Berbagi Suami

Berbagi Suami
Makin penasaran dan mencari kunci


__ADS_3

Inara yang sudah selesai mencoba pakaiannya keluar dari dalam ruangan ganti "gimana Nara udah segini pas kan "


"Udah tante segini aja pas nggak terlalu ngepas dan nggak terlalu longgar juga, aku suka kok ini aja udah kayak gini pas enak kok "


"Ok deh nanti tante akan kirim kerumah kamu ya "


"Iya tante makasih "


Inara langsung masuk lagi keruang ganti dan menganti kembali pakaianya menjadi seperti semula, Abian yang melihat pacarnya sudah keluar langsung mengandengnya " Ya udah tante kita pulang dulu ya makasih"


"Iya sama-sama hati-hati ya kalian dijalan "


"Iya tan "


Mereka segera keluar dari butik dan masuk kedalam mobil "Sekarang kamu mau ke mana mau pulang aja atau mau jalan-jalan lagi, atau mau kemana nih ayo sayang mau kemana lagi "


"Aku mau pulang aja Bi, capek nih kita dari tadi jalan-jalan malahan kita kan dari pagi loh kita belum istirahat banget, kamu juga pasti banyak kerjaan kan beberapa hari kamu tinggal di rumah Ana , pasti kamu ninggalin pekerjaan kamu yang pasti numpuk banget"


"Enggak sayang kan ada John sama Rani yang bantu kerjaan aku, ya udah kalau kamu pengen pulang kita pulang ya sekarang ke rumah"


"Iya Bi "


Inara mencoba memejamkan matanya memang karena mengantuk sekali, rasannya sangat leleh sekali dan ingin bobo saja gitu.


**

__ADS_1


Roger dan Ana Saling pandang mereka masih diam saja setelah melihat ada sosok yang tadi itu "kenapa kamu tiba-tiba lari ke dalam sih Ana, kan kita bisa lihat dulu itu siapa orang atau hantu"


"Ya bagus kalau itu hantu kalau orang jahat gimana, kita tuh cuma berdua aja dan nggak bawa senjata apa-apa. Bahkan aku nggak bawa pisau jadi kita harus jaga-jaga dan jangan sampai orang itu tahu, kalau di sini ada orang kamu itu gimana sih, ini tuh kita ada di alam bebas kita lagi ada di hutan jangan ke gegabah kalau apa-apa itu "


"Iya iya jangan marah-marah terus deh tapi aku dari perawakan badan itu kayak kenal banget, kayak badannya Puja tapi aku nggak lihat mukanya karena ya udah agak gelap gitu, bener nggak sih dia Puja atau hantunya"


"Yaa mungkin itu hantunya pengen balas dendam sama kamu, karena kamu nggak tanggung jawab dan tiba-tiba tinggalin aja dia gitu dan nggak cari dia lagi. Makanya kata aku juga apa cari dulu Puja sampai dia ketemu, bukannya main main dan mau nikah sama aku nanti kalau tiba-tiba beneran Puja datang lagi gimana coba"


"Semua udah cari Puja tapi kan dia nggak ketemu juga, lalu aku harus cari kemana lagi, ya udah dia udah nggak ada ya mungkin aja dia udah meninggal dan udah ada yang kuburin, masa aku harus cari kuburannya juga di mana kan. Ya pokoknya intinya setelah aku tahu dia selingkuh ya udah hubungan kita berakhir dan aku juga udah bilang sama kamu kalau aku nggak akan mungkin balik lagi sama Puja, kalau dia emang bener datang lagi"


"Ya gimana kamu " Ana langsung bangkit namun Roger langsung menahan tangan Ana.


"Apaan sih Roger"


"Mau kemana kamu, kamu mau tinggalin aku "


"Kita tidur sama-sama yah, gimana kalau hantu Puja datang lagi, kamu sama aku ya bobonya "


"Nggak mau aku bisa tidur sendiri dan aku nggak akan pernah takut sama hantunya Puja, itu tuh cuman modus kamu aja biar kamu bisa tidur sama aku"


Ana melepaskan cekalan tangan Roger dan langsung pergi masuk kedalam kamarnya, bahkan Ana menguncinya.


"Bener-bener ya Ana itu perempuan mahal, bahkan ditakut-takutin sama hantu aja dia nggak takut, gimana coba apa sih sebenarnya yang dia takutin bela diri bisa, lawan orang jahat bisa, bunuh orang aja bisa, udah bisa lindungi dirinya sendiri tanpa laki-laki, kayaknya nanti aku akan jadi pajangan aja deh "


Roger segera bangkit dan masuk kedalam kamarnya juga, lalu Roger mempunyai ide untuk mematikan lampunya, dan menunggu cukup lama apakah Ana akan berteriak dan pada akhirnya tak ada suara teriakan Ana.

__ADS_1


Sudahlah dirinya pusing harus melakukan apa lagi, ini itu tak mempan, semuanya gak bisa.


**


"Kamu mau masuk dulu ke rumah Bi, atau mau langsung pulang aja"


"Aku langsung pulang aja ya sayang, aku juga nggak enak sama Ana terus-terus di sini. Nanti bisa-bisa dia marah lagi kalau aku terus-terusan di sini, nggak apa-apa ya aku pulang kamu langsung istirahat ya"


"Iya nggak apa-apa bi. Ya udah aku masuk dulu kamu hati-hati ya di jalan kalau ada apa-apa kamu langsung telepon aku ya"


Abian mengangguk mencium kening Inara sekilas setelah itu Inara keluar dari dalam mobil dan melambaikan tangan pada Abian.


Setelah Abian tak terlihat lagi Inara langsung masuk kedalam rumah, saat melihat jam sudah jam 7 malam, namun rumah terlihat sepi pada kemana ya.


Saat berpapasan dengan Jack Nara menanyakan beradaan sang kakak, karena kamarnya masih gelap " Jack Ana ke mana Kenapa sepertinya kamarnya masih gelap biasanya jam segini kan udah terang"


"Nona Ana sedang pergi bersama Tuan Roger Nona, mereka sedang ada di air terjun yang saya juga tidak tahu lokasinya di mana. Pokoknya mereka pergi dan katanya besok akan pulang"


"Baiklah kalau begitu"


Inara langsung masuk ke dalam rumah dan melewati kamar Ana, namun di sebelah kamar Ana yang selalu saja dirinya mendengar suara-suara itu ada suara gemericik air, seperti sedang mandi.


"Sebenarnya di dalam ini ada siapa sih. Apakah ada orang yang tinggal di sini, tapi kenapa aku tidak pernah melihat orang itu keluar dari ruangan ini, sebenarnya siapa sih yang ada di dalam sini dan Anna juga tidak pernah memberitahu. Ada siapa di sini kalau tamu tidak mungkin kan disimpan di dalam ruangan khusus Ana "


Inara mendekat kan telinganya dan makin medengarkan apakah kah benar ada orang, saat Inara mencoba membuka pintu itu sulit sekali yang pasti pintu ini dikunci "aku harus mencari kuncinya dan tak membuat terus menerus aku penasaran, aku harus menyakinkan diriku sendiri kalau didalam ruangan ini tak ada siapa siapa "

__ADS_1


Inara langsung berbelok dan mencari kunci dikamar Ana, semoga saja Ana tak membawa kunci itu dan ada dikamarnya, karena dirinya sangat penasaran sekali, sebenarnya didalam sana ada siapa.


__ADS_2