
"Roger kau lama sekali aku sudah menunggumu "
Roger memeluk perempuan itu yang ternyata adalah Puja dia sudah ada dikota lagi, karena dia kabur dari rumah ibu dan bapak dan untungnya juga ada yang membantunya dan mengantarkan Puja kekantor Roger.
Awalnya Roger menolak untuk bersama Puja lagi karena dirinya sudah menikah dengan Ana dan Ana juga sudah mencintainya bahkan Ana sedang mengandung anaknya.
Namun karena sebuah janji itu dirinya mau tak mau menikah Puja dibelakang Ana, kalau Ana tau mungkin dirinya akan habis oleh Ana, dirinya pasti akan ditinggalkan oleh Ana.
Untung saja Ana tak tau dan curiga, nanti kalau sudah saatnya dirinya akan membawa Puja kehadapan Ana dan meminta maaf pada Ana.
"Aku harus berpamitan dulu dengan Ana dan anak anak, aku tak mungkin pergi begitu saja bagaimana bila Ana curiga aku tak mau membuat Ana curiga "
"Ist lalu kapan kita akan memberitahu Ana aku tidak mau kalau harus sembunyi sembunyi seperti ini, aku ingin pernikahan kita diketahui oleh semua orang, aku ingin diakui kalau aku ini istrimu, apa lagi aku sebentar lagi akan melahirkan "
"Ya aku tahu aku perlu waktu, aku perlu waktu aku tak bisa gegabah begitu saja membawa mu pada Ana apakah kau ingin di bunuh oleh Ana, apakah ingin kenapa amukannya "
"Ya tidak juga "
"Ya sudah bersabar "
"Baiklah baiklah "
__ADS_1
Puja memeluk Roger dengan erat, tak apa menjadi istri kedua yang terpenting dirinya bahagia semua keinginanya tercukupi, semuanya tak ada kekurangan sedikit pun.,
Apa lagi anaknya akan lahir, anaknya harus menjadi pewaris tunggal, Sean dan juga Zea tidak boleh memiliki harta Roger sedikit pun.
**
Sean yang baru saja datang langsung menghampiri mamahnya yang sudah menyiapkan makanan untuknya, Sean menyalimi tangan Ana dan memangku Zea.
"Ganti baju dulu syang, cepat nanti turun dan makan "
"Iya mamah aku ganti pakain sekarang "
Sean langsung menyimpan kembali Zea dan naik kelantai atas untuk menganti pakaian, tiba tiba saja mamahnya berteriak.
"Tolong ambilkan susu Zea ya kak "
"Iya mah "
Sean langsung masuk kedalam kamar orang tuanya dan mengambil susu sang adik, namun dirinya tak sengaja menyengol sebuah amplop dan membuat semuanya berhamburan.
Sean mengambilnya dan melihat foto foto ayahnya bersama tante Puja, bahkan ada foto ayahnya dan juga tante Puja yang memakai kebaya dan tersenyum memberlihatkan cincin ditangan mereka, lalu ada foto saat ayahnya mencium kening tante Puja.
__ADS_1
Sean langsung menyimpan kembali semua foto itu, dirinya begitu marah dengan ayahnya yang telah mengkhianati mamahnya, Sean langsung berlari kebawah dan memeluk mamahnya dengan erat.
Ana yang kaget langsuny mengalihkan pandangannya dan menatap Sean yang masih memeluknya "ada apa kakak "
"Mamah tak akan meninggalkan Sean kan "
"Tentu tak akan, kenapa mamah akan meninggalkan mu "
"Karena ayah sudah mengkhianati mamah, karena ayah sudah menikah kembali dengan tante Puja "
"Kua tau dari mana "
Sean langsung melepaskan pelukannya "aku tadi tak sengaja menyengol amplop yang ada dikamar mamah dan semua fotonya berhamburan, maafkan aku mamah "
Ana menghembuskan nafasnya "apakah jika mamah pergi kau akan ikut dengan mamah "
"Ya aku akan ikut dengan mamah, aku tidak mau ditinggal oleh mamah "
"Apakah kau yakin akan meninggalkan ayah mu "
"Ya aku yakin aku lebih baik bersama mamah, aku tak mau dengan ayah aku kecewa pada ayah "
__ADS_1
Sean kembali ibu sambungnya dan dia sampai menangis "ya sudah kalau kau memang mau ikut dengan mamah nanti kau pergi bersama om Jack kerumah tante Inara dengan Zea mamah akan menyusul mamah akan membereskan semuanya terlebih dahulu, baru kita akan pergi dari sini "
Sean hanya menganggukan kepalanya apapun keputusan mamahnya dirinya akan ikut, meskipun mamahnya bukan mamahnya sebenarnya namun dia sangat menyayangi mamahnya sama dengan dirinya menyayangi mamahnya yang sudah tiada.