
Ana kembali lagi masuk dan menghampiri Roger dan juga abian "Inara tidak ada dia tidak ada di sini, tadi ada mobil yang membawanya cepat semuanya kerahkan untuk mengejar mobil itu cepat sekarang pergi dan cari mobil itu mobil berwarna hitam kecil"
"Baiklah "
Mereka semua bergegas pergi dan Abian pun sama Roger bahkan dia juga ikut pergi dengan mobil masing-masing untuk mengejar orang itu, agar mereka bisa mengepungnya.
Sedangkan Ana masuk kedalam rumah dan membawa pistol dan barang barang yang dirinya butuhkan. Lalu pergi dengan mobilnya sendiri juga.
Sedangkan Inara yang tangannya diikat sangat kesakitan "sakit Adam kenapa kau tiba tiba membawaku, apa maumu apa maumu "
"Aku tidak akan membiarkan kau dimiliki oleh siapapun selain aku tidak akan, kau harus menjadi miliku lagi "
"Kau gila ya kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, bahkan kau juga sudah setuju kan bercerai dari ku, aku sudah bilang tidak ada lagi yang diulang dari hidup kita semuanya sudah selesai, kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa dan kita hidup masing-masing saja dan lepaskan tanganku sakit tanganku masih sakit"
Adam menghentikan mobilnya dan membuka ikatan tangan Inara, lalu dengan cepat menjalankan kembali mobilnya " aku minta pada mu tolong lepaskan ak, jangan seperti ini Adam kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, aku pun akan menikah jadi tolong jangan memperkeruh suasana dan membuat dirimu makin salah dihadapan semua orang. Bukannya kau sudah membenciku lalu kenapa kau kembali lagi datang padaku dan melakukan semua ini untuk apa, sebenarnya apa tujuan mu, tolong jangan seperti ini lepaskan aku"
"Iya tapi aku tidak mau melihatmu menikah dengan orang lain. Kau hanya boleh menikah denganku saja Inara, tidak dengan yang lain, aku tidak mau aku tidak mau melihatmu menikah dengan orang lain, kenapa kau harus menikah dengan orang lain Kenapa bukan dengan aku saja, aku mampu dan sanggup membiyayai mu "
"Sudah kubilang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi dan aku sudah memutuskan kalau aku tidak akan pernah kembali lagi padamu, apa lagi yang belum aku bicarakan semuanya sudah aku bicarakan Adam, tak ada lagi, kau datang kerumah ku dan menculiku tiba tiba kenapa harus seperti ini terus aku ingin hidup tenang dan bahagia "
Tiba-tiba saja mobil berhenti dan Adam langsung membawa Inara dengan paksa turun dari dalam mobil, dan memasukkannya ke sebuah rumah dan ternyata itu adalah rumah mereka dahulu.
Adam membeli kembali rumah mereka"lihat aku sudah membeli rumah ini lagi, dan ini akan menjadi milik kita lagi, kita tinggal di sini bersama-sama lagi dan mengulang semuanya dari awal ya, kita dulu tinggal disini baik baik saja kan, makan kita awali juga dirumah ini ya syaang "
"Tidak jangan seperti ini Adam, aku tidak mau kau ini terlalu egois tau, aku tidak mau tinggal di sini, aku ingin pulang aku tidak mau tinggal disini kembali, disini terlalu banyak kesakitan yang kau berikan padaku, tolong jangan bawa aku kemari lagi "
Adam tidak mendengarkan kata-kata Inara dia langsung saja pergi dan mengunci kamar itu, Inara mencari sesuatu di kamarnya yang dulu, namun tidak ada apa-apa masih kosong.
Ya tempat tidur dan lemari, saja saat memegang celananya ternyata dia membawa ponsel , Inara segera mengeluarkan ponselnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menghubungi Abian.
"Halo Nara jamu di mana kamu di mana, kamu baik baik aja kan sayang, kamu dimana sayang, aku akan menyusul mu, kau dimana sayang "
__ADS_1
"Abi jangan berisik aku dibawa kabur sama Adam, kamu jangan berisik please jangan berisik tolong aku, aku ada di rumah aku yang dulu rumah saat aku bersama Adam , kamu masih ingat kan jalan kerumah ku ini, bisa kau datang kemari tolong aku "
"Aku masih ingat aku masih inget sekarang aku ke sana kamu tunggu aku, jangan kemana-mana ya sayang aku ke sana sekarang, tunggu aku jangan kemana mana ingat "
"Iya aku tunggu cepet yah jangan lama-lama aku takut Bi, aku takut Adam akan melakukan sesuatu padaku, aku akan menunggumu, kau hati hati diajalannya "
" Iya aku sekarang ke sana. Ya udah kamu diem aja di tempat yang aman, aku bakal cepet kesana tunggu aja syaang ya "
Setelah itu Inara segera keluar lagi dari dalam kamar mandi, dan di sana sudah ada Adam. Untung saja tadi dirinya sudah menyembunyikan ponselnya.
"Aku kira kau kabur ada apa kau masuk ke kamar mandi, kenapa kau tak bilang padaku, kalau kau akan kekamar mandi, kenapa Nara "
"Aku tadi ingin buang air kecil, mau bagaimana bilang, kau saja tak ada pergi meninggalkan aku, makannya aku masuk saja "
"Baiklah sekarang kau duduk, lihatlah aku membelikan berbagai macam pakaian, sepatu, tas dan yang lainnya. Apakah kau suka dengan semua barang-barang yang aku berikan, bagaimana kau suka kan dengan apa yang aku belikan, pasti kau sangat suka kan "
Inara segera mengambil salah satu pakaian itu dan menganggukan kepalanya"Iya aku suka. Bisakah kita bicara dengan baik-baik Adam kita bicarakan semuanya, tolong jangan seperti ini "
"Apa yang akan kau perbaiki. Apakah aku bisa memegang kata-katamu dan bisa percaya lagi padamu"Inara mencoba untuk mengulur ngulur waktu.
"Tentu kau bisa percaya padaku, aku tidak akan melakukan kesalahanku yang pernah aku lakukan padamu, aku berjanji padamu Inara. Aku tidak akan melakukan apa-apa lagi kalau kau kembali lagi padaku itu pun, apa yang perlu aku buktikan lagi Nara apa, bahkan setelah keluar dari penjara aku sama sekali tak berpalingkan, aku sama sekali tak mencari perempuan lain kan "
"Aku sudah bertanya waktu itu lalu dengan ibumu bagaimana aku tidak mau ada masalah lagi dengan ibumu atau perselisihan bagaimana itu, bagaimana kau akan menyelesaikan itu semua "
"Aku akan menjamin ibuku tidak akan melakukan apa-apa lagi padamu, aku akan membelamu aku tidak akan membiarkanmu lagi terhina oleh siapapun aku berjanji, aku akan lebih mengutamakan mu dari apa pun "
"Baiklah " Inara duduk dengan gelisah dimana Abian kenapa belum kemari juga, kenapa begitu lama
**
Abian yang baru sampai menutup pintu mobilnya dengan sangat perlahan, takut-takut nanti Adam malah mendengarnya dan juga dia masuk ke dalam rumah dengan pelan-pelan.
__ADS_1
"Dimana ya kamar utama, pasti dikamar utama apa kamar yang diatas itu ya, ya pasti kamar yang itu lebih baik cek dulu sajalah "
Abian naik ke arah tangga dan saat membuka pintu menatap ke arah Inara. Abi perlahan masuk dan mengumpat di pinggir lemari sedangkan Inara yang melihatnya terus mengajak bicara Adam, agar dia tak melihat kearah belakang.
"Apakah kau bisa mengambilkan aku minum aku sangat haus, tolong Adam tangan ku sangat sakit sekali dan aku sulit untuk mengambilnya, bisakah kau berbaik hati untuk mengambilkannya "
"Baiklah tunggu aku di sini, aku akan mengambil minum untukmu, tunggu disini jangan kemana mana, aku tak akan lama, awas saja ya "
Adam melihat ke arah Inara "Kenapa pintu ini terbuka aku tadi kan menutup pintunya, kenapa bisa tiba tiba terbuka kenapa "
"Tidak dari tadi juga pintu itu memang terbuka, cepat bawakan aku minum Adam. Apakah kau tidak kasihan dengan aku yang kehausan seperti ini. Ayo sungguh haus sekali aku dari tadi"
"Baiklah " Adam sama sekali tidak curiga dia langsung pergi ke bawah dan Abian langsung keluar dan menatap Inara memegang seluruh tubuh Inara.
"Kamu baik-baik aja kah sayang, kamu baik-baik aja nggak ada yang sakit kan sayang, Adam gak lakuin apa apa kan sama kamu, dia gak macem macem kan sayang "
"Nggak ada Bi aku baik baik aja, kita pergi gimana caranya Bi, aku udah gak mau ada disini aku pengen pulang Bi, aku gak mau disini "
"Kamu tahu nggak jalan yang menurut kamu aman biar kita nggak ketemu Adam di dapur , kamu tau gak ya siapa tau ada jalan rahasia yang gak orang tau dan hanya kamu dan Adam saja yang tau "
"Ayo ayo, aku tau ada tangga yang pernah Adam buat " Nara langsung menggandeng tangan Abian dan pergi ke arah belakang ternyata di sana ada tangga keluar ya maksudnya langsung keluar tidak melewati dapur, atau pun melewati depan rumah.
Mereka berdua turun dengan perlahan-lahan dan Abian langsung menggendong Inara agar lebih cepat saja mereka berlari ke arah mobil dan masuk lalu menguncinya.
"Bi ayo cepetan kita harus pergi sekarang ayo, nanti kalau dia tau kita bisa habis sama Adam, aku gak mau sampai ketangkap lagi sama Adam ayo Bi "
"Tapi anak buah Ana mau ke sini, dan Ana juga udah ke sini, tadi udah aku kasih tahu dia kalau kamu ada di rumah ini, dia sebentar lagi pasti akan sampai "
"Udah yang terpenting kita kabur dulu aja, ayo nanti telepon aja Ana di jalan kalau aku udah keluar dan suruh pulang aja, ayo Bi aku gak mau ketangkep lagi sama Adam , aku gak mau"
"Baiklah sayang sekarang kita pulang ya, kita pulang dan tak akan kembali lagi kesini, kita sekarang pulang "
__ADS_1
Mereka berdua segera pergi dari tempat itu ya lebih baik pergi dari pada di sini dan Adam pasti akan mengejar mereka, Inara segera menelfon kakaknya sambil melihat kearah belakang takut takut Adam kembali dan mengejarnya..