
"Bos ini dokumen yang bos mau, "
"Hem simpan saja "
"Ada apa dengan mu bos, kenapa sepertinya murung sekali, apakah karena Inara tak ada "
"Nah itu kau tau kan, Ana pulang sudahlah aku sulit menemui calon istriku, sekarang saja aku tak tau dia dimana "
"Yang sabar bos, nanti juga akan datang, sabar bos sabar "
"Hemm "
"Oh iya bos, sekarang ada meeting dengan klien baru kita "
"Dari perusahaan apa, "
"Perusahaan Bintang cemerlang "
"Baiklah aku siapakan tempatnya "
"Dia ingin meeting ditempat lain bos, "
"Baiklah ayo kita kesana "
"Siap bos "
Jon memimpin jalan sedangkan Abian dengan malas malasan mengikuti Jon yang semangat sekali, berbeda dengan dirinya.
**
"Kakak ayolah menginap kembali dirumah ayah, ayo aku masih ingin bersama kakak "
"Tapi pekerjaaan kakak sangat banyak sayang, banyak yang kakak belum kerjakan "
"Satu hari lagi sudah Sean tak akan meminta kakak untuk menginap lagi, boleh ya kak "
Ana segera menoleh pada sang adik dan Inara hanya menganguk saja karena memang kasihan kan dengan Sean yang ingin Ana berada disampingnya.
"Baiklah kakak akan menginap satu kali lagi, tapi apakah ayahmu mengizinkan kami bertiga menginap "
Sean segera menatap ayahnya dan Roger mengangguk setuju "yeyyy ayo kakak kita pulang "
__ADS_1
Memang sekarang Sean sudah boleh pulang , makannya anak itu meminta Ana untuk menginap kembali dirumahnya.
Sean menuntun Ana keluar dari kamar dan masuk kedalam Lift disusul dengan yang lainnya.
Selama perjalan keparkiran mobil Roger tak henti hentinya menatap garang pada Jack.
Setelah para perempuan jauh, Roger memberhentikan langkah Jack " kau lihat anakku sangat menyayangi Ana bagaimana kalau nanti Sean meminta Ana untuk menjadi ibunya dan memintanya untuk menikah denganku, apakah kau rela melepaskan pacarmu itu"
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah rela melepaskan Ana, jika anakmu meminta Ana menjadi ibunya boleh saja aku menerimanya, tapi jika untuk Ana menikah denganmu aku tidak akan rela dan Ana pun pasti tidak akan setuju karena dia hanya mencintai ku dan hanya akulah satu-satunya yang dia inginkan Jadi kau jangan terlalu berharap lebih"
"Baiklah kita buktikan bagaimana nanti kedepannya aku pastikan Ana akan menjadi Ibu dari anakku"
"Sebelum kau berkata itu coba kau lihat kebelakang kalau kau masih mempunyai kekasih dan akan menikah dengan dia. Jadi kau tidak punya peluang banyak karena dirimu saja akan menikah dan Anna tidak mungkin mau menjadi istri kedua"
Jack yang melihat Ana melambaikan tangannya memangil dirinya segera berlari kearah sana dan merangkul Ana, disusul oleh Roger.
"Ayah aku akan satu mobil dengan kakak ya "
"Lalu ayah dengan siapa Sean, masa ayah sendiri "
"Apakah kakak Ara mau menemani ayahku "
Inara menegok kearah Ana "temani saja " ucap Ana tanpa suara
Inara segera masuk kedalam mobil Roger dan Roger pun segera masuk. "sepertinya kau sangat marah dengan Jack "
"Begitulah, apakah benar Ana sangat mencintainya "
Inara mengaruk kepalanya lalu menatap kearah luar " Ya begitulah makannya saat Jack meminta untuk Ana kembali lagi padanya Ana mau berarti dia sangat mencintai Jack, mereka sudah lama berpacaran jadi ya mana mungkin Ana bisa melupakan begitu saja"
"Begitu ya, Ana bilang dia suka dengan Zahir "
"Zahir siapa dia "
"Ah pasti dia belum cerita padamu "
"Ya dia belum cerita banyak padaku, karena memang kami langsung kemari lagi, Aku tak mau Ana menjadi pengecut makanya aku menyuruhnya untuk kembali lagi ke mari, berpamitan dengan benar-benar bukan dengan sebuah surat Karena aku tahu Ana bukanlah perempuan pengecut dia perempuan pemberani "
"Syukurlah kau membawa dia kembali kemari, tapi apakah aku boleh minta alamat rumah kalian"
"Kalau untuk alamat rumah mungkin Ana yang bisa memberikannya, karena aku tidak mau dia marah, dia sangat tertutup dan tidak mau banyak orang tahu tentang rumah kami jadi mungkin boleh kau minta pada Ana langsung, aku takut jika kau tau Ana yang sesungguhnya kau akan membecinya "
__ADS_1
"Aku sudah tahu siapa Ana dia pembunuh bayaran kan dan Sean sudah tahu siapa Ana sebenarnya, aku tahu semuanya tapi aku tidak tahu kepribadian dan Ana yang sebenarnya, karena aku tahu semua ini hanyalah sandiwara untuk menutupi sesuatu yang mungkin dulunya sangat menyakitkan untuknya"
"Bisa saja, aku tidak mau memberi tahu lebih tentang masa lalunya aku tidak mau, aku ingin dia sendiri yang berbicara padamu mungkin suatu saat dia akan luluh dengan mu dan bisa bercerita apa yang sebenarnya dirinya rasakan"
"Ya kalau dia menjadi istriku "
"Jodoh tak akan kemana, kalau kau memang jodoh Ana, pasti kalian akan disatukan benarkan "
"Ya kau benar "
Mereka semua sudah sampai, Inara turun dan disusul oleh yang lainnya, Puja yang akan menyambut kedatangan anak sambungnya dan juga calon suaminya melongo.
Kenapa mereka semua ikut kemari, kenapa bisa seperti itu, sialan pengganggu bertambah banyak dan membuat peluang dirinya dekat dengan Sean sulit.
"Puja kenapa kau malah melamun, sabut tamu tamu ku " tegur Roger
"Oh ya maafkan aku Roger, ayo silahkan semuanya masuk, aku akan menyuruh bi Jumi, menyiapkan minuman "
Puja segera masuk dan mereka semua masuk kedalam rumah, dengan Sean yang masih setia memegang tangan Ana, tak mau melepaskan pegangan itu sedikit pun.
**
"Bu kenapa ayah tak pulang pulang lagi kemana ayah "
"Sudahlah biarkan dia Adam, jangan hiraukan ayahmu. dia tak mau mendukungmu nanti juga besok akan kembali lagi, "
"Dari kemarin loh bu ayah gak pulang Adam akan mencarinya "
"Terserah kau saja "
Adam yang khawatir segera melajukan mobilnya untuk menemui ayahnya, saat dirinya sudah jauh dari rumah dia melihat perawakan yang sama dengan ayahnya.
Adam menyisikan mobilnya dan mengejar laki laki yang membawa roda "ayah "
Laki laki itu menoleh dan melihat kearah Adam "ayah kenapa malah ambil ambil botol dan kardus seperti ini ayo pulang kita pulang kerumah, Adam sekarang sudah mempunyai rumah baru, rumah besar, lalu ayah kenapa malah memilih ini "
"Ayah lebih baik hidup sengsara dari pada melihat kau melakukan kejahatan kembali pada Inara. Sudahi semua ini Inara tidak mempunyai salah padamu lepaskan dia biarkan dia bahagia baru ayah akan pulang ke rumah mu itu"
"Tidak bisa ayah semua kesakitan Adam harus dibalas dan aku juga sudah melakukan perjanjian dengan Livia jadi tidak mungkin aku batalkan begitu saja, kalau aku batalkan maka apa yang aku sekarang miliki akan lenyap begitu saja yah "
"Ya sudah kau sudah memilih itu maka ayah akan memilih jalan ayah sendiri, ayah tidak mau kamu menjadi orang jahat lagi makanya Ayah melakukan ini. Nikmati saja apa yang sekarang kau punya"
__ADS_1
Ayah Adam kembali berjalan sambil membawa rodanya.