Berbagi Suami

Berbagi Suami
Masalah Adam


__ADS_3

Ana segera melepaskan pelukannya dan berdiri lalu menatap kearah Sean "Sean kamu bangun, kenapa sayang " Ana langsung menghampiri Sean dan menuntunya untuk keluar dari kamar.


"Kenapa kakak kita keluar dari kamar ayah padahal aku ingin melihat keadaan ayah, apakah aku mengganggu kakak dan ayah yang sedang berpelukan, ku kira tadi ayah kenapa-napa karena kakak berteriak makannya aku terbangun dan kemari "


"Maafkan kakak telah mengganggu tidurmu, tidak tidak terjadi apa-apa dengan ayahmu dia baik-baik saja, hanya sedikit pusing dan mungkin nanti setelah tidur dan bangun saat pagi hari dia tidak akan lagi pusing"


"Baiklah aku kira ayah kenapa napa. Lalu bagaimana dengan tante Puja apakah dia sudah ketemu kakak, rasannya sudah sangat lama tante Puja menghilang tapi tak ketemu ketemu "


Ana menggelengkan kepalanya " belum tante Puja belum ketemu kamu selalu berdoa saja untuk keselamatan ya, semoga saja tante Puja ada yang menyelamatkan dan dia baik-baik saja sekarang dan dia bisa kembali padamu dan juga ayahmu"


"Iya kakak aku selalu mendoakan yang terbaik untuk tante Puja, tapi aku sudah berdoa banyak namun tante Puja belum pulang-pulang juga, kenapa begitu lama padahal aku sudah meminta pada Allah untuk mengembalikan tante Puja karena kasihan dia tidak punya siapa-siapa lagi kakak itu kata ayah "


"Iya kau sudah berdoa tapi kau harus lebih lagi berdoa supaya Tante Pujamu itu kembali dan bisa bersama-sama lagi denganmu, dan satu lagi kamu harus yakin kalau tante Puja mu akan kembali, akan bersama sama lagi dengan mu "


"Iya aku ingin sekali tante Puja kembali lagi, tapi aku tidak mau kalau misalnya tante Puja menjadi ibuku rasanya tante Puja dan ayah selalu saja bertengkar, aku menjadi ragu apakah ayahku akan bahagia bersama tante Puja nantinya, kalau kakak bagaimana apakah kakak mau menjadi Ibuku dan mendampingi Ayahku. Sepertinya Ayah bersama kakak tak pernah bertengkar yang aku lihat begitu sih "


Ana menjadi serba salah dia bingguh harus menjawab apa, kalau mengiyakan sama saja dirinya memberikan sebuah janji pada Sean, tidak jangan sampai dirinya membuat janji pada Sean kalau misalnya janji itu tak di tepati yang ada malah membuat Sean akan benci pada dirinya.


"Kakak kenapa tak menjawab, aku tak nakal kok, aku akan menjadi anak yang baik , aku tak akan nakal kakak "

__ADS_1


"Iya kakak tahu kamu anak yang baik, kamu gak pernah nakal tapi kamu juga harus mikirin perasaan tante Puja dia kan sama ayah kamu udah berhubungan sejak lama, mana mungkin kakak tiba-tiba masuk gitu aja dan merebut posisi tante Puja "


"Kenapa sangat rumit kukira tak begitu, aku tak mau ah jadi orang dewasa lebih baik aku menjadi anak kecil saja, aku hanya akan main dan sekolah itu saja rasannya menyenangkan kakak "


"Loh kok gitu, ya gak bisa gitu dong sayang, kamu harus tumbuh besar dan menjadi laki laki yang bertanggung jawab, jangan sampai kamu menyakiti hati orang, apa lagi menyakiti hati seorang perempuan jangan sampai, jika nanti kelak saat kamu dewasa, hanya cintailah satu perempuan dan jangan menyakitinya, jika kau tak suka dengannya berpisalah dengan cara baik baik, jangan menyakiti hatinya "


"Emm aku binggung, tapi aku tak akan menyakiti hati perempuan begitu kan kakak "


"Iya begitu sayang, ayo apakah kau mau tidur bersama kakak, rasannya kita sudah lama tak tidur bersama "


"Boleh boleh, ayo aku pun sudah kangen ingin tidur bersama kakak "


**


Livia hanya diam sambil menunggu Adam yang belum sadarkan diri, Adam baru saja di oprasi dan dia berhasil hidup, dirinya fikir Adam akan mati tapi masih hidup juga, hebat juga dia punya nyawa berapa sih sebenarnya Adam ini.


"Livia ada apa lagi ini, kenapa Adam sampai tertembak, ide apa lagi yang kalian lakukan, apa yang kalian lakukan sampai kejadian seperti ini, apa yang terjadi kenapa selalu saja kalian membuat ulah, apa lagi yang kalian lakukan hah "


"Ini hanya masalah kecil saja, ini ini gara gara Inara "

__ADS_1


"Apa Inara, apa yang dia lakukan kenapa bisa Adam yang tertembak "


"Cerintanya sangat panjang tante pokoknya panjang sekali sampai sampai akan sulit diceritakan yang terpenting sekarang Adam selamat, sudah lah tante sudah "


"Tante akan mendatangi Inara jangan lepas enak saja dia tembak-tembak Adam tanpa rasa bersalah dan tidak bertanggung jawab atas semuanya, pokoknya tante akan membalaskan semuanya kamu disini tunggu Adam "


"Udahlah tante ini udah malam, ngapain juga ke rumah Inara yang ada Ana akan marah, yang harus tante salahin itu Adam, semua tuh gara-gara Adam anak tante yang mau bunuh Inara, tapi gak jadi dan gak bisa makannya kayak gini kejadiannya, udahlah jangan bikin kita berurusan lagi sama Ana yang ada nyawa kita yang melayang sama Ana, jadi tante udah diem aja di sini tungguin anak tante yang manja dan gak bisa apa-apa ini"


"Kamu ini ya malah marah-marah sama tante, harusnya kamu bersyukur Tante mau susulin Inara dan buat dia tanggung jawab atas apa yang terjadi dengan Adam, gak mungkin Adam seceroboh itu, gaka akn mungkin ini semua salah Inara "


"Oke kalau itu emang keputusan tante buat susulin Inara dan minta tanggung jawab sama dia, jangan pernah bawa-bawa aku kalau nanti Ana malah bikin anak tante mati oke aku gak mau lagi berurusan sama dia dan aku gak mau ada satu luka lagi di tubuh aku yang Anna berikan padaku, jadi jangan bawa-bawa aku lagi Tante, aku tidak mau berurusan dengan Ana lagi "


Tiba tiba saja nyali ibu Adam ciut, dirinya jadi takut apa yang Ana lakukan saat pada anaknya itu cukup menakutkan hampir saja nyawa anaknya melayang, kalau saja tak cepat cepat dibawa kerumah sakit pasti anaknya akan mati.


"Bagaimana apakah tante mau datang kerumah Ana lagi, kita diam saja tante jangan macam macam dengan Ana, ingat Ana bukan perempuan biasa dia bisa melakukan apa saja, "


Ibu Adam tak kembali menjawab hanya diam saja menundukan kepalanya dan duduk dikursi laly memijat kepalanya, memikirkan semua kata kata dari Livia ada benarnya juga ternyata ya kalau dirinya pergi kerumah Ana, bukannya tanggung jawab yang ada nyawa anaknya melayang.


Ana bukan Inara mereka berbeda tak sama, hanya rupa saja yang sama namun sikap dan sifat sangat berbeda jauh sekali sampai sampai tak bisa disamakan.

__ADS_1


__ADS_2