Berbagi Suami

Berbagi Suami
Harus mendengarkan siapa


__ADS_3

"Segeralah tidur sayang, aku akam tidur di kamar sebelah ya, ayo cepat cepat tidur "


"Baiklah kau harus langsung tidur ya Bi "


"Iya sayang iya ayo aku antarkan ketempat tidur "


Setelah Inara berbaring Abian langsung menyelimuti Inara san mematikan lampunya, lalu keluar dari kamar Inara, setelah Abian pergi Inara membuka kembali bola matanya.


Inara membenahi bantalnya dan langsung mencoba untuk tertidur tak lupa sambil memeluk bingkai foto yang ada gambar sang anak.


Sedangkan Abian yang masih belum tidur membuka laptop kekasihnya, ya tadi dirinya sempat meminjam dan akan mengecek email yang dikirim oleh Jon, ya pasti tentang pekerjaan kalau bukan itu apa lagi coba kan.


Abian mengecek satu persatu sampai dirinya tidak mengecek jam, dia hanya fokus pada pekerjaannya tak menghiraukan hari yang sudah larut, karena memang pekerjaannya ini sangat banyak.


**


Inara yang merasa kesakitan tak bisa tidur "sakit sekali tangan ku ini "


Inara bangkit dan mengusap ngusap tangannya, lalu meniupnya "kenapa sih harus sampai jatuh, sakit sekali tangan ku "


Tiba tiba pintu terbuka dan ada Abian "Bi kamu belum tidur "


Bukannya menjawab Abian malah balik bertanya "tangan mu sakit sayang, "


"Ya sakit sekali Bi "

__ADS_1


"Sepertinya obat pereda sakitnya sudah habis, tunggu sebentar akan aku ambilkan "


Abian segera membuka nakas dan memberikan satu obat pada Inara lalu memberikan minumnya pula, dengan cepat Inara meminumnya.


Abian mengambil gelasnya lalu beralih kesamping Inara memeluk bahu Inara sambil mengusap ngusap tangan Inara yang sakit.


Inara yang tak sengaja melihat luka ditangan Abian segera melihatnya "tangan mu kenapa Bi, ini kenapa "


"Emm tadi aku sedang membuat kue buat kamu, eh karena panik aku malah megang dan ya beginilah "


"Kenapa belum di obati, aku obati ya "


Abian segera menahan Inara yang akan beranjak pergi "tak usah sayang, tidak usah aku baik baik saja ini tak seberapa dengan kesakitan mu "


"Tapi tetap saja harus di obati Bi, gak boleh didiemin aja, obatin ya "


"Apa "


"Saat dirimu terluka, saat kau tertusuk oleh Livia hatiku tubuhku sakit, itu adalah kesakitan yang sangat menyakitkan, jadi aku tak mau melihat mu terluka lagi ya sayang, aku tak akan siap bila kau tersakiti lagi "


Inara hanya tersenyum dan menyenderkan kepalanya kebahu Abian, dan Abian masih setia mengusap ngusap tangan Inara.


Mereka hanya saling diam saja, tak ada lagi yang berbicara hanya menikmati waktu mereka berdua


**

__ADS_1


Adam yang baru saja pulang dari club berpapasang dengan sang ayah "kamu kenapa jadi sering ke club Adam dulu kamu gak pernah gini, kamu biasannya diem dirumah dan kumpul sama keluarga kenapa jadi kayak gini "


"Adam lagi pusing yah, saat Inara udah dimiliki sama laki laki lain tiba tiba saja Adam tidak rela, mungkin waktu itu ada rasa benci karena Inara telah memasukan ku kepenjara dan setelah mendengar dia akan menikah dengan laki laki lain rasannya hati Adam sakit sekali, sangat sakit ayah "


"Sini duduk, kita ngobrol disini siapa tau bisa membuatmu tenang" Adam hanya menurut saja duduk berhadapan dengan sang ayah.


"Mungkin kamu baru sadar kalau Inara itu berarti dalam hidup kamu, ini semua sudah terlanjur terjadi dan masa lalu tidak bisa dirubah dan hanya bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup saja, mungkin sekarang yang perlu kamu lakukan hanyalah mengiklaskan saja, biarkan Inara bahagia dengan laki laki pilihannya sekarang "


"Tapi yahh, rasannya sulit sekali menerima semua ini, Adam gak bisa menerimanya yah, Adam sulit untuk bisa mengiklaskan, memang semua ini salah Adam kalau saja Adam tak melakukan perselingkuhan dan kdrt mungkin semua ini gak akan terjadi, Inara akan masih menjadi milik Adam dan tak akan menikah dengan siapa siapa lagi "


"Iya ayah tau, penyesalan akan datang di akhir, tak mungkin kan datang saat awal tak akan ada pelajaran yang aku ambil kalau begitu, berdoa saja semoga kau akan mendapatkan jodoh seperti Inara lagi nanti, sekarang dia sudah bahagia dengan kebahagian barunya, jangan kau hancurkan lagi, kasian dia sudah sangat menderita saat bersama mu, dan sekarang biarkan dia hidup dengan tenang tak ada gangguan dari mana pun, jika kau memang mencintai Inara kau akan membiarkan dia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang "


Adam hanya bisa menghembuskan nafasnya dan menundukan kepalanya, "kenapa aku bisa melakukan hal bodoh ya yah, padahal aku sudah diberikan wanita baik, penyayang dan sederhana dan mau menerimaku apa adanya, namun aku malah menyakitinya dan menduakannya, aku dibutakan oleh kesenangan semata dan pada akhirnya aku malah menyesalkan setelah Inara tak ada disampingku dan akan bahagia dengan laki laki lain "


"Mungkin Inara bukan takdir mu nak, sudah kau jangan terus menerus meratapi semua ini, hidup harus berjalan semestinya, kau berubahlah menjadi orang baik dan jangan kau ulangi kesalahan yang sama, ayah pergi kekamar dulu ya, kau pun segera istirahat ya "


"Iya yah "


Ayahnya pergi namun tiba tiba ada yang duduk lagi disamping Adam, "jangan kau dengarkan apa kata kata ayahmu, ibu sudah bilang balas semua rasa sakit mu, memangnya kalau tak memabalasnya kau akan bahagia, apakah kau akan rela melihat Inara bahagia sedangkan dirimu sama sekali tak bahagia, ibu tidak mau itu sampai terjadi "


Adam mendongakan kepalanya "kenapa sih bu, kenapa ibu begitu membenci Inara sebenarnya apa salah Inara sampai sampai ibu membencinya, apa salahnya bu "


"Salahnya karena dia telah hadir dalam hidup kamu, dari awal ibu sudah tak merestui kalian kan, tapi kamu nekat saja menikahinya, ibu tidak mau tau kau harus membalaskan semua apa yang telah Inara lakukan, jangan dengarkan ayah mu, dia hanya ingin kau memaafkan Inara, fikirkan perkataan ibu, awas saja sampai kau salah pilih, ibu tidak mau kau slaah pilih "


Ibu Adam langsung pergi meninggalkan anaknya sendiri sedangkan Adam yang pusing mengacak ngacak rambutnya.

__ADS_1


"Kenapa jadi rumit jadi harus yang mana yang diambil, ini bilang kayak gitu ini gitu jadi binggungkan harus pilih yang mana, sedangkan dua duanya adalah orang tua ku, kenapa sih mereka harus berbeda pendapat kenapa tak sama, kenapa harus berbeda coba, jadi pusingkan akhirnya kayak gini "


"Kalau pilih solusi ayah ibu marah kalau pilih solusi ibu ayah akan kecewa jadi yang mana harus di pilih pusing ah rumit banget deh ah, padahal ini hidup aku ya, berarti aku yang pantas menentukannya ya benar "


__ADS_2