
Inara yang tertidur sambil terduduk segera bangkit pergi kekamar mandi dan mencuci mukannya tak lupa membersihkan badannya juga. Saat sudah selesai Inara segera keluar dan alangkah kagetnya saat ada Rani disana sedang duduk.
"Sejak kapan kamu disini Rani " tanya Inara menyembunyikan rasa keterkejutannya
"Baru saja Nara, kemarilah duduk ada yang perlu aku bicarakan"
Inara segera duduk menatap kearah Tani "begini apakah kau marah pada pak bos "
"Tidak aku tak marah "
"Lalu ada apa dengan pak bos dia sangat murung sekali, aku sudah cuti jadi kau akan sepenuhnya nanti membantu pak bos "
"Iya tapi bagaimana dengan Ana, aku tak mungkin meninggalkannya sendirian "
"Coba kau sekarang temui pak bos, izin sama dia dam bicaralah dengan dia, siapa tau setelah berbicara denganmu dia akan baik baik saja "
"Lalu Ana dengan siapa "
"Untuk hari ini aku akan menjaga Ana, kau segeralah bersiap dan temui pak bos, bicarakan semuanya "
"Baiklah aku akan bersiap dulu Tani, terimakasih sudah mau membantuku"
"Iya sama sama Inara "
Segera Inara pergi kembali kekamar mandi untuk segera mempersiapkan dirinya bertemu dengan Bian. Kemarin dirinya memang marah pada Bian, tapi setelah di fikir fikir lagi Bian baik ingin membantunya lepas dari lelaki itu dan menyadarkan ku untuk segera meninggalkannya.
**
Sedangkan dipenjara sekarang Shinta menemui Adam yang sudah sangat tak terasa padahal baru juga beberapa hari.
"Akhirnya kamu kemari Shinta, akhirnya kamu akan menolongku kan " dengan gembira Adam memegang tangan Shinta.
__ADS_1
Dengan cepat Shinta menarik tangannya "Kata siapa aku kesini ingin menolongmu, geer sekali kau sampai sampai berbicara padaku seperti itu, aku tak akan sudi menghabiskan uangku untuk menebus orang seperti mu, apalagi kau tak akan bisa mendapatkan pekerjaan dimana pun"
"Lalu untuk apa kau kemari, dasar tak tau terimakasih, kau sudah menghabiskan uangku, kau sama sekali tak mau menebusku, tenaga sekali kau"
"Aku kemari hanya ingin memutuskan mu, aku memutuskan mu, aku tak sudi mempunyai pacar seorang narapidana, jadi dari pada aku malu, kita sudah saja hubungan ini. Terimakasih atas uangnya aku sangat berterimakasih sekali, berkatmu aku bisa membeli apa yang aku inginkan, aku jadi tak perlu cape cape bekerja dan menghabiskan tenaga untuk membeli barang barang yang aku mau, karena aku mempunyai atm berjalan yaitu kamu Dam, selama denganmu gajihku aman "
"Kau gila, setelah aku tak punya apa-apa kau memutuskan ku, kau sama saja dengan istri istriku yang hanya ingin uangku saja, kalian semua sama dasar wanita tak ada guna kalian, aku sudah menghabiskan uang hanya untuk perempuan seperti mu, yang sama sekali tak menarik"
"Loh kok marah. kau saja yang bodoh, kenapa sudah mempunyai istri yang jelas jelas baik dan mau menerima mu tapi kau malah menyia menyiakan, jadi yang salah itu kau bukan perempuan, jangan selalu menyalahkan sesuatu pada perempuan Adam, kau yang salah kau yang serakah tak cukup satu perempuan"
"Awas saja saat aku keluar aku akan membalaskan semuanya, awas saja lihat saja "
"Yaya terserah kau saja, aku tak peduli, aku sudah puas dengan uangmu jadi selamat menjalani hukumanmu yang sangat banyak, aku akan bersenang senang dengan uangmu yang masih tersisa banyak"
Shinta segera pergi meninggalkan Adam yang sedang mengamuk karena kesal padanya. Kesal ternyata tak ada perempuan yang seperti Inara, yang tulus mencintainya, bukan mencintai uangnya.
***
Inara sekarang ada didepan ruangan Bian, dengan perlahan Inara mengetuknya "masuklah " ucap Bian dari dalam.
"Oh yasudah kalau kau tak mau berbicara denganku, aku akan kembali pulang kerumah sakit, maaf telah mengganggu pekerjaan mu Bian " Inara segera bangkit untuk segera pergi
Bian yang mendengar itu suara Inara segera mendongakan kepalanya dan berlari kearah Inara memeluknya dari belakang "jangan jangan pergi Inara maafkan aku, aku minta maaf "
Inara tiba tiba mempunyai ide untuk mengerjai Bian, "aku tak mau memaafkan mu, lepaskan aku "
Inara segera melepaskannya, lalu duduk dikursi dan menatap Bian yang sedang berdiri saja "sini duduklah ada yang perlu aku bicarakan "
Bian dengan patuh duduk dihadapan Inara "tolong Nara maafkan aku "
"Diam aku dulu yang berbicara "
__ADS_1
Bian segera menanggalkan kepalanya lalu memasang wajah memelasnya.
"Aku sungguh sangat kecewa padamu Bian, kenapa kau membohongiku tentang masalah sebesar ini, ternyata untuk perselingkuhan Adam yang kedua kalinya kau adalah dalang dari semuanya, sungguh aku kecewa sekali padamu Bian, kenapa kau melakukan itu padamu"
"Dengarkan aku baik baik dulu Nara, aku melakukan ini agar kau cepat terlepas dari laki-laki itu aku tak mau, kamu menderita dan hanya diam saja diperlakukan tak adil seperti itu, aku sangat peduli padamu Nara "
"Lalu kenapa kau berbohong padaku "
"Kalau aku jujur padamu, yang ada kau akan melarangnya, dan mungkin saja kau sampai sekarang akan bertahan dengan laki laki itu, apakah kau tak lelah berhadapan terus dengan Adam yang kasar dan tukang selingkuh, aku saja yang melihatnya sangat geram Nara, tapi kenapa kau masih saja mempertahankan laki laki itu, kenapa kau tak pergi atau kabur saja gitu "
"Ya tapikan aku butuh kejujuran darimu Bian, aku mempertahankannya karena aku berfikir dia akan kembali menjadi Adam yang dulu, Adam yang baik dan tak menduakan ku, apa lagi sampai mentigakanku"
"Lalu sekarang apakah kau menyesal telah menceraikannya "
"Tentu saja aku tak menyesal, aku sangat senang, terimakasih atas bantuan mu Bian, aku entah harus membalasnya dengan apa, kau sudah membantu banyak tentang kehidupanku. Membuatku menjadi wanita kuat dan tak bergantung pada siapa pun, aku binggung harus berterimakasih dengan cara apa Bian "
Bian yang mendengar perkataan Inara segera mendongakan kepalanya dan pindah tempat duduk menjadi di samping Inara.
"Apakah kau tak marah denganku "
"Tidak Bian, kenapa aku harus marah padamu, aku kemarin hanya sedikit kecewa saja padamu"
"Maafkan aku ya "
"Kenapa harus meminta maaf, aku hanya tak ingin saja kau menjadi seorang pembohong "
"Aku tak akan berbohong lagi padamu aku janji Nara "
"Lalu aku harus membalasnya dengan apa, rasa terimakasihku padamu karena sudah menolongku "
"Aku hanya meminta kau harus selalu ada disisiku jangan tinggalkan aku dalam keadaan apapun, aku hanya ingin kamu saja, mungkin sekarang kau sedang memulihkan hatimu kembali dan aku akan menunggu hatimu pulih, dan pada saat waktu itu datang aku akan menikahimu, kau berbicaralah padaku jika hatimu sudah pulih "
__ADS_1
"Jangan menungguku Liam, itu pasti akan lama "
"Tak apa aku akan menunggumu, sampai kau sembuh dari luka itu"