Berbagi Suami

Berbagi Suami
Berhasil semuanya


__ADS_3

Nara sekarang sudah ada dikamarnya karena memang waktu yang sudah malam. Kenapa Inara bisa memafkan Iva dengan mudah ?


Ya karena dirinya sudah ikhlas dengan keadaanya saat ini. Mungkin dengan cara memafkan dirinya akan lebih bahagia menjalani hidup ini. Apalagi Iva juga mau menolong dirinya untuk bercerai dengan Adam.


Memang hatinya sakit oleh Adam dan Iva karena perselingkuhannya, tapi mau bagaimana lagi dirinya sudah tak bisa melakukan apa-apa. Jadi lebih baik memafkan dan pergi sejauh mungkin dari hidup Adam.


Setelah memafkan kesalahan Iva dirinya sedikit tenang, tak mau sampai ada dendam nantinya. Untuk memafkan Adam bisa, tapi kalau untuk kembali gak bisa. Gak akan mau dirinya untuk menerima kembali Adam menjadi suaminya , berpisah adalah jalan terbaik untuk dirinya.


**


Sedangkan Iva sekarang menyiapakan kejutan untuk Adam, bermacam-macam minuman alkohol sudah dirinya tata di meja yang ada dikamar mereka berdua. Sedangkan Adam dia sedang mandi.


"Hemm pasti berhasil. Pokoknya saat bangun Adam jangan sampai tau tentang kejadian ini "


Adam keluar dengan hanya mengunakan handuk saja, Iva segera berjalan kearah suaminya dam memeluknya dari belakang.


"Ada apa denganmu. Tadi kau marah-marah padaku " ucap Adam


"Ya maaf, atas permintaan maafku padamu aku menyiapakan minuman yang kamu suka. Maukan kamu maafin aku "


"Kamu tau aja yang aku mau "


"Iya dong, masa sih aku gak tau kesukaan suamiku sendiri. Sekarang waktunya kamu seneng-seneng tanpa pergi ke club "

__ADS_1


"Ya sudah sayang, aku pake baju dulu ya "


Iva segera mengangguk dan duduk dikursi yang sudah dirinya sediakan menatap dengan senang. Berhasil semuanya sebentar lagi dirinya akan meninggalkan rumah terkutuk ini.


Iva segera menuangkan alkohol itu kegelas Adam. Bertepatan dengan datangnya Adam duduk dan tersenyum menatap Iva.


"Ayo minum lah sayang, aku tak ikut minum ya takut terjadi sesuatu dengan anak kita "


"Iya tak apa sayang, aku mengerti "


Adam segera menegak minuman itu, Iva dengan senang hati mengisinya kembali. Terus menerus mengisinya sampai sudah hampir 2 botol minuman dan sekarang yang ke 3. Saat melihat Adam sudah tidak kuat lagi Iva segera mengambil seluruh dokumennya.


"Va isi lagi aku masih mau minum " teriak Adam


"Ayo tandatangan dulu dan cap tangan Dam "


"Untuk apa, aku hanya ingin minum sekarang aku ingin minum "


"Iya iya nanti kau minum tapi tandatangi dulu ini, nanti aku beri "


"Baiklah, baiklah kemari "


Iva segera memberikannya dan menunjukan dimana saja Adam harus mentandatangi dan serta cap tangannya juga. Tak lupa memakai materai. Meskipun tandatangannya tak bagus yang penting sudah ada kan.

__ADS_1


"Sudahkan semuanya, mana sini-sini aku mau minum lagi "


Iva segera menuangkannya dan pergi untuk menyimpan dokumenya ditempat aman, berhasil juga. Masalah perceraian Inara selesai nanti dirinya akan langsung pergi dari rumah ini dan menjual semuanya.


Saat Iva akan tidur dirinya mendengar ponsel Adam berdering dan tertera yang menelfon Shinta. Dengan kesal Iva segera mengangkatnya.


"Hallo Dam, kamu dimana katanya kita mau belanja " ucap dari sebrang sana dengan suara manjanya.


"Belanja apa, ada perlu apa kau dengan suami orang "


"I Inara " jawab disebrang sana dengan terbata-bata


"Inara ? Apakah kau sangat tak mengenali suara teman lama mu sampai kau menyebutku Inara "


"Siapa ini, kenapa ponsel Adam ada padamu "


"Ya wajar ponsel Adam ada padaku, aku istrinya jadi berhak untuk memegang, mengecek, mengetahui semuanya "


"Ya berarti kamu Nara kan "


"Aku sudah bilang apa kamu tak tau suara teman mu sendiri, kau tau Adam sudah menikah denganku dan sekarang aku sedang mengandung anaknya. Dibayar berapa kau oleh Adam sampai mau jadi selingkuhannya. Kau hanya pemuas nafsunya saja saat aku sedang hamil besar. Jangan senang dulu kau bisa menghabiskan uang suamiku. Kau hanya menjadi pelampiasannya semata. Kau hanya pemuas nafsunya saja. Berapa kali kalian melakukan hubungan ranjang. Ingat suatu saat kamu akan merasakan apa yang aku rasakan dan Inara rasakan. Jadi bertobatlah sebelum karma itu datang padamu "


Setelah mengatakan itu Iva segera mematikan telfonya. Ternyata seperti ini ya sakitnya Inara diselingkuhi oleh Adam. Dirinya sekarang sudah kena karmanya. Meskipun dirinya tak mencintai Adam tetap saja rasanya sakit sekali.

__ADS_1


Iva segera melempar ponsel itu ketembok sampai pecah dan membiarkannya begitu saja. Sudah muak dirinya dengan kehidupannya. Iva segera menarik selimbutnya dan tidur. Membiarkan Adam sendirian meminum alkohol itu sampai mati saja.


__ADS_2