Berbagi Suami

Berbagi Suami
Semuanya berantakan


__ADS_3

"Zahir " teriak Ana yang menang sengaja menemui Zahir di tempat kerjannya.


Zahir saat merasa dirinya di panggil segera membalikan badannya dan alangkah kagetnya dirinya saat melihat Ana.


"Ana awak di sini, awak tahu dari mana asal saya bekerja" ucap Zahir sambil menghampiri Ana, dan memberikan Ana tempat duduk.


"Sudah tentu saya tahu, saya hebat"


"Ya anda hebat, bagaimana anda selesai dengan misi anda"


"Belum Zahir lagi, misi saya belum selesai"


"Tetapi untuk misi kedua anda bagaimana ia berjalan lancar"


"Alhamdullilah untuk yang itu berjalan dengan lancar, selesai"


Tiba tiba saja saat mereka berdua sedang asyik asyiknya mengobrol datang satu orang laki-laki yang tiba tiba saja mendorong kepala Zahir dan duduk dekat Ana, ingin Amenyalami Ana.


"Hai awak sangat cantik, kenalkan saya Ahmad. Awak kawan dengan Zahir"


Ana segera menjabat tangan itu namun mengenggamnya dengan sangat kuat.


"Ya, saya kawan Zahir, apa hal"


“Betul, kenapa nak berkawan dengan lelaki yang baru keluar dari penjara dia pengecut"


Ana semakin mengenggam tangan itu, malahan laki laki itu sampai meringis mendapati apa yang Ana lakukan.


"Apa yang awak buat ni, kenapa awak sakitkan tangan saya"


"Tidak, saya tidak cederakan tangan awak sedikit pun, saya hanya menggenggamnya"


"Tetapi ia sangat menyakitkan"


"Baiklah saya lepaskan, selepas awak minta maaf dengan Zahir"


"Kenapa saya minta maaf dengan Zahir, memang saya tak nak"


"Ana dah lepaskan, saya okay" ucap Zahir menengahi, dirinya tak mau sampai Ana kenapa napa.


"Diamlah Zahir, orang yang tak ada adab macam dia ni mesti diberi pengajaran"


"Apa maksud awak, aw sakit lepaskan"


"Cepatlah minta maaf dengan Zahir"

__ADS_1


"Baiklah, saya minta maaf Zahir"


"Kau betul-betul minta maaf."


"Saya dah buat apa yang awak nak"


“Minta maaf dengan ikhlas" masih mencengram tangan laki laki itu.


"Maaf Zahir, saya tak akan buat apa-apa lagi pada awak saya janji, saya minta maaf sebab terkasar bahasa dengan awak"


“Kenapa tak dari tadi, kena guna kekerasan dulu ya?"


Ana segera melepaskan tangan Ahmad, Ahmad dengan terbirit birit segera pergi meninggalkan Ana dan juga Zahir. Namun tiba tiba saja ponsel Ana berdering dengan kesal Ana pergi dari hadapan Zahir dan mengangkat telfonnya terlebih dahulu.


"Ada apa Leo, kenapa kau mengangguku seperti ini "


"Aku tidak menganggumu, kenapa kau pergi menemui Zahir,aku sama sekali tak menyuruhmu untuk pergi atau menemui Zahir"


"Kenapa ini hidupku, bukan hidupmu jadi bebas sudah jangan ganggu aku, aku ingin jalan jalan bersama Zahir"


"Kenapa harus dia, kenapa tidak aku "


"Biarin, aku lebih suka bersama Zahir "


"Cerewet sekali ya, tenang saja aku akan membereskannya, kenapa aku belum memilih antara dirimu dan Zahir, jadi kau jangan macam macam dengan Zahir "


Ana segera mematikan sabungannya dan kembali kearah Zahir dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.


"Kenapa awak tak lawan Zahir masa Ahmad pukul kepala awak, apa salah awak"


“Saya tidak mahu berurusan dengan mereka, saya hanya mahu bekerja di sini, saya tidak mahu berurusan dengan sesiapa Ana."


"Tapi tetap kau kena lawan, jaga-jaga nanti kalau kau diperlakukan sebegitu kau jangan diam saja"


"InsyaAllah Ana tak janji, kita pergi pasar malam yu"


"Betul ke ada pasar malam di sini?"


"Sudah, mari kita pergi ke sana"


Zahir segera menarik Ana, dan berjalan kearah pasar malam, ternyata tempat kerja Zahir dekat dengan pasar malam. Disini sangat ramai dan ada payung payung warna warni juga menghiasa pasar malam ini.


Ana selama perjalan hanya menatap dengan kagum sesekali melihat kearah Zahir dan tanpa mereka sadari ada yang mengawasi Zahir dan juga Ana yang sedang berjalan jalan itu.


***

__ADS_1


Sekarang Ana sudah pulang, sudah ada di apartemen yang Leo beli, dia hanya bisa tersipu malu saat mengigat kebersamaannya bersama Zahir, baru kali ini dirinya bisa sebahagia ini pergi dengan seorang laki laki.


"Ada apa ya dengan diriku ini, rasannya aku sangat senang sekali, sampai sampai sulit dideskripsikannya, kebahagianku ini sungguh luar biasa. Pasti kalau ada Inara disini dia akan senang melihat kakaknya bisa seperti ini "


"Kapan ya aku bisa pulang, dan menghubungi Inara sungguh aku merindukannya, kalau saja waktu itu aku tak terjebak oleh Leo mungkin tak akan seperti ini kan kejadiannnya, tapi kalau Leo tak menjebak ku, aku tak akan bertemu Zahir, tau ah aku jadi pusing deh mikirin ini semua "


Ana segera membaringkan badannya dan menutup seluruh badannya dengan selimbut tebalnya.


Sedangkan Zahir yang masih dijalan yang baru saja selesai mengantarkan Ana, tiba tiba saja bajunga ditarik oleh dua orang sekaligus.


"Siapa awak "


"Sudah diam, kau ini banyak tanya, ayo hajar "


Satu orang memegang Zahir dan satu orang lagi memukuli Zahir, mereka berdua membabi buta memukuli Zahir. Dan setelah puas mereka melepaskan Zahir.


"Ingat Zahir jangan kau berani beraninya lagi mendekati nona Iriana dia adalah calon istri bos kami, jadi kau jangan macam macam, atau nyawamu taruhannya "


Salah satu dari orang itu segera mengirim foto Zahir pada Leo dan pergi meninggalkan Zahir yang terbatuk batuk tak karuan.


Dan Leo saat mendapatkan foto itu segera mengirimkannya kepada Ana. Dan menelfon Ana dengan cepat.


"Hallo ada apa lagi sih Leo aku sedang tidur kenapa kau sekalu mengangguku, apa ini kebiasaan baru mu "


"Jangan marah marah dulu dong, coba kau lihat apa yang aku kirim kau pasti akan menyukainya "


"Apa yang kau lakukan pada Zahir hah, kenapa kau sakiti Zahir, apa salahnya dasar kau gila Leo, kenapa kau lakukan ini. Aku akan kesana "


"Pelajaran agar tak mau bertemu dengan mu, jangan kau berani kesana, atau Inara dan juga Zahir taruhannya, aku akan membunuh dia sebelum kau sampai di tempat Zahir"


"Apakah kau tak memiliki ancaman lain, aku bosan mendengar ancaman mu yang seperti itu itu saja, bosan aku kawan "


"Oh ingin bukit baik aku akan membunuh adikmu terlebih dahulu"


"Jangan macam macam kau, "


"Ya sudah kau hanya perlu diam dan tidur kembali tak usah memikirkan Zahir tapi fikirkan kita yang akan menikah "


"Berisik aku tak sudi menikah denganmu "


Sambungan pun dimatikan oleh Ana sedangkan Leo haya tertawa senang, mendapati Ana marah karena laki laki yang sekarang Ana cintai dirinya pukuli, maksudnya oleh anak buahnya rasanya sangat menyenangkan sekali, itu peringatan pertama untuk laki laki itu.


"Lihat saja Ana, takkan ada yang bisa mendapatkanmu selain aku . Aku akan selalu membuatmu takut dan takut kehilangan orang terdekatmu. Aku akan membuatmu ada disampingku untuk selamanya Kau sudah membuatku sakit hati. Maka kau harus merasakannya juga, aku tidak mau sakit sendirian kau juga harus sakit melebihi apa yang kau lakukan padaku waktu itu"


"Sungguh perbuatan itu sangat fatal membuatku menjadi takut untuk menjalin sebuah hubungan. Dan salah satu cara agar aku bisa kembali menjalin hubungan adalah dengan dirimu, menyakiti dirimu dengan perlahan-lahan dan akhirnya kau akan mati di tanganku juga. Harus di tanganku jangan di tangan orang lain. aku akan menjadikanmu budak "

__ADS_1


__ADS_2