Berbagi Suami

Berbagi Suami
Malah kecolongan


__ADS_3

Sedangkan di rumah Roger tiba-tiba saja lampu mati, Roger merasa aneh kenapa tiba-tiba lampu kamar anaknya mati , lalu Roger melihat ke arah luar dan semuanya memang mati.


Ada apa ini dan anak buahnya semuanya tidak ada di mana mereka apa yang terjadi dengan rumahnya. Roger melihat kearah anaknya apakah perlu dia meninggalkannya tapi kalau ditinggalkan takut terjadi sesuatu dibangunkan nya Sean oleh Roger dengan perlahan.


"Sayang bagunlah, "


"Ada apa ayah kenapa ini sangat gelap "


"Ayah juga tidak tahu, Ayah akan mengeceknya tapi kau harus diam di dalam lemari kalau ada seseorang yang memanggil namamu selain ayah atau kakak kau jangan keluar diam di sini jangan kemana-mana sampai Ayah yang datang kemari"


"Tapi aku takut ayah "


"Kau anak ayah, kau pemberani, diam didalam lemari ya jangan kemana mana "


Sean mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi, lalu diam disana melihat ayahnya yang pergi meninggalkan dirinya.


Saat Roger turun benar benar sudah mati total dan dia melihat Puja dan juga bi Jumi sedang diikat, Roger segera menghampiri mereka


"Ada apa ini sebenarnya " bisik Roger.


"Entahlah tadi tiba-tiba lampu mati dan aku yang sedang tertidur di bawa ke sini dan bi Jumi juya sudah ada disini saat aku dibawa oleh orang itu, aku juga tidak tahu apa yang terjadi lalu anak buah mu ke mana, di mana mereka kenapa tidak ada satupun yang menolong kita di sini"


"Aku juga tidak tahu dimana mereka, saat aku melihat kearah luar Tak ada satupun orang . Apakah mereka sudah dirumpuhkan oleh orang itu, apa akan segampang itu anak buah ku mereka lumpuhkan, mereka itu sudah aku ajarkan dengan baik tidak mungkin akan kalah secepat ini, apa ada orang dalam "


"Sepertinya memang ada orang dalam, pasti Ana pelakunya, dia kan orang asing di sini, makannya kau kalau bawa seseorang itu harus tahu siapa dia sebenarnya dan apa maksud dia jangan tiba-tiba saja kau membawa dia pulang ke rumah dengan asal, jadinya begini kan, sekarang cuman Ana yang tak ada disini, pasti dia pelakunya karena dia orang asingnya, pasti dia aku yakin"


"Tidak aku tahu yakin kalau ini bukan perbuatan Ana, aku sudah memaca biodatanya dia itu bukan orang sembarangan Puja, dia adalah pengacara dan seorang pengusaha besar mana ada seorang yang terpanjang bisa melakukan seperti ini, orang tuanya saja sangat terpandang di kotanya mana mungkin dia melakukan hal kotor seperti ini, kau kalau bicara jangan kemana saja, tanpa kau menyuruhku untuk melihat siapa dia siapa sebenarnya dia aku akan mencari terlebih dahulu "


" Iya deh kamu kan selalu belain dia terus aku tahu kamu peduli sama dia, makanya kamu belain terus, meskipun dia orang terpandang kalau dia punya maksud lain bisa aja kan dia lakuin ini semua, kamu jangan terkecoh sama orang terpandang kaya dia, dia aja bisa matahin tangan aku, apa lagi lakuin yang kaya gini itu mudah buat dia"


"Sudah diam, aku akan mengegelilingi rumah ini, jangan ada yang bicara lagi aku pusing mendengarnya."


Roger setelah pergi mengelilingi rumahnya, namun tidak ada siapa-siapa, apa ini yang terjadi kenapa pacarnya dan juga pembantunya ditali.


Jika seperti itu apakah orang-orang itu sedang menatapnya melihat dirinya yang berkeliling seperti ini "keluar kalian jangan mengumpat ayo keluar hadapi aku"


Namun tidak ada satupun orang yang keluar , jadi apa yang mereka mau , sebenarnya apa sih yang terjadi, sungguh dirinya tak mengerti, tiba-tiba mati lampu anak buahnya tidak ada.


Dan bodohnya dirinya malah membiarkan pacarnya dan bi Jumi ditali, seharusnya dia tadi melepaskannya terlebih dahulu dan membiarkan mereka mengumpat dasar Roger bodoh, kenapa kau tak berfikir kesana.


Roger kembali lagi berjalan kearah sana dan belum juga sampai disana dia malah pingsan ada yang memukul kepalanya sudah lah tak ada harapan lagi.


Saat Roger digusur kearah mereka bedua, bi Jumi sampai histeris, orang yang akan menolongnuya sudah dilumpuhkan.


"Diamlah kau jangan berteriak suaramu tak bagus berisik, sekarang kau mending diam dan dinikmatilah ditali seperti ini "


"Tinggal orang lagi yang belum ditangkap "


"Ada satu orang anak lagi, bocah laki laki cari dia ayo cepat cari dan setelah semuanya terkumpul kita musnahkan mereka dan ambil semua hartanya ayo ayo "


Mereka berdua segera naik kelantai atas membuka setiap kamar dan sekarang kamar terakhir adalah kamar Sean, diacak acaknya kamar itu namun tidak ketemu


"Dimana kau anak kecil, jangan bersembunyi aku mencarimu anak kecil jangan menjauh dari ku "


Satu yang membuat mereka ingin tau, yaitu lemari pasti anak itu ada didalam lemari saat dibuka tidak ada sama sekali tak ada siapa siapa didalamnya.


"Apakah sudah ada orang yang membawannya tapi kemana dibawannya anak itu, harus mencari kemana lagi kita "


"Sudah ayo kita cari lagi pasti ada disekitar sini, ayo cepet keburu ada yang sadar lampunya mati seperti ini "


Setelah mereka pergi Ana membiskan sesuatu pada Sean "kau diam disini kakak akan turun kebawah menolong ayah ya, diam disini jangan kemana mana "


"Aku takut kakak, takut mereka menemukan aku "


"Tidak akan kamu aman ada di dalam pelafon yang terpenting kamu jangan bergerak kakak akan kembali lagi kesini, tak lama kok, kakak sebentar "


Ana meloncat dan pergi dengan mengendap endap, "ada berapa orang sebenarnya disini "


Ana melihat ada dua orang lalu mengeluarkan sebuah pisau dan mendekatinya menusuk lehernya dan Ana hanya tersenyum saja mengambil pistolnya.

__ADS_1


Temannya yang belum menyadari temannya mati mengalihkan pandangannya dan malah melihat Ana yang menodongkan pistol.


"Lalu dorrr "


Roger dan yang lainnya yang mendengar tembakan kaget, "apakah mereka membunuh Sean " ucap Puja


"Kau kalau bicara jangan kemana saja, "


"Ya kalau bukan Sean siapa lagi, terus ini gimana kita apakah sekarang bakal kita yang dibunuh "


"Berisik kamu Puja "


Ana sudah ada depan mereka "Ana kamu disini "


"Tuh liat Roger diakan bosnya apa sih kamu gak pernah percaya sama aku, "


"Aku bosnya, kamu lali Puja "


Ana melepaskan semuanya dan membawa mereka untuk tak ada disini lagi "Ana Sean ada dikamar "


"Tenang dia sudah aman "


"Dimana "tanya Puja dengan semangat


"Kau tak perlu tau dimana Sean, dan hanya aku saja yang tau, kalian tak boleh ada yang tau, aku tak pernah percaya dengan kalian "


Ana segera memberikan pistol yang satunya lagi pada Roger dan berjalan keluar tanpa berbicara apa apa lagi.


"Apakah kau tau ada berapa Ana "


Entahlah aku pun tak tau baru 2 orang yang aku temukan, ayo kita cari yang lainnya, kalau tidak kau benarkan listriknya tak enak gelap gelap seperti ini cepat.


Roger akhirnya menemukannya dan menyalakannya dan akhirnya terang kembali, tak ada siapa siapa diluar sepi sekali, kemana mereka semua.


Saat Roger masuk Ana sudah dikepung dan Ana masih santai santi saja dikepung oleh orang sebanyak itu.


"Ayo lawan lah, kita bantai nih perempuan cuman satu ini "


Salah satu orang maju dan melawan Ana namun mereka kalah, Roger yang melihat Ana sendirian membantu Ana, dua lawan 10 oranh namun tak banyak waktu lama mereka mengahabisinya, namun Ana segeja membawa salah satu orang.


"Bawa dia keruangan bawah tanah mu, aku akan datang kesana aku ingin tau siapa bos mu dan aku ingin besok anak buah mu menghadapku, tak ada satupun yang boleh tidak ada "


Roger membawa orang itu dan menyimpannya didalam ruangan sembunyi, menguncinya dan membawa kuncinya dia ingin tau dimana anaknya di sembuyikan oleh Ana.


"Sean sayang ayo turun ini kakak, ayo syaang kakak disini "


Sean membuka penghalangnya dan menongolkam kepalannya lalu menurunkan kakinya, Ana memangkunya berbarengan dengan Roger yang datang dan mengambil alih Sean dari Ana "kau tidak apa apa nak "


"Tidak untung saja kakak datang tepat waktu dan memindahkan ku dari dalam lemari dan aku selamat ayah lihat aku baik baik saja "


"Oh ya kakak, kakak jangan kemana mana ya, jangan tinggalkan Sean lagi Sean takut kalau kakak tidak ada "


"Iya kakak disini, kamu tidurlah ada seseorang yang harus kakak beri pelajaran "


"Apakah boleh aku ikut "


"Tidak sayang kau jangan ikut diamlah disini, kakak tak akan lama sebentar sayang "


"Benar tidak akan lama kak, "


"Iya kakak sebentar ya, kunci pintu dan pegang ini " Ana memberikan belati pada Sean


"Untuk apa kak "


"Jika ada yang mengancamu tusuk dia, jangan segan segan, kakak yang akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi "


Ana dan Roger pergi meninggalkan Sean disana sudah ada Puja "apakah aku boleh melihat penjahat itu "


"Tidak "

__ADS_1


"Aku disini bersama Sean ya "


"Tidak aku bilang tidak, kau diam dikamar mu, dan jangan mersama Sean, aku tak percaya dengan mu "


"Kau yang seharusnya tak dipercaya Ana, aku adalah orang asing lalu kenapa kau merasa kau tuan rumah disini saja mengatur apa yang aku mau, aku ini adalah calon ibunya Sean "


"Baru calon kak, belum ibunya jadi aku tak percaya dengan mu "


Ana dengan mudah membawa Puja kebawah dan memasukannya kedalam kamar sedangkan Roger hanya diam saja tanpa banyak bantah, karena dirinya tak mau membuat Ana marah dan dirinya malah dikurung lagi.


"Kau tak ada maslah pacar mu dikurung gitu "


"Iya gak apa apa, ayo kita bereskan semuanya agar selesai "


Roger berjalan lebih dulu dan Ana mengikutinya dari belakang dan orang itu akan kabur lewat jendela. Namun kalah cepan Ana sudah meleparkan pisau kearah punggungnya dan menariknya kebawah.


"Mau kemana kau, mau kemana diam disini aku ingin bertanya sesuati padamu "


Ana kembali menali orang itu dibatu Roger, mengelilingi orang itu "jadi siapa yang menyuruh dan apa mau mu "


"Tak ada yang menyuruhku, ini memang keinginan kami semua untuk merampok rumah ini "


"Aku tidak percaya siapa yang menyuruh kalian, tak akan mungkin kalian tiba tiba masuk tanpa ada orang dalam, ayo bicara jangan diam saja, aku tak suka orang yang berbohong "


"Kami memang tak berbohong "


Ana mengambil pisau dan dan mengoreskannya tangan laki laki itu, lalu mencicipi darahnya "hemm darahmu tidak enak pahit "


Roger yang melihatnya bergidik ngeri ternyata selain Ana pembunuh bayaran dia juga memakan darah, apa itu tidak salah.


"Mengakulah atau aku akan mengoyakmu dan memakan daging mu didepan matamu, ayo siapa yang menyuruh mu "


"Tidak ada sudah ku bilang tidak ada yang menyuruhku, kau ini kenapa tidak percaya padaku "


"Aku tidak akan percaya pada seorang musuh kau ingat itu, aku tak percaya dirimu dan sampai kapan pun tak akan percaya "


Ana mendekati orang itu, mengores pipinya mengunakan pisau, makin dalam makin dalam tusukan itu "awww sakit kau gila, perempuan gilaa ahh sakit sekali "


"Makannya bilang siapa yang melakukan ini siapa bos mu "


"Tak Ada percaya padaku, "


"Aku bilang aku tak percaya "


Ana menusuk lehernya, lalu beralih pada perutnya dan dadannya dan yang terakhir Ana menusukan kedalam matanya, "lebih baik kau mati tak berguna kau "


"Ana kau membunuhnya "


"Iya kenapa apakah aku salah membunuhnya tidak kan, tenang besok pagi aku akan membereskannya sekarang tidurlah jangan membuat tetannga mu tau tentang masalah ini "


Ana pergi terlebih dahulu meninggalkan Roger, Roger sebelum pergi melihat terlebih dahulu kearah mayat itu dan pergi meninggalkan mayatnya, memang dirinya orang jahat namun tak sesadis Ana.


Dia berani membunuh dengan pisau, dirinya membunuh kalau sedang kepepet saja, Saat Roger masuk Puja sedang modar mandir.


"Ada apa dengan mu kenapa kau sepertinya tak tenang apa yang sedang kau fikirkan "


"Roger aku hanya khawatir saja dengan mu, sepertinya Ana makin kemari makin liar, lihat dia, dia seperti yang mempunyai rumah ini saja, aku sunggub tak suka dengan dia "


"Tapi kalau tidak ada dia, pasti kita tak akan selamat, seharusnya kau berfikir kesana jangan hanya memberi komentar tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya "


"Aku tau kok, dia memang pembunuh apakah kau tak takut Sean akan dia bunuh "


"Mana mungkin dia membunuh Sean, kalau mau dari tadi dia membunuh Sean bukan menyelatkannya aku ini kalau bicara selalu saja begitu, sekali lagi kau menjelekan Ana, kau pergi dari rumah ini, lebih baik kau pergi dan jangan membuat keributan karena aku sudah muak dan engan mendegar apa apa lagi "


Yang tadinya amu istirahat akhirnya Roger tak jadi beristirahat, dia menegok kedalam kamar anaknya dan melihat Ana yang sedang tidur dengan Sean sambil memeluknya "tidak mungkin kan Ana sejahat itu, tidak tidak aku jangan mendengarkan kata kata Puja dia hanya ingin menghasutku saja "


Setelah yakin anaknya tidur Roger pergi kelantai bawah dan melihat lihat rumahnya, kemana sebenarnya anak buahnya ini sampai sampai menghilang begitu saja. ditelfon tak bisa dan tak terhubung,.


Awas saja saat pulang dirinya akan memberi pelajaran pada mereka, lihat saja tak akan ada yang lolos satu pun orang dari tangannya. Lebih baik mereka di pecat saja.

__ADS_1


__ADS_2