Berbagi Suami

Berbagi Suami
Awal rencana


__ADS_3

Dan tanpa Inara dan Sandi ketahui, Livia ada disana, dimana saat Adam mencekik Inara dan Sandi yang datang, Livia dengan cepat segera menghampiri Adam.


"Adam lo masih hidupkan Adam, bangun Dan jangan kaya gini, bangun bangun "


Namum Adam tak bangun bangun, Livia dengan kesal mengusur tubuh Adam untuk masuk kedalam mobilnya "kenapa kau sungguh menyusahkan ku Adam, kau tak berguna sama sekali, kau hanya membuat ku susah saja "


Setelah selesai memasukan Adam kedalam mobil Livia langsung mengemudi mobilnya " aku kira rencanaku akan berhasil, rencana yang sudah di susun sejak beberapa hari ini "


Livia tiba tiba mengigat kembali tentang rencannya bersama Adam, saat Adam memohon untuk gajihnya tak di potong semuanya.


Flasback onn


"Mau apa Adam kau ke kantorku lagi, mau bekerja silakan langsung bekerja jangan langsung ke ruanganku kau punya ruangan sendiri kan mau apa kemari "


" Livi tolonglah pertimbangkan semuanya aku mempunyai ibu dan dia harus aku beri makan, jangan potong semua gajiku aku ke sini juga ingin memberikan sebuah ide. Apakah kau mau mendengarkannya ini kita kerjasama berdua tidak aku yang bergerak sendiri dan hanya Inara yang akan menjadi korban Bagaimana setuju tidak"


Livia mengetuk ngetuk meja dan melihat kearah Adam lalu kembali memikirkan tentang tawaran dari Adam, "emm apakah itu akan menguntungkan ku "

__ADS_1


"Tentu itu akan menguntungkan mu, kau akan mendapatkan Abian untuk selamanya dan tak akan ada lagi yang namanya Inara, dia tak akan ada didunia ini dan tak akan menganggu hubungan kalian "


"Hemm apa rencanamu itu, aku ingin mendengarnya dulu baru aku akan setuju tentamg gajih mu itu "


"Kau tahu kan sekarang Ana sedang sibuk dengan kehilangan temannya yang bernama Puja, itu pasti dia akan disibukkan dengan mencari perempuan itu, lalu ibu dan ayahnya Abian akan pulang dari Amerika. Kalau tidak salah sudah pulang kan, kau saat Inara dan Abian pergi ke rumah ibu dan ayahnya Abian kau juga ke sana, tapi kau harus memberi beberapa waktu dulu jarak, misalnya setelah Inara 2 jam disana baru kau kesana berkunjung "


"Kenapa aku tidak tahu kalau ibu dan ayahnya Abian pulang dan Ana sedang mencari temannya, kau hebat juga mencari semuanya sekaligus, lalu aku di sana apa yang harus aku lakukan, apa melihat kemesraan Inara dan juga Bian begitu maumu"


"Ya tidaklah Abian pasti tidak mau berhadapan langsung denganmu, dia pasti akan pergi ke suatu tempat lalu kau temui dia, kau pura-pura saja ingin buang air kecil atau apa kek terus kamu goda Abian, kalau masih tidak bisa kamu pura-pura saja diperkosa dia atau dilecehkan gitu, terus nanti kamu lari aja ke bawah dan bilang sama ibunya Bian itu, plus di sana ada Inara pasti Inara akan percaya, perempuan itu gampang kok dikelabuin jadi tenang aja, dia pasti pergi dari rumah setelah itu aku akan membuat semua penjaga pingsan, setelah semuanya beres aku menculik Nara begitu gimana"


"Bagus juga, terus sama penjaga Inara gimana yang selalu ada dimana pun Inara berada gimana dengan dia, kamu fikirin itu gak "


"Ok deh aku akan mengikuti rencana mu, tapi awas saja kalau gagal lagi, saat kau menculik Inara kau harus membunuhnya, jangan sampai dia masih hidup dan menggagalkan apa yang sudah kita rencanakan "


"Tidak pokoknya ini tidak akan gagal, rencana kita akan mulus dan berhasil melakukan semuanya, tenang saja aku sudah memikirkan ini matang-matang, jadi kita pasti berhasil dan aku pasti bisa membunuh Inara dan menghancurkan kakaknya sekaligus, agar dia tahu rasa main-main dengan kita itu taruhannya nyawa adiknya "


"Iya karena kalau bunuh kakaknya sulit banget yang ada kita yang dibunuh sama dia. Aku juga pengen balas dendam gara-gara dia nih muka aku jadi ada goresan kayak gini dan itu lama banget hilangnya. Aku mau balesin semua ini sama Ana dia harus tanggung jawab dan adiknya adalah satu-satunya kelemahannya dan dia akan hancur berkeping-keping"

__ADS_1


"Betul, kau sangat betul sekali, dia akan merasa kehilangan dan terpukul sekali atas kehilangan Inara, pasti dia akan menyesali semuanya, kita harus memanfaatkan semua ini "


"Ok deh langsung aja kita lakuin rencana itu ya, pokoknya harus berhasil gak ada kata gagal gagal lagi, aku pokoknya gak mau diteror Ana lagi kalau sampai gagal, udah sana kamu pergi dari ruangan ku, kau kerja saja aku tak akan memotong semua gajih mu "


"Baiklah kau sungguh baik, kalau begini kan enak, aku bisa kerja dengan semangat "


Adam langsung pergi dan Livia langsung mengeluarkan ponselnya menatap wajah Abian dengan penuh cinta.


"Sebentar lagi Bi kita akan sama-sama, aku akan menjadi istri kamu dan kamu menjadi suami aku, kita akan hidup bahagia tanpa ada Inara dan gangguan yang lainnya, aku sangat menunggu momen itu aku mencintaimu Bi, aku sangat mencintaimu bahkan cintaku ini tidak bisa diukur oleh apa-apa. Bahkan aku mau melakukan apapun demi dirimu. Demi kita bisa hidup bersama"


flasback off


"Adam rencanamu gagal untuk kedua kalinya dan aku harus membiayai mu lagi, kau hanya menyusahkanku saja semoga saja saat sampai di rumah sakit kau mati Adam, kalau aku tak membawamu ke rumah sakit aku juga nanti yang disalahkan oleh ibumu yang cerewet itu, lebih baik aku membawamu ke rumah sakit saja dari pada berurusan dengan nenek sihir itu. Aku muak denganmu dan juga ibumu yang cerewet kapan aku bisa menghancurkan Inara, kenapa sangat sulit membuat dia mati, katanya Sandi gak akan ikutin Inara tapi dia ada di situ ada di TKP dan nolongin Nara, pasti sebentar lagi aku akan diteror sama Ana "


Livia memukul stir dan melihat kearah belakang kearah Adam yang masih terbaring dengan darah yang mengucur.


"Awas saja kalau aku nanti yang disalahkan atas Adam yang seperti ini, aku tidak mau sampai masuk penjara gara gara Adam, kalau aku bilang sama ibu Adam ini ulah Inara pasti dia akan pergi kerumah Ana dan marah marah disana "

__ADS_1


"Ahhh aku jadi pusing lagi kan, aku lagi aku lagi yang tanggyng jawab kenapa harus aku sih, Adam gak pernah becus kalau kerja selalu saja seperti ini gagal gagal dan gagal tak pernah ada hasil yang benar "


__ADS_2