Berbagi Suami

Berbagi Suami
Mau pergi saja banyak drama


__ADS_3

Inara dan Abian yang baru datang melihat ayah Cio yang mengantung, dan melihat juga Cio yang sedang memeluk seorang perempuan.


"Cioo "


Cio mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Abi dan juga Inara, melepaskan pelukan itu dan menghampiri Abian.


"Lihat Bi lihat ayahku gantung diri aku harus bagaimana sekarang, jangan sampai publik tahu aku tidak mau mereka malah membuat berita yang tidak-tidak, tolong bantu aku menurunkannya bi.Aku sungguh tak sanggup melakukannya sendiri tolong aku, aku bingung "


"Lalu kemana pekerja pekerja di rumah ini, kenapa begitu sepi sampai-sampai tidak ada yang mengetahuinya kalau ayahmu gantung diri ke mana mereka semua"


"Aku juga tidak tahu Bi ke mana mereka, aku saat pulang kemari Ayah sudah tergantung seperti ini. Tadinya aku ingin mengambil dokumen tapi malah melihat Ayahku sendiri gantung diri di sini"


"Yasudah ayo aku bantu , tapi apakah kau yakin tak akan memanggil polisi, agar diselidiki terlebih dahulu, takutnya ayah mu ada yang membunuhnya, mending begitu saja "


"Tidak Bi sudah aku bilang aku tidak mau seperti itu yang ada nanti malah beleber kemana mana, aku tidak mau sampai publik tahu kalau ayahku melakukan gantung diri, lebih hanya kita saja yang tahu aku tidak mau ada orang lain yang tahu, apakah bisa membantuku Bi kalau tidak ya sudah aku akan melakukannya sendiri "


"Baiklah aku akan membantumu Ayo kita turunkan bersama-sama"


**


Sedangkan Ana dia baru sampai dengan Jack, Jack langsung membopong perempuan tadi yang sudah dirinya bunuh, entah mati entah tidak.


"Ana Jack kalian membawa apa "tanya Roger yang kepo


"Tidak membawa apa apa, kami tak membawa apa apa, bawa Jack "


Saat Ana akan pergi lagi tangannya dipegang oleh Roger "lepaskan aku akan bekerja "

__ADS_1


"Apa itu "


"Kenapa kau harus tahu ini pekerjaan ku, kau hanya perlu diam saja disini, kau hanya tamu jadi tidak usah tahu tentang apa ya aku kerja kan dan apa yang ada di dalam sana oke, aku ingin bekerja jadi lepaskan tanganku sekarang juga"


"Kau masih menganggap ku seseorang tamu. Baiklah aku hanya ingin tahu saja apa yang kau bawa jangan-jangan kau membawa mayat ya ke rumah ini"


"Itu bukan urusanmu mau aku membawa mayat mau aku membawa bangkai atau apapun aku tidak perlu izin dulu padamu kan , jadi berhentilah memegang tanganku dan berhentilah ikut campur tentang apa yang sedang aku kerjakan, karena aku tidak suka jika ada orang yang mengganggu pekerjaanku seperti ini"


Ana langsung menghentakkan tangannya, namun ponselnya berdering, langsung saja dirinya mengangkatnya "Ada apa Inara"


"Ana ayah Cio meninggal aku sedang di sini bersama Abian dan juga seorang perempuan. Apakah kau bisa kemari dan bantu kami beri tahu juga Roger dan Puja sekarang Cio sedang terpukul sekali"


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Apakah kau benar ayahnya Cio meninggalm Baiklah aku akan ke sana bersama Jack nanti oke. Tunggu aku di sana kau jangan kemana-mana Nara. Tunggu aku sampai aku datang "


"Baiklah Ana cepatlah di sini tak ada orang banyak, jadi tolong bantu kami untuk mengurusnya "


Puja yang baru datang ke rumah, dia mendengar semua percakapan itu dengan cepat dia menghampiri Ana "Ana apakah kau yakin ayahnya Cio meninggal, kenapa dia tidak mengabariku "


"Ya kata Inara begitu Mungkin dia sedang bersedih makanya tidak mengabarimu , ya sudahlah kau tinggal ke sana saja jangan mempermasalahkan tentang kenapa dia tidak menghubungimu, aku pun akan ke sana pergi bersama Jack kau pergi bersama Roger ke sana "


"Baiklah aku akan pergi ke sana. Ayo Roger kita siap-siap "


Roger dengan malas mengikuti Puja untuk segera siap-siap, sungguh dirinya sangat malas, tapi mau bagaimana lagi yang ada nanti Puja marah.


Ana hanya mengangkat bahunya dan menemui Jack yang sudah mengeluarkan mayat itu "simpam dulu di ruangan pembeku kita harus ke rumah Cia dulu dan berpura-pura tidak tahu tentang kejadian itu tadi Inara menelponku dan katanya ya begitu Ayah Cio meninggal. Ayo cepat siap-siap dan kita pergi ke sana"


"Baik nona saya akan membereskan dahulu perempuan ini dan menyimpannya nanti setelah itu kita pergi"

__ADS_1


"Hemm "


Ana pergi dari hadapan Jack masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian, dan setelah selesai Ana keluar dari kamar dan menunggu Jack yang sedang ganti pakaian.


"Puja kenapa kau begitu heboh sangat khawatir sekali "


" Roger apakah kau tidak punya perasaan ini Ayahnya teman dekatku meninggal l, masa aku harus bersantai-santai diam saja tidak mungkin kan, kau ini punya perasaan tidak sih. Apakah kau pernah kehilangan seseorang, aku tak pernah menyangka kau dingin sekali sampai-sampai tak respect dengan orang yang meninggal. Setidaknya kalau dia bukan orang dekatmu kay cepatlah berdandan antar aku ke sana. Aku ingin mrlihat keadaan ayahnya"


"Aku pernah kehilangan dan tak seheboh dirimu. Tunggu aku akan mengganti pakaian, sepertinya kau bukan akan menengok Ayah Cio tapi akan menengok anaknya"


"Jangan berdebat sekarang Roger apa sih maumu, aku sepertinya serba salah deh di sini lebih baik aku pulang saja dari pada terus bertengkar denganmu, aku tuh ke sini ingin memperbaiki hubungan kita berdua bukannya malah jadi bertengkar terus-menerus dan terus-menerus"


"Ya sudah kau pulang saja aku tidak pernah melarangmu untuk pergi dan aku tidak pernah memintamu untuk kemari apa lagi yang ingin kau perbaiki semuanya sudah baik-baik seperti semula apa lagi yang kau mau "


"Aku ingin seperti semula kau tahu bagaimana Roger yang dulu dan yang baik denganku. Bukan yang sekarang selalu membentakku dan membuatku marah"


Setelah selesai Puja langsung keluar terlebih dahulu meninggalkan Roger sendirian di sana dan saat keluar dia melihat Ana yang akan pergi bersamanya Jack "Ana apakah aku boleh ikut saja denganmu"


"Kenapa bukannya kau akan pergi dengan Roger kenapa kau jadi ikut denganku"


"Dia itu lama sekali, lebih baik aku pergi denganmu saja agar lebih cepat "


"Tidak kau pergi saja dengan Roger agar dia tahu kau di mana dan bersama siapa, agar tak ada pertengkaran lagi di antara kalian, itu lihat ke belakang Roger sudah ada bersama denganmu bye aku pergi dulu dengan Jack"


Puja segera membalikan badan dan melihat Roger yang sedang memasuki mobilnya. Puja yang tidak mau ditinggalkan masuk dan tak ada pembicaraan diantara mereka.


Hening tak ada yang mau membuka topik pembicara sedikit pun. Entahlah hubungan mereka akan dibawa kemana setelah pertengkaran-pertengkaran yang ada dan perselingkuhan yang disembunyikan oleh Puja.

__ADS_1


__ADS_2