
Happy reading
8 bulan kemudahan.
Tak terasa kandungan Zahra dan Aisyah sudah memasuki bulan 9 bulan. Harusnya Aisyah melahirkan hari hari ini tak jauh dari Zahra. Tapi entah kenapa kedua istri Abi itu sama sama mulas di waktu yang bersamaan.
Zahra dan Aisyah di bawa ke rumah sakit oleh suami mereka, Zahra yang sudah pucat itu hanya bisa menahannya begitupun dengan Aisyah. Ia belum mau mengejan karena hal itu akan beresiko pada anak anaknya yang ada di dalam perut.
Yah anak Aisyah ada dua, setelah USG yang ke tiga baru diketahui jika kantung yang ada di rahim Aisyah ada dua. Sedangkan Zahra akan memiliki satu anak karena itu yang ada di dalam perutnya.
Kedua wanita itu saling menguatkan satu sama lain. Hal itu membuat Zahra merasa sangat diperhatikan oleh Aisyah.
"Mbak kita harus kuat ya, Mbak. Demi anak anak kita," ucap Aisyah dan dianggukkan oleh Zahra.
Setelah kehamilan Aisyah saat itu, Abi menepati janjinya agar bersikap adil pada anak dan istrinya. Setiap malam Abi selalu membuat dua susu yang sama untuk Zahra dan Aisyah.
Abi juga selalu memperhatikan setiap istrinya setiap malamnya. Agar anak anak mereka tak kekurangan kasih sayang walau tak bisa selalu bersama kedua istrinya.
Sampainya di rumah sakit, Abi langsung menyuruh para perawat yang sudah berada disana untuk mengangkat kedua istrinya.
Mereka membawa Zahra dan Aisyah masuk ke dalam ruangan masing masing. Kini Abi yang bingung, ia harus menemani siapa. Aisyah atau Zahra.
Kini suara teriakan Aisyah lebih terdengar jelas karena sudah memasuki pembukaan ke 9 hanya tinggal 1 pembukaan lagi Aisyah sudah bisa lahiran.
Abi memutuskan untuk masuk ke ruangan Aisyah yang memang dekat dengan dirinya.
"Mas, kenapa disini?" tanya Aisyah dengan lemas.
__ADS_1
"Memangnya kenapa sayang, kamu istri Mas."
"Temani mbak Zahra, dia lebih butuh kamu daripada aku," ucap Aisyah dengan lirih.
"Tapi sayang."
"CEPAT MAS! MBAK ZAHRA GAK PUNYA WAKTU BANYAK!!"
Teriakan Aisyah membuat Abi hanya terdiam mencerna apa yang diucapkan sang istri. Kemudian ia mengecup kening Aisyah dengan lembut.
"Mas akan segera kembali sayang, tolong berjuanglah untuk kedua jagoan kita," ucapnya dan dianggukkan oleh Aisyah. Tanpa sadar air matanya juga ikut turun saat ini.
Abi berlari menuju ruangan Zahra, Zahra juga sudah mulai mengejan karena pembukaan lengkapnya.
Zahra yang melihat kedatangan suaminya itu senang tapi juga sedih, jika Abi disini bagaimana dengan Aisyah?
"Ssttt sudah kamu harus kuat untuk putri kita hmm, jangan menyerah ya," ucap Abi dengan senyum manisnya memberi kekuatan pada Zahra kemudian dengan cepat Zahra mengejan walau sedikit sulit karena ia sudah sangat lemas.
"Kita lakukan operasi sesar saja ya sayang?" ucap Abi dangan senyum manisnya mulai mengelus rambut Zahra.
"Aku ingin menjadi ibu yang seutuhnya, Mas."
Kemudian Zahra kembali mengejan dengan kuatnya, Abi juga tak bisa menahan air matanya melihat hal ini.
"AKHHH."
Oeek oeek ooekk
__ADS_1
Suara tangis bayi merah itu terdengar sangat jelas karena baru saja keluar dari rahim sang ibu.
Zahra yang bisa melihat sang putri itu dengan senyum menerimanya karena inilah yang ia harapkan.
"Maafkan Mama tak bisa terus berada disampingmu Baby," bisik Zahra dengan air mata yang sudah jatuh.
"Mas Abi," ucapnya lirih.
Abi yang mendengar itu langsung tersenyum dan mengecup kening sang istri.
"Kenapa?" tanya Abi dengan lembut.
"Tolong jaga anak kita ya mas. Zahra udah gak kuat, Zahra ingin menyusul suami Zahra. Zahra pesan tolong jangan menikah lagi, cukup dengan Aisyah saja."
"Kamu ngomong apa sih, Ra. Aku gak mau kamu ngomong gak jelas seperti ini."
"Aku serius Mas. Mas harus janji dulu sama aku," bisiknya dengan lembut. Suara Zahra sangat lemah.
"Iya sayang Mas janji."
"Terima kasih atas semua yang udah mas kasih sama kamu. Aku bahagia bisa hidup bersama orang baik seperti kalian."
Bersamaan dengan itu Zahra mulai melantunkan Asyhadualla Ila ilah illallah untuk terakhir kalinya.
Genggaman tangan Zahra terlepas dari putrinya yang baru saja lahir.
Abi yang takut itu langsung mengambilnya dan menyuruh dokter untuk menangani Zahra sedangkan dia mengadzani putri kecilnya.
__ADS_1
Bersambung