
Setelah sampai di rumah Ana, Puja langsung masuk kamar tanpa mau berbicara kembali dengan Roger , saat Roger akan masuk ke dalam kamar dia malah ditepuk bahunya oleh seseorang ternyata itu Ana "Bagaimana apakah kau sudah mengetahui semuanya tentang Puja dan temannya itu"
Roger langsung menarik tangan Ana kedalam ruang kerja Ana dan menutup pintunya lagi " Iya aku sudah mengetahui semuanya. Bahkan aku mengetahui rahasiamu kau kenalkan dengan Cio dia temanmu dan ternyata itulah teman Puja juga "
"Lalu "
"Aku sudah mengetahui semuanya kalau kau dengan Jack tidak pacaran Jack hanyalah orang kepercayaanmu saja, kau berbohong padaku Ana. Kenapa kau melakukan itu kenapa harus begitu tanpa berbohong pun aku tidak akan melakukan apa-apa padamu"
"Oh ya kau tak akan melakukan apa-apa pada waktu itu kenapa kau menciumku. Apakah itu bukan karena kau tertarik padaku, aku tidak mau sampai kau melupakan Puja dan malah mengejar-ngejarku, aku tahu kau sedang mengejarku aku bukan perempuan bodoh yang belum pernah berpacaran dan tidak tahu bagaimana sedang dikejar oleh seorang laki-laki dan kau menunjukkan itu padaku, "
"Yah memang aku sedang mengejarmu Lalu kenapa kau berbohong kalau Jack adalah pacarmu. Kenapa harus melakukan itu"
"Karena aku tidak mau menjadi orang ketiga. Aku tidak mau hubungan Kau dan Puji hancur. Lebih baik kau perbaiki hubunganmu dengan Puja jangan mendiamkannya seperti itu, kau jangan berharap padaku karena sampai kapanpun aku tidak akan mau menikah dan aku tidak akan melakukannya, jadi kau jangan mengejarku, aku tak mau dikejar dan aku tak mau dicintai oleh laki laki mana pun "
"Kau jangan berbicara seperti itu Ana, kau harus menikah mana ada yang tahan tidak mempunyai pasangan, aku akan tetap mengejarmu sampai kapanpun. Meskipun aku sudah mempunyai pasangan aku tidak akan pernah peduli karena aku ingin dirimu tak ada yang lain"
"Kau jangan mengaturku aku mau nikah atau tidak itu bukan urusanmu dan jika aku memang ingin menikah nanti suatu saat, aku tidak akan memilihmu dan aku tidak akan sudi menikah denganmu"
"Gila ya kau pokoknya sampai kapanpun aku akan mengejarmu"
"Kau yang gila sampai kapan pun aku tak akan mau dengan mu, kau dengar itu baik baik, aku tak akan mau dengan mu, jadi lebih baik kau diam dan jangan membut aku marah " teriak Ana.
Inara yang memang kebetulan lewat segera masuk dan melihat apa yang terjadi di dalam ruangan kakaknya "Ada apa ini kenapa kalian saling berteriak sampai-sampai suara kalian terdengar sampai luar. Ada masalah apa bicarakan dengan baik-baik jangan dengan kekerasan dan penuh suara bising"
Roger langsung keluar dan tak berbicara apa-apa Inara segera menghampiri kakaknya dan mengusap bahunya dengan lembut "ada apa Ana ada masalah apa kenapa coba kau bicara padaku"
" Roger sudah mengetahui kalau aku dan juga Jack tidak ada hubungan apa-apa, sepertinya Cio memberitahunya dan aku salah tidak memberitahu Cio kalau aku sedang berpura-pura dengan Jack. Sudahlah semuanya sudah kacau biarkan saja dia tahu"
"Lalu kenapa dia berteriak-teriak padamu ada masalah apa sebenarnya"
"Dia akan mengejarku sampai kapanpun aku sudah berjanji kan dan aku sudah berkata kalau aku tidak akan menikah, tapi dia kekeh ingin aku menikah dengannya. Mana mungkin aku menikah dengan dia yang sudah mempunyai pacar dan akan segera menikah, apakah dia gila ingin menduakan Puja. Aku saja tidak mau jadi orang ketiga"
"Ya sudah lebih baik kau sekarang istirahat. Jangan pikirkan itu terlebih dahulu. Ayo akan aku temani tidur kita tidur sama-sama sudah lama kan kita tidak tidur berdua"
"Baiklah Ara "
Ana memegang tangan adiknya menuntunya kekamar, mereka seperti 2 anak kecil.
**
Pagi harinya mereka sudah berkumpul dimeja makan bahkan Roger dam juga Puja ada disana, tapi hanya keheningan saja, biasanya akan bising namun sekarang berbeda.
Namun tiba tiba "Ana kau dimana "
"Anaa dimana kau berada "
"Aku disini Cio apakah kau tak melihatku "
"Hehe iya iya maafkan aku, ayo ikut aku sebentar "
Cio langsung menarik tangan Ana, dan membawa Ana kedalam kamarnya, Roger dan Puja menatap kepergian mereka berdua dan mengawasi pintu itu sampai terbuka kembali.
Sedangkan Inara dia hanya fokus memakan sarapannya, dan membiarkan dua orang itu menatap kearah kamar Ana.
"Ada apa Cio, kau membawaku kekamar, Ada apa sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan padaku"
__ADS_1
"Aku ingin memakai jasamu lagi . Bagaimana apakah kau bersedia"
"Teentu aku tidak pernah menolak apapun itu pekerjaannya, apa yang ingin kau lakukannya siapa yang ingin kau bunuh selanjutnya setelah perempuan yang menggoda Ayahmu itu"
"Aku ingin membunuh Ayahku supaya dia tidak ada di dunia ini dan tidak mempermainkan lagi wanita, aku pusing setiap pulang ke rumah dia selalu saja membawa wanita yang berbeda-beda, aku menjadi ingat pada ibuku dan rasanya sangat sakit sekali"
"Lalu apa bedanya dengan dirimu kau juga sama kan mempermainkan wanita sama seperti ayahmu, seharusnya kau tidak melakukan itu kalau kau memang menyayangi ibumu"
" Yah aku tahu aku hanya mempermainkan perempuan yang memang meenurutku dia pantas untuk ku permainkan, aku tidak pernah kan mempermainkan perempuan baik-baik aku hanya mempermainkan pelacur dan yang lainnya"
"Lalu Puja termasuk apa menurutmu"
"Jangan membawa Puja, dia teman masa kecilku Jadi wajar kan aku melakukan itu, dia sendiri kan yang mau melemparkan tubuhnya padaku, lalu aku terima saja lumayan kan dapat gratisan kau jangan sampai bilang pada Roger ya"
"Aku tidak akan ikut campur dengan urusanmu Roger dan juga Puja aku tidak peduli yang terpenting aku hidup bahagia itu saja, aku tak akan ikut campur urusan orang lain"
"Baiklah baiklah terima kasih kau sudah baik, kemarin Roger tanya-tanya tentangmu dan Jack. Memangnya kau pacaran dengan dia"
"Hanya pura-pura dan karena kau semuanya gagal tapi aku tidak menyesalinya. Biarkan saja dia mengejarku sampai tua. aku tak akan pernah peduli "
"Jadi benar dia menyukai mu "
"Mungkin aku tak tau "
"Jadi bagaimana apakah kau mau membunuh ayahku, aku sudah sangat muak dengan ayahku. Seperti apa kau membunuhnya aku tidak peduli yang terpenting lenyap dari dunia ini sudah itu saja tak ada yang lain "
"Baiklah aku akan memberimu waktu 12 jam untuk berubah pikiran dan menentukan apakah kau benar ingin membunuh ayahmu sendiri "
"Aku sudah bulat Ana makannya aku mau membunuh dia aku tidak akan merubah keputusan ku lagi "
"Tetap saja aku akan menunggumu memutuskannya, "
"Ana apakah kau tak akan memberiku makan "
"Ambil saja sendiri kau punya tangan dan kakikan "
"Siap jika kau sudah mengizinkannya aku akan makan "
Cio mengambil piring dan berhadapan dengan Puja, namun tak sama sekali bertanya pada Puja.
"Apakah kau kelaparan Cio " tanya Puja
"Ya begitu lah "
Ana kembali duduk dan melanjutkan makannya "bagaimana dengan Nana "
"Dia baik dan ya kau hebat telah memberikannya padaku, aku puas dengan dia, "
"Baiklah awas saja kalau kau macam macam dengan Nana "
"Tidak aku tak macam macam dengan dia Ana, aku sudah selesai ayo aku antarkan kau bekerja "
Kembali tangan Ana ditarik dan mereka berdua segera keluar dari dalam rumah dan masuk kedalam mobil.
"Teman masa kecilmu sangat pintar ya merayu perempuan "
__ADS_1
"Mungkin aku tak tau "
Puja langsung pergi dari hadapan Roger, dan membiarkan pria banyak tanya itu sendirian.
**
Inara sudah ada dikantor dan saat masuk kedalam ruangannya disana sudah ada Adam yang duduk tersenyum kearahnya "pagi Inara ayo duduk, aku sudah membuatkan mu makanan kesukaanmu dulu, ayo sini kita sarapan bersama"
"Apakah kau tidak punya sopan santun tiba-tiba ada di dalam ruangan ku, padahal aku saja belum datang. Kau makan saja sendiri aku tidak lapar dan aku sudah sarapan di rumahku, jadi kau tidak usah repot-repot untuk memasak dan memberikannya padaku karena aku tak akan memakannya "
"Apakah kau sekarang sudah berubah Inara sepertinya Inara yang dulu dan sekarang sangat berbeda sekali l, kau kasar sekali sampai tak mau menghargai masakan aku sendiri, aku susah payah lo membuatnya, aku membuatkannya pagi pagi sekali, tapi kau sama sekali tak memakannya "
"Aku kan tak pernah menyuruh mu, kau makan saja sendiri aku tidak mau makan apapun, karena aku sudah sarapan meskipun aku belum sarapan aku tidak akan mau memakan apa yang kau beri, kau itu mantan suamiku yang jahat mana mungkin bisa langsung baik seperti ini aku tahu kamu sedang merencanakan sesuatu dengan Livia, lebih baik kau keluar sekarang dari ruangku, kalau tak ada hal penting"
"Ada makanya aku kemari kita harus membahas tentang proyek baru Livia dan juga tuan Abianmu itu ayo kita bahas, aku tak akan selamanya jahat Inara, aku ini manusia dan bisa berubah"
"Baiklah mari kita bahas semuanya "
Inara mengeluarkan semua berkasnya dan duduk berhadapan dengan Adam dan membahas semua hal yang ada didalam proyek itu.
**
Abian yang tak melihat kekasihnya dari tadi segera masuk kedalam ruangan Inara ternyata ada Adam "kenapa kau disini "
"Tenang Tuan Abian saya di sini hanya ingin membahas tentang pekerjaan dengan Inara tak lebih, saya disuruh oleh Livia untuk membahas lagi tentang kerjasama kita, tapi dia memintaku untuk membahasnya dengan Inara saja tidak denganmu, katanya kalau urusanmu nanti bersama dia sendiri, jadi boleh kan saya bekerja dengan calon istri anda di sini"
Abian hanya mengangguk saja dan duduk disamping Inara "apakah kau akan ada disini tuan "
"Iya kenapa apa aku tidak boleh, aku pun ingin tau perkembangannya, jadi tak masalah kan aku ada disini memantau mu dan calon istriku "
"Apakah kau tidak percaya dengan calon istrimu sendiri "
"Bukannya aku tak percaya dengan calon istriku tapi aku tidak percaya denganmu , kau bukan laki-laki baik jadi sudahlah aku akan mengawasi kalian berdua, agar tak terjadi apa-apa nanti ke depannya, aku akan disini dan melihat kalian yang bekerja "
"Silahkan kau pantau calon istrimu sepuasnya, aku akan diam dan tak akan mengoda calon istrimu, aku bahkan aku sudah mengetahui semua yang ada di dalam baju itu, aku sudah pernah berumah tangga dengan Inara, dan kau hanya mendapat sisanya saja "
Inara langsung memberhentikan pekerjaannya kenapa jadi seperti ini, "Apa urusannya pekerjaan dengan aku yang pernah menikah dengan mu "
"Aku tak peduli kau berkata apapun tentang calon istriku yang terpenting aku akan selalu ada di sampingnya, meskipun dia pernah menikah itu tidak masalah untukku karena hubungan bukan diukur dari dia sudah menikah atau belum, aku memang mencintainya dan takkan menduakan seperti dirimu, dan aku tak peduli kau sudah melihat Inara tampak pakaian ataupun belum aku mengerti kau mantan suaminya "
"Aku tidak akan merasa cemburu sama sekali, itu tak masalah untukku, lalu kenapa kau berkata seperti itu apakah kau ingin membuat aku marah lalu melepaskan Inara begitu saja dan kau kembali lagi padanya, bicaramu itu sangat tak bermutu sekali sungguh aku tidak akan tersinggung hanya dengan kata-kata busuk mu saja, aku takkan pernah mundur"
Adam langsung membereskan barang barangnya dan menyimpannya kedalam tas, lalu tanpa berpamitan langsung pergi begitu saja.
Abian langsung menatap Inara dan mengusap rambutnya "kau jangan tersinggung ya dengan ucapan laki laki bedebah itu, aku akan selalu ada untuk mu, dan aku tak akan kemana mana, akan selalu ada untuk mu "
"Aku menjadi malu sendiri karena ucapan Adam, benar kata dia kau mendapatkan bekasnya, kenapa kau tak mencari perempuan perawan saja"
"Hey kenapa kau berbicara begitu, apakah kau termakan hasutan Adam, aku hanya mencintaimu, aku sudah bilang kan aku tidak mempermasalahkan kau sudah menikah atau belum, aku tidak berharap untuk menikah dengan seorang perawan belum tentu aku akan bahagia dengan orang itu, kau adalah jodoh yang paling cocok dengan ku aku tidak mau mencari lagi, jadi jangan katakan itu lagi kau juga jangan tersinggung dengan kata-kata Adam yang begitu , itu hanyalah pancingan agar kau merasa lebih rendah dan malam meninggalkanku jangan kau pikirkan itu ya "
"Baiklah aku hanya takut kau di kemudian hari akan menyesal telah menikah denganku wanita janda, dan tak ada apa apanya "
"Tenang saja aku tak akan pernah menyesal telah menikah mu, yang ada aku akan bahagia karena telah menikahimu dan memilikimu seutuhnya, aku sudah lama menunggu itu dan oh ya aku punya kabar baik papi dan mami akan segera pulang dan mereka akan membicarakan pernikahan kita dengan Ana bagaimana apakah kau senang"
" Benarkah mereka akan pulang aku sudah sangat rindu dengan mereka berdua bagaimana Papi sudah sehat dan pulih lagi kan dia sudah tidak apa-apa kan"
__ADS_1
"Papi sudah baik-baik saja dan dia ingin secepatnya pulang karena ingin melihat kita menikah, dia tak sabar "
Abian memeluk Inara dan mencium keningnya.