
"Jadi tuan Roger yang ingin bertemu dengan saya" ucap Cio dengan ramah.
"Iya aku ingin tahu teman kecilnya Puja, ternyata kamu bawa pacar juga ya sudah lama kalian berhubungan "
"Oh iya aku sampai lupa untuk mengenalkan pacarku dia Nana kami sudah cukup lama menjalin hubungan"
Nana hanya tersenyum dan tersenyum pula pada Puja namun Puja sama sekali tak ramah dia malah cembetut saja.
"Puja kenapa kau cemberut terus, lihat Nana terseyum padamu " tegur Roger.
"Ow ya aku tak sadar "
"Jadi kau Tuan Cio sudah sejak kapan berteman dengan Puja sampai-sampai Puja lebih senang bila bepergian denganmu. Apakah pacarmu Nona Nana tidak marah melihat pacarnya berjalan dengan perempuan lain bagaimana nona Nana "
"Sepertinya panggil saja namaku Nana saja tuan aku lebih suka dipanggil seperti itu, rasanya aneh saja jika ada kata nona. Aku tidak masalah aku tahu mereka adalah teman lama. Jadi untuk apa aku cemburu pada mereka bukannya mereka sudah berteman sejak kecil kan. Mana mungkin aku bisa memutuskan persahabatan mereka berdua hanya karena rasa cemburuku saja"
"Benar-benar perempuan bijak kita kan tidak tahu mereka memang berteman atau di belakang kita berselingkuh, Apakah saat mengetahuinya kau akan diam saja atau tidak atau kau akan marah"
"Mungkin aku akan langsung memutuskan hubungan itu karena dalam sebuah hubungan jika sudah selingkuh kedepannya tidak akan benar, aku tidak akan mungkin menerima Perselingkuhan itu Tuan, lebih baik melepaskan dari pada kemudian hari aku sakit kembali karena ulah suamiku nantinya, jika sudah menikah kita akan menyesal karena dulu tidak pernah mau mengambil keputusan untuk berpisah mungkin memang rasanya sakit saat berpisah tapi itu akan lebih baik"
"Bagus sekali bagus sekali aku senang mendengar kata-katamu kau hebat perempuan hebat"
"Jadi sebenarnya Roger kau itu ingin mengenal sahabatku atau ingin mengenal pacarnya sih, dari tadi kau bertanya terus sama dia" marah Puja.
"Kenapa aku ingin memastikan Nana sudah berpacaran Berapa lama dengan Cio itu saja. Apakah salah baiklah aku akan mengobrol dengan Cio, sekarang jadi kau diam Puja jangan membuat kebisingan. "
Puja memutar kedua bola matanya dan menatap Nana dengan tatapan tidak suka dan kesal.
"Kamu mengenal Puja saat umur berapa tahun Cio "
"Orang tua kami dulu adalah tetangga Jadi kami memang dari kecil sudah saling kenal dan Puja lebih muda 3 tahun dariku makanya aku selalu mengasuhnya dabn menganggap dia seperti adikku sendiri"
"Lalu sekarang "
"Sama begitu, aku masih menganggap Puja seperti adikku Jadi kau tenang saja aku tidak akan mungkin melakukan sesuatu dengan Puja"
"Mungkin itu pun kan "
"Maaf aku menyela pembicaraan kalian, aku pamit ke kamar kecil dulu ya " ucap Nana
"Baiklah sayang hati hati, kau tau kan dimana kamar kecil "
"Iya aku tau "
Nana segera pergi dan tiba tiba saja Puja melakukan hal yang sama dia ingin kekamar kecil pula, katanya ingin pipis dan sekarang tinggal para lelaki saja.
"Jadi kau mencurigaiku Roger sampai-sampai kau menanyakan sesuatu yang seharusnya kau tak tanyakan padaku begitu detail kau menanyakan apa yang ingin kau tahu"
"Tentu aku ingin tahu masa kecil kalian berdua karena tidak ada seorang laki-laki dan perempuan bersahabat benar benar, karena dalam persahabatan pasti ada salah satu yang suka sama sahabatnya itu, jadi aku ingin memastikannya saja "
"Baiklah kalau begitu, tapi aku pun berteman baik dengan Ana tapi aku tak ada perasaan padanya, bahkan kami sudah berteman sangat lama tapi tak pernah terfikir untuk melakukan itu, sama sepeti Puja aku pun tak ada fikiran itu "
"Jadi kau berteman dengan Ana Iriana kakaknya Inara kan, "
"Iya aku berteman dengan mereka berdua tapi aku lebih dekat dengan Ana, karena kita sudah kenal lama dan aku juga sering main ke sana tapi sekarang sudah jarang. Ana sedang sibuk dengan pekerjaannya aku tak mau menganggunya"
"Jadi kau tahu hubungan antara Anna dan juga Jack"
"Tentu Jack adalah orang kepercayaan Ana, dia yang selalu membantu semua pekerjaan Ana dan apapun yang Ana lakukan pasti Jack akan tahu, "
__ADS_1
"Bukannya mereka berpacaran"
"Tidak mereka sama sekali tidak berpacaran mana mungkin mereka berpacaran Ana saja sulit untuk mencintai seseorang Jack hanyalah asisten dan orang kepercayaannya saja, jadi kau jangan salah sangka kalau mereka memang dekat, mereka memang seperti orang pacaran, tapi sesungguhnya mereka tidak ada hubungan "
"Yang benar "
"Yah aku berkata benar mana mungkin aku berbohong mereka hanyalah sebatas bos dan juga anak buah orang kepercayaan, Ana sudah berjanji kalau dia tidak akan menikah sampai kapanpun"
"Kenapa dia tidak mau menikah"
"Dia trauma dengan masa lalunya karena ibu dan ayahnya selalu bertengkar dan selalu mengabaikannya dan hanya fokus mencari Inara yang hilang entah ke man, dan baru sekarang mereka bertemu, makannya dia tidak mau menikah karena dia takut rumah tangganya akan hancur seperti orang tuanya dan hanya ada pertengkaran saja nantinya"
"Kenapa kau sangat begitu tahu tentang Ana berapa lama kalian berteman"
"Aku sudah bilang aku berteman lama dengan Ana, makanya aku tahu, kami sangat dekat bahkan lebih dekat dibandingakan dengan Pujaa
"Baiklah terima kasih atas informasimu itu"
"Ya sama-sama jika ingin bertanya-tanya lagi tanyakan saja padaku. Aku tahu semua tentang Ana. Apakah kau menyukainya"
"Tidak sama sekali mana mungkin aku menyukai Ana, aku sudah mempunyai Puja aku hanya ingin tahu saja tentang Ana perempuan yang anakku sayang, anakku sangat tergantung pada Ana, dia sangat menyayangi Ana, jadi aku hanya ingin tahu saja perempuan apa yang disayangi oleh anakku itu"
"Baiklah jangan sampai rasa penasaran mu itu berubah menjadi rasa cinta pada Ana, karena sampai kapanpun dia tidak akan mau melakukan hubungan yang serius"
"Baiklah tenang saja kau tau, akau mengerti "
"Ya "
"Oh ya kau jaga Nana baik-baik ya, sepertinya dia perempuan baik dan sangat sopan sekali jangan sia-siakan perempuan seperti itu sangat sulit lo mencarinya"
"Iya aku tahu kau tenang saja Nana akan selalu ada di sampingku dan tak akan kemana-mana"
"Oh itu kau jangan salah sangka dulu di sana juga ada Nana, Puja tidur bersama Nana . Tenang saja aku tidak mungkin berduaan dengan Puja begitu saja, kau tanyakan saja nanti pada Nana kalau tidak percaya padaku"
"Akan aku tanyakan nanti, apakah benar "
Sedangkan dikamar kecil Puja sedang menunggu Nana, dan tak lama kemudian Nana muncul dan berhadapan langsung dengan Puja.
Puja langsung menarik tangan Nana dan membuat Nana terpojok "ada apa dengan mu " tanya Nana dengan kesal.
"Aku yang harusnya bertanya padamu kau hanya perlu diam saja. Sejak kapan kau berhubungan dengan Cio. Mengapa kau begitu saja mau dengan laki-laki buaya seperti dia"
"Kenapa kau sangat ingin tahu kau hanya temannya saja kan bukan pacarnya atau berselingkuh dengan Cio dari pacarmu itu. Jadi kau tidak perlu tahu, sejak kapan aku berpacaran dengan Cio dan apa saja yang sudah kami lakukan"
"Tentu aku harus tahu karena aku adalah temannya Cio, aku teman dia dari kecil, jadi aku harus tahu siapa pacar Cio orangnya seperti apa, kau tinggal di mana aku harus tahu karena Cio tidak boleh mendapatkan seorang perempuan dengan asal aku harus tahu semuanya, agar aku bisa menilai semuanya"
"Lalu apakah Cio juga harus tahu kau berpacaran dengan siapa mendapatkan laki-laki man. Bukannya kalian baru bertemu lagi ya kau sudah lama kan tidak bertemu dengan Ciio, lalu kau saat berpacaran dengan pacarmu itu apakah kau berbicara dulu pada Cio akan berpacaran dengan Roger tidak kan, lalu sekarang apa salahnya kalau aku tidak mau berbicara padamu dan aku tidak mau privasiku diganggu olehmu"
"Kau sangat berani ya padaku punya apa kau berani seperti ini padaku, kau hanyalah pacarnya pasti Cio akan memilihku temannya dibandingkan kau, jika aku mau aku akan berbicara pada Cio kalau aku ingin kalian putus "
"Aku punya harga diri dan aku bukan perempuan yang mudah tergoda oleh siapa pun, dan aku juga bukan perempuan yang ingin tau tentang hubungan temannya sendiri, mengatur ngaturnya juga. Aku mempunyai keluarga yang lengkap dan mereka menyayangiku. Aku memiliki semuanya lalu apa maumu"
"Tak mudah dirayu oleh siapapun tapi kau terayu oleh buaya itu kau tahu Cio itu buaya, dia itu bukan laki-laki baik untuk menjadi pasangan dia itu akan menghancurkan hidupmu dengan perlahan-lahan"
"Aku baru tahu loh ada sahabat yang menjelekkan temannya sendiri, harusnya kau membanggakan Cio pada pacarnya, bukannya kau malah menjelek-jelekkan dia di hadapan pacarnya. Apakah kalian melakukan hubungan di belakangku. Apa kalian selingkuh, kalau memang iya aku akan berbicara pada tuan Roger dan berbicara tentang kau dan Cio yang selingkuh "
"Kau gila tentu saja aku tidak selingkuh dengan Cio. Aku hanya tidak mau dia mendapatkan perempuan songong sepertimu. Aku tidak suka"
" Ya sudah kalau begitu kau bicara saja pada Cio jangan berbicara padaku. Awas kau jangan menghalangi jalanku aku ingin keluar pengap rasanya berada satu ruangan denganmu bisa-bisa aku mati nanti"
__ADS_1
Nana langsung mendorong puja dan keluar dari kamar kecil.
"Sialan perempuan itu berani sekali dia mendorong ku seperti itu ,awas aja aku akan membuat kau putus dengan Cio, tak akan aku biarkan kalian bersatu tidak akan pernah, aku akan berbicara pada Cio. Dia itu gimana sih berhubungan denganku tapi dia malah selingkuh dariku sialan. Kenapa jadi seperti ini Awas aja "setelah puas mendumal Puja segera pergi keluar dari dalam kamar kecil dan kembali lagi ke tempat di mana mereka makan.
"Akhirnya kalian berdua datang kenapa begitu lama "tanya Roger
"Maafkan aku sayang Aku tadi membenarkan dulu make up ku jadi lama dan aku juga menunggu Nana agar kita bisa sama-sama kemari dan kamu juga tadi sedikit mengobrol kecil "
"Baiklah ayo duduk-duduk makanan sudah ada kita makan dulu sana , nanti kita teruskan mengobrolnya" ucap Cio
Mereka semua segera duduk, dan Cio mengambil alih piring Nana memotong steak Nana menjadi beberapa bagian" ayo makan sayang "
"Terimakasih "
Nana langsung menatap Puja dan memakannya, Puja dengan kesal memotong motong steak nya dan tak sengaja membuat steak itu terlempar kearah pelayan, dengan panik Puja menghampirinya.
"Oww maafkan aku , aku tidak sengaja "
"Tak apa apa nona saya permisi "
Nana yang melihatnya mencoba menahan tawanya, ada ada saja perempuan itu.
Puja kembali duduk lagi "Puja ada apa dengan mu, seperti tak pernah makan steak saja kau ini, memalukan sekali "
"Tau ah, aku mau pulang sekarang juga "
Puja langsung pergi meninggalkan meja dengan Roger yang mengejarnya, sebelum pergi Roger menyimpan beberapa lembar uang.
"Puja Puja, ada apa dengan mu Puja, kenapa tiba tiba pergi kau sungguh tak sopan"
Namun Puja tak mendengarkannya dia terus saja berjalan dan menunggu diluar mobil.
"Ada apa dengan mu Puja "
"Aku ingin pulang Roger, apakah kau tidak lihat aku sangat malu dilihat oleh banyak orang melihatnya saat aky tak sengaja membuat steak igtu terbang melayang begitu saja ke arah pelayan itu, kenapa steak itu begitu keras dan kau juga tak ada romantis romantisnya sama sekali padaku , kau tak ada niatan untuk memotongkannya untukku kau hanya diam saja dan makan makananmu sendiri, tak ada kasiannya dengan ku "
"Rasanya aku menjadi serba salah Puja denganmu Ini salah itu salah. Sudahlah ayo pulang aku pun ke sini hanya untuk bertemu dengan sahabatmu itu saja, ayo pulang kau jangan berharap aku akan romantis seperti temanmu itu, aku bukan laki-laki seperti itu jadi cepat masuk jangan membuatku pusing dengan rengekan mu Puja "
Puja menghentak-hentakan kakinya dan berjalan masuk ke dalam mobil, Selama perjalanan dia sama sekali tak mau berbicara dengan Roger, Roger pun sama tidak membuka pembicaraan sama sekali.
Dia hanya diam fokus menyetir mobilnya untuk segera pulang dan tidur, rasanya percuma dirinya tadi tak makan dulu kalau akhirnya akan pulang seperti ini dan meninggalkan steaknya di meja begitu saja.
Kembali pada Cio dan juga Nana
"Kenapa puja seperti tak menyukai ku pak, rasannya dia tak menyambut kehadiranku dengan senang "
"Memangnya kenapa apa kalian berdua bertengkar tadi "
"Ya begitulah Pak dia mengancam saya untuk tidak mau berpacaran dengan bapak. Padahal kan saya juga hanya berpura-pura menjadi pacar Bapak tapi mohon maaf jika saya lancang memarahi dia karena saya tidak suka ada seseorang yang menyudutkan saya seperti Puja "
"Tidak usah meminta maaf aku tahu. Kau tidak bersalah kau hebat juga bisa menjawab semua pertanyaan dari Roger dan aku akan benar-benar menaikkan gajimu kau tenang saja aku tak jadi menambahkan dua kali lipat tapi menambahkan gajimu untuk setiap bulannya karena kau hebat dan kau akan melakukan ini tidak hanya sekali"
"Hah maksudnya saya harus melakukan berapa kali pak"
"Setiap saya membutuhkan kamu 0 kamu harus ada ya, dan nanti jika Puja marah lagi padamu tenang saja aku akan berbicara yang sebenarnya agar tak ada masalah karena dia terlalu sensitif , memang dia terlalu peduli padaku jadi seperti itu maklumlah teman"
"Iya Pak tenang saja tapi saya merasa sepertinya Puja menyukai anda"
"Ah mana mungkin kau ini. Ayo lanjutkan makanmu habiskan semuanya nanti aku akan mengantarmu pulang
__ADS_1
"Baik pak saya akan memakannya"