi yang harus kita bicarakan setelah melakukan itu hanya sebuah pelukan. Aku tidak mau lebih, hanya sebuh pelukan saja "
"Iya Bi aku mengerti "
Dengan senang Livia memeluk Abian dengan sangat erat sekali "peluk aku juga Bi, aku ingin dipeluk mu "
Dengan malas Abian melakukannya seperti apa gang dikatakan Livia, demi bisa bahagia bersama Inara dan tak ada gangguan sedikit pun dari Livia.
Livia mendongakan kelapanya dan langsung melihat wajah Abian yang cemberut. "Abi"
"Hemm "
"Kenapa wajah mu sepertti itu "
Saat itulah pintu terbuka dan Inara datang, Abian yang melihat pacarnya masuk sangat kaget dengan cepat melepaskan pelukannya bersama Livia.
Flasback of
**
"Jadi apakah kau akan pulanh Puja atau kau akan menginap disini bersamaku "
"Aku ingin pulang saja Cio, jangan sampai Roger curiga padaku, aku tak mau dia malah mengikutiku dan memergoki kita yang seperti ini "
"Begitu cintanya kah kau padannya "
"Hemm begitulah, saat aku bersama Roger menikah kau harus pindah rumah "
"Kenapa aku harus pindah rumah "
"Agar kita bisa ketemu dan aku masih bisa melakukan hal ini denganmu. agar aku masih bisa merasakan kehangatan mu "
"Kau akan selingkuh dari suami mu nantinya "
"Ya karena aku tak akan melepaskan mu Cio atau pun Roger "
"Kau begitu serakah Puja "
__ADS_1
"Ya aku memang begitu, tapi aku tak peduli, jika kau sayang padaku, aku akan melakukan apa yang aku katakan dan tak akan mengecewakan ku Cio "
"Aku tak janji Puja, aku tidak mau menjadi simpanan aku ingin memiliki mu tapi hanya untuk ku, tak berbagi dengan yang lain "
"Akan sulit Cio, aku harus menikah dengan Roger ini amanah dari ayahku, aku harus melakukannya, kau jangan pergi lagi dari hidupku cukup sudah pada saat itu saja "
"Hemm baiklah ayo aku antarkan kau pulang "
Puja hanya mengiyakannya, melepaskan pelukan dari Cio dan memakai pakaiannya kembali, setelah selesai mereka berdua masuk kedalam mobil dan Cio langsung melajukannya kerumah Ana.
"Kenap kau diam saja Cio "
"Aku sedang berfikir saja Puja, apakah aku harus melakukan apa yang kau minta apa aku harus mencari pasangan lain "
"Jangan lakukan itu, jika kau lakukan itu aku sangat marah padamu Cio, aku tak akan memaafkan mu, jangan pergi "
Cio menghembuskan nafasnya dan melajukan dengan sedikit cepat mobilnya.
Akhirnya mereka sampai dan Cio menyandarkan punggungnya lalu menatap kearah Puja "sudah sampai Puja "
"Apakah kau marah padaku Cio "
"Tidak aku sama sekali tak marah dengan mu "
Puja dengan manja langsung memegang tangan Cio dan menciumnya "kau tau aku senang bisa bersama mu, bisa menghabiskan waktu bersama mu, tapi aku tak bisa melepaskan Roger tolonglah mengerti "
Cio pelepaskan pegangan tangan Cio, lalu memegang kedua pipi Puja, mengecup bibirnya berkali kali, lalu berubah menjadi ******* "kau tenang saja aku ada disini bersama mu "
"Benarkah kau akan bersama ku, "
"Tentu aku bersam mu "
"Iya hati hati dengan lehermu, nanti Roger bisa tau "
"Iya Cio tenang saja, kau hati hati "
Cio melambaikan tangannya dan Puja sudah menghilang pergi masuk kedalam rumah Ana "jadi begini ya rasannya menjadi orang ketiga, cukup menyenangkan dan memacu semagatku, lumayan kan dapat service gratis dari Puja "
Cio kembali melajukan mobilnya, dirinya akan menemui seseorang, mungkin akan kembali berteman dengan dia, karena sekarang rasannya tak perlu menjauhinya kembali, dirinya sudah mempunyai Puja penganti Inara.
**
Abian terus saja memantau media sosial Inara, namun tak ada update terbaru dari sang pacar "Inara kau mengapa begitu jahat, kenapa kau melakukan itu, kenapa "
"Aku jadi malas makan, rasannya tak mau aku makan sebelum Inara yang datang kemari dan menyuapi ku "
Tapi tiba tiba ada yang mengetuk pintu dengan senang Abian berlari kearah pintu, itu pasti Inara yang tak tahan tanpa dirinya "Tuh kan dia gak bisa hidup tanpa gue "
"Sayangg " teriak Abian saat membuka pintu.
"Sayang sayang kepala lu pea "
"Lah kok bukan Inara sih "
Cio segera masuk dan menutup pintunya "Ada apa sih kenapa lagi berantem ya sana Inara "
"Hemm gara gara s Livia nih, jadi kaya gini bener bener ya tu anak tau aja bikin jebakan dan buat Inara salah Faham"
"Dia masih berulah "
"Ya masihlah, dia makin menjadi jadi malahan, lo bukannya temenan kan sama nenek sihir itu "
__ADS_1
"Udah gak lagi kali, gua udah gak berteman sama sekali sama dia gue capek berteman sama orang licik kayak Livia dia kan sama Adam sekarang"
"Pantesan dia kan ke mana-mana sama si Adam itu, kalau nikah kayaknya mereka cocok sih sama-sama licik dan tidak tahu diri, Kenapa bisa kenal yang mereka berdua apa dulu pernah ketemuan atau gimana gitu"
"Namanya juga penjahat apapun akan dia lakukan demi mendapatkan lo, jadi hati-hati aja lo, gue juga ini masih menyelidiki tentang kematian ayahnya gue gak percaya deh kalau bi San yang bunuh ayahnya "
"Lohh kok jadi Bi San "
"Yamakannya waktu gue dateng bi San yang pegang pisau berumuran darah, tapi gue gak percaya bi San bisa lakuin itu, gak akan mungkin pokoknya deh "
"Iya bener gak masuk akal, bisa aja kan ayahnya Livia melawan kan bi San perempuan dan udah tua juga, sekali di dorong juga udah kan beres "
"Iya bener, udah sekarang kita gak usah bahas itu kita bahas tentang lo aja, lo mau gue bantuin buat bikin Inara bisa khawatir dan temuin lo langsung"
"Beneran kan ini bukan jebakan "
"Beneran tenang aja gue udah gak ngejar-ngecarin Nara lagi kok gue udah punya pacar sekarang"
"Siapa tu "
"Ada deh tapi gue jadi selingkuhannya "
"Whatt selingkuhan apa lo gila, "
"Udah sini gak usah urusin gue, ini ide pasti akan bagus sekali "
"Lo hutang penjelasan sama gue "
"Iya iya gue tau, sini telinga lu "
Cio langsung membisikannya dan Abian langsung tersenyum senang, "hebat juga rencana lo, ok kita lakuin itu kata lo "
"Siplah bagus pasti akan berhasil "
"Jadi gimana kenapa lo bisa jadi simpanan, apakah cantik banget perempuan itu "
"Lo juga tahu siapa orangnya dia adalah teman masa kecilku yang pernah gue ceritain sama lo, perempuan manis yang bisa membuatku jadi buaya kayak gini karena kehilangan dia, sekarang dia balik lagi dan minta gue buat jadi selingkuhannya dan dengan senang hati gue terima"
"Kenapa lo harus mau kenapa lo gak tunggu dulu dia putus sama pacarnya kan lebih enak kayak gitu, dari pada lo jadi selingkuhannya nanti ada karmanya loh"
"Gak peduli lah gue yang penting gue bisa sama dia lagi, gitu aja sih Bi, gue udah seneng kok meski hanya sedikit waktu yang bisa kita habiskan gue senang "
"Tapi gue ingetin semua itu hanya akan membuat lo sakit nantinya "
"Tenang aja gue udah sering alamin itu, jadi itu bukan masalah besae untuk gue, "
"Ok tapi saran gue lepasin aja, jangan mempertahankan sesuatu yang membuat lo sakit "
"Gue fikir fikir dulu "
"Gila lo, gak habis fikir gue sama lo "
"Yaudah Bi jangan di fikir fikir terus nanti sakit, udahlah sekarang mending kita seneng seneng "
"Ngapain tuh "
"Ya kaya gini ngobrol enak kan "
"Ok udah lama juga kita gak ngobrol "
Mereka berdua langsung akrab kembali seperti semula seperti tak ada masalah sebelumnya.
__ADS_1